STRATEGI PEMASARAN DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN (DPLK) SYARIAH DALAM MEMASARKAN PRODUK
A. Aplikasi Strategi Pemasaran DPLK BMI
Faktor keberkahan atau orientasi bentuk menggapai ridha Allah SWT merupakan puncak kebahagiaan hidup manusia muslim. Para pengelola bisnis perlu mematok orientasi senantiasa berada dalam koridor syariat yang menjamin diraihnya keridhoan Allah SWT.1
DPLK Muamalat sebagai salah satu lembaga keuangan yang berdasarkan prinsip syariah pasti tidak akan lepas dari persaingan antar lembaga keuangan yang lain. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap pensiun, maka DPLK Syariah harus menyikapinya dengan baik. DPLK Syariah dapat melakukan pengembangan pengenalan produk-produk yang ditawarkan sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual yang dapat memberikan pengaruh kepada peserta maupun calon peserta untuk mengetahui lebih jauh tentang produk-produk DPLK Syariah.
Layaknya perusahaan yang menawarkan produk dan jasa DPLK Muamalat juga memiliki langkah-langkah untuk memasarkan yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembanngan DPLK Muamalat, yaitu:
1
Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet Widjajakusuma, Menggagas Bisnis Islam, (Jakarta: Gema Insani Press,2002) Cet.1 h.18
1. Segmentasi Pasar
DPLK dalam menjual produknya ke peserta membagi pasar menjadi beberapa jenis sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pembagian pasar akan memudahkan DPLK dalam menentukan peserta atau konsumen sasarannya. Segmentasi pasar perlu dilakukan karena pada umumnya pasar untuk suatu produk atau jasa mempunyai banyak perbedaan terutama pada kebutuhan, keinginan dan daya beli. Dengan melakukan segmentasi pasar, perusahaan akan lebih mudah melayani berbagai kebutuhan dan keinginan pasar tersebut.
Dalam melakukan segmentasi pasar terdapat beberapa cara yang dilakukan oleh DPLK Muamalat yaitu:
a. Dari segi daerah
Dalam menentukan segmentasi yang geografis DPLK Muamalat lebih memfokuskan kepada daerah atau wilayah sekitar Jakarta.
b. Dari segi usia
Dari segi usia DPLK Muamalat memfokuskan kepada masyarakat yang berusia 18 tahun atau sudah menikah, karena mengingat syarat yang diajukan harus menggunakan foto copy KTP, SIM, PASPOR dan sebagainya.
c. Dari segi pekerja
Dari segi pekerja DPLK Muamalat tidak membedakan pekerja. Petani, pedagang mulai dari pedagang kaki lima sampai pedagang pedagang
yang memiliki toko, para sopir, para pekerja kontrak/honorer, para pengusaha, para profesi (dokter, pengacara, artis, pengajar, notaries dll), pegawai swasta sampai pegawai negeri dan siapapun juga yang telah mempunyai penghasilan.
2. Targeting atau Menetapakan Pasar Sasaran
Setelah DPLK selesai melakukan segmentasi pasar, maka langkah selanjutnya adalah menentukan sasaran pasar, artinya mengevaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani. Menetapkan pasar sasaran dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran dan daya tarik segmen kemudian memilih segmen sasaran yang diinginkan. Dalam hal ini target sasaran yang dipilih oleh DPLK Muamalat yaitu semua kalangan tanpa membedakan suku, ras, daerah, status sosial baik karyawan maupun pekerja mandiri dari yang usianya 18 tahun sampai 64 tahun dan sudah mempunyai penghasilan.
3. Positioning atau Menentukan Pasar
Positioning bukanlah hanya menyangkut apa yang dilakukan terhadap produk (barang atau jasa) tetapi apa yang pihak DPLK Muamalat lakukan terhadap pikiran/benak konsumen. Tujuan dilakukan positioning adalah untuk membedakan persepsi perusahaan berikut produk dan jasa dari pesaing. Positioning merupakan konsep psikologis yang terkait dengan bagaimana
konsumen yang ada ataupun calon konsumen dapat menerima perusahaan tersebut dan produknya dibandingkan dengan perusahaan lain.
Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan dimasuki dengan cara menentukan dimana posisi yang akan ditempati dalam segmen tersebut.
DPLK Muamalat memposisikan perusahaannya berbeda dengan DPLK yang lainnya DPLK Muamalat adalah Lembaga Keuangan yang berprinsip syariah murni pertama di Indonesia sehinngga pasar akan terbuka bagi orang- orang yang benar-benar ingin menghindari riba atau yang lainnya.
Strategi pemasaran lain yang dilakukan oleh DPLK Muamalat yaitu:
1. Strategi Produk
Dalam perspektif syariah produksi merupakan konsep yang penting. Alqur’an menggunakn konsep produksi barang dalam arti yang sangat luas. Tekanan alqur’an diarahkan pada manfaat dari barang yang diproduksi. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan hidup manusia. Berarti barang itu harus diproduksi untuk Kebutuhan hidup manusia, bukan untuk memproduksi barang-barang mewah secara berlebihan yang tidak sessuai dengan kebutuhan manusia.
Islam juga mengajarkan untuk memperhatikan kualitas dan keberadaan produk tersebut. Islam melarang jual beli suatu produk yang belum jelas
(ghoror) bagi pembeli. Pasalnya disini berpotensi terjadinya penipuan dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak.
Selain keberadaan suatu produk, islam juga memerintahkan untuk memperhatikan kualitas produk. Barang yang dijual harus terang dan jelas kualitasnya, sehingga pembeli bisa dengan mudah memberi penilaian
Strategi produk yang dilakukan oleh DPLK Muamalat dalam mengembangkan produknya dengan:
a. Membuat logo dan motto
Logo merupakan ciri khas suatu produk. Adapun logo dari DPLK Muamalat adalah :
“Din” yang artinya agama, menggunakan logo tersebut karena DPLK Muamalat adalah sebuah lembaga Keuangan yang berprinsip syariah, jadi dalam pengelolaannya selalu berpedoman pada aruran agama islam (Alqur’an dan Hadits).
Sedangkan motto adalah serangkaian kata-kata yang berisikan visi dan misi perusahaan dalam melayani peserta DPLK. Motto DPLK Muamalat adalah “Menata hari esok yang lebih baik”.
b. Menciptakan merk
Karena jasa memiliki keanekaragaman, maka setiap jasa harus memiliki nama, tujuannya agar lebih mudah dikenal oleh pembeli. Merk produk yang digunakan oleh DPLK Muamalat adalah pensiun umat dan wasiat umat,
dengan nama merk yang bernuansa islami diharapkan akan bias lebih menarik peserta.
c. Menciptakankemasan
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk, dalam DPLK kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan jasa kepada para peseta atau bentuk tawaran produk yang dapat menarik perhatian para peserta.
2. Strategi Promosi
Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang sama pentingnya dengan bauran pemasaran yang lainnya, promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan pesertanya.
Promotion mix yang digunakan oleh DPLK Muamalat dalam memasarkan produk DPLK adalah sebagai berikut :
a. Periklanan (advertising)
Periklanan digunakan untuk menanamkan citra jangka panjang dan suatu cara yang efisien untuk mencapai sejumlah calon peserta baik yang berada di pusat kota, pinggiran kota maupun wilayah pedesaan, periklanan yang digunakan oleh DPLK Muamalat yaitu melalui:
b. Media cetak
Media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual dalam melaksanakan fungsinya sebagai media penyampaian informasi.
Media cetak yang digunakan oleh DPLK Muamalat adalah melalui Koran diantaranya Koran Kontan, Republika, dan lain-lain.
c. Media elektronik
DPLK Muamalat menggunakan internet dalam rangka mengiklankan produk, peserta atau calon peserta bisa melihat gambaran DPLK Muamalat melalui web dengan cara membuka
www.dplkmuamalat.com yang bisa diakses 24 jam melelui internet
dimanapun peserta atau calon peserta berada. d. Media luar ruang
DPLK Muamalat menggunakan brosur yang diberikan kepada setiap peserta atau calon peserta yang datang ke DPLK Muamalat, bentuk brosur ditampilkan semenarik mungkin yaitu dengan susunan layout yang menggunakan tata warna, disain, kata-kata dan grafis yang baik agar menimbulkan kesan ekslusif sehingga konsumen tertarik untuk membacanya. Brosur DPLK Muamalah memuat tentang persyaratan kepesertaan, produk yang dimiliki DPLK Muamalat, ragam pilihan investasi, manfaat pensiun bagi peserta, hak peserta serta keuntungannya baik bagi perusahaan, karyawan, maupun peserta. Dengan demikian para peserta dan calon peserta dapat mengenal dan mengetahui produk yang akan dipilihnya berdasarkan informasi yang didapatkan dai brosur tersebut. Peranan brosur untuk mempromosikan produk cukup
terlihat efisien, karena keberadaan brosur dalam strategi pemasaran yang dilakukan DPLK Muamalat cukup berperan bagi peningkatah peserta.
e. Penjualan pribadi (personal selling)
Cara inilah yang paling efektif dalam memasarkan produk, karena intinya apabila peserta puas akan pelayanan pihak DPLK maka peserta tersebut akan lebih bisa yakin dan tidak bisa dipungkiri bahwa peserta tersebut memberikan informasinya juga kepada tetangganya sehingga efek yang ditimbulkan akan lebih menguntungkan,dalam hal ini DPLK mempunyai 3 orang marketer untuk memasarkan produknya baik produk pensiun umat maupun produk wasiat umat. Pelaksanaan personal selling pada DPLK yaitu sebagai berikut : Pihak DPLK langung bertatap muka dengan peserta atau calon peserta, sehinnga Pihak DPLK bisa menjelaskan secara langsung tentang DPLK secara rinci kepada pesertanya. Dalam meningkatkan jumlah peserta perorangan DPLK Muamalat menggunakan metode kerjasama dengan Bank Muamalat, cros saling antara produk Bank Muamalat dengan DPLK Muamalat. Sedangakan untuk meningkatkan jumlah peserta korporat dengan cara penunjukan PIC (Person In Charge) di masing-masing cabang Bank Muamalat untuk melakukan pemasarn produk DPLK. PIC tersebut bertugas memasarkan/
menawarkan produk DPLK Muamalat ke perusahaan, perguruan tinggi, yayasan maupun koperasi, mensosialisasikannya melalui presentasi produk dan manfaat menjadi peserta DPLK Muamalat. f. Publisitas
Kegiatan publisitas yang diakukan oleh DPLK M,uamalat yaitu dengan cara mengundang masyarakat baik peserta ataupun calon peserta yang diselenggarakan oleh DPLK Muamalat dengan tujuan dapat menambah wawasan bagi peserta maupun calon peserta, dengan harapan peserta atau calon peserta mendapatkan dorongan dan semangat agar mau menjadi peserta DPLK Muamalat dan kemudian segera merealisasikan produk DPLK kepada orang lain.
3. Strategi Harga
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasuakan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangakan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Ahli ekonomi sering menganggap bahwa harga rendah untuk produk yang sama akan menghasilkan penjualan yang lebih tinggi dari pada harga yang tinggi.2 Selain itu harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya
2 Supranto, Nandan Limakrisnan, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran Untuk Memenangkan
dengan karakteristik produk atau komitmen saluran distribusi. Keduanya tidak dapat diubah atau disesuaikan dengan mudah dan cepat karena biasanya menyangkut kebutuhan jangka panjang. Penetapan strategi pemasaran DPLK Muamalat dari segi harga dilihat sebagai pengembalian modal adalah dengan penerapan bagi hasil.
4. Strategi Distribusi
Saluran distribusi merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi peserta maupun calon peserta untuk memilih suatu lembaga keuangan. Oleh karena itu, saluran distribusi dalam DPLK Muamalat diwakili oleh kantor- kantor cabang Bank Muamalat yang terdapat di seluruh Indonesia. Bauran pemasaran umumnya terdiri 4 P (Produc, price, place, promotion) namun disamping ke 4 Bauran pemasaran tersebut dalam DPLK Muamalat terdapat strategi pelayanan atau service, sebab walaupun produknya bermutu bagus tetapi kalau pelayanannya jelek konsumen tidak akan puas.
B. Perkembangan Jumlah Peserta DPLK BMI
Diawali oleh lahirnya Bank Muamalat, kegiatan ekonomi berbasis syariah semakin berkembang dan merambah hampir di semua sektor usaha. Misalnya, asuransi, perhotelan, pegadaian, reksadana, pasar modal, dan bahkan juga merambah ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Sejak berdirinya tahun 1997 hingga
saat ini DPLK Muamalat menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini tak terlepas dari kesadaran masyarakat akan arti pentingnya investasi sebagai persiapan memasuki hari tua atau masa pension Di bawah ini akan disajikan target jumlah peserta dan realisasi perkembangan jumlah peserta DPLK BMI sejak tahun 2008-2010 :
Target Jumlah Peserta DPLK BMI Tahun 2008-2010
Tabel 2
Sumber: Laporan Tahunan 2008-2010
Tabel 2 menggambarkan target jumlah peserta DPLK BMI pada Tahun 2008- 2010, pada Tahun 2008 ditargetkan jumlah peserta DPLK BMI sebanyak 3500 peserta, pada Tahun 2009 ditargerkan jumlah peserta DPLK BMI sebanyak 4000 dan pada Tahun 2010 jumlah target peserta sebanyak 4500 peserta.
Realisasi Perkembangan Jumlah Peserta DPLK BMI Tahun 2008-2010
Tabel 3
Tahun Target Jumlah Peserta
2008 3500 2009 4000 2010 4500
Jenis 2008 2009 2010
Paket A 33529 37316 41167
Paket B 848 1822 2101
Paket C 1676 1897 2348
Jumlah 36053 41035 45616
Sumber : Laporan Tahunan 2008-201
Berdasarkan data dari tabel 3 terlihat bahwa realisasi jumlah peserta DPLK BMI Tahun 2008-2010 lebih tinggi dibandingkan dengan Target Jumlah peserta, hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukam DPLK BMI mampu menarik jumlah peserta lebih banyak dibandingkan dengan target.
Jenis paket terdiri atas paket A (Deposito rupiah), paket B (Deposito rupiah dan Obligasi Syariah), paket C (Deposito rupiah, Reksadana Syariah dan Saham Syariah) dan terlihat Nampak bahwa jumlah peserta terbesar adalah paket A (Deposito rupiah) dengan tingkat kenaikan sebesar 3787 orang di tahun 2009 dan 3851 orang di tahun 2010. Hal ini dimungkinkan karena iuran setoran yang ringan sehingga banyaknya peminat dan didepositokan kedalam rupiah. Sedangkan jumlah peserta terkecil adalah pada peserta paket B (Deposito rupiah dan obligasi syariah) dengan kenaikan sebesar 974 orang di tahun 2009 dan 279 orang di tahun 2010. Hal ini dimungkinkan karena nilai
T iuran diagr Perk Per TAHUN P 2008 Jumlah P n setoran tin ram batang a kembangan kembangan PAKET A Iu Iu Pe Pe To B Iu Iu Pe Pe To C Iu Iu Pe Pe To 1000 2000 3000 4000 5000 Peserta nggi sehingg adalah sebag Jumlah Pes n Dana Pese uran Peserta uran Pemberi engembanga eralihan otal uran Peserta uran Pemberi engembanga eralihan otal uran Peserta uran Pemberi engembanga eralihan otal 0 00 00 00 00 00 2008 3605 ga sulit dijan gai berikut: serta DPLK erta DPLK Tabel 4 JUMLAH : i kerja : an : : : 1 : i kerja : an : : : : i kerja : an : : : 8 200 53 41 Tah ngkau respon K BMI Dari BMI Dari T H DANA PE 84,945,633 2,253,176 28,782,767 1,721,478 117,703,056 4,224,574 70,726 1,409,145 191,658 5,896,105 12,056,759 140,508 642,923 526,704 12,081,048 09 20 1035 4 un nden. Dapat Tahun 200 Tahun 2008 ESERTA ,721.37 ,514.27 ,137.06 ,683.19 ,055.90 ,923.19 ,929.42 ,148.01 ,958.20 ,958.82 ,037.23 ,936.90 ,203.35 ,187.96 ,958.74 010 45616 t dilihat seca 8-2010 8-2010 Pesert ara ta
2009 A Iuran Peserta : 109,063,217,395.08 Iuran Pemberi kerja : 5,966,861,137.41 Pengembangan : 40,208,474,373.10 Peralihan : 2,549,737,665.96
Total : 157,788,290,571.22
B Iuran Peserta : 6,069,997,256.03 Iuran Pemberi kerja : 558,487,887.15 Pengembangan : 2,143,697,534.29 Peralihan : 329,498,567.20 Total : 9,101,681,244.67 C Iuran Peserta : 16,214,859,725.10 Iuran Pemberi kerja : 610,802,890.75 Pengembangan : 4,510,683,712.35 Peralihan : 892,373,646.96
Total : 22,228,719,975.16
2010 A Iuran Peserta : 142,587,935,303.12
Iuran Pemberi kerja : 10,769,141,198,12 Pengembangan : 52,923,142,749.11 Peralihan : 3,515,188,798.75
Total : 209,822,408,049.10
B Iuran Peserta : 9,307,918,716.52 Iuran Pemberi kerja : 1,090,255,725.35 Pengembangan : 3,298,095,365.95 Peralihan : 842,405,577.79
Total : 14,101,681,244.67
C Iuran Peserta : 24,184,415,440.83 Iuran Pemberi kerja : 1,219,338,028.87 Pengembangan : 7,751,035,308.22 Peralihan : 2,196,154,434.34
Total : 35,350,943,212.27
Sumber; Hasil Wawancara dan Observasi
C.Kendala-kendala yang dihadapi DPLK Muamalat dalam memasarkan produknya
Perkembangan industri lembaga keuangan di tanah air diakui sebagai batu loncatan mulai menggeliatnya kembali aktifitas perekonomian berbasis sistem
ekonomi Islam. Hal ini kemudian diikuti dengan tumbuh dan berkembangnya instrument sistem ekonomi Islam sepertri asuransi, perbankan, pegadaian, pasar modal dan sebagainya.
Meskipun masih menguasai pangsa pasar yang relative kecil, telah banyak bukti bahwa sistem perekonomian syariah disambut sangat baik oleh masyarakat. Maraknya sambutan pasar terhadap jasa yang ditawarkan Lembaga Keungan Syariah telah menimbulkan optimis para pelaku bisnis dan ekonomi pada umumnya termasuk pemerintah untuk menggarap segmen ini.
Keberpihakan pemerintah untuk mendukung sisitem ekonomi islam mulai dirasakan meskipun masih sedikit dibanding ekonomi konvensional. Pada awal tahun 2006 lalu untuk merespons perkembangan aktifitas perbankan syariah serta mendorong laju ekspansi usahanya, Bank Indonesia telah mengeluarkan regulasi baru tentang kegiatan Bank umum konvensional yang boleh melaksanakan kegiatan usaha penghimpunan dana nasabah berdasarkan prinsip syariah, yang dikenal dengan “office channeling system”.3
Namun dalam kenyataanya masih terdapat beberapa permasalahan yang menghambat laju pertumbuhan DPLK. Devisit investasi yang memonitor masuknya dana rupiah atau valas dalam posisi neraca tertentu, agar Bank Muamalat Indonesia tidak terkena imbas krisis global maka BMI tersebut melakukan antisipasi dengan meminjamkan pinjaman modal ke bank lain dan
dengan cara bagi hasil tidak menggunakan bunga. Dengan cara investasi ke bank lain (cari dana), maka BMI tersebut bisa mengatasi masalah likuiditas. Dengan adanya kerjasama dengan direksi dan menginvestasi ke bank lain maka BMI tersebut akan terhindar dengan masalah likuiditas, dan dengan adanya penyaluran kredit dengan bagi hasil yang akan dikurangi dengan over load. Dengan adanya UMKM BMI sangat beruntung untuk mengatas risiko kredit macet. Kendala yang dihadapi BMI tersebut adalah adanya jaminan atau pinjaman, dan adanya biaya administrasi bank (asuransi jaminan).
Hal ini mungkin karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang produk maupun jasa perbankan syariah sehingga masyarakat enggan untuk memanfaatkanya. Ada beberapa kendala dan upaya untuk menghadapi likuiditas DPLK diantaranya sebagai berikut :
a. Kendala
1. Kurang dikenalnya produk-produk perbankan yang terbagi ke dalam prinsip simpanan yang biasa.
2. Sosialisasi tentang konsep, mekanisme, urgensi, atau bahkan keberadaan industri.
3. Masyarakat Indonesia masih belum memahami betul mengenai perbankan syariah, apalagi mengenai aplikasi dan produk-produk bank syariah.
4. Kebanyakan orang-orang hanya mengetahui bahwa bank syariah adalah bank tanpa bunga yang tidak menawarkan tambah kecuali dari aspek spiritual, dan
5. Kurangnya produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Upaya
1. Untuk menciptakan kesetimbangan yang adil diantara stakeholder
melalui bermacam- macam peraturan, baik informal maupun formal. 2. Untuk mengontrol dana pensiun syariah dengan biaya yang relatif
murah.
3. Menciptakan kesejahteraan pegawai atau peserta, dan Mendorong penyusunan pedoman tata kelola yang baik dilingkungan dana pensiun sekaligus memberikan acuan kepada pendiri, pemberi kerja, pengurus dan pengawasan dana pensiun.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan, yaitu:
1. Dana pensiun Lembaga Keuangan adalah Badan Hukum yang dibentuk oleh Bank atau Perusahaan Asuransi Jiwa (PAJ) yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi pesertanya. Dana pensiun yang dibentuk oleh PT Bank Muamalat Indonesia dinamakan DPLK BMI yang lebih dikenal dengan nama Dana Pensiun Muamalat. Bentuk program pensiun yang dikelola perusahaan ini adalah program pensiun iuran pasti.
2. DPLK Muamalat menerapkan strategi pemasaran yang meliputi empat komponen yaitu: strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosi.
3. Perkembangan jumlah peserta DPLK Muamalat dari tahun 2008 sampai 2010 menggambarkan bahwa perkembangan DPLK mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Tahun 2008 jumlah peserta sebanyak 36053 peserta. Tahun 2009 jumlah peserta sebanyak 41035 dan Tahun 2010 jumlah peserta sebanyak 45616.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang penulis sampaikan sehubungan dengan penelitian pada DPLK Muamalat adalah sebagai berikut:
1. Hendaknya pihak DPLK Muamalat dalam melakukan kegiatan pemasaran lebih meningkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan secara maksimal, sehingga masyarakat sekitar dapat mengetahui produk-produk yang ada dan dapat menarik minat masyarakat sekitar untuk menjadi peserta DPLK Muamalat.
2. Untuk dapat dengan mudah diterima masyarakat luas, kedepannya DPLK Muamalat perlu melakukan perubahan secara menyeluruh baik dari segi penerapan sistemnya maupun dari segi kualitas SDM yang memiliki potensi pada bidangnya.
3. DPLK Muamalat harus lebih transparan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Agustinus Sri Wahyudi, Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berfikir
Stratejik Jakarta: Binarupa Aksara, 1996
Al Arief, M. Nur Rianto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, Bandung: Alfabeta, 2010.
Amrin Abdullah Strategi Pemasaran Syariah Memenangkan Pesaing Usaha
Bisnis Asuransi Dan Bank Syariah Secara Syariah, Jakarta:
PT.Gramedia Widisarana Indonesia, 2007.
Asyauri, Sofyan, Manajemen Pemasaran: Dasar Konsep dan Srategi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.
Basu, Swastha, Manajemen Pemasaran Modern Yogyakarta: Liberty, 2002.
Ciptono, Fandy “Pemasaran Jasa” Malang : Bayu Media Publising, 2005.
Darmawi, Herman, Manajemen Asuransi, Jakarta: Bumi Aksara,2001.
Faulkner, David dan Gery Johnson, Strategi Manajemen, Jakarta: PT. Elex
Firdaus, Dasar & Strategi Pemasarn Syariah, Jakarta Renaisan, 2005.
Furchan Arief, Pengantar Metode Penelitian Kualitatif, Surabaya: Usaha Nasional,1992
Kasim, Bank dan Lembaga Keuangan Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 1998
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2002
Kotler, Philip, dan Amstrong, Gary, Dasar-dasar Pemsaran, Jakarta: PT Indeks, 2003
Lupiyoadi Rambat, “Manajemen Pemasaran Jasa Teori Dan Praktik” Jakarta: PT. Salemba Emban Patria, 2001
Nadzir Moh, Metode Penelitian Bogor: Ghalia Indonesia,2005
Perwatmadja, A. Karnaen, Peluang dan Strategi Operasional Bank Muamalat
Indonesia, Dalam Buku Berbagai Aspek Ekonomi Islam,
Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992
Payne Andrian, The Essennce of Servise Marketing Yogyakarta: Andi, 2001
.Schiffman G. Leon dan Leslie Lazar Kanuk, Perilaku Konsumen, Jakarta: PT.Indeks Group Gramedia, 2004.
Siamat Dahlan, Manajemen Lembaga Keuangan, Jakarta: Lembaga Penerbit FE- UI, 2004
Steiner, A. George dan Miner, B. John, Kebijakan dan Strategi Manajemen, Ed.II, Penerjemeh Ticoalu dan Agus Dharma, SH.M.Ed
Jakarta:Erlangga,1997
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: cv Alfabeta, 2006)
Sukanto Reksahadiprodjo, Manaajemen Strategik Yogyakarta: BEFE, 1987
Supratikno Hendrawan, Advanced Strategic Manajemen; Back To Basic
Approach Jakarta: PT.Grafindo Persada , 2003
Syula, M. Syakir dan Hermawan Kertajaya, Marketing Syariah, Bandung PT. Mizan Pustaka, 2006
Uchayana Onong, ilmu komunikasi, Teori dan Praktek, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990 )
Yunianto, Askar “Segmentasi pasar sebagai Upaya memenuhi Competitive
Brosur DPLK Muamalat
http://www.edukasi.net/mol/mo/full.php/moid=11&fname=eko206 10.htm,
http:/Bumiputera.com di akses pada tanggal 08 Des 2010
Responden : Ibu Leli Damayanti Jabatan : Staf Marketing
1. DPLK BMI adalah penyelenggara Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk yang disahkan berdasarkan SK Menteri Keuangan No. KEP-485/KM.17/1997 tanggal 10 Oktober 1997.
2. Jenis produk yang dimikliki oleh DPLK BMI yaitu pensiun umat dan wasiat umat, Pensiun Umat Yaitu memberikan manfaat atas iuran peserta dan hasil pengembangan sesuai jenis investasi yang peserta pilih. Wasiat umat Yaitu produk yang memberikan manfaat pension atas iuran peserta, hasil pengembangan sesuai jenis investasi yang peserta pilih dan proteksi bagi