Analisis bio-ekonomi dengan pendekatan secara biologi dan ekonomi merupakan salah satu alternatif pengelolaan yang dapat diterapkan demi upaya optimalisasi pengusahaan sumberdaya secara berkelanjutan. Optimalisasi Bio-ekonomi yang dilakukan dalam penelitian ini mengikuti Model Gordon-Schaefer. Hasil tangkapan menunjukan produksi pelagis kecil yang dihasilkan pada tingkat upaya tertentu. Pada saat penangkapan masih rendah, peningkatan tingkat upaya akan diikuti oleh peningkatan penerimaan usaha hingga mencapai keseimbangan secara ekonomi. Disisi lain biaya penangkapan akan meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat upaya penangkapan. Total penerimaan diperoleh dari mengalikan harga nominal dengan hasil tangkapan, sedangakan total biaya penangkapan per trip diperoleh dari biaya penangkapan per trip. Rente ekonomi pelagis kecil merupakan selisih antara total penerimaan dengan total biaya untuk melakukan trip penangkapan sebesar tingkat upaya penangkapan masing-masing kondisi. Perbandingan hasil tangkapan pada kondisi aktual,
maximum sustainable yield (MSY), maximum economic yield (MEY) dan pada
kondisi open acces (Oa) dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 8 Optimalisasi bio-ekonomi dalam berbagai kondisi pengelolaan dan kondisi aktual sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine) di Maluku Utara .
Kondisi Effort Total biaya Rente
Pengelolaan (trip)
Hasil (kg) Total penerimaan
trip/tahun (Rp) Ekonomi
Aktual 24.24 18.677.060 10.272.383000,00 1.972.060.350,00 8.300.322.650,00 MSY 43.579 21.270.264,92 116.986.457.100,00 35.453.982.350,00 81.532.474.750,00 MEY 36.975 20.781.869,29 114.300.281.100,00 30.081.630.300,00 84.218.650.800,00 Open acces 73.95 10.938.772,23 60.163.247.260,00 60.163.247.260,00 0
18677060 21270264.92 20781869.29 10938772.23 0 5000000 10000000 15000000 20000000 25000000 Produksi (kg/thn)
Aktual MSY MEY Open acces
Pada optimalisasi Bio-ekonomi dalam Tabel 7 dapat diplot menjadi grafik yang menunjukkan perbandingan hasil tangkapan effort dan rente ekonomi yang dilakukan untuk masing-masing kondisi. Untuk grafik perbandingan hasil tangkapan pada kondisi aktual, maximum suistanable yield, maximum economi
yield dan open acces dalam periode 1995-2004 dapat dilihat pada Gambar 23.
Gambar 23 Perbandingan hasil tangkapan ikan pelagis kecil dengan menggunakan pukat cincin (mini purse seine) setiap kondisi periode 1995-2004 di Maluku Utara.
Gambar 23 memperlihatkan bahwa hasil tangkapan yang didapat pada kondisi pengusahaan sumberdaya MSY di Maluku Utara tahun 1995-2004 sebesar 21.270.264,92 kg. Hasil tangkapan tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan hasil tangkapan yang didapat pada pengusahaan sumberdaya MEY yaitu sebesar 20.781.869,29 kg dan kondisi aktual yaitu sebesar 18.677.060 sedangkan hasil tangkapan ikan pelagis kecil pada kondisi open acces mencapai 10.938.772,23 kg. Hasil tangakpan ikan pelagis kecil pada kondisi MSY adalah kondisi hasil tangkapan yang masimum lestari dimana jika hasil tangkapan sudah melebihi kondisi hasil tangkapan ini maka mengakibatkan sumberdaya ikan pelagis kecil tersebut menjadi tidak sustainable.
Perbandingan upaya penangkapan pada kondisi aktual, maximum
suistanable yield, maximum economi yield dan open acces dalam periode
1995-2004 dapat dilihat pada Gambar 24. Gambar 24 memperlihatkan rata-rata upaya penangkapan yang dilakukan armada pukat cincin (mini purse seine) pada tingkat
24240 43579 36975 73950 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 Effort (trip/thn)
Aktual MSY MEY Open acces
8300322650 81532474750 84218650800 0 0 10000000000 20000000000 30000000000 40000000000 50000000000 60000000000 70000000000 80000000000 90000000000 Rente ekonomi (Rp)
Aktual MSY MEY Open acces
dibandingkan dengan upaya penangkapan yang dilakukan pada tingkat produksi
MSY yakni 43.579 trip dan pada tingkat produksi MEY yaitu 36.975 trip serta pada tingkat produksi aktual yaitu 24.240 trip.
Gambar 24 Perbandingan tingkat upaya penangkapan ikan pelagis kecil dengan menggunakan pukat cincin (mini purse seine) pada setiap kondisi periode 1995-2004 di Maluku Utara.
Perbandingan rente ekonomi upaya pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine) pada kondisi aktual, maximum
sustainable yield (MSY), maximum economic yield (MEY) dan pada kondisi open acces (Oa) dalam periode 1995-2004 dapat dilihat pada Gambar 25.
Gambar 25 Perbandingan rente ekonomi penangkapan ikan pelagis kecil dengan menggunakan pukat cincin (mini purse seine) pada setiap kondisi periode 1995-2004 di Maluku Utara.
Rente ekonomi tertinggi yang diperoleh nelayan kapal pukat cincin (mini
purse seine) adalah pada tingkat produksi MEY yaitu sebesar
Rp.84.218.650.800,00 per tahun. Berkurangnya nilai rente ekonomi akan terus berlangsung hingga dicapai keuntungan normal yaitu pada saat tingkat upaya penangkapan yang dilakukan mencapai keseimabangan open acces (π =0). Jika terjadi peningkatan upaya penangkapan melebihi kondisi ini maka akan mengakibatkan kerugian bagi nelayan.
Dalam pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini
purse seine), TRmsy tercapai pada saat Emsy sebesar 43.579 hari operasi per tahun dengan hmsy sebesar 21.270.264,92 kg per tahun. Berdasarkan nilai tersebut, maka
TRmsy diperoleh sebesar Rp.116.986.457.100,00 per tahun dengan TCmsy sebesar Rp.35.453.982.350,00 per tahun, sehingga rente ekonominya (selisih antara TR dengan TC) diperoleh sebesar Rp.81.532.474.750,00 per tahun (Lampiran 7). Apabila effort terus dinaikan, sehingga melampaui Emsy, maka total penerimaannya justru akan mengalami penurunan, sementara total biaya penangkapan semakin meningkat.
Pada pengelolaan open acces, meskipun total penerimaan semakin menurun, selagi total penerimaan masih lebih besar dari total biaya penangkapan (rente ekonomi positif), maka kondisi ini akan tetap dijalankan oleh nelayan untuk bertahan dalam usaha penangkapan, dimana nelayan akan meningkatkan effort. Jika tingkat effort sudah berlebihan, sehingga total penerimaan lebih kecil dari total biaya penangkapan, maka sebagian pelaku perikanan akan keluar dari kegiatan penangkapan tersebut, yang berarti menurunkan effort. Dengan demikian titik keseimbangan open acces akan terjadi pada saat total penerimaan sama dengan total biaya penangkapan atau rente ekonomi sama dengan nol, pada hasil penelitian untuk rente ekonomi open acces sama dengan 0. Pada usaha pengelolaan ikan pelagis kecil dengan menggunakan pukat cincin (mini purse
seine), bioeconomic equilibrium of open acces fishery terjadi pada saat effort (Eoa) mencapai 73.950 trip per tahun dan tingkat hasil produksi (hoa) sebesar 10.938.772,23 kg per tahun. Dengan demikian penerimaan total (TRoa) diperoleh sebesar Rp.60.163.247.260,00 per tahun dan biaya penangkapan total (TCoa) sebesar Rp.60.163.263.500,00 per tahun.
Untuk keuntungan optimum lestari upaya pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine), tercapai pada tingkat effort (Emey) sebesar 36.975 hari operasi per tahun dengan hasil produksi (hmey) sebesar 20.781.869,29 kg per tahun, dengan penerimaan total (TRmey) yang diperoleh sebesar Rp.114.300.281.100,00 per tahun dan biaya penangkapan total (TCmey) sebesar Rp. 30.081.630.300,00 per tahun. Berdasarkan nilai tersebut, maka rente ekonomi akan di peroleh sebesar Rp. 84.218.650.800,00.
Gambar 26 dapat dilihat grafik Bio-ekonomi hubungan total penerimaan dan biaya penangkapan kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine) di Maluku Utara. Dengan adanya keuntungan dalam pengelolaan sumberdaya menjadi pendorong bagi nelayan untuk mengembangkan armada penangkapan maupun upaya penangkapan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
Gambar 26 Keseimbangan Bio-ekonomi Gordon-Schaefer untuk pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse
seine) di Maluku Utara.
Effort
Emey Emsy Eoa
TC TR E aktual A B pmax Rente ekonomi (Rp) MEY MSY AKTUAL
Pemanfaatan sumberdaya perikanan secara lestari perlu dilakukan, guna
sustainability spesies tertentu, stok yang harus lestari, walaupun rekrutmen oleh
alam terus berjalan, namun effort yang meningkat tajam setiap tahunnya akan berimbas kepada produksi dan pendapatan nelayan itu sendiri. Pada kondisi open
acces tidak ada batasan bagi nelayan untuk tetap memanfaatkan sumberdaya.
Secara ekonomi pengusahaan sumberdaya pada kondisi open access tidak menguntungkan karena keuntungan komparatif sumberdaya akan terbagi habis. Akibat sifat sumberdaya yang open access maka nelayan cenderung akan mengembangkan jumlah armada penangkapan maupun tingkat upaya penangkapannya untuk mendapatkan hasil tangkapan yang sebanyak-banyaknya, maka tidak efisien secara ekonomi karena keuntungan yang diperoleh lama kelamaan akan berkurang atau tidak memperole h keuntungan sama sekali. Oleh karena itu pengusahaan sumberdaya perlu dibatasi pada kondisi maximum
economic yield atau terkendali agar dapat memberikan keuntungan yang
maksimum dikarenakan upaya penangkapan yang terkendali sehingga total penerimaan yang diperoleh lebih besar dari pada total pengeluaran.
Berdasarkan analisis bio -ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine) di Maluku Utara menunjukan bahwa tingkat pengusahaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan
mini purse seine telah mendekati nilai optimal (MEY). Hal ini dapat dilihat dari
hasil aktual penangkapan ikan pelagis kecil yang hampir mendekati tingkat penangkapan optmum dengan hasil tangkapan aktual (ha) yang diperoleh sebesar 18.677. 060 kg per tahun dan jumlah trip aktual (Ea) sebesar 24.240 trip per tahun atau sebesar 202 unit mini purse seine yang beroperasi. Sedangkan hasil analisis bioekonomi diperoleh hasil tangkapan optimum untuk ikan pelagis kecil sebesar 20.781.869,29 kg per tahun dengan effort optimum 36.975 trip per tahun setara dengan 205 unit.
Bersarkan hasil tersebut terlihat bahwa alat tangkap pukat cincin (mini
purse seine) yang dugunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil di Maluku
Utara sudah produktif karena jumlah unit penangkapan mini purse seine pada kondisi aktual (kondisi sekarang) yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil telah memperoleh hasil tangkapan yang mendekati nilai optimal (MEY)
sehingga tidak perlu lagi untuk dilakukan penambahan unit penangkapan pukat cincin ( mini purs esein e) dalam usaha penangkapan ikan pelagis kecil.
Peluang pengembangan pengusahaan penangkapan ikan pelagis kecil dengan pukat cincin (mini purse seine) di Maluku Utara sudah sangat kecil, sehingga untuk pengembangan kedepan kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil dengan mini purse seine di Maluku Utara dapat di lakukan dengan cara melakukan pengaturan jumlah trip penangkapan pukat cincin (mini purse seine) yang beroperasi, kegiatan penangkapan dibatasi pada daerah dekat pantai dan sebaiknya diarahkan ke perairan lepas pantai dan perlu melakukan pembatasan sementara perizinan usaha penangkapan dengan pukat cincin (mini purse seine). 5.11 Analisis Kelayakan Usaha Penangkapan Pukat cincin (mini purse
seine )
Analisis usaha merupakan suatu analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari suatu kegiatan usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Analisis usaha penangkapan pukat cincin (mini purse seine) yang dianalisis meliputi analisis finansial dan analisis investasi. Perhitungan analisis usaha penangkapan pukat cincin (mini purse seine) adalah hanya untuk kegiatan penangkapan ikan, sehingga jumlah trip yang dihitung hanya pada saat menangkap ikan.
Investasi merupakan biaya awal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Biaya investasi yang dikeluarkan oleh nelayan pemilik untuk melakukan usaha penangkapan dalam satu tahun adalah sebesar Rp.280.000.000,00 yang terdiri atas biaya perahu/kapal, alat tangkap, mesin pendorong, rumpon serta biaya perlangkapan (Lampiran 6).
Biaya usaha merupakan pengeluaran dari kegiatan usaha penangkapan yang harus dikeluarkan. Biaya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang tetap harus dikeluarkan meskipun tidak melakukan kegiatan penangkapan. Biaya tetap (fixed cost) yang dikeluarkan oleh nelayan pemilik setiap tahunnya meliputi biaya perawatan dan biaya penyusutan unit penangkapan pukat cincin. Biaya tetap yang dikeluarkan untuk setiap tahunnya sebesar Rp.50.714.286 (Lampiran 7 ).
Biaya tidak tetap (variable cost) adalah biaya yang hanya dikeluarkan pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan. Biaya tidak tetap (variable
cost) yang dikeluarkan pada saat kegiatan operasi berlangsung meliputi biaya
bahan bakar (minyak tanah, bensin,oli) ransum dan retribusi. Rata -rata biaya tidak tetap yang dikeluarkan dalam satu trip sebesar Rp.8.13.556,25 dengan jumlah trip dalam satu tahun sebanyak 120 trip, sehingga biaya tidak tetap yang harus dikeluarkan dalam satu tahun sebesar Rp.97.626.750 (Lampiran 7 ). Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha yang diterima nelayan, mengetahui hasil penjualan minimal atau hasil tangkapan minimal dari sebuah unit penangkapan pukat cincin (mini purse seine). Selain itu juga untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh selama umur ekonomis usaha, besarnya penerimaan dibandingkan dengan pengeluaran selama umur ekonomis usaha dalam jangka waktu tertentu yang membuat nilai NPV dari usaha sama dengan nol.
1) Analisis Usaha
Analisis usaha dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha yang di terima nelayan, hasil penjualan minimum atau hasil tangkapan minimal (BEP) dari sebuah unit penangkapan pukat cincin selama satu tahun usaha.
BEP (Break Event Point) merupkan jumlah dan nilai minimal yang harus diperoleh agar dapat menutupi total biaya. Berdasarkan hasil perhitungan BEP diperoleh nilai produksi per tahun sebesar Rp.68.837.032 dengan volume produksi per tahun sebesar 28,89 ton .
2) Analisis Kriteria Investasi
Analisis Kriteria investasi dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha penangkapan pukat cincin. Kriteria investasi yang digunakan adalah NPV (Net
Present Value), Net B/C dan IRR (Internal Rate of Return ).
Hasil perhitungan analisis kritaria investasi dapat dilihat bahwa nilai NPV sebesar Rp.202.126.717 nilai ini menunjukkan bahwa investasi usaha perikanan pukat cincin di Maluku Utara memberikan keuntungkan sebesar Rp.202.126.717 selama 10 tahun menurut nilai sekarang (Lampiran 12).
Nilai IRR yang diperoleh sebesar 44,53 persen lebih besar dari tingkat
atau diskonto 44,53 persen akan menghasilkan keuntungan (NPV) bernilai nol. Sedangkan nilai net B/C yang diperoleh sebesar 1,71 berarti lebih dari satu, dengan nilai payback periode selama 2 tahun 6 bulan (Lampiran 12).
Berdasarkan ketiga nilai kriteria kelayakan tersebut, dengan NPV bernilai positif, IRR lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakann dan nilai Net B/C lebih dari satu , maka usaha perikanan pukat cincin (mini purse seine) di Maluku Utara layak untuk dikembangkan secara finansial
Usaha perikanan di daerah Maluku Utara khususnya dengan alat tangkap pukat cincin (mini purse seine) merupakan sa lah satu usaha ekonomi yang berpotensi untuk dapat dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis finansial dengan mempertimbangkan kriteria investasi, maka usaha perikanan pukat cincin (mini
purse seine) di Maluku Utara layak untuk di kembangkan. Hal ini jela s terlihat
dari nilai kelayakan usaha serta adanya peluang pengembangan usaha perikanan pukat cincin (mini purse seine).
Hasil perhitungan kelayakan usaha menunjukkan bahwa semua hal yang terkait dengan usaha penangkapan mendapat keterangan layak untuk diusahakan. Seperti untuk hasil analisis pendapatan untuk pemilik kapal, yang dengan hasilnya itu dapat menutupi angsuran peminjaman serta upah yang diterima oleh para kariawan kapal, mulai dari juragang kapal, dan ABK lainnya yang diatas standar upah minimum yang ditetapkan oleh daerah semakin memperjelas bahwa usaha perikanan pukat cincin (mini purse seine) layak untuk dikembangkan.