HASIL PENELITIAN
C. Analisis Bivariat
1. Hubungan Antara Umur dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara umur dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.14 Tabulasi Silang Antara Umur Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Umur
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Produktif
F 31 37 68
% 45,6 54,4 100
Tidak Produktif
F 2 1 3
% 66,7 33,3 100
p-value=0,146
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.14 diatas yang merupakan tabulasi silang antara umur dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa pekerja produktif lebih sering terkena kecelakaan kerja (54,4%) dibandingkan dengan pekerja tidak produktif (33,3%). Selain itu, dari hasil dari perhitungan Range Spearman’s diperoleh nilai p-value = 0,146 (p-value > 0,05). Sehingga
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kecelakaan kerja.
2. Hubungan Antara Jenis Kelamin dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara jenis kelamin dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.15 Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Jenis Kelamin
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Wanita
F 15 17 32
% 46,9 53,1 100
Pria
F 18 21 39
% 46,2 53,8 100
p-value=0,004
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.15 diatas yang merupakan tabulasi silang antara jenis kelamin dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa jenis kelamin pria lebih sering mengalami kecelakaan kerja (53,8%) di bandingkan dengan jenis kelamin wanita (53,1%). Selain itu, dari hasil uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara jenis kelamin dengan kecelakaan kerja diperoleh hasil Chi-Square Testnya 0 cells yang berarti nilai p-value = 0,004 (p-value < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kecelakaan kerja.
3. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.16 Tabulasi Silang Antara Tingkat Pendidikan Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Tingkat Pendidikan
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
SD
F 11 15 26
% 42,3 57,7 100
SMP
F 12 7 19
% 63,2 36,8 100
SMA
F 10 16 26
% 38,5 61,5 100
p-value=2,978
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.16 diatas yang merupakan tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa tingkat pendidikan SMA lebih sering mengalami kecelakaan kerja yaitu 16 orang (61,5%), kemudian dilanjutkan lagi dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 15 orang (57,7%) kemudian SMP sebanyak 7 orang (36,8%).
Selain itu, dari hasil uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara tingkat pendidikan dengan kecelakaan kerja diperoleh hasil Chi-Square Testnya 0 cells yang berarti nilai p-value = 2,978 (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kecelakaan kerja.
4. Hubungan Antara Lama Kerja dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara lama kerja dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.17 Tabulasi Silang Antara Lama Kerja Dengan Kecelakaan Kerja Di PT.
Utam a Core Albasia Tahun 2017
Lama Kerja
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Sesuai
F 5 6 11
% 45,5 54,5 100
Tidak Sesuai
F 28 32 60
% 46,7 53,3 100
p-value=0,005
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.17 diatas yang merupakan tabulasi silang antara lama kerja dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa lama kerja yang sesuai dengan UU mengalami kecelakaan lebih sedikit yaitu 6 orang, sedangkan pekerja yang lama kerjanya tidak sesuai dengan UU lebih banyak mengalami kecelakaan kerja sebesar 32 orang. Selain itu, dari hasil uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara lama kerja dengan kecelakaan kerja diperoleh hasil Chi-Square Testnya 0 cells yang berarti nilai p-value = 0,005 (p-value < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kecelakaan kerja.
5. Hubungan Antara Masa Kerja dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara masa kerja dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.18 Tabulasi Silang Antara Masa Kerja Dengan Kecelakaan Kerja Di PT.
Utam a Core Albasia Tahun 2017
Masa Kerja
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Pegawai Baru
F 10 2 12
% 83,3 16,7 100
Pegawai Lama
F 23 36 59
% 39,0 61,0 100
p-value=7,885
Sum ber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.18 diatas yang merupakan tabulasi silang antara masa kerja dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa pegawai lama lebih sering mengalami kecelakaan sebanyak 36 orang (61,0%) dibandingkan dengan pegawai baru 2 orang (16,7%). Selain itu, dari hasil uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja diperoleh hasil Chi-Square Testnya 0 cells yang berarti nilai p-value = 7,885 (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja.
6. Hubungan Antara Unsafe Action dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara unsafe action dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.19 Tabulasi Silang Antara Unsafe Action Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Unsafe Action
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Baik
F 13 15 28
% 46,4 53,6 100
Buruk
F 20 23 43
% 46,5 53,5 100
p-value=0,564
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.19 diatas yang merupakan tabulasi silang antara unsafe action dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa yang tidak memperhatikan unsafe action lebih banyak mengalami kecelakaan sebanyak 23 orang (53,5%), sedangkan yang memperhatikan unsafe action lebih sedikit mengalami kecelakaan sebanyak 15 orang (53,6%).
Selain itu, dari hasil dari perhitungan spearman’s diperoleh nilai p-value = 0,564 (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja.
7. Hubungan Antara Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.20 Tabulasi Silang Antara Unsafe Condition Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Unsafe Condition
Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Baik
F 13 11 24
% 54,2 45,8 100
Buruk
F 20 27 47
% 42,6 57,4 100
p-value=0,336
Sum ber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.20 diatas yang merupakan tabulasi silang antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa yang tidak memperhatikan unsafe condition action lebih banyak mengalami kecelakaan sebanyak 27 orang, sedangkan yang memperhatikan unsafe action lebih sedikit mengalami kecelakaan sebanyak 11 orang. Selain itu, dari hasil dari perhitungan spearman’s diperoleh nilai p-value = 0,336 (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja.
8. Hubungan Manajemen K3 dengan Kecelakaan Kerja
Hasil dari tabulasi silang antara manajemen K3 dengan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
Tabel 4.21 Tabulasi Silang Antara Manajemen K3 Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017
Manajemen K3 Kecelakaan Kerja Baik Buruk Total
Buruk F 14 20 34
% 41,2 58,8 100
Baik F 19 18 37
% 51,4 48,6 100
p-value=0,348,
Sumber : Data Primer (2017)
Dari tabel 4.21 diatas yang merupakan tabulasi silang antara manajemen K3 dengan kecelakaan kerja menunjukkan bahwa yang manajemen K3 nya buruk lebih banyak mengalami kecelakaan kerja sebanyak 20 orang dibandingkan dengan yang manajemen K3 nya baik hanya 18 orang mengalami kecelakaan kerja. Selain itu, dari hasil dari perhitungan spearman’s diperoleh nilai p-value = 0,348 (p-value > 0,05).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen K3 dengan kecelakaan kerja.
97