V. HASIL PEMBAHASAN
5.6 Analisis Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi
5.6.3 Analisis Besaran Kontribusi Sumber Pertumbuhan Output
Bagian ini menjelaskan tentang kategorisasi besaran pengaruh sumber pertumbuhan terhadap sektor-sektor perekonomian yang mengalami pertumbuhan selama 2 (dua) periode penelitian. Besaran tingkat pertumbuhan output ditentukan dengan perbandingan antara output setiap sektor perekonomian dengan rata-rata
output keseluruhan. Jika output suatu sektor perekonomian lebih besar dari output
rata-rata, maka sektor perekonomian tersebut masuk dalam ketegori largest output
growth (LOG). Sebaliknya, jika output suatu sektor perekonomian lebih kecil dari
output rata-rata, maka sektor perekonomian tersebut masuk dalam ketegori smallest
output growth (SOG). Sama dengan analisis sebelumnya, analisa besaran kontribusi
sumber pertumbuhan output ini dilakukan dengan cara membagi periode analisis ke dalam 2 (dua) periode, yaitu periode I (tahun 1993-2000) dan periode II (tahun 2000-2006).
5.6.3.1. Besaran Kontribusi Sumber Pertumbuhan Output Periode I.
Hasil pengelompokan besaran kontribusi sumber pertumbuhan output sektor-sektor perekonomian pada periode I dapat ditunjukkan pada Tabel 5.11. Pada periode I (tahun 1993-2000) terlihat sektor-sektor perekonomian yang output
sektornya lebih besar dari output rata-rata (Largest Output Growth - LOG) ada 5 (lima) sektor, yaitu sektor Industri Tekstil & Kulit (TPTK), sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN), sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS), sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP), dan sektor Industri Logam, Mesin, dan Elektronik (LME).
Kelima sektor tersebut terlihat dipengaruhi oleh sumber pertumbuhan yang berasal dari ekspansi ekspor (EE) dan permintaan akhir domestik (DD). Sumber pertumbuhan yang berasal dari ekspansi ekspor (EE) mendominasi kelima sektor dalam kisaran 32,18% hingga 87,50%. Sedangkan Sumber pertumbuhan yang berasal dari permintaan akhir domestik (DD) berkisar antara 11,87% hingga 51,76%.
Kemudian sumber pertumbuhan yang berasal dari Perubahan Teknologi (TC) dan Perubahan Subtitusi Impor (IS) terlihat memiliki pola pengaruh yang sangat berbeda dengan ekspansi ekspor (EE) dan permintaan akhir domestik (DD). Pada perubahan teknologi (TC) terlihat hanya berkisar antara minus 4,97% hingga positif
4,82%. Sedangkan peran perubahan subtitusi impor (IS) berada pada kisaran minus 18,93% hingga 18,87%.
Pada periode I (1993-2000), sektor-sektor yang outputnya lebih kecil dari output rata-rata atau masuk dalam ketegori lambat atau smallest output growth
(SOG) meliputi Sektor Industri Makanan, Minuman & Rokok (MKMN), Angkutan, Pergudangan, dan Pengiriman (ANKRIM), Industri Kendaraan & Alat Angkutan (KENDAL), Industri Kimia, Obat, Kosmetik (KIMOB), dan sektor Jasa-Jasa Lainnya (JSLN). Perlambatan pertumbuhan atas kelima sektor tersebut terlihat diakibatkan oleh sumber pertumbuhan ekspansi ekspor (EE) dan perubahan permintaan akhir domestik (DD). Peran ekspansi ekspor (EE) berada pada kisaran 51,30% hingga 93,54%, sedangkan peran dari perubahan permintaan akhir domestik (DD) terlihat berada pada jarak 29,97% sampai dengan 58,82%.
Tabel 5.11 Besaran Kontribusi Sumber Pertumbuhan Output Periode I Tahun 1993-2000
Largest Output Growth – LOG (%)
Sektor DD EE TC IS Jml
- Industri Tekstil & Kulit TPTK 11,87 81,30 0,68 6,15 100,00 - Perdagangan Besar dan Eceran PDGN 37,90 38,42 4,82 18,87 100,00 - Bank, Lemb. Keuangan dan Asuransi BLKAS 51,76 32,18 4,35 11,70 100,00 - Real Estate dan Jasa Perusahaan REJP 50,34 54,28 1,16 -5,78 100,00 - Industri Logam, Mesin, dan Elektronik LME 36,40 87,50 -4,97 -18,93 100,00
Smallest Output Growth – SOG (%)
Sektor DD EE TC IS Jml
- Industri Makanan, Minuman, Rokok MKMN 22,85 65,18 2,12 9,84 100,00 - Angkutan, Pergudangan, Pengiriman ANKRIM 31,67 51,30 1,84 15,19 100,00 - Industri Kendaraan dan Alat Angkutan KENDAL 54,41 93,54 -8,20 -39,74 100,00 - Industri Kimia, Obat, Kosmetik KIMOB 29,97 92,11 -5,38 -16,70 100,00 - Jasa-Jasa Lainnya JSLN 58,82 83,16 -6,97 -35,01 100,00 Keterangan: Permintaan Domestik (DD) Teknologi (TC)
Ekspor (EE) Substitusi Impor (IS)
Sumber: Data diolah.
Pada sumber pertumbuhan yang lain, yaitu dari Perubahan teknologi (TC) dan Perubahan subtitusi impor (IS) terlihat memiliki angka smallest output growth
(SOG) yang berbeda dengan dua faktor sumber pertumbuhan sebelumnya. Sumber pertumbuhan perubahan teknologi (TC) terlihat memiliki smallest output growth
sedangkan pada sumber pertumbuhan Perubahan subtitusi impor (IS) memiliki angka minus 39,74% hingga 15,19%.
5.6.3.2. Besaran Kontribusi Sumber Pertumbuhan Output Periode II
Hasil penentuan besaran kontribusi sumber pertumbuhan output sektor perekonomian di DKI Jakarta pada periode II (Tahun 2000-2006 ) dapat ditunjukkan pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12 Besaran Kontribusi Sumber Pertumbuhan Output Periode II Tahun 2000-2006
Largest Output Growth – LOG (%)
Sektor DD EE TC IS Jml
- Bank, Lemb. Keuangan dan Asuransi BLKAS 37,96 85,05 -6,40 -16,61 100,00 - Real Estate dan Jasa Perusahaan REJP 43,08 74,24 -4,75 -12,57 100,00 - Jasa-Jasa Lainnya JSLN 19,95 74,97 1,20 3,88 100,00 - Perdagangan Besar dan Eceran PDGN 80,98 66,64 -22,23 -25,39 100,00 - Restoran REST 15,02 80,45 -0,22 4,75 100,00
Smallest Output Growth – SOG (%)
Sektor DD EE TC IS Jml
- Angkutan, Pergudangan & Pengiriman ANKRIM 30,55 96,86 -7,95 -19,46 100,00 - Komunikasi JKOM 52,45 78,42 -4,81 -26,06 100,00 - Industri Kendaraan & Alat Angkutan KENDAL 28,32 50,20 2,65 18,82 100,00 - Bangunan BNGN 65,28 30,07 -2,64 7,29 100,00 - Industri Logam, Mesin, dan Elektronik LME 25,50 38,13 3,78 32,59 100,00 Keterangan: Permintaan Domestik (DD) Teknologi (TC)
Ekspor (EE) Substitusi Impor (IS)
Sumber: Data diolah.
Pada periode II, yaitu tahun 2000-2006 nampak sektor-sektor perekonomian yang outputnya lebih besar dari output rata-rata (Largest Output Growth - LOG) ada 5 (lima) sektor, yaitu Sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS), sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP), sektor Jasa-Jasa Lainnya (JSLN), sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN), dan sektor Restoran (REST).
Pada periode II ini, Sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS), sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN), dan sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP) merupakan sektor yang memiliki angka Largest Output
Growth (LOG) sebagaimana terjadi pada periode I. Sementara pada sektor Jasa-Jasa
Lainnya (JSLN) dan sektor Restoran (REST) merupakan sektor yang memiliki angka LOG pada periode II sebesar 19,95% dan 15,02%. Hal ini memperlihatkan
bahwa kedua sektor ini merupakan sektor baru yang memiliki pertumbuhan lebih besar dari output rata-rata(Largest Output Growth - LOG) pada periode II.
Pada periode II, pengaruh sumber pertumbuhan output yang berasal dari ekspansi ekspor (EE) terhadap kelima sektor di atas cukup tinggi. Nampak sektor-sektor perekonomian yang outputnya lebih besar dari output rata-rata (Largest
Output Growth - LOG) terhadap kelima sektor memiliki besaran 74,24% hingga
85,05%. Bila dibanding dengan periode I terlihat adanya peningkatan terhadap angka LOG di sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS) sebesar 85,05%, sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN) sebesar 66,64%, dan sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP) sebesar 74,24%.
Pada periode II ini, Sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS), sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN), dan Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP) merupakan sektor yang memiliki angka Largest Output Growth
(LOG) sebagaimana terjadi pada periode I. Besaran pengaruh dari sumber pertumbuhan yang berasal dari permintaan domestik (DD) terhadap sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Asuransi (BLKAS) adalah sebesar 37,96%. Besaran pertumbuhan sektor ini bila dibandingkan dengan periode I relatif mengalami penurunan sebesar 13,80% (karena pada periode I angka LOG-nya 51,76%). Pada periode II ini, pengaruh sumber pertumbuhan output yang berasal dari permintaan domestik (DD) terhadap sektor perdagangan (PDGN) mengalami peningkatan yang sangat besar, yaitu 80,98% (naik 43,08%). Karena sebagaimana kita ketahui, pada periode I angka Largest Output Growth (LOG) dari sektor ini adalah sebesar 37,90%. Pengaruh sumber pertumbuhan output yang berasal dari permintaan domestik (DD) terhadap sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP) ditunjukkan dengan angka LOG periode II sebesar 43,08% (turun 7,26% dari periode I yang mencapai 50,34%). Penjelasanan ini memberikan petunjuk bahwa sektor Bank, Lembaga Keuanngan dan Asuransi (BLKAS), sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PDGN), dan sektor Real Estate dan Jasa Perusahaan (REJP) merupakan sektor yang sangat besar dipengarui permintaan akhir oleh konsumen masyarakat DKI Jakarta.
Kemudian pada aspek smallest output growth (SOG), Pada periode II ini sektor-sektor perekonomian yang outputnya lebih kecil dari output rata-rata adalah terjadi pada sektor Angkutan, Pergudangan, dan Pengiriman (ANKRIM), Komunikasi (JKOM), Industri Kendaraan & Alat Angkutan (KENDAL), Bangunan (BNGN), dan Industri Logam, Mesin, dan Elektronik (LME).
Pada periode II ini, sektor Angkutan, Pergudangan, dan Pengiriman (ANKRIM) dan Industri Kendaraan & Alat Angkutan (KENDAL) merupakan sektor yang masih bertahan masuk dalam besaran smallest output growth (SOG). Sementara pada sektor Komunikasi (JKOM), sektor Bangunan (BNGN), dan Industri Logam, Mesin, dan Elektronik (LME) merupakan sektor baru yang memiliki besaran smallest output growth (SOG).
Sektor Angkutan, Pergudangan, dan Pengiriman (ANKRIM) dan Komunikasi (JKOM) terlihat begitu dominan dipengaruhi oleh faktor ekspansi ekspor (EE) dengan besaran 96,86% dan 78,42%. Kemudian pangaruh ekspansi ekspor (EE) terhadap sektor yang lain adalah dari permintaan domestik (DD) dengan angka smallest output growth (SOG) terbesar nampak terjadi pada sektor Komunikasi (JKOM) dan Bangunan (BNGN), yaitu 52,45% dan 65,28%. Kemdian pengaruh sumber pertumbuhan output yang berasal dari permintaan domestik (DD) terhadap sektor yang lain adalah dengan SOG berkisar antara 25,50% sampai dengan 30,55%.