• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA

5.8 Analisa Perbandingan Metode MRP Teknik EOQ,LFL dan PPB

Setelah dihitung dengan menggunakan ketiga metode yang dijadikan acuan, maka langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil dari ketiga metode tersebut. Perbandingan dapat dilakukan dengan perhitungan dimulai dari frekuensi pemesanan sampai dengan biaya persediaan dari kedua bahan baku tersebut. Frekuensi pemesanan pada setiap periode berbeda-beda.

Semakin rendah frekuensi pemesanan dilakukan oleh suatu perusahaan maka akan semakin rendah pula biaya pemesanan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Frekuensi terendah dapat dilihat dari hasil perbandingan frekuensi pemesanan yang paling rendah.

Tabel 5.31

Perbandingan frekuensi pemesanan bahan baku antara metode MRP teknik EOQ,LFL dan PPB

Bahan Baku Frekuensi pemesanan per tahun (kali)

EOQ LFL PPB

Opp plain 855mm*20π 10 12 6

Resin Cosmoplene FC9413 G 7 11 6

Papercore 76mm*8mm*0280mm 11 12 6

Sumber: Lampiran 6,7,8,9,11,13,15

Dari table diatas dapat dilihat bahwa Metode MRP dengan teknik Part Periode Balancing (PPB) menghasilkan frekuensi lebih kecil dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Lot For Lot (LFL)

Biaya pemesanan merupakan biaya yang dikeluarkan dari frekuensi pemesanan dan biaya pemesanan setiap periode pemesanan tersebut dilakukan. Biaya pemesanan dapat dilihat pada Tabel 5.31

Tabel 5.32

Perbandingan biaya pemesanan metode MRP teknik EOQ, LFL dan PPB

Bahan Baku Biaya Pemesanan (Rp)

EOQ LFL PPB

Opp plain 855mm*20π 33.365.000 40.380.000 20.190.000 Resin Cosmoplene FC9413 G 23.555.000 37.015.000 20.190.000 Papercore

76mm*8mm*0280mm

550.000 600.000 300.000

Sumber: Lampiran 6,7,8,9,11,13,15

Biaya pemesanan yang dihasilkan dengan menggunakan teknik LFL lebih besar daripada metode MRP lainnya karena frekuensi pemesanan pada teknik LFL lebih besar dibandingkan dengan metode MRP teknik EOQ dan PPB. Sedangkan dilihat dari biaya pemesanan terendah dihasilkan dari teknik PPB karena pemesanan dilakukan berdasarkan periode yang digabungkan.

Biaya penyimpanan dipengaruhi dari persediaan ditangan atau persediaan akhir dari suatu periode. Semakin besar persediaan akhir, maka akan semakin besar pula biaya penyimpanan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Perbandingan biaya penyimpanan dapat dilihat pada Tabel 5.34

Tabel 5.33

Perbandingan biaya penyimpanan metode MRP teknik EOQ, LFL dan PPB

Bahan Baku Biaya Penyimpanan (Rp)

EOQ LFL PPB

Opp plain 855mm*20π 36.410.150 0 27.857.607

Resin Cosmoplene FC9413 G 24.054.621 0 15.754.684 Papercore 76mm*8mm*0280mm 416.565 0 742.230 Sumber: Lampiran 6,7,8,9,11,13,15

Metode MRP dengan teknik LFL tidak memiliki biaya penyimpanan, karena secara teori teknik LFL tidak memiliki biaya persediaan akhir dan perusahaan memesan sesuai dengan kebutuhan bersih dari kegiatan produksi dengan asumsi bahwa bahan baku yang datang langsung diproduksi sehingga tidak ada persediaan yang tersisa. Biaya penyimpanan yang dihasilkan dengan biaya terendah untuk bahan baku Opp plain 855mm*20π dan Resin Cosmoplene FC9413 G menggunakan metode MRP teknik PPB dan bahan baku Papercore 76mm*8mm*0280mm teknik EOQ.

Biaya persediaan dipengaruhi oleh biaya pemesanan, biaya penyimpanan, biaya pembelian, biaya penyiapan dan biaya kekurangan persediaan. Biaya persediaan di Supernova dipengaruhi oleh biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan biaya pembelian. Perbandingan Biaya persediaan dapat dilihat pada Tabel 5.34.

Tabel 5.34

Perbandingan biaya persediaan metode MRP teknik EOQ, LFL dan PPB

Bahan Baku Biaya Persediaan (Rp)

EOQ LFL PPB

Opp plain 855mm*20π 70.060.150 40.380.000 48.047.607 Resin Cosmoplene FC9413 G 47.609.621 37.015.000 35.944.684 Papercore 76mm*8mm*0280mm 966.565 600.000 1.042.230 Sumber: Lampiran 6,7,8,9,11,13,15

Biaya persediaan yang dihasilkan dengan biaya terendah untuk bahan baku Opp plain 855mm*20π dan Papercore 76mm*8mm*0280mm menggunakan metode MRP teknik LFL dan bahan baku Resin Cosmoplene FC 9413 G menggunakan metode MRP teknik PPB.

Biaya pembelian didapatkan dari jumlah pemesanan bahan baku dan harga pasar dari bahan baku tersebut. Semakin besar kuantitas bahan baku yang dipesan, maka semakin besar biaya pembelian yang dikeluarkan oleh perusahaan. Perbandingan biaya pembelian dapat dilihat pada Tabel 5.36

Tabel 5.35

Perbandingan biaya pembelian metode MRP teknik EOQ, LFL dan PPB

Bahan Baku Biaya Pembelian (Rp)

EOQ LFL PPB

Opp plain 855mm*20π 10.879.024.000 10.447.787.120 10.447.787.120 Resin Cosmoplene

FC9413 G

5.898.846.800 5.485.827.600 5.485.827.600

Papercore

76mm*8mm*0280mm

262.548.000 260.608.500 260.608.500

Sumber: Lampiran 6,7,8,9,11,13,15

Berdasarkan Tabel 5.35, Teknik LFL dan PPB mempunyai biaya pembelian yang sama karena pada dasarnya jumlah akhir pemesanan teknik LFL dan PPB quantitinya sama perbedaanya adalah teknik LFL melakukan pemesanan setiap periode sesuai kebutuhan bersih sedangkan teknik PPB melakukan pesanan dengan menggabungkan dua atau lebih periode.

Keduanya memiliki nilai lebih rendah dibandingkan dengan teknik EOQ .

100 6.1 Kesimpulan

Dari pengolahan data dan hasil analisa yang sudah dilakukan maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan antara lain:

1. Metode peramalan yang direkomendasikan adalah menggunakan metode winter exponential smoothing karena mempunyai nilai hasil pengukuran MAPE, MAD, MSD terendah jika dibandingkan dengan metode yang lainnya.

2. Dari hasil analisis metode Material Requirement Planning (MRP) yang menghasilkan biaya terendah untuk bahan baku Opp plain 855mm*20π dan Papercore 76mm*8mm*0280mm adalah metode MRP teknik Lot For Lot (LFL) dengan biaya persediaan Rp. 40.380.000 dan Rp.

600.000, sedangkan bahan baku Resin FC 9413 G menggunakan metode MRP teknik Part periode balancing (PPB) dengan biaya Persediaan Rp.

35.944.684.

3. Apabila dilihat dari frekuensi pemesanan metode MRP teknik PPB menghasilkan frekuensi pemesanan terendah jika dibandingkan dengan metode EOQ dan LFL sehingga bisa mendapatkan biaya pemesanan yang lebih rendah, jadi teknik PPB tepat diterapkan untuk bahan baku yang mempunyai biaya pemesanan besar.

6.2 Saran

1. Perusahaan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan produk atau peramalan bahan baku dapat menggunakan metode peramalan Winter Exponential Smoothing.

2. Perusahaan dapat menggunakan metode MRP teknik Part Periode Balancing (PPB) untuk bahan baku yang mempunyai biaya pemesanan besar dan teknik Lot For Lot (LFL) untuk bahan baku yang mempunyai biaya pemesanan kecil.

3. Perusahaan dalam membuat peramalan untuk penjualan atau permintaan dapat memperhatikan kapasitas yang dapat dibuat oleh perusahaan itu sendiri, sehingga persediaan yang ada juga dapat dioptimalkan.

102

Adel A. Ghobbar (2004). Journal of Air Transport Management 10 (2004) 217-221

Ahyari, Agus, 2002, Manajemen Produksi; Pengendalian Produksi, edisi empat, buku dua, BPFE, Yogyakarta

Anggriana,Katarina Zita (2013). Jurnal PASTI Volume IX No 3,320-337.

Assauri, Sofjan.(2004) “Manajemen Produksi dan Operasi” Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Assauri, Sofjan. 2008.Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Revisi 2008, Jakarta :Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Baroto, Teguh. 2002. “Perencanaan dan pengendalian Produksi”.

Jakarta.Ghalia Indonesia.

Gaspersz, Vincent. 2004. Production Planning And Inventory Control PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.

Handoko, T. Tani. 1994.Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Penerbit BPFE , Yogyakarta

Herjanto,Eddy (2008). Manajemen Operasi, Edisi ketiga, Jakarta, PT Grasindo Jay Heizer,Barry Render (2005).Operation Management, 7th ed.,Prentice Hall,

New Jersey.

Irwansyah, Dwika Ery (2010). Dengan judul penelitian “Penerapan Material Requirements Planning (MRP) Dalam Perencanaan Persediaan Bahan Baku Jamu Sehat Perkasa Pada PT Nyonya Meneer Semarang.

Krajewski, Lee P., Larry P. Ritzman, and Manoj K. Malhotra.(2007).

Operations Management : Processes and Value Chains. Prentice Hall,New Jersey.

Kumar, S. dan Suresh (2009). Operation Management. New Age International (P) Ltd., Publisher, New Delhi.

Martono,Ricky (2015). Manajemen Logistik Terintegrasi, Cetakan 1,Penerbit PPM.

Muzayyanah (2015). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata ISSN: 2301-6523 Vol.4, No.4, Oktober 2015

Rangkuti, Freddy (2007). Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Resmi, Cinta Devi (2011). Dengan Judul penelitian “Kajian Perencanaan da Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Polyester Dengan Metode Material Requirements Planning di PT Indorama Synthetics TBK.

Santoso,Singgih (2002). Business Forecasting :Peramalan Bisnis Masa Kini dengan Minitab dan SPSS.Jakarta,PT Elex Media Komputindo.

Surianto,Agus (2013). Jurnal Ilmiah Mahasiswa, FEB UB Malang,20 Juli 2013.

Suyadi Prawirosentono( 2001). Manajemen Operasi : Analisis dan Studi Kasus, edisi ke 3 cetakan ke1, Jakarta ; PT Bumi Aksara.

Tampubolon P, Manahan (2004). Manajemen Operasional. Edisi Pertama.

Ghalia Indonesia, Jakarta.

https://sites.google.com/site/operasiproduksi/perencanaan-kebutuhan-bahan (di akses pada tgl 9 Agustus 2013)

https://sites.google.com/site/operasiproduksi/contoh-aplikasi-mrp (diakses pada tgl 9 Agustus 2017)

https://vebyenandes.wordpress.com/2013/03/27/manajemen-industri-metode-peramalan-forecasting/ (diakses tgl 9 Agustus 2013)

https://www.slideshare.net/amoebayz/pengukuran-lot-dengan-metode-ppb (diakses pada tanggal 9 Agustu 2013)

104

Metode Trend Linear

Peramalan metode Trend Curve Model

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

9000

Trend Analysis Plot for Jumlah Permintaan Customer Linear Trend Model

Yt = 3090 + 93.7*t

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

9000

Trend Analysis Plot for Jumlah Permintaan Customer Growth Curve Model

Yt = 3064.79 * (1.02124**t)

Peramalan metode Single Exponential Smoothing (Alfa= 0,3)

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

9000

Moving Average Plot for Jumlah Permintaan Customer

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

9000

Smoothing Plot for Jumlah Permintaan Customer Single Exponential Method

Peramalan metode Winter Exponential smoothing (Alfa, gamma,Delta @ 0,09)

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

9000

Smoothing Plot for Jumlah Permintaan Customer Double Exponential Method

Month Jun Okt Feb Jun Okt Feb Jun

12000

Winters' Method Plot for Jumlah Permintaan Customer Multiplicative Method

Lampiran 2 : Hasil Peramalan metode Winter exponential Smoothing

————— 8/9/2017 10:59:16 PM ————————————————————

Welcome to Minitab, press F1 for help.

Winters' Method for Jumlah Permintaan Customer

Multiplicative Method

Data Jumlah Permintaan Customer Length 25

Smoothing Constants Alpha (level) 0.09 Gamma (trend) 0.09 Delta (seasonal) 0.09

Accuracy Measures

Period Forecast Lower Upper Jul/2017 5777.88 3097.98 8457.8 Aug/2017 5171.04 2482.82 7859.3 Sept/2017 4049.56 1352.56 6746.6 Okt/2017 3447.98 741.73 6154.2 Nov/2017 5498.30 2782.34 8214.3 Des/2017 5344.28 2618.15 8070.4 Jan/2018 4525.45 1788.69 7262.2 Feb/2018 5103.58 2355.76 7851.4 Mar/2018 4688.33 1928.99 7447.7 Apr/2018 5090.82 2319.55 7862.1 Mei/2018 5746.18 2962.53 8529.8 jun/2018 8833.25 6036.80 11629.7

Lampiran 3: Perhitungan Biaya Penyimpanan

# OPP Plain 855mm*20π

Bahwa diketahui biaya penyimpanan sebesar 0,5% dari harga produk per unit per bulan 1 unit= 1 Roll=140,04kg

Harga Per kg = Rp. 21.680

Biaya Penyimpanan = 0.5% x Rp. 21.680 = 108,4 per kg per bulan = 1.300,8 per kg/tahun

# Resin Cosmoplene FC 9413 G (Pembelian import) 1 Unit = 1 Zak= 25kg

Harga per kg = Rp. 16.654, jadi harga per Zak= Rp. 416.350

Biaya Penyimpanan = 0.5% x Rp. 16,654 =Rp 83,27 per kg per bulan = 999.24 per kg / tahun

#Papercore 76mm*8mm*0280mm 1 Unit= 1 Pcs

Harga per 1 Pcs = Rp.4500 Jadi Biaya penyimpanan sebesar

0,5% x Rp. 4.500 = Rp 22.5 per pcs per bulan = Rp. 270 per kg per tahun

Part No :

Biaya Pemesanan = 10 kali (Rp.3.365.000) = Rp. 33.650.000 Biaya Penyimpanan = Rp.108,4 (335.887kg) = Rp. 36.410.150

Total Biaya = Rp. 70.060.150

Part No :

Biaya Pemesanan = 7 kali (Rp.3.365.000) = Rp. 23.555.000 Biaya Penyimpanan = Rp.83,27 (288.875kg) = Rp. 24.054.621

Total Biaya = Rp. 47.609.621

Part No : BOM UOM : Pcs Lead Time : 2 Minggu Safety stock : 0

Nama produk : Papercore 76mm*8mm*0280mm On Hand : 4.500 pcs Biaya Penyimpanan = Rp.22,5 (18.514 pcs) = Rp. 416.565

Total Biaya = Rp. 966.565

Part No :

Biaya Pemesanan = 12 kali (Rp.3.365.000) = Rp.40.380.000

Biaya Penyimpanan = 0

Total Biaya = Rp. 40.380.000

Part No :

Biaya Pemesanan = 11 kali (Rp.3.365.000) = Rp. 37.015.000

Biaya Penyimpanan = = 0

Total Biaya = Rp. 37.015.000

Part No : BOM UOM : Pcs Lead Time : 2 Minggu Safety stock : 0

Nama produk : Papercore 76mm*8mm*0280mm On Hand : 4.500 kg

Nilai EPP bahan baku OPP Plain 855mm*20mic Nilai EPP : S/H

S= Biaya pesan

H= Biaya Simpan Periode Per bulan Diketahui:

Biaya Pesan = Rp. 3.365.000

Biaya Simpan= Rp. 108.4 per kg/bulan

Jadi Nilai EPP= Rp.3.365.000/Rp.108.4 = 31.042 per periode Periode Demand (kg) Lama

digudang

Ongkos simpan digudang

Komulatif ongkos simpan

Total unit (kg)

Juli’17 38.374 0 0 0

Agust’17 40.334 1 4.368.172 4.368.172 74.226

Sept’17 31.511 0 0 0

Okt 26.890 1 2.914.876 2.914.876 58.401

Nov’17 42.855 2 9.290.964 12.205.840

Nov’17 42.855 0 0 0

Des’17 41.595 1 4.508.898 4.508.898 84.450

Jan’18 35.293 0 0 0

Feb’18 39.773 1 4.311.393 4.311.393 75.066

Maret’18 36.553 0 0 0

Apr’18 39.633 1 4.296.217 4.296.217 76.186

Mei’18 44.816 0 0 0

Juni’18 68.764 1 7.454.017 7.454.017 113.580

Lampiran 11. Biaya Persediaan bahan baku OPP Plain 855*20π dengan metode MRP teknik Part Periode Balancing ( PPB)

Biaya Pemesanan = 6 kali (Rp.3.365.000) = Rp. 20.190.000 Biaya Penyimpanan = 256.989 x Rp. 108.4 = RP. 27.857.607

Total Biaya = Rp. 48.047.607

Nilai EPP : S/H S= Biaya pesan

H= Biaya Simpan Periode Per bulan Diketahui:

Biaya Pesan = Rp. 3.365.000

Biaya Simpan= Rp. 83,27 per kg/bulan

Jadi Nilai EPP= Rp.3.365.000/Rp.83,27 = 40.410 per periode Periode Demand (kg) Lama

Part No :

Biaya Pemesanan = 6 kali (Rp.3.365.000) = Rp. 20.190.000 Biaya Penyimpanan = 189.200 kg x Rp. 83,27 = RP. 15.754.684

Total Biaya = Rp. 35.944.684

Nilai EPP : S/H S= Biaya pesan

H= Biaya Simpan Periode Per bulan Diketahui:

Biaya Pesan = Rp. 50.000 Biaya Simpan= Rp. 22,5

Jadi Nilai EPP= Rp.50.000/22,5 = 2.223 per periode Periode Demand (Pcs) Lama

digudang

Ongkos simpan digudang (Rp)

Komulatif ongkos simpan (Rp)

Total unit (Pcs)

Juli’17 4.919 0 0 0

Agust’17 5.171 1 116.348 116.348 5.590

Sept’17 4.049 0 0 0

Okt’17 3.447 1 77.557 77.557 7.496

Nov’18 5498 0 0 0

Des’18 5344 1 120.240 120.240 10.842

Jan’18 4525 0 0 0

Feb’18 5103 1 114.817 114.417 9.628

5.090

Mar’18 4.688 0 0 0

Apr’18 5.090 1 114.525 114.525 9.778

Mei’18 5.746 0 0 0

Juni’18 8.833 1 198.742 198.742 14.579

Part No : BOM UOM : Pcs Lead Time : 2 Minggu Safety stock : 0

Nama produk : Papercore 76mm*8mm*0280mm On Hand : 4.500 Pcs

Dokumen terkait