• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa SEM (Scanning E lectron Microscopy) E dible F ilm   Pati sukun dan Pati Asetat pH 8

Dalam dokumen MODIFIKASI PATI MENJADI EDIBLE FILM (Halaman 60-72)

2.6. E dible F ilm

4.2.8 Analisa SEM (Scanning E lectron Microscopy) E dible F ilm   Pati sukun dan Pati Asetat pH 8

Morfologi permukaan dianalisis dengan SEM. Hasil yang didapatkan dipengaruhi oleh bahan bahan penyusun dari edible film, apakah bahan yang digunakan dapat  bercampur atau tidak antar matriks maupun pemlastis yang ditambahkan. Sampel

yang digunakan untuk uji SEM adalah sampel pati sukun dan pati asetat pH 8. Morfologi permukaan pati sukun (Gambar 4.6) menunjukkan adanya granula pati yang masih utuh. Ukuran granula pati yang lebih besar menyebabkan campuran tersebut sedikit homogen. Proses modifikasi pati (Gambar 4.7) menyebabkan  perubahan bentuk dan struktur granulanya, dimana bentuknya tidak beraturan dan strukturnya menjadi bersifat amorf (sifat birefringent-nya hilang). Perubahan inilah yang menyebabkan hasil analisis morfologi pati asetat menunjukkan sifat yang tidak homogen dibandingkan pati sukun. Pada analisa SEM ini dihasilkan dapat dilihat pada perbesaran 1000 x permukaan dari edible film  yang cukup teratur dan pori-pori yang rapat namun struktur dari edible film  masih kelihatan tidak begitu rata karena pati asetat tidak tercampur sempurna.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Pati asetat dapat disintesis melalui esterifikasi antara pati hasil isolasi dari sukun dengan asetat anhidrat pada pH 6 hingga pH 9 dengan penambahan natrium hidroksida sebagai pengatur pH pada suhu 45 0C. Kondisi operasi yang menghasilkan pati asetat paling tinggi adalah pada pH 8 dengan derajat substitusi sebesar 1,0501.

 b. Karakteristik   Edible Film  yang diperoleh dari pati sukun diperoleh nilai kuat tarik = 2,1 MPa, persen keregangan = 6,17 %, WVTR = 0,1243 Kgm-2 jam-1, derajat mengembang (% Swelling ) = 85,84 %, sedangkan pati asetat pH 8 diperoleh nilai kuat tarik = 11,2 MPa, persen keregangan = 8,50 %, WVTR = 0,1130 Kgm-2 jam-1, derajat mengembang (% Swelling ) = 66,10 %. Hasil analisa SEM  edible film  pati sukun lebih halus  permukaannya dibandingkan pati asetat pH 8.

5.2 Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variasi berat asetat anhidrat dan waktu reaksi dengan menggunakan  plasticizer   yang lain seperti sorbitol pada  pembuatan edible film dari pati asetat.

Artiani, Pungky dan Yohanita, Ratna. 2009.  Modifikasi Cassava Starch Dengan  Proses Acetylasi Asam Asetat Untuk Produk Pangan. Semarang: Universitas

Diponegoro.

Baldwin, E. A., 1994,  Edible coatings for fresh fruits and vegetables: Past,  present, and future,  In J. M. Krochta, E. A. Baldwin, & M. O. Nisperos-Carriedo (Eds.), Edible coatings and films to improve food quality (pp. 89 –  104), Lancaster, Pennsylvania: Technomic Publishing Co., Inc.

Bardant, T. B. dan Dewi, C., 2007,  Kemasan yang Dapat Dimakan. http://www.BuletinPuspitek.co.id

Bertuzzi, M.A., Vidaurre, E.F.C., Armada, M., and Gottifredi, J.C., 2007, Water Vapor Permability of Edible Starch Based Film, J. Food Engineering, doi: 10.1016/j. jfoodeng. 2006.07.016

Brody, A. L, 2005, Edible packaging , Food Technology, 59, 65-66.

Cheng, L. H., Karim A. A. and Seow C. C., 2008,  Characterisation of composite  films made of konjac glucomannan (KGM), carboxymethyl cellulose (CMC)

and lipid , Food Chemistry, 107: 411-418.

Chick, J., Hernandez, R.J., 2002,  Physical Thermal and Barrier Characterization of Casein-Wax-Based Edible Films, Journal Of Food Science.

Dameswary, A.H. 2012.  Pengaruh Penambahan Tepung Sukun (Artocorpus Communis) Sebagai Bahan Pengganti Sebagaian Tepung Terigu Pada  Pembuatan Pancake dan Bakpao. Medan: UNIMED.

Davidek, J., Velisek, J., Pokorny, J. 1990. Chemical Changes During Food  Processing . Amsterdam: Elsevier

Day dan Underwood, 2002.  Analisis Kimia Kuantitatif . Edisi Keenam. Jakarta :Penerbit Erlangga

Gontard, N., Guilbert, S. and Cuq, J.L., 1993, Edible Wheat film : Influence of The main Process Variables on Film Properties of An Edible Wheat Glute Film, J. Food Science.

Guilbert, S. and Biquet, B, 1996,  Edible films and coatings.  In: G. Bureau and J.L. Multon (eds.), Food packaging, volume I, VCH Publishers, New York.

Hartomo, J. A., 1986, Penyidikan Spektrometrik Snyawa Organik , Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga

Hasibuan, M.B. 2013. Pemeriksaan Kandungan Mineral Besi dan Kalsium Dalam  Buah Sukun (Artocorpus communis Forst) secara Spektrofotometri Serapan  Atom. Medan: USU.

Herawati, H. 2010. Standarisasi Pati Termodifikasi Untuk Produk Pangan . Makalah. Jakarta: PPIS-BSN 2010

Khopkar, S.M, 2007.,  Konsep Dasar Kimia Analitik , Terjemahan Saptohjardi, Jakarta :Penerbit Universitas Indonesia

Koswara, Sutrisno. 2009. Teknologi Modifikasi Pati. Ebookpangan.Com.

Krochta, J.M., Baldwin E.A., Nisperos-Carriedo M.O., 1994,  Edible Coatings and Films To Improve Food Quality , (pp):1-24 , Technomic Publishing Co.Inc. Lancester- Basel, USA.

Krochta, J.W., and De Mulder-Johton, C., 1997,  Edible And Biodegradable  Polymer Film: Challenges And Opportunities,  J. Food Tech. kittur, F.S.,

K.R. Kumar dan R.N.

Li, J.Y.,dan Yeh, A.I.,2001. Relationship between thermal, rheological, characteteristics , swelling power for various starches. J.Food Engineering. Vol.50 :141-148

Lindsay, R.C, 1985,  Food Additives, Di dalam : O.R. Fennema, Food Chemistry. Marcel Dekker, Inc., NY.

Mali, S., Sakanaka, L.S., Yamashita, F., Grossmann, M.V.E., 2005, Water  sorption and mechanical properties of cassava starch films and their

Muljana, Henky. 2012. Studi Proses Transesterifikasi Pati Sagu di dalam Media Subkritik CO2.Universitas Katolik Parahyangan. Jurusan Teknik Kimia.

 Neelam,K., Vijay, S., Lalit, S. 2012. Various Techniques for The Modification of Starch and The Application of Derivatives. Int. Resch. J. of Pharm. 03, 25-31.

Ozgulsum, A., Karaosmanoglu, F., Tuter, M. 2000. Esterification Reaction of Oleic Acid With a Fusel Oil Fraction for Production of Lubricating Oil . J.  Am. Oil Chem. Soc. 77, 105-109

Polnaya, F.J. 2006.  Kegunaan Pati Sagu Alami dan Termodifikasi Serta  Karakteristiknya. Fakultas Pertanian Unpatti Ambon.

Pudjiastuti, Wiwik dan Supeni. 2014.  Plastik Layak Santap (Edible Plastik) Dari Tapioka Termodifikasi. Jakarta: Balai Besar Kimia dan Kemasan.

Rincom, A.M., Fanny, C.P., 2004,  Physicochemical Properties of Venezuelan  Breadfruit (Artocarpus ) 62 EKSAKTA Vol. 13 No. 1-2 Agustus 2013

altilis) Starch , Archivos Latinoamericanos De Nutricion.

Rodriguez, M., Oses J., Ziani, K., Mete, J. I., 2006, Combined Effect of Plastizers and Surfactants on the Physical Properties of Starch Based Edible Film . J. Food, Research International.

Sembiring, D.K. 2011. Sintesis Pati Asetat Melalui Proses Asetilasi Pati Buah Sukun (Artocorpus altilis) dengan Asetat Anhidrat Menggunakan Katalis  Asam Sulfat . Medan: USU.

Setiani, W, Sudiarti, T dan Rahmidar, L. 2013.  Preparasi dan Karakterisasi  Edible Film dari Poliblend Pati Sukun-Kitosan. Bandung: Jurusan

Kimia.Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Stembayo. 2008, “ Belajar Kimia Punk”, http://oteka-stembayo. blogspot .com, Diakses Minggu 11 Mei 2014.

Teja, A., Sindi, I., Setiawan, L.E.K., 2008,  Karakterisasi Pati Sagu Dengan  Metode Modifikasi Asetilasi Dan Cross-Linking . Jurnal Teknik Kimia

Indonesia , Vol.7 No.3 Desember 2008:836-843.

Wahyu, M.K. 2009.  Pemanfaatan Pati Singkong Sebagai Bahan Baku Edible  Film. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Widowati, S., 2004,  Prospek Tepung Sukun Untuk Berbagai Produk Makanan Olahan Dalam Upaya Menunjang Diversifikasi Pangan . http://tomotou.net/70207134/sri widowati.html.

Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan. PT Gramedia, Jakarta

Wirjosentono,B. 1995.  Perkembangan Polimer di Indonesia. Orasi Ilmiah Lustrum Medan : Universitas Sumatera Utara.

Wong, W.S., Carnirand, W.M. and Pavlath, A.E., 1994a. Development Of edible coating for minimally processed fruits and vegetables.  In: J.M. Krochta, E.A. Baldwin and M.O. Nisperos-Carriedo (Eds,), Edible Coating and Films to Improve Food Quality. Technomic Publishing Co.,Lancaster/Basel,pp.65-88

Xu, X. Y., Kim, K. M., Hanna, M. A. and Nag, D., 2005, Chitosan-starch composite film: preparation and characterization,  Industrial Crops and Products.

Yuliasih, indah dan Indah, C.T., 2014.  Pati Sagu Termodifikasi Sebagai Bahan Starch-Based Plastics. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Lampiran 1. Lampiran Perhitungan Persen Asetil dan Derajat Substitusi (DS) Rumus %  = (  )    0,043   100%  = 162 × %  4300  (42 × % Asetil)  pH 6 %  = (45,25  39,54)  0,5  0,043 1  100% = 12,2765 %  = 162 × 12,2765 4300  (42 × 12,2765) = 1988,793 4300  515,613 = 1988,793 3784,387 = 0,5255  pH 7 %  = (45,25  37,79)  0,5  0,043 1  100% = 16,039 %  = 162 × 16,039 4300  (42 × 16,039) = 2598,318 4300  673,638 = 2598,318 3626,362 = 0,716

 pH 8 %  = (45,25  35,06)  0,5  0,043 1  100% = 21,9085 %  = 162 × 21,9085 4300  (42 × 21,9085) = 3549,177 4300  920,157 = 3549,177 3379,843 = 1,0501  pH 9 %  = (45,25  41,58)  0,5  0,043 1  100% = 7,8 %  = 162 × 7,8 4300  (42 × 7,8) = 1278,261 4300  331,401 = 1278,261 3968,599 = 0,32209

Lampiran 2. Lampiran Perhitungan Kekuatan

 Swelling

a. Pati Sukun 6 jam

%   = 24,3882  24,3759

2,0089 × 100%

12 jam %   = 24,4104  24,3759 2,0089 × 100% = 1,7173 % 24 jam %   = 24,4516  24,3759 2,0089 × 100% = 3,7682 % 36 jam %   = 24,4801  24,3759 2,0089 × 100% = 5,1869 % 72 jam %   = 24,5365  24,3759 2,0089 × 100% = 7,9944 % b. Pati Asetat pH 8 6 jam %   = 24,3858  24,3744 2,0074 × 100% = 0,5678 % 12 jam %   = 24,3984  24,3744 2,0074 × 100% = 1,1955 % 24 jam %   = 24,4325  24,3744 2,0074 × 100%

= 2,8942 % 36 jam %   = 24,4521  24,3744 2,0074 × 100% = 3,8706 % 72 jam %   = 24,4707  24,3744 2,0074 × 100% = 4,7972 %

Lampiran 3. Gambar Pati Sukun dan Pati Asetat

Lampiran 4. Perhitungan Kekuatan Tarik dan Elongasi Pada

E dible F ilm

Pati Sukun dan Pati Asetat pH 8

Tabel Hasil Pengukuran Pengukuran Kekuatan Tarik dan Elongasi Parameter  Edible film

Pati Sukun Pati Asetat pH 8 Load (Kgf) 0,18 kgf/mm2 0,74 kgf/mm2 Stroke (mm) 7,160 mm 9,868 mm

A. Tebal Edible Film Pati Sukun = 0,14 mm B. Tebal Edible Film Pati Asetat pH 8 = 0,11 mm

Lebar = 6 mm

Panjang awal edible film = 116 mm

A = 0,14 mm x 6 mm = 0,84 mm2 B = 0,11 mm x 6 mm = 0,66 mm2

Harga % Kemuluran bahan dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini % Kemuluran (ԑ) = −

100%

Dimana : l –  lo = Harga Stroke ; lo = Panjang awal Kemuluran Pati Sukun = , 

   100 %

= 6,17 %

Dengan cara yang sama dilakukan untuk menghitung nilai % Kemuluran Pati Asetat pH 8.

Kekuatan tarik (kgf/mm2) =    ()

 ()

Dimana A = Luas permukaan yang mendapat beban.

Kekuatan tarik Edible film Pati Sukun = , f 

, 

= 0,21 kgf/mm2 = 2.1 MPa

Dengan cara yang sama dilakukan untuk mengitung kuat tarik edible film  pati asetat pH 8.

Lampiran 5. Gambar Edible Film Pati Sukun dan Edible Film Pati Asetat

 Edible film Pati Sukun  Edible Film Pati Asetat

Lampiran 6. Hasil SEM (

 Scanning E lectron Microscopy 

)

E dible F ilm

  Pati

Dalam dokumen MODIFIKASI PATI MENJADI EDIBLE FILM (Halaman 60-72)

Dokumen terkait