KONSEP UMUM STRATEGI PEMASARAN DAN DPLK A. Pengertian Strategi Pemasaran
B. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) 1. Pengertian DPLK
3. Jenis dan Program Dana Pensiun
Menurut UU No. 11 tahun 1992, jenis dana pensiun dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Dana pensiun pemberi kerja (DPPK)
Dana pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah lembaga penghimpunan dana pension yang dibentuk pihak pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan untuk para pekerjanya sendiri dan peserta program ini tidak bisa menjadi peserta DPPK lagi.
b. Dana pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK)
32
Dahlan siamat, manajmen lembaga keuangan, (Jakarta: lembaga penerbit fakultas ekonmi ui, 2004) edisi ke-4 h.465
Dana pensiun Lembaga Keuangan adalah badan hukum yang dibentuk oleh bank dan perusahaan asuransi jiwa (PAJ) yang menyelenggarakan program pensiun pasti bagi pesertanya.
Perbedaan DPPK dan DPLK:
Tabel 1
Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
1. Diselenggarakan oleh pemberi kerja
1. Diselenggarakan oleh bank atau perusahaan asuransi
2. Menjalankan program pension manfaat pasti
2. Menjalankan program iuran pasti
3. Manfaat pension sudah ditentukan besarnya
3. Besarnya manfaat pension tergantung dari masa kepesertaan,besarnya iuran dan pertumbuhan investasi
4. Pengelolaan dana sepenuhnya kuasa DPPK
4. Pilihan investasi ditentukan oleh peserta dan perkembangannya dilaporkan secara transparan
5. Manajemennya terpisah dari pemberi kerja
5. Dapat terus diikuti walaupun telah pindah ke perusahaan lain
6. Seluruh risiko investasi tanggung jawab pemberi kerja
Menurut UU No. 11 Tahun 1992, program dana pensiun yaitu sebagai berikut: 1. Program pensiun manfaat pasti (PPMP)
Program pensiun manfaat pasti atau sering disebut difened benefit plan adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun sehingga ada kepastian besarnya manfaat pensiun yang akan diterima oleh mereka yang bekerja dan menjadi peserta PPMP adalah pembayaran berkala yang dibayarkan kepada Peserta dengan cara yang ditetapkan dalam perauran dana pensiun.
Kelebihan program pensiun manfaat pasti:
a. Lebih menekankan pada hasil akhir.
b. Manfaat pensiun ditentukan terlebih dahulu mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji karyawan.
c. Progam pensiun manfat pasti dapat mengakomodasi masa kerja yang telah dilalui karyawan apabila program pensiun dibentuk jauh setelah perusahaan bejalan.
d. Karyawan lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai usia pension.
Kelemahan program pensiun manfaat pasti:
a. Perusahaan menanggung risiko atas kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi.
b. Reletif lebih sulit untuk diadmimistrasikan. 1. Program pensiun Iuran pasti (PPIP)
Program pensiun iuran pasti atau sering disebut dengan benefit contribution plan adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pension dan seluruh iuran beserta hasil pengembangannnya dibukukan pada rekening masig-masing sebagai manfaat pensiun . Manfaat pensiun yang diterima oleh peserta DPLK akan tergantung sepenuhnya pada besarnya iuran pasti. Hasil pengembangan dana tersebut diinvestasikan selama menjadi peserta.
Kelebihan program pensiun iuran pasti:
a. Pendanaan (biaya/iuran) dari perusahaan lebih dapat diperhitungkan atau diperkirakan.
b. Karyawan dapat memperhitungkan besarnya iuran yang akan dilakukan setiap tahunnya.
c. Lebih mudah untuk diadministrasikan.
Kelemahan program pension iuran pasti:
a. Penghasilan pada saat mencapai usia pension lebih sulit untuk diperkirakan. b. Karyawan menanggung risiko atas ketidakberhasilan investasi.
Mengingat pengembangan dana berperan pula terhadap manfaat pensiun, maka lembaga DPLK wajib mengarahkan pesertanya agar dapat menyimpan atau menginvestasikan dananya pada sasaran yang tepat dalam arti kata akan diperoleh keuntungan maksimal dan dapat menghindari risiko yang timbul sebagai akibat dari penempatan dana tersebut.33
Di dalam DPLK, tidak ditetapkan secara pasti didalam peraturan dana pensiun terhadap manfaat pensiun yang diterima oleh peserta, tetapi hanya ditetapkan besarnya iuran pasti. Hal ini diebabkan karena manfaat yang akan diterima disesuaikan dengan pertumbuhan investasi setiap tahunnya, sehingga perolehan keuntungan dari waktu ke waktu pasti dan tidak tetap tergantung kepada hasil usaha yang benar-benar dihasilkan oleh bank sebagai pengelola dana (mudharib), untuk itu pengelola dana akan berusaha mengoptimalkan keuntungan dari pemakai dana. Keuntungan ini dinamakan system bagi hasil.
Yang dimaksud dengan system bagi hasil yaitu suatu system yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib) yangbterjadi antara bank dengan nasbah penyimpan dana maupun antara bank dan nasabah penerima dana. Hasil usaha bank yang dibagikan kepada penyimpan adalah laba usaha yang telah dihitung selama satu periode tertentu.
Apabila besar keuntungan ini telah ditetapkan terlebih dahulu secara pasti dimuka (fixed) dalam bentuk prosentase (0%), maka keuntungan yang diperoleh ini termasuk dalam bunga. Sedangkan membungakan uang merupakan kegiatan usaha yang kurang mengandung risiko karena perolehan pengembaliannnya berupa bunga yang relative pasti dan tetap. Membungakan uanga adalah sa gat dilarang oleh Allah dan kegiatan ini tidak sesuai dengan syariat islam.
“Sesungguhnya Allah, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana
dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”(QS.
Lukman: 34)
Berdasarkan ayat tersebut apabila bunga ditetapkan di muka (fixed) dianggap mendahului takdir karena seolah-olah peminjaman uanga dipastikan akan
memperoleh keuntungan sehingga mampu membayar pokok pinjaman dan bunganya pada waktu yang telah ditetapkan.34
Firman Allah: Arrrum 30/39
“ Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.
Ali Imran Ayat 130
34
Karnaen A. Perwatmadja, peluang dan strategi operasional bank muamalat Indonesia, dalam buku berbagai aspek ekonomi islam, (Yogyakarta: tiara wacana, 1992)h. 146
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.
Demikianlah beberapa ayat yang menegaskan tentang pendirian islam terhadap bunga begitu pasti dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Bunga dan riba adalah sama dan dilarang dalam segala bentuknya.