• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Analisis Univariat 1. Karakteristik Responden

Responden di pabrik kayu PT. Utama Core Abasia umurnya mulai dari umur 18 sampai dengan umur 60 tahun. Jenis kelaminnya, pekerja di PT Utama Core Abasia terdapat jenis kelamin pria dan wanita.

Sedangkan untuk tingkat pendidikan para pekerja di PT. Utama Core Abasia terdapat pendidikan SMP sampai dengan SMA. Masa bekerja para pekerjanya paling lama 4 tahun. Lama kerja di PT. Utama Core Abasia adalah 7 jam perhari ditambah dengan waktu lembur maksimal 4 jam perhari dalam waktu 6 hari kerja, mulai dari hari senin sampai dengan hari sabtu.

a. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur

Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah membagi kriteria umur penduduk menjadi 2 kategori umum, yaitu umur produktif (15 s/d 64 tahun) dan umur tidak produktif (<15 tahun dan ≥65 tahun).

Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi umur para pekerja PT.

Utama Core Abasia dengan kriteria produktif dan tidak produktif:

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Um ur Frekuensi Prosentase

Produktif (15 s/d 64 tahun) 68 95,8%

Tidak Produktif (>65 tahun) 3 4,2%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Pada hasil tabel 4.1 jika dilihat dan dibanding dengan data kategori umur menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, maka distribusi frekuensi umur diatas menunjukkan kategori umur produktif (≥ 15 s/d < 65) dengan jumlah pekerja 68 pekerja (95,8%).

b. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin pekerja di PT. Utama Core Abasia di kategorikan menjadi laki-laki dan perem puan. Berdasarkan pembagian kategori tersebut, berikut ini adalah tabel analisis univariat distribusi frekuensi pekerja yang menjadi responden berdasarkan jenis kelam in.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Jenis Kelamin Frekuensi Prosentase

Laki-laki 39 45,1%

Perempuan 32 54,9%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Pada tabel 4.2 menunjukkan hasil bahwa pekerja dengan jenis kelamin laki-laki jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pekerja perempuan. Jumlah pekerja laki-laki sebanyak 39 orang (54,9%).

c. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Pendidikan

Untuk pembagian pendidikan, para pekerja di PT. Utama Core Abasia dibagi menjadi SD, SMP dan SMA. Berikut ini adalah tabel distribusinya

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Pendidikan Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Riwayat Pendidikan Frekuensi Prosentase

SD 26 36,6%

SMP 19 26,8%

SMA 26 36,6%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa sebagian besar pekerja di PT. Utama Core Abasia memiliki pendidikan terbanyak yaitu SD (36,6%) dan SMA (36,6), selain itu ada juga pendidikan SMP (26,8) d. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Masa Kerja

Perhitungan masa kerja dibedakan menjadi 2, yaitu pekerja baru (≤ 1 tahun) dan pekerja lama (> 1 tahun). Hasil untuk distribusi frekuensi masa kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Masa Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Masa Kerja Frekuensi Prosentase

Pegawai Baru 12 16,9%

Pegawai Lama 59 83,1%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Dari hasil tabel 4.4 dapat dilihat bahwa sebagian besar dari pekerja PT. Utama Core Abasia adalah pekerja lama dengan jumlah 59 orang (83,1%).

e. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Lama Kerja

Lama jam kerja sesuai dengan undang-undang No.13 tentang ketenaga kerjaan tahun 2005, pasal 77-85 secara khusus untuk mengatur jam kerja bagi para pekerja di perusahaan swasta. Pada pasal 77 menyebutkan jika pengaturannya ada dua sistem yaitu 6 hari kerja setiap minggunya dengan jumlah jam kerja 7 jam perhari atau 40 jam per minggu dan 5 hari kerja setiap minggunya dengan jumlah jam kerja 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Untuk distribusinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Lama Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Lama Kerja Frekuensi Prosentase

Sesuai 11 15,5%

Tidak Sesuai 60 84,5%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa jumlah jam kerja seluruh pekerja di PT. Utama Core Albasia yang menjadi responden tidak sesuai dengan UU ketenagakerjaan sebanyak 60 orang (84,5%).

2. Unsafe Action

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, ditemukan beberapa perilaku yang berbahaya yang sering kali dilakukan oleh para pekerja dibagian produksi PT. Utama Core Albasia seperti halnya melakukan pekerjaan tanpa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sebagaimana mestinya, juga tidak menggunakan sarung tangan saat

bekerja dengan alasan terlalu ribet waktu bekerja. Selain itu juga, para pekerja juga sering bercanda serta berbicara kepada rekan pekerja lain dengan alasan agar tidak jenuh dalam bekerja.

Berdasakan data pada tabel 4.6 dapat dilihat hasil dari unsafe action (tindakan tidak aman) yang sering dilakukan oleh responden pekerja di PT. Utama Core Albasia adalah tidak merapikan peralatan bekerja setelah selesai bekerja dengan besar prosentase sebesar 45,1%.

Sedangkan tindakan aman (safe action) yang selalu dilakukan oleh para responden adalah menggunakan penutup / pelindung kepala saat bekerja dengan besar prosentase sebesar 36,6%

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Action Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang

6. Tidak Merapikan peralatan bekerja

setelah selesai 45,1% 21,1% 33,8%

7. Mem perbaiki / membersihkan peralatan bekerja ketika kondisi mesin hidup

32,4% 32,4% 35,2%

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Action Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang

Tidak Pernah 11. Tidak Menggunakan sarung tangan

saat bekerja

31,0% 36,6% 32,4%

12. Tidak Menggunakan penutup / pelindung kepala saat bekerja

23,9% 39,4% 36,6%

Sumber : Data Primer (2017)

Karena data berdistribusi tidak normal, maka kategori unsafe action berdasarkan nilai median (2,0833). Dimana jika hasil penelitian yang nilainya lebih besar atau sama dengan nilai median (2,0833) itu menandakan buruk dan apabila nilainya lebih kecil dari nilai median (2,0833) itu menandakan baik. Tabel distribusi frekuensi berdasarkan unsafe action dapat dilihat di tabel 4.7

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Action Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017 bisa dikatakan baik dengan jumlah responden sebanyak 33 pekerja (46,5%), sedangkan jumlah responden yang buruk sebanyak 38 orang (53,5%).

3. Unsafe Condition

Hasil dari observasi yang telah di lakukan terdapat beberapa kondisi berbahaya seperti halnya tempat kerja yang terlalu sempit, lingkungan kerja yang menghasilkan debu, bisingnya ruangan karena suara mesin, kondisi pencahayaan yang redup atau bahkan terlalu terang sehingga menyilaukan, mesin yang sudah tidak layak pakai, peralatan bekerja yang berserakan di tempat kerja, serta terkadang waktu hujan lantai manjadi licin.

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa unsafe condition (kondisi tidak aman) ditempat kerja yang sering dirasakan oleh responden adalah lantai tempat kerja yang licin mencapai 94,4%, jaminan peralatan kerja yang aman serta tidak adanya pelindung pada peralatan kerja. Selain itu pernyataan ruangan berdebu juga menjadi kendala bagi para pekerja dimana nilainya m encapai 47,9%

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Condition Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Condition Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang

Tidak Pernah 9. Adanya kayu yang berserakan 40,8% 25,4% 33,8%

10. Lantai tempat kerja licin 0% 94,4% 5,6%

Sumber : Data Primer (2017)

Karena dalam perhitungan menghasilkan data distribusi tidak normal maka aktegori unsafe condition berdasarkan nilai median (2,000), sehingga jika hasil penelitian lebih besar atau sama dengan nilai median (2,000) maka dapat diartikan buruk, dan apabila hasil dari penelitian lebih kecil dari nilai median (2,000) bisa diartikan baik. Tabel distribusi frekuensi dapat dilihat di bawah ini

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Unsafe Condition Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Keterangan Frekuensi Prosentase

Baik 24 33,8%

Buruk 47 66,2%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Dari tabel 4.7 sebagian besar pekerja dalam hal unsafe condition bisa dikatakan buruk dengan jumlah responden sebanyak 47 pekerja (66,2%), sedangkan yang aman dengan jumlah 24 pekerja (33,8%).

4. Manajemen K3

Hasil observasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa para pekerja PT. Utama Core Abasia yang menjadi responden semuanya tidak pernah mendapatkan pelatihan / penyuluhan oleh petugas K3. Terdapat beberapa kondisi berbahaya. Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa penerapan pelatihan manajemen K3 pada lingkungan PT. Utama Core Abasia tidak ada. Tetapi sebagian dari kegiatan K3 kadang-kadang dilakukan oleh para pekerja disana.

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Manajemen K3 Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang

Tidak Pernah

1. Penyuluhan oleh petugas K3 0% 0% 100%

2. Adanya pengawasan kerja 0% 50,7% 49,3%

3. Adanya pem antauan penggunaan APD

Karena dalam perhitungan menghasilkan data distribusi tidak normal maka aktegori unsafe condition berdasarkan nilai median (1,500), sehingga jika hasil penelitian lebih besar atau sama dengan nilai median (1,500) maka dapat diartikan buruk, dan apabila hasil dari penelitian lebih kecil dari nilai median (1,500) bisa diartikan baik. Tabel distribusi frekuensi dapat dilihat di bawah ini

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Manajemen K3 Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Keterangan Frekuensi Prosentase

Baik 37 52,1%

Buruk 34 47,9%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Dari tabel 4.11 sebagian besar pekerja dalam hal manajemen K3 bisa dikatakan baik dengan jumlah responden sebanyak 37 pekerja (52,1%), sedangkan pekerja resonden yang buruk sebanyak 34 pekerja (47,9%).

5. Kecelakaan Kerja

Dari hasil observasi diketahui terdapat beberapa kecelakaan kerja yang pernah di alami oleh para pekerja di lingkungan PT. Utama Core Albasia seperti halnya terpeleset, jatuh, tergores / tertusuk, kejatuhan bahan / peralatan kerja, keseleo karena mengangkat beban yang berat.

Berdasarkan hasil tabel 4.12 dapat diketahui bahwa sebagain besar para pekerja PT. Utama Core Albasia tidak pernah mengalami kecelakaan kerja dengan nilai sebesar 52,1%, sebagian besar luka akibat kecelakaan tersebut tidak pernah meninggalkan bekas luka pada tubuh pekerja dengan nilai sebesar 77,5%.

Tabel 4.12 Kecelakaan Kerja

No Pertanyaan Ya Tidak

1. Pernah mengalami kecelakaan kerja 53,5% 46,5%

2. Pernah cidera / luka 23,9% 76,1%

3. Cidera yang meninggalkan bekas luka pada tubuh 22,5% 77,5%

Sumber : Data Primer (2017)

Karena dalam perhitungan menghasilkan data distribusi tidak normal maka aktegori unsafe condition berdasarkan nilai median (1,3333), sehingga jika hasil penelitian lebih besar atau sama dengan nilai median (1,3333) maka dapat diartikan tidak aman, dan apabila hasil dari penelitian lebih kecil dari nilai median (1,3333) bisa diartikan aman. Tabel distribusi frekuensi dapat dilihat di bawah ini

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kecelakaan Kerja Di PT. Utama Core Albasia Tahun 2017

Keterangan Frekuensi Prosentase

Baik 33 46,5%

Buruk 38 53,5%

Total 71 100%

Sumber : Data Primer (2017)

Dari tabel 4.13 semua pekerja yang menjadi responden dalam hal kecelakaan kerja baik dengan jumlah responden sebanyak 33 pekerja (46,5%), sedangkan yang buruk sebanyak 38 pekerja (53,5%).

Dokumen terkait