• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV STUDI DAN ANALISA

4.10 Analisa Rencana Bisnis

Startegi pemasaran :

 Strategi produk

Dalam meningkatkan dan memperluas rencana bisnis, digunakan metode perluasan versi mainan yang direncanakan akan dirilis tiap 3 bulan sekali setiap perluasan versi produk. Tingkat perluasan versi,yang dimaksud adalah desain mainan dengan tema candi yang juga melibatkan komponen selain stupa yang terdapat dalam Candi Borobudur, seperti jaladwarna, arca keben, dan bagian – bagian lain dari Borobudur.

Dalam meningkatkan kualitas produk, juga digunakan tingkatan tersendiri berdasarkan pada faktor perbedaan usia. Jadi, selain adanya perluasan versi produk dari zoom in ke bentuk zoom outnya, juga digunakan perbedaan kerumitan dari permainan candi berdasarkan usia pengguna.

Gambar 4.29 skema alur perluasan produk

Melengkapi komponen yang ada dalam candi Borobudur selain stupa (permainan collectible)

CANDI BOROBUDUR

Versi Perluasan produk

(Zoom Out) Versi Perluasan produk (Zoom in)

Dibedakan melalui tingkat kerumitan berdasarkan faktor usia

Usia 8-9 tahun Mengenal bentuk dan nama komponen Usia10-11 tahun Mengenal bentuk dan nama komponen serta detail bangunan melalui stiker Usia 12 tahun Mengenal system konstruksi bangunan candi melalui detai sambungan BOROBUDUR VERSI FULL CANDI HINDU BUDHA LAINNYA

63

Dari skema diatas, maka dibuatlah rencana produk sesuai dengan perencanaan awal (dalam kurun waktu 2 tahun), sebagai berikut :

Tabel 4.11 Tabel rencana perluasan pembuatan versi produk

Direncanakan dalam kurun waktu dua tahun yang pada tiap tahun mengeluarkan 3-4 versi berbeda maka pembuatan versi Candi Borobudur full series beserta dengan komponen- komponennya akan selesai. Sehingga, pada tahun berikutnya adalah rencana selanjutnya dalam membuat versi candi Hindu – Budha lainnya.

No Bulan Rencana versi zoom

out Rencana versi zoom in produk per Jumlah versi

1. Bulan

pertama Pembuatan versi stupa kecil Pembuatan versi stupa dengan perbedaan

tingkat kerumitan puzzle

3 x 20 produk

2. Bulan ke-4 Pembuatan versi stupa

induk (stupa puncak) Stupa induk dengan perbedaan tingkat kerumitan berdasar usia

3 x 20 produk

3. Bulan ke-8 Pembuatan versi arca

budha dan singa Pembuatan versi arca budha dan singa yang

di lepas pasang

3 x 20 produk

4. Bulan ke-12 Pembutan versi

doorpel dan jaladwara

Pembutan versi doorpel dan jaladwara dengan tingkat

kerumitan berbeda dengan pembeda jumlah kompenen dan system sambungan

3 x 20 produk

5. Bulan ke-16 Pembuatan tingkat

kamdhatu(kaki candi: selasar,undag,tangga) Versi kamadathu dengan konstruksi yang sesungguhnya 3 x 10 produk

6. Bulan ke-20 Pembuatan tingkat

Rupadhatu (badan candi :relief, langkan, pagar langkan, relung, tangga) Versi Rupadhatu dengan konstruksi yang sesungguhnya 3 x 10 produk

7. Bulan ke-24 Pembuatan tingkat

Arupadhatu (tingkat kepala candi: plateau,teras) Versi Arupadhatu dengan konstruksi yang sesungguhnya 3 x 10 produk

64

 Strategi distribusi

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa agen dan distributor utnuk memasarkan produk. Daerah pemasaran masih dalam lingkup Pulau Jawa, meliputi wilayah Surabaya, Malang, Jogyakarta, Semarang, Bogor dan Jakarta.Awal mula distribusi dilakukan melalui sekolah – sekolah yang ada di kota-kota besar sebagai media edukasi saran pengenalan candi sesuai dengan Standart Kompetensi siswa Sekolah Dasar. Produk juga akan dipasarkan melalaui took mainan anak yang ada di mall di kota – kota besar, mengingat target konsumen adalah untuk kalangan menengah keatas. Selain itu, distribusi juga dilakukan ke tempat – tempat bersejarah seperti tempat wisata candi – candi yang ada di Indonesia.Sebagai souvenir yang dijual kepada pihak pengunjung candi, mainan ini memiliki keuunggulan yakni memiliki pasar yang tak pernah berakhir.

Strategi distribusi jangka pendek adalah melalui sekolah – sekolah sebagai sarana mainan edukatif yang didistribusikan melalui lembaga pendidikan formal.Sedangkan untuk strategi distribusi jangka panjang adalah melalui tempat – tempat bersejarah seperti tempat wisata candi – candi yang ada di Indonesia.

Mainan edukasi di sekolah sekolah

Gambar 4.30 skema alur pendistribusian produk

Puzzle 3D candi Toko mainan di mal-mall Tempat – tempat wisata candi

65

 Strategi promosi

Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Pariwisata kota Surabaya maupun kota Jogjakarta. Kerjasama yang terjalin adalah kerjasama mitra dimana pihak dinas pariwisata dapat mempromosikan tjandi toys sebagai souvenir tempat wisata candi – candi di daerah Pulau Jawa. Promosi produk juga bekerjasama dengan pihak Balai Komservasi Candi Borobudur yang bertempat di tempat wisata Candi Borobudur Agar produksi bisa lebih gencar, promosi juga dilakukan menggunakan media iklan di internet.

 Analisa usaha pembuatan mainan balok modul candi

4.10.1 Biaya tetap

Tabel 4.12 Tabel Biaya Investasi

Uraian Jumlah Harga satuan

(Rp) Besarnya (Rp) Peralatan : Mesin laser cutting 1 buah Rp 16.500.000 Rp 33.000.000 Mesin bubut kayu 1 buah Rp 20.000.000 Rp 40.000.000

Mesin planer 1 buah Rp 1.215.000 Rp 2.430.000

Mesin gerinda 1 buah Rp 1.650.000 Rp 4.950.000

Kompresor dan spray gun

1 set Rp 1.500.000 Rp 1.500.000

Total Rp 81.880.000

4.10.2 Variabel cost dalam 30 hari

Tabel 4.13 Tabel biaya operasional selama 30 hari

No Uraian Jumlah Harga

satuan (Rp) Besarnya (Rp)

1. Kayu pinus 6 balok Rp 25.000 Rp 150.000

2. Cat pelapis kayu 2 buah Rp 58.000 Rp 116.000

3. Lem kayu 3 buah Rp 50.000 Rp 150.000

4. amplas 30 lembar Rp 3.000 Rp 90.000

66

4.10.3 Perhitungan rencana bisnis

 Total biaya produksi per tahun = total investasi + (total biaya operasi x12)

= 81.880.000 + 7.128.000 = 89.008.000

Total biaya produksi perbulan = 89.008.000/12 = 7.417.000 Jumlah produksi perbulan 20 produk

20 produk didapat dari biaya habis produksi satu produk.

 HPP = total biaya produksi perbulan / jumlah produksi perbulan

= 7.417.000 / 20 = Rp 370.850

 Perhitungan jumlah laba, dengan perkiraan 20% per produk

= HPP x 20% = 370.850 x 20% = 74.170

 Break Event Point

Untuk produksi 500 buah satu kali order

Tabel 4.14 Tabel biaya break event point

uraian unit Harga per unit Jumlah

Kardus 250 Rp 7.000 Rp.1.750.000

Pisau potong 1 Rp1.000.000 Rp 1.000.000

Upah potong 1 Rp 200.000 Rp 200.000

Upah perakitan 500 Rp 140 Rp 70.000

Total biaya Rp3.020.000

Packaging per produk = total biaya/jumlah packaging = Rp3.020.000 / 500

= Rp 6.040

 Harga jual per produk = HPP + Laba + Packaging

= 370.850 + 74.170 + 6.040 = 451.060 = 452,000

67

4.11 ANALISA BRANDING

Gambar 4.31 Logo Produk

Pada branding produk, digunakan nama Tjandi Toys yang berarti mainan candi. Dengan menggunakan ejaan lama dimaksudkan bahwa ejaan tersebut mengandung arti bangunan candi adalah bangunan yang dibangun pada era dulu, sehingga masuk dalam daftar cagar budaya.Logo produk menggunakan bentukan stupa karena candi Borobudur merupakan salah satu candi yang mewakili candi terkenal di Indonesia.Karakter stupa merupakan salah satu ciri yang mudah dikenal sebagai ciri dari Borobudur, karena hanya di Borobudur saja ditemui stupa.Karena keunikan stupa tersebut maka maksud penggunaan karakter tersebut kedalam branding mainan ini adalah memperkuat pencitraan terhadap produk bertema candi.

Penggunaan warna cerah dimaksudkan sebagai lambang bahwa mainan bertema candi ini adalah mainan untuk anak – anak.Warna orange dipilih sebagai warna utama karena tema mainan adalah candi yang berarti bangunan candi dibangun menggunakan batuan.Batuan masa kini yang biasa digunakan untuk membangun bangunan adalah batu batu yang biasanya berwarna merah bata yang biasa disebut sedikit orange.Adapun atribut kelengkapan produk menggunakan packaging beserta assembly instruction sebagai panduan anak dalam bermain. Berikut grafis packaging dari Tjandi toys

Dokumen terkait