• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Analisa Substruktur

Model diagram jalur penelitian substruktur 1 ditunjukkan oleh Gambar IV.4 di bawah ini. Persamaan substruktur 1 adalah sebagai berikut:

Y1 = Y1Y2.Y2 + Y1Y3. Y3 + Y1X1. X1 + ey1 (substruktur 1)

Gambar IV.4. Model Diagram Jalur Hipotesis Pertama

Untuk menguji pengaruh variabel kepribadian, lingkungan dan demografis secara serempak terhadap variabel kepribadian digunakan uji statistik F (Uji F). Jika nilai Fhitung > nilai FTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika Fhitung < nilai FTabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis secara serempak dapat dilihat pada Tabel IV.17 berikut ini.

Tabel IV.17. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama secara Serempak

Model Sum of squares df Mean square F Sig 1 Regression 446,607 3 148,869 29,685 0,000 Residual 481,433 96 5,015 Total 928,040 99

Dari Tabel IV.19 di atas terlihat bahwa nilai Fhitung = 29,685 sedangkan FTabel pada tingkat interval kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha (á) = 0,05 adalah sebesar 2,70 maka Fhitung > FTabel, keputusannya Ho ditolak dan Ha diterima artinya variabel kepribadian, lingkungan, demografis secara serempak berpengaruh sangat signifikan terhadap variabel minat kewirausahaan.

Kemampuan variabel kepribadian, lingkungan dan demografis menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel minat kewirausahaan ditunjukkan pada Tabel IV.18 di bawah ini.

Tabel IV.18. Nilai Koefisien Determinasi (R2)

Modal R R square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 0.694a 0.481 0.465 2,239

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dari angka R square (R2) diperoleh nilai 0,481 yang artinya variabel kepribadian, lingkungan, demografis secara serempak mampu menjelaskan variabel minat kewirausahaan sebesar 48,1%. Sisanya 51,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Faktor lain yang belum diteliti cukup banyak antara lain penelitian Basu (2009) menemukan bahwa faktor etnisitas dan pekerjaan orang tua mempengaruhi minat kewirausahaan. Kebijakan dan peraturan pemerintah juga merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jiwa kewirausahan. Penelitian oleh Mazzarol et al. dalam Saud et .al. (2009) menemukan bahwa faktor demografi seperti etnisitas, status perkawinan, tingkat pendidikan, ukuran keluarga, status dan

pengalaman kerja, usia, jender, status sosio-ekonomi, agama mempengaruhi minat mendirikan usaha.

Untuk menguji pengaruh variabel kepribadian, lingkungan dan demografis secara parsial terhadap minat kewirausahaan digunakan uji statistik t (uji t). Jika thitung > tTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis secara parsial ditunjukkan oleh Tabel IV.19.

Nilai thitung dari setiap variabel dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat kepercayaan 95%, maka diperoleh ttabel = 1,98. Dari Tabel terlihat bahwa untuk variabel kepribadian, nilai thitung=7,053 berarti thitung > tTabel. Kesimpulannya bahwa variabel kepribadian secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel minat kewirausahaan.

Untuk variabel lingkungan, nilai thitung=4,220 berarti nilai thitung > tTabel. Kesimpulannya bahwa variabel lingkungan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel minat kewirausahaan.

Untuk variabel demografis, nilai thitung = 1,883 berarti nilai thitung < tTabel. Kesimpulannya bahwa variabel demografis secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel minat kewirausahaan.

Tabel IV.19. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama secara Parsial Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) 3.683 2.304 1.598 .113

Kepribadian .590 .084 .534 7.053 .000

Lingkungan .277 .066 .313 4.220 .000

1

Demografis -.326 .173 -.142 -1.883 .063

a. Dependent Variable: Minat

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dari Tabel IV.19 di atas, maka dapat dibuat persamaan substruktur 1 sebagai berikut:

Y1 = Y1Y2.Y1 + Y1Y3. Y3 + Y1X1. X1 + eY1 Besar nilai term of error, eY1 = 1 – R2 = 1 – 0,694 = 0,306

Y1 = 0,534 Y1 + 0,313 Y2 + 0,173 X6 + 0,306 EY1 Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel demografis (latar belakang pendidikan kewirausahaan dan pengalaman kerja) tidak mempengaruhi minat kewirausahaan mahasiswa Strata-1 Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Indarti et al. (2008) yang menyatakan bahwa latar belakang pendidikan bisnis dan ekonomi tidak mempunyai pengaruh pada minat kewirausahaan mahasiswa, malah minat kewirausahaan mahasiswa ekonomi dan bisnis pada responden yang diteliti lebih rendah dibandingkan mahasiswa non-bisnis dan ekonomi. Lebih lanjut Indarti et.al menjelaskan bahwa hal

ini bisa terjadi karena orientasi pendidikan ekonomi dan bisnis di negara kita adalah untuk mempersiapkan para lulusan untuk bekerja di perusahaan, bukan untuk mejadi wirausaha. Pengembangan perekonomian Indonesia yang bertumpu pada pembukaan usaha-usaha baru perorangan dan dalam skala kecil dan tingkat pengangguran yang relatif tinggi menyebabkan hambatan untuk membuka usaha-usaha kecil terutama di sektor-sektor informal menjadi rendah sehingga siapapun yang berminat membuka usaha kecil dan informal dapat dengan mudah membuka usaha kapan saja yang mereka inginkan tanpa harus memenuhi persyaratan yang rumit dan kompleks, mereka tidak perlu mengikuti pendidikan kewirausahaan terlebih dahulu ataupun harus memiliki pengalaman kerja yang memadai untuk menjadi wirausaha kecil. Pengalaman kerja tidak mempengaruhi minat kewirausahaan mahasiswa Strata-1 Universitas Sumatera Utara, hal ini didukung dan sesuai dengan hasil penelitian Setiyorini (2009) pada mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta, di mana mayoritas responden (81%) tidak memiliki pengalaman kerja.

Pendidikan kewirausahaan masih kurang diajarkan di Universitas Sumatera Utara (yang bisa dilihat dari data bahwa dari 47 program studi yang disurvei, mata kuliah kewirausahaan hanya diajarkan pada 21 program studi) tetapi mahasiswa yang belum pernah mengikuti mata kuliah kewirausahaan ataupun seminar kewirausahaan serta tidak memiliki pengalaman kerja mampu dan berminat berwirausaha. Minat wirausaha para mahasiswa muncul karena faktor kepribadian yang lebih dominan

dibandingkan faktor pendidikan kewirausahaan dan pengalaman kerja. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian ini di mana variabel kepribadian yang paling dominan mempengaruhi minat kewirausahaan mahasiswa Strata-1 Universitas Sumatera Utara dibandingkan variabel lingkungan dan demografis. Teori kewirausahaan hanya berfungsi sebagai pelengkap mata kuliah dan tidak akan banyak bermanfaat jika tidak disertai dengan praktik, dorongan dan bimbingan yang teratur dan memadai.

Sarwono (2007: 256) menyatakan bahwa dalam analisis jalur dilakukan analisis korelasi antarvariabel eksogen dengan ketentuan sebagai berikut:

1. 0 – 0,25 : korelasi sangat lemah (dianggap tidak ada) 2. >0,25 -0,50 : korelasi cukup

3. > 0,50 – 0,75 : korelasi kuat

4. >0,75 – 1,0 : korelasi sangat kuat

Tabel IV.20 menunjukkan korelasi antara variabel kepribadian, lingkungan dan demografis. Dari Tabel IV.20 dapat disimpulkan hal-hal berikut ini:

1. Korelasi antara variabel kepribadian dan lingkungan sebesar 0,115 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang positif tetapi sangat lemah dan dianggap tidak ada.

2. Korelasi antara variabel kepribadian dan demografis sebesar -0,217 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang negatif dan sangat lemah dan dianggap tidak ada.

3. Korelasi antara variabel lingkungan dan demografis sebesar - 0,078 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang negatif dan sangat lemah dan dianggap tidak ada.

Tabel IV.20 Korelasi Kepribadian, Lingkungan dan Demografis Kepribadian Lingkungan Demografis

Kepribadian Pearson Correlation Sig (2 tailed) N 1.000 100.000 0.115 .254 100 -.217* .030 Lingkungan Pearson Correlation

Sig (2 tailed) N .115 .254 100 1.000 100.000 -.078 .441 100 Demografis Pearson Correlation

Sig (2 tailed) N -.217 .030 100 -0.78 0.441 100 1.000 100.000

**. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 2. Analisa Substruktur 2.

Model diagram jalur penelitian substruktur 1 ditunjukkan oleh Gambar IV.4.

Gambar IV.5. Model Diagram Jalur Hipotesis Kedua

Persamaan substruktur 2 adalah sebagai berikut: Y2 = Y2X2.X2 + Y2X3 .X3 + .ey2

e

Y2

Y2X3

Untuk menguji pengaruh variabel efikasi diri dan kebutuhan akan prestasi diri secara serempak terhadap variabel kepribadian digunakan uji statistik F (Uji F). Jika nilai Fhitung > nilai FTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika Fhitung < nilai FTabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis secara serempak dapat dilihat pada Tabel IV.21.

Dari Tabel IV.21 di atas terlihat bahwa nilai Fhitung = 65,465 sedangkan FTabel

pada tingkat interval kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha (á) = 0,05 adalah sebesar 3,09 maka Fhitung > FTabel, keputusannya Ho ditolak dan Ha diterima artinya variabel kebutuhan akan prestasi, efikasi diri secara serempak berpengaruh sangat signifikan terhadap variabel kepribadian.

Kemampuan variabel kebutuhan akan prestasi (X2) dan efikasi diri (X3) menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel kepribadian ditunjukkan pada Tabel IV.22. Dari angka R square (R2) diperoleh nilai 0,574 yang artinya variabel efikasi diri dan kebutuhan akan prestasi secara serempak mampu menjelaskan variabel kepribadian sebesar 57,4%. Sisanya 42,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Harris dalam Suryana (2006) menyatakan bahwa wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan. Pengetahuan saja tidak cukup bagi seorang wirausaha tetapi harus dibarengi dengan berbagai

ketrampilan seperti ketrampilan manajerial, konseptual, memahami komunikasi, merumuskan masalah, mengatur dan menggunakan waktu, ketrampilan teknik, dan lain-lain.

Tabel IV.21. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua secara Serempak

Model Sum of squares Df Mean square F Sig 1 Regression 436,314 2 218,157 65,465 0,000 Residual 323,246 97 3,332 Total 759,560 99

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Tabel IV.22. Nilai Koefisien Determinasi (R2)

Modal R R square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 0.758a 0.574 0.566 1.825

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Untuk menguji pengaruh variabel kebutuhan akan prestasi diri (X2) dan efikasi diri (X3) secara parsial terhadap variabel kepribadian (Y2) digunakan uji statsistik t (uji t). Jika thitung> tTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis secara parsial ditunjukkan oleh Tabel IV.23 di bawah ini.

Nilai thitung dari setiap variabel dibandingkan dengan nilai tTabel dengan tingkat kepercayaan 95% atau á = 0,05/2 = 0,025, maka diperoleh tTabel = 1,98. Dari Tabel terlihat bahwa untuk variabel efikasi diri, nilai thitung = 3,746 berarti thitung>tTabel. Kesimpulannya bahwa variabel efikasi diri secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel kepribadian.

Untuk variabel kebutuhan akan prestasi, nilai thitung = 6,941 berarti nilai thitung

> tTabel. Kesimpulannya bahwa variabel kebutuhan akan prestasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel kepribadian.

Dari Tabel IV.23 di atas dapat dibuat persamaan substruktur 2 sebagai berikut: Y2 = Y2X2.X2 + Y2X3.X3 + . eY2

Besar nilai term of error, eY2 = 1 – R2 = 1 – 0,574 = 0,426 Y2 = 0,561 X1 + 0,281 X2 + 0,426.ey2

Tabel IV.23. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua secara Parsial

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coeeficients t Sig Std.error beta 1 (constant) 4,834 1,486 - 3,253 0,002 Kebutuhan prestasi(X1) 0,582 0,084 0,561 6,941 0,000 Efikasi diri (X2) 0,271 0,078 0,281 3,746 0,001

a. Predictors: (constant), efikasi diri, kebutuhan prestasi b. Dependent variabel: kepribadian

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel eksogen kebutuhan akan prestasi dan efikasi diri terbukti mempunyai pengaruh secara serempak dan parsial terhadap minat kewirausahaan mahasiswa Strata-1 Universitas Sumatera Utara. Hal ini didukung oleh penelitian Indarti et al. (2008) dan Setiyorini (2009) yang menemukan bahwa efikasi diri mempengaruhi minat kewirausahaan mahasiswa. Penelitian Indarti et al. sebaliknya menemukan bahwa variabel kebutuhan akan

mahasiswa Indonesia dan Norwegia, sedangkan pada penelitian Setiyorini (2009) ditemukan bahwa motivasi berprestasi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta mempunyai pengaruh yang positip terhadap minat kewirausahaan mahasiswa.

Tabel IV.24 menunjukkan korelasi antara variabel kebutuhan akan prestasi dan efikasi diri. Dari Tabel IV.24 dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini:

1. Korelasi antara variabel kebutuhan akan prestasi diri dan efikasi diri sebesar 0,573 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang positif dan kuat serta signifikan. Artinya mahasiswa yang memiliki efikasi diri positip juga akan mempunyai kebutuhan akan prestasi yang tinggi, karena keyakinan yang tinggi akan kemampuan diri sendiri akan mempengaruhi motivasi berprestasi seseorang.

Tabel IV.24. Korelasi Variabel Kebutuhan akan Prestasi Diri dan Efikasi Diri

Prestasi Efikasi

Prestasi Pearson Correlation Sig (2 tailed) N 1.000 100.000 0.573** .000 100 Efikasi Pearson Correlation

Sig (2 tailed) N .573** .000 100 1.000 100.000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 3. Analisa Substruktur 3

Model diagram jalur penelitian substruktur 3 ditunjukkan oleh Gambar IV.5. Persamaan model substruktur 3 adalah sebagai berikut:

Y3 = Y3X4.X4 + Y3X5. X5 + Y3X6. X6 + .ey3

;

;

;

<

<; <; <;

U

;;

U

;; H<

U

;;

Gambar IV.6. Model Diagram Jalur Hipotesis Ketiga

Untuk menguji pengaruh variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal secara serempak terhadap variabel lingkungan digunakan uji statistik F (Uji F). Jika nilai Fhitung > nilai FTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika Fhitung < nilai FTabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis secara serempak dapat dilihat pada Tabel IV.25 berikut ini.

Tabel IV.25. Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Secara Serempak

Model Sum of squares Df Mean square F Sig 1 Regression 635,646 3 211,882 37,246 0,000 Residual 546,114 96 5,689 Total 1181,760 99

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dari Tabel IV.25 di atas terlihat bahwa nilai Fhitung = 37,246 sedangkan Ftabel pada tingkat interval kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha (á) = 0,05 adalah sebesar 2,70 maka F > F , keputusannya Ho ditolak dan Ha diterima

artinya variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal secara serempak berpengaruh sangat signifikan terhadap variabel lingkungan.

Kemampuan variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel lingkungan ditunjukkan pada Tabel IV.26 di bawah ini.

Tabel IV.26. Nilai Koefisien Determinasi (R2)

Modal R R square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 0.733a 0.538 0.523 2,385

a.Predictor: Informasi Kewirausahaan, Jaringan sosial, Akses modal b.Dependent variabel: Lingkungan

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dari angka R square (R2) diperoleh nilai 0,538 yang artinya variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal secara serempak mampu menjelaskan variabel lingkungan sebesar 53,8%. Sisanya 46,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Menurut Zimmerer (2004) banyak faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap minat kewirausahaan antara lain budaya masyarakat bahwa wirausaha adalah pahlawan, perubahan ekonomi, kemajuan teknologi, kemajuan internet dan globalisasi. Dewanti (2008: 11) menyatakan faktor lingkungan berpengaruh terhadap minat kewirausahaan, faktor lingkungan yang berpengaruh adalah situasi yang menguntungkan, model peranan, aktivitas, pesaing dengan industri yang sama, inkubator sebagai sumber ide, sumber

daya alam dan manusia, teknologi dan kebijakan pemerintah. Mazzarol et al. dalam Saud et al. (2009) menemukan bahwa faktor lingkungan (faktor sosial, ekonomi, politik dan perkembangan infrastruktur) mempengaruhi minat kewirausahaan.

Untuk menguji pengaruh variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal secara parsial terhadap variabel lingkungan digunakan uji statistik t (uji t). Jika thitung > tTabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis secara parsial ditunjukkan oleh Tabel IV.27.

Nilai thitung dari setiap variabel dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat kepercayaan 95% atau á = 0,05/2 = 0,025, maka diperoleh ttabel = 1,98. Dari Tabel terlihat bahwa untuk variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, nilai thitung = 2,555 berarti thitung > ttabel. Kesimpulannya bahwa variabel ketersediaan informasi kewirausahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel lingkungan.

Untuk variabel kepemilikan jaringan sosial, nilai thitung = 2,761 berarti nilai thitung > ttabel. Kesimpulannya bahwa variabel kepemilikan jaringan sosial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel kepribadian.

Untuk variabel akses kepada modal, nilai thitung = 4,318 berarti nilai thitung > ttabel, kesimpulannya bahwa variabel akses kepada modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel lingkungan.

Tabel IV.27. Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Secara Parsial Model Unstandardized Coefficients Standardized Coeficients t Sig Std.error Beta 1 (constant) 1,841 1,776 - 1,037 0,303 Informasi kewirausahaan 0,320 0,125 0,244 2,555 0,012 Jaringan sosial 0,312 0,115 0,239 2,716 0,008 Akses modal 0,516 0,120 0,384 4,318 0,000

a. Predictors: (constant), Informasi Kewirausahaan, Jaringan sosial, Akses modal b. Dependent variabel: Lingkungan

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah).

Dari Tabel IV.27 di atas dapat dibuat persamaan substruktur 3 sebagai berikut: Y3 = Y3X4.X4 + Y3X5. X5 + Y3X6. X6 + ey3

Besar nilai term of error, eY3 = 1 – R2 = 1 – 0,538 = 0,462 Y3 = 0,244 X3 + 0,239 X4 + 0,384 X5 + 0,462 ey3

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal secara serempak dan parsial mempunyai pengaruh terhadap variabel lingkungan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Indarti et.al (2008), Sabbarwal, Kristiansen dan Mazzarol et al. dalam Indarti et al. (2008).

Tabel IV.28 menunjukkan korelasi antara variabel ketersediaan informasi kewirausahaan, kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal. Dari Tabel IV.28 dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini:

1. Korelasi antara variabel ketersediaan informasi kewirausahaan dan kepemilikan jaringan sosial sebesar 0,589 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang positif, kuat dan signifikan. Angka korelasi ini membuktikan kebenaran bahwa informasi selalu berhubungan dengan kepemilikan jaringan sosial karena dari jaringan sosial yang luas akan diperoleh informasi yang memadai.

2. Korelasi antara variabel ketersediaan informasi kewirausahaan dan akses kepada modal sebesar 0,602 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang positif, kuat dan signifikan. Angka korelasi ini membuktikan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan seseorang bisa memperoleh akses kepda modal adalah karena memiliki informasi yang memadai tentang sumber modal itu sendiri.

3. Korelasi antara variabel kepemilikan jaringan sosial dan akses kepada modal sebesar 0,496 berarti kedua variabel itu memiliki hubungan yang positif, cukup kuat dan signifikan. Koefisien korelasi ini sesuai dengan kenyataan bahwa semakin besar jaringan sosial yang dimiliki seorang wirausaha, maka akan semakin besar kemungkinan wirausaha itu memperoleh akses kepada modal.

Dokumen terkait