EKONOMI MASYARAKAT
A. Analisa Terhadap Tujuan Yang Telah Dicapai Oleh BMT Ar-Ridho dan Nasabah Melalui Program Simpan Mudharabah (Dalam Meningkatkan Ekonomi Para
Nasabah)
1. Tujuan Program Simpan Pinjam Mudharabah BMT Ar-Ridho
Dalam mencapai suatu program dengan baik, hendaknya suatu lembaga memiliki suatu rumusan tujuan yang baik terlebih dahulu. Adapun tujuan program
Simpanan Mudharabah BMT Ar-Ridho menurut Bapak H. Indra dalam wawancara sebagai berikut :
“eumm..tujuan simpan pinjam itu yang pertama..dia itu untuk modal
koperasi atau modal BMT ya..karena anggota. Yang menjadi anggota ini eu..wajib
euu..apa, menyimpan disini. Yang kedua, dari dana yang tersimpan itu dapat kita pergunakan sebagai pinjaman anggota. Pinjaman anggota ini eu..diutamakan untuk modal, modal usaha. Eumm..dalam modal usaha ini ada dua yang kita terapkan, mudharabah dan musyarakah.”
“kemudian kita mencoba menyediakan eumm..mengelola, mengelola ya, dana pinjaman maupun simpanan itu secara syariah. Jadi kita mencoba
menerapkan system syariah itu, bisa ga sih diterapkan di masyarakat? Ternyata
bisa. Dengan demikian kan mereka yang terlibat di dalamnya, dan melakukan kegiatan yang halal.”
“kalau kita menerapkan sistim bunga, itu kan haram. Riba. Kalo itu yang kita terapkan, berarti kita melibatkan banyak orang melakukan hal yang dilarang agama. Jadi tujuannya yang ketiga itu kita mencoba menerapkan system syariah. Yang ketiga, eh yang ke empat itu. Kiat berusaha untuk menghapus. Tidak akan terhapus ya, karena itu sama saja melarang orang berkorupsi, tetap selama dunia ini ada, mungkin ada otang korupsi. Tapi kita meminimalisir, meminimalisir peran
rentenir yang ada di masyarakat. Dan Alhamdulillah dengan kegiatan kita itu,
selama ini mereka berhubungan dengan rentenir, mereka balik ke kita. Nah, mereka ke bank itu ga mungkin (meminjam ke bank), karena dengan skala usaha yang sangat kecil, itu ga mungkin. Bank kan minimal lima puluh juta.”51
Senada dengan pernyataan Bapak H.Indra selaku Ketua BMT, pernyataan yang lebih singkat dipaparkan oleh Bapak Muhammad, beliau adalah pengurus BMT di bagian lapangan, mengemukakan bahwa tujuan program Simpanan Mudharabah itu adalah sebagai berikut :
“Yang pasti tujuan utamanya adalah membantu warga yang ingin memiliki sebuah usaha untuk membantu kebutuhan kesehariannya karena ekonomi yang lemah.”52
Dari hasil wawancara tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tujuan Program Simpan Pinjam Mudharabah yang paling utama adalah membantu warga yang mempunyai ekonomi lemah dalam bidang usaha berskala mikro dengan memberikan mereka modal untuk usaha dengan memakai sistem syariah tanpa
51
Bapak Indra , Ketua BMT Ar-Ridho, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010
52
Bapak Muhammad, Pengurus BMT Ar-ridho Bagian Lapangan, Wawancara Pribadi, Pisangan- Ciputat 12 Februari 2010
memakai bunga pinjaman yang pada umumnya terjadi pada warga dan membuat mereka merasa tercekik akan hutangnya.
Dengan adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah ini, diharapkan akan ada banyak warga khususnya yang memiliki tingkat perekonomian yang rendah agar dapat memiliki modal untuk membuka suatu usaha yang dapat menciptakan penghasilan yang cukup bagi keluarganya. Tapi itu tidak cukup sampai disitu, dalam melakukan program tersebut, persyatan untuk menjadi nasabah yang akan mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah ini pun harus memiliki kriteria lainnya selain memiliki tingkat ekonomi yang rendah saja, yaitu karakter si nasabah sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Bapak H. Indra dalam wawancara, bahwasanya kriteria nasabah Simpan Pinjam Mudharbah itu sebagai berikut :
”Karena banyak juga yang mereka punya karakter ga baik, nantikan menyusahkan kita menyusahkan dia juga. Jadi untuk awal ini kita memang selektif. Jadi karakternya juga jadi salah satu pertimbangan. Nah untuk mencari karakter ini ga gampang. Biasanya kita cari tau, nah untuk mencari ada triknya, kita pura-pura datang, kita belanja di warung sebelahnya, kita ngobrol-ngobrol atau kita bertahan beberapa saat untuk mengamati apakah dia (warungnya) banyak yang datang, nagih ketempat dia, tidak jarang pedagang itu punya sampai lima tempat dia berutang. Karena di lapangan itu banyak orang menawarkan. Jadi rentenir-rentenir itu berkeliaran, koperasi-koperasi yang konvensional itu juga..bank keliling ya.”53
Selain harus memiliki kriteria yang jujur, persyaratan untuk menjadi nasabah Program Simpan Pinjam Mudharabah pun harus memiliki usaha setidak-tidaknya selama enam bulan sebelum meminjam. Hal ini dikarenakan agar pihak BMT dapat melihat peluang usaha tersebut agar perputaran keuntungan bagi kedua belah pihak berjalan dengan baik. Seperti yang dikatakan Bapak H. Indra dalam wawancara sebagai berikut :
“usaha minimal enam bulan, kalo masih baru tuh masih belum keliatan kestabilannya. Biasanya kalo sebulan, dua bulan, tiga bulan, kalo usahanya bagus, dia bertahan. Kalo ga bagus, biasanya nanti dia berenti. Nah kalo dia sudah berenti, penghasilannya ga ada”54
53
Bapak Indra , Ketua BMT Ar-Ridho, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010
Persyaratan tersebut memang dibuat untuk menjaga agar BMT Ar-Ridho tetap di jalur yang benar dalam mencapai tujuannya. Karena jika dari persyaratannya saja sudah tidak konsisten, maka tujuannya pun tidak akan tercapai dengan baik, karena dari keuntungan bagi hasil tersebut diperuntukan untuk modal yang akan diberikan untuk nasabah berikutnya, sehingga apabila ada satu usaha nasabah yang tidak berkembang, ini dikhawatirkan akan menganggu kegiatan usaha nasabah yang lainnya. Oleh sebab itu memang BMT Ar-Ridho harus benar-benar selektif dalam memilih nasabah.
Untuk membuktikan bahwa tujuan itu sudah terealisasi, maka penulis akan memaparkan temuan di lapangan. Apakah pernyataan yang disampaikan oleh pihak BMT Ar-Ridho ini selaras dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat atau tidak. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Tuminem nasabah BMT Ar-Ridho pada Program Simpan Pinjam Mudharabah, sebagai berikut :
“yang saya rasakan ya..saya kan seneng bisa dapet bantuan, dan juga lancar-lancar aja, dengan adanya bantuan itu saya jualan jadi lancar, jadi bertambah, jadi bagus. Orang disitu ya enak aja. udah gitu disana ga pake bunga mba, jadi ke sayanya ringan.”55
Senada dengan yang dikatakan oleh Ibu Tuminem, hal yang serupa disampaikan oleh Ibu Siti Wahyu, pedagang cilok yang merasa terbantu dengan adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah ini. Seperti pemaparannya dalam wawancara sebagai berikut :
“yaa..kita bisa pinjem modalnya dari BMT, modal kita bisa muter, terus ga pake bunga mba!. Terus yang satu lagi, itu pembagian hasilnya buat anak yatim sama kaum dhuafa, jadi saya ngerasainnya adem gitu..enak gitu. Terus persyaratannya itu ga banyak. Kalo di bank-bank kan kita ini itu, terus berangkat (meminjam) sekali belum tentu ya dikasih. Sedangkan saya pergi ke situ (BMT), terus dia sudah percaya, terus lagian sama rumah saya deket kan, tau keseharian, Alhamdulillah dipercaya sama mereka, jadi enak.”56
55
Ibu Tuminem, Pedagang Makanan, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 Februari 2010
Jika melihat pemaparan dari dua nasabah, jelas terlihat jika BMT Ar-Rido telah mencapai tahap tujuannya, yaitu membantu warga dalam memberikan modal usaha berskala mikro dengan menegakan sistem syariah Islam, yaitu tanpa bunga. Hal ini cukup untuk mendasari dari tujuan yang akan terus dicapai oleh BMT Ar- Ridho seterusnya agar BMT Ar-Ridho dapat mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya warga Pisangan-Ciputat.
Melihat pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada empat tujuan BMT Ar-Ridho dalam Program Simpan Pinjam Mudharabah , yaitu pertama untuk modal BMT itu sendiri, kedua adalah untuk modal usaha para nasabah, ketiga adalah menerapkan system syariah, dan yang terakhir adalah untuk meminimalisir peran rentenir yang ada di masyarakat.
2. Tujuan yang sudah dicapai oleh BMT Ar-Ridho dan Nasabah dari adanya program Simpan Pinjam Mudharabah dalam memajukan dan meningkatkan ekonomi para nasabah
Adapun tujuan yang sudah dicapai oleh BMT Ar-Ridho dalam meningkatkan ekonomi para nasabah pada Program Simpan Pinjam Mudharabah menurut Bapak Muhammad sebagai pengurus bagian lapangan, sebagai berikut :
“tujuan yang sudah tercapai..euumm..ya Alhamdulillah sekarang ini sudah banyak warga yang terbantu dengan adanya program ini.., euuumm…menurut sejauh saya turun ke lapangan sih ya cukup berhasil lah..walaopun ga semuanya berhasil.” 57
Hal senada diperkuat dengan argumen dari Bapak Indra sebagai ketua BMT dan Ketua Pelaksana Program Simpan Pinjam Mudharabah, yaitu sebagai berikut :
“yang pertama memang eu..pencapaian itu euu..apa ya, ke empat-empat itu tercapai. Cuma dalam jumlah tertentu. Kalau contohnya tahun 2007 itu kita baru membiayai sekitar enam puluh enam pembiayaan, tahun 2008 dan kita membiayai
57
Bapak Muhammad, Pengurus BMT Ar-ridho Bagian Lapangan, Wawancara Pribadi, Pisangan- Ciputat 12 Februari 2010
sekitar dua ratus dua belas pembiayaan. Nah 2009, itu sekitar enam ratus pembiayaan.Nah kita targetkan tahun 2000 ini, eh 2010 ini lebih dari serIbu pembiayaan per tahun. Nah mungkin pencapaian targetnya seperti itu dari segi kuantitatif ya. Dari segi kuantitatif eu.. kita melihat adanya perubahan tingkat kesejahteraan nasabah yang kita bina, karena pada umumnya mereka sudah mengambil pembiayaan dari kita itu sudah diatas tiga (tiga kali peminjaman), bahkan ada yang sampai lima kali, atau sepuluh kali. Jadi terlihat ada peningkatan.”58
Jika melihat pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwasannya jika melihat dari tingkat perkembangan dari tujuan Program Simpan Pinjam Mudharabah memang mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Menurut Bapak Indra, jika nasabah semakin sering melakukan peminjaman, itu artinya usaha mereka semakin berkembang dan maju. Seperti pemaparannya dalam wawancara sebagai berikut:
“jadi semakin sering mereka meminjam..itu dampaknya semakin baik terhadap mereka, karena kita memberikan pinjaman itu bukan untuk konsumtif. Betul-betul diarahkan untuk usaha.” “nah sekarang ini kelihatan, jadi walopun sedikit-sedikit terlihat da kemajuan nya. Tadi saya bilang, awalnya mereka hanya jualan bakul, akhirnya bisa sewa kios, dari kios bisa jadi dua kios. Nah seperti itu jadi..kelihatan ada perubahannya.”59
Jika melihat pemaparan tujuan dan tujuan yang sudah dicapai, penulis dapat menyimpulkan bahwasanya program ini bisa dikatagorikan mencapai keberhasilan. Oleh sebab itu, perlu adanya pemaparan tentang bukti dari keberhasilan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Bapak muhammad, sebagai berikut :
“Alhamdulillah..sejauh ini yang saya liat banyak nasabah yang tadinya waktu eumm..waktu awal dia meminjam usahanya biasa aja, sekarang jadi berkembang.”60
Seperti yang sudah dikemukakan oleh Bapak Indra dalam tujuan yang telah dicapai oleh BMT, itu juga merupakan sebuah bukti keberhasilan program Simpanan Mudharabah tersebut. Ada baiknya jika pendapat para pengurus BMT tersebut penulis bandingkan dengan jawaban para nasabah, agar jawaban menjadi absah, selaras dengan apa yang terjadi di lapangan. Apakah jawaban pegurus BMT
58 Bapak Indra , Ketua BMT Ar-Ridho, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010
59 Bapak Indra , Ketua BMT Ar-Ridho, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010
60 Bapak Muhammad, Pengurus BMT Ar-ridho Bagian Lapangan, Wawancara Pribadi, Pisangan-
dirasakan juga oleh para nasabah atau tidak. Berikut pemaparan beberapa nasabah apakah mereka merasakan adanya keberhasilan atau kemajuan setelah mengikuti program ini atau tidak.
Bapak Jaini sebagai pedagang ikan dan hasil laut lainnya mengemukakan bahwa :
“euu..terbantu sih, ketika kita butuh duit yang instan, yang mendadak, bisa di bantu di pinjemin gitu..bisa..ketika perlu modal yaa di kasih kreditan, di kasih pinjaman. Bisa buat modal.”61
Senada juga dengan yang diucapkan oleh Bapak Jaini, Ibu Siti Wahyu juga berpendapat sama, menyatakan bahwa :
“yaa..kita bisa ini ya, modalnya dari BMT, kita bisa muter, terus ga ada bunganya. Terus yang satu lagi, itu pembagian hasilnya buat anak yatim sama kaum dhuafa, jadi saya ngerasainnya adem gitu..enak gitu. Terus persyaratannya itu ga banyak. Kalo di bank-bank kan kita ini itu, terus berangkat (meminjam) sekali belum tentu ya dikasih. Sedangkan saya pergi ke situ (BMT), terus dia sudah percaya, terus lagian sama rumah saya deket kan, tau keseharian, Alhamdulillah dipercaya sama mereka, jadi enak.”62
Jika melihat pemaparan pendapat para pengurus BMT dan para nasabah, penulis dapat melihat keselarasan diantara keduanya. Ini dapat disimpulkan bahwasanya memang dalam mencapai tujuan program Simpan Pinjam Mudharabah, pengurus sudah berhasil melakukan upaya pencapaian tujuan program Simpan Pinjam BMT Ar-Ridho tersebut.
Terlihat bahwasanya BMT Ar-Ridho telah menciptakan program yang membuat para nasabahnya yang semula tidak berdaya dalam mengatasi kesulitan keuangan untuk permodalan usaha, kini menjadi solusi bagi mereka dalam melakukan usaha khususnya yang berskala mikro. Dengan adanya program Simpan 61
Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari 2010
62
Pinjam Mudharanah ini nasabah menjadi sangat terbantu, baik untuk permodalan usahanya, maupun dalam membayar pinjamannya yang tidak menggunakan sistem bunga. Para nasabah pun merasakan adanya kemajuan dan perkembangan pada usaha yang mereka jalani.
B. Analisa Pengaruh Program Simpan Mudharabah terhadap peningkatan