• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Hasil Jangka Panjang Sebagai Akibat Dari Program Simpan Mudharabah BMT Ar-Ridho

EKONOMI MASYARAKAT

D. Analisa Hasil Jangka Panjang Sebagai Akibat Dari Program Simpan Mudharabah BMT Ar-Ridho

yaitu pertama terpenuhinya kebtuhan individu akan modal usaha, kedua adalah terpenuhinya kebutuhan individu akan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, anak sekolah dan rumah kontrakan. Dan yang ketiga, program Simpan Pinjam Mudharabah dapat memenuhi kebutuhan individu para nasabahnya akan kebutuhan sekunder, seperti memperlebar sawah, membeli alat bajak, dan memperindah rumah.

D. Analisa Hasil Jangka Panjang Sebagai Akibat Dari Program Simpan Mudharabah BMT Ar-Ridho

BMT Ar-Ridho sebagai lembaga yang profesional dan memiliki banya k inovasi dalam program-program yang ditawarkan hendaknya memiliki target jangka panjang dalam menjalankan visi yang telah mereka buat. Bapak Indra selaku ketua BMT dan ketua pelaksana Program Simpan Pinjam Mudharabah dalam wawancara memaparkan target jangka panjang BMT Ar-Ridho khususnya dalam Program Simpan Pinjam Mudharabah adalah sebagai berikut :

“euu..jadi target kita, euu..mungkin jumlah ya, yang kita tergetkan ini sampai lima taun kedepan bisa membiayai lima ribu nasabah.”, “lima ribu nasabah , kemudian untuk itu kita juga menargetkan kerja sama denga pihak lain. Euu…yang sudah kita jalani itu dengan BAZMA PERTAMINA, sekarang dalam proses eu..MOU ini dengan yayasan Baitulmaal Bank BNI Pusat, euu…kemudian dengan

Majelis Taklim (MT) Narakaddin, eu..terus sama BRI syariah, kita juga megajukan apa..permodalan disana untuk memenuhi target itu tadi. Karena kalo kita mengandalkan simpanan pinjam dari nasabah saja berat.”78

Untuk menganalisis apakah target jangka tersebut telah tercapai apa tidak, penulis akan melihat target jangka panjang apa saja yang telah dicapai oleh BMT Ar-Ridho dalam waktu empat tahun ini semenjak program Simpan Pinjam ini didirikan, lalu penulis akan membandingkan dan menganalisisnya dengan temuan yang ditemukan di lapangan.

Muhammad dalam wawancara memaparkan bahwasanya dalam kurun waktu tiga tahun, target jangka panjang BMT Ar-Ridho yang telah dicapai dan usaha dalam mencapai target tersebut adalah sebagai berikut:

“ya…Alhamdulillah sekarang udah makin banyak orang yang tau dan menjadi nasabah disini. Yang sudah jadi nasabah juga usahanya udah makin keliatan berkembang..lebih sering minjem gitu mba, kan semakin mereka sering meminjam, itu artinya usahanya makin berkembang"79

Selain ingin mencapai lima ribu pembiayaan atau peminjaman, BMT Ar- Ridho dalam Program Simpan Pinjam Mudharabah juga memiliki target jangka panjang ingin memperluas jaringan kerjasama dengan lembaga sosial maupun konvensional untuk menambah modal untuk Program Simpan Pinjam Mudharabah itu sendiri.

Bapak Indra dalam wawancara memaparkan bahwa sampai saat ini (dalam kurun waktu empat tahun), BMT Ar-Ridho telah menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa lembaga dan majelis taklim. Berikut pemaparannya :

“Euu…yang sudah kita jalani itu dengan BAZMA PERTAMINA, sekarang dalam proses eu..MOU ini dengan yayasan Baitulmaal Bank BNI Pusat, euu…kemudian dengan Majelis Taklim (MT)Narakaddin, eu..terus sama BRI syariah, kita juga megajukan apa..permodalan disana untuk memenuhi target itu tadi.”80

78 Bapak Indra, Ketua BMT Ar-Ridho, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010

79 Bapak Muhammad, Pengurus BMT Ar-Ridho Bagian Lapangan, Wawancara Pribadi, Pisangan-

Ciputat 12 Februari 2010

Untuk dapat menganalisis dan menilai apakah hasil jangka panjang program Simpan Pinjam BMT Ar-ridho ini telah tercapai atau tidak, maka penulis akan membandingkan hasil wawancara kepada para pengurus dengan para nasabah. Apakah target yang telah dicapai hingga saat ini dirasakan pula oleh para nasabah atau tidak. Jika target jangka panjang dari Program Simpan Pinjam Mudharabah ini adalah dapat membiayai lima ribu peminjaman, maka apakah selama tiga tahun program Simpan Pinjam Mudharabah ini berjalan, apakah para nasabah semakin banyak meminjam atau tidak.

Bapak Jaini, seorang pedagang ikan dan hasil laut lainnya telah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah selama tiga tahun dan melakukan sepuluh kali peminjaman. Seperti yang ia paparkan dalam wawancara sebagai berikut :

“iya, saya udah ikut program simpan pinjam mudharabah ini sudah tiga tahun.”81

Begitu pula yang telah dilakukan oleh Ibu Tuminem, ia telah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah selama empat tahun dan melakukan sepuluh kali peminjaman. Seperti pemaparannya dalam wawancara sebagai berikut :

“eumm..sekitar 4 tahun lah mba.”82

Berikut tabel lamanya nasabah yang menjadi subjek penelitian menjadi anggota :

NO. NAMA

NASABAH JENIS USAHA

LAMANYA MENJADI ANGGOTA

JUMLAH PEMINJAMAN 1 Bapak Jaini Pedagang Hasil

Laut Tiga Tahun

10 kali peminjaman 2 Ibu Tuminem Pedagang makanan dan Kue-Kue

Empat Tahun 10 kali peminjaman

81

Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari 2010

82 Ibu Tuminem, Nasabah Pedagang makanan, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari

3 Ibu Yayuk

Pedagang Kios Kebutuhan Rumah Tangga

Tiga Tahun 7 kali peminjaman

4 Ibu Siti

Wahyu Pedagang Cilok

Tiga-Empat Bulan

2 kali peminjaman 5 Ibu Misyati Pedagang

Sayur Tiga Tahun

10 kali peminjaman

Jika melihat tabel diatas, maka terlihat bahwasanya dalam mencapai target jangka panjangnya, hingga saat ini BMT Ar-Ridho telah mengalami pencapaian yang signifikan dan berpotensi untuk mencapai target panjangnya.

Hasil yang dicapai oleh program Simpan pinjam Mudharabah ini tentunya melahirkan hasil bagi para nasabahnya. Seperti yang telah dipaparkan oleh Muhammad, jika pembiayaan atau peminjaman yang dilakukan oleh para nasabah semakin sering, maka itu semakin berdampak baik bagi para nasabahnya.

Ibu Misyati seorang pedagang sayur telah mengalami peekembangan dalam usaha yang ia geluti, setelah mengalami pasang surutnya sebuah usaha, kini ia dapat memperindah rumahnya dan menyekolahkan kedua anaknya, seperti dalam pemaparannya sebagai berikut :

“iya. Alhamdulillah semakin meningkat. Kalo dulu kan SMP masih gratis, jadi kan belum keliatannya belum keberatan gitu ya, sekarang selama SMK udah mau tiga taun ini, ya Alhamdulillah bisa dapet, tercukupi lah gitu. Sehari-hari gitu..”, ” ya Alhamdulillah..yang tadinya ga punya kaya gini (menunjuk ke lemari dan TV), rumah juga belum di keramik, Alhamdulillah bisa dikeramik. Bisa punya dinding kamar mandi gitu..semenjak minjem ke BMT.”83

Yayuk seorang wiraswasta yang membuka kios yang menjual kebutuhan keluarga dan makanan ringan pun mengalami hal yang serupa dengan Ibu Misyati kini memiliki kios yang berkembang karena terpenuhinya modal usaha dengan skala yang lebih besar yang mendatangkan keuntungan yang besar pula, lalu sawah yang semakin luas dan dapat membeli alat bajak sendiri setelah menjadi nasabah BMT

83

Ar-Ridho dan megikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah. Seperti dalam pemaparannya dalam wawancara sebagai berikut :

“yaa soalnya kan ekonomi pedagang beli partai. Kalo kita semakin banyak beli partai besar itu, keuntungan kita lebih banyak. Contoh nih, terigu kita beli ngeteng satu-satu kilo, itu tujuh setengah. Tapi kalo beli satu karung, itu jatohnya akan lebih murah..jadi barang-barang seperti itu. Mankannya modal harus banyak. Otomatis kita bisa jualan banyak, keuntungan juga akan lebih banyak.”, “pasti..ya buat anak, jelas ya. Nambah yaa, mungkin tadinya sawah satu petak jadi nambah dua atau tiga petak. Kaya gitu.. yang dulu aku belum kebeli alat bajak, sekarang beli. Ya insya Allah kan bisa nambah lagi.”84

Jika melihat pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya hasil dari target jangka panjang yang telah dicapai oleh Program Simpan Pinjam BMT Ar- Ridho selama empat tahun berdiri telah melahirkan hasil yang positif. Usaha para nasabahpun semakin berkembang.

Adanya program Simpan Pinjam diakui banyak nasabah dan para pengurus BMT Ar-ridho sendiri berdampak positif bagi perkembangan usaha mereka. Dampak positif bagi pihak koperasi sendiri adalah tetap bertahannya aktifitas BMT Ar-Ridho hingga kini. Hal ini dikarenakan Program Simpan Pinjam Mudharabah yang dibentuk sejak awal berdirinya BMT Ar-Ridho ini masih berjalan baik.

Bagi para nasabah, adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah ini berdampak kepada kemampuan mereka dalam segi permodalan atau penambahan modal usaha untuk pengembangan usahanya kearah yang lebih maju dan berkembang yang secara otomatis hal tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidupnya, terutama dalam bidang ekonomi.

84 Ibu Yayuk, Nasabah Pedagang kios makanan dan kebutuhan rumah tangga, Wawancara Pribadi,

BAB V P E N U T U P

A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah penulis uraikan, maka penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi program khususnya evaluasi hasil (output) pada Program Simpan Pinjam BMT Ar-Ridho Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat di nilai sangat baik karena kegiatan yang dilakukan oleh BMT Ar-ridho telah sesuai dengan indikator-indikator yang ada dalam ilmu evaluasi program.

Penilaian tersebut dapat dilihat dari kesimpulan indikator evaluasi prorgam hasil (output) sebagai berikut :

1. Dari temuan dan analisis yang telah penulis lakukan, maka penulis menyimpulkan bahwasanya BMT Ar-ridho ini dalam Program Simpan Pinjam Mudharabah ini telah mencapai tujuannya. Dan sesuai dengan teori indikator dari evaluasi hasil, bahwasanya kriteria keberhasilan pada umunya dikembangkan berdasarkan cakupan ataupun hasil dari suatu program. Seperti presentase yang meningkat dari cakupan program terhadap populasi sasaran. Ini ternyata dialami oleh BMT Ar-ridho dalam Program Simpan Pinjam Mudharabahnya.

2. Mengenai pengaruh Program Simpan Pinjam Mudharabah terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, bahwasanya program ini memberi pengaruh yang positif kepada para nasabahnya. Terlihat dari tercapainya tujuan dari Program Simpan Pinjam Mudharabah akan terpenuhinya permodalan para nasabah tanpa bunga, tenyata memberi pengaruh terhadap peningkatan

pendapatan ekonomi. Para nasabah merasa terbantu sekali dengan adanya program ini, masalah yang dulu sering menimpa mereka, yaitu kekurangan modal usaha yang membuat usaha mereka macet karena salam melakukan sebuah usaha itu pasti mengalami pasang dan surut, sekarang bisa teratasi dengan adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah dari BMT Ar-Ridho. Artinya Program Simpan Pinjam Mudharabah ini memiliki peran dalam peningkatan ekonomi para nasabahnya. Ini terlihat pada usaha para nasabah yang pada awal mereka membuka usaha hanya kecil-kecilan, kini berubah menjadi lebih berkembang.

3. Program Simpan Pinjam ini memberi pengaruh yang baik kepada nasabah terutama mengenai masalah permodalan yang memberi dampak meningkatanya pendapatan nasabah, otomatis kebutuhan individu para nasabah pun tentunya akan berubah. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya Program Simpan Pinjam ini dapat dikatan telah berhasil dan sesuai dengan indikator keberhasilan evaluasi hasil yaitu usaha yang dikembangkan oleh para nasabah mengalami perubahan prilaku para nasabah itu sendiri.

4. Program Simpan Pinjam BMT Ar-Ridho selama empat tahun berdiri telah melahirkan hasil yang positif. Usaha para nasabahpun semakin berkembang. Tiap tahunnya pembiayaan yang ditangani oleh BMT Ar-ridho semakin banyak, sesuai dengan tujuan jangka panjang BMT Ar-ridho dalam Program Simpan Pinjam Mudharabah itu sendiri.

Untuk lebih memajukan BMT Ar-Ridho Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat, dengan didasari hasil studi dan penelaahan serta observasi yang tertera dalam penelitian ini, penulis akan mengemukakan saran-saran sebagai berikut :

1. Untuk BMT Ar-Ridho

BMT Ar-Ridho hendaknya memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada para nasabahnya, seperti dengan diadakannya penyuluhan khusus mengenai berbisnis atau manajemen bisnis, hal ini agar para nasabah dapat mengelola usahanya lebih baik dan menjadi lebih berkembang lagi.

2. Untuk masyarakat

Masyarakat hendaknya dapat lebih mengenali apa itu BMT, karena tidak menutup kemungkinan para rentenir masih banyak berkeliaran di masyarakat. BMT menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mebuka usaha khususnya yang berskala mikro. Prosedur yang ditawarkan oleh BMT pun menjadi altenatif yang lebih baik dan manusiawi dari pada rentenir yang mencekik masyarakat pada umumnya.