BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Analisis dan Interpretasi
1. Perbedaan Laba Komersil Dan Laba Fiskal (Beda Waktu / Temporer) Terhadap Persistensi Laba
Perbedaan temporer merupakan perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan antara waktu pengakuan, peraturan, dan metode pencatatan pendapatan dan biaya dalam menghitung laba perusahaan. Perbedaan temporer terjadi karena ketentuan peraturan perpajakan terdapat penghasilan dan biaya yang boleh dikurangkan dari periode sebelum, sekarang, dan sesudah.
Tabel 4.7 Aanlisis Perbedaan Laba Temporer Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator beda temporer
Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 0.000105 0.010053
2018 0.000204 (0.013700)
2019 0.000318 0.006560
Sumber : Laporan keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Gambar 4.3 Grafik Indikator Beda Temporer
0 0,0001 0,0002 0,0003 0,0004
2017 2018 2019
BEDA TEMPORER
Gambar 4.4 Grafik Indikator Persistensi Laba
Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan laba komersil dan fiskal untuk perbedaan temporer pada PT. Perkasa Agung Sejati selama 3 tahun untuk koreksi fiskal positif terbesar berada pada tahun 2019 yaitu sebesar 50,8 juta dan dari ketiga tahun tersebut tidak ada koreksi fiskal negative. Berdasarkan tabel dan grafik terdapat pebedaan tingkat antara tinggi rendahnya persistensi laba dengan perbedaan temporer sehingga penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa selama 3 tahun terakhir yaitu 2017 – 2019 untuk PT. Perkasa Agung Sejati tinggi atau rendahnya perbedaan temporer tidak memiliki pengaruh terhadap persistensi laba.
Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Diharjo & Leon (2020) yang mengungkapkan bahwa Book Tax-Differences dengan proksi perbedaan temporert tidak berpengaruh terhadap persistensi laba. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maleong et al., (2021) “Pengaruh Book-Tax Differences dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
-0,015 -0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2019
PERSISTENSI LABA
2016-2018). Gunarto (2019) “Pengaruh Book-Tax Differences dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba” yang mengungkapkan bahwa perbedaan temporer berpengaruh positif terhadap persistensi laba.
2. Perbedaan Laba Komersil Dan Laba Fiskal (Beda Permanen) Terhadap Persistensi Laba
Perbedaan permanen adalah perbedaan yang terjadi karena peraturan perpajakan menghitung laba fiskal berbeda dengan perhitungan menurut standar akuntansi keuangan tanpa ada koreksi dikemudian hari.
Misalnya, pedapatan jasa giro yang diakui sebagai pendapatan dalam laba akuntansi tetapi tidak diakui dalam laba fiskal. . Contoh misalnya biaya sumbangan. Dalam akuntansi komersial biaya sumbangan diakui sebagai biaya, tetapi dalam akuntansi perpajakan, biaya sumbangan tidak diakui sebagai biaya (bukan objek pajak).
Tabel 4.8 Analisis Perbedaan Laba Permanen Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator Beda Permanen Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 (0.000396) 0.010053
2018 (0.000590) (0.013700)
2019 (0.000414) 0.006560
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Gambar 4.5. Grafik Indikator Beda permanen
Gambar 4.6 Grafik Indikator Persistensi Laba
Penelitian ini ditemukan bahwa perbedaan laba komersil dan fiskal dengan proyeksi perbedaan permanen pada PT. Perkasa Agung Sejati selama 3 tahun untuk koreksi fiskal negative terbesar berada pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp.67,9 juta dan tanpa koreksi fiskal positif.
Berlandaskan tabel dan grafik terdapat perbedaan tingkat antara tinggi rendahnya persistensi laba dengan perbedaan permanen sehingga dapat ditarik kesimopulan bahwa selama tahun 2017 hingga tahun 2019 untuk
-0,0006 -0,0004 -0,0002
0
2017 2018 2019
PERBEDAAN PERMANEN
-0,015 -0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2019
PERSISTENSI LABA
PT. Perkasa Agung Sejati tinggi rendah persisrtensi laba tidak dipengaruhi oleh perbedaan permanen.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Agustian (2020) dengan judul “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan, Leverage, Fee Audit, Arus Kas, Konsentrasi Pasar, Tingkat Hutang, Dan Book Tax Differences Terhadap Persistensi Laba” yang mengungkapkan bahwa book tax differences berpengaruh positif dan negative terhadap persistensi laba.
3. Leverage Terhadap Persistensi Laba
Leverage atau tingkat hutang adalah penggunaan aset dari sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. semakin tinggi debt ratio maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tidak dapat melunasi kewajibannya. Perusahaan yang mempunyai utang tinggi atau debt to asset ratio tinggi akan berdampak buruk dan menimbulkan resiko keuangan yang besar karena beban utang yang tinggi.
Tabel 4.9 Analisis Leverage Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator Leverage Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 0.5 0.010053
2018 0.4 (0.013700)
2019 0.8 0.006560
Gambar 4.7 Grafik Indikator Leverage
Gambar 4.8 Grafik Indikator Persistensi Laba
Dari tabel 4.9 dapat disimpulkan pada tahun 2017 rasio leverage PT.
Perkasa Agung Sejati adalah 0.5 yang artinya asset yang dibiaya oleh hutang ialah sebesar 50%. Kemudian pada tahun 2018, leverage perusahaan sebesar 0,4 % yang menandakan 40% asset dibiayai oleh hutang dan pada tahun 2019 leverage perusahaan memiliki nilai 0.8 yang artinya sebanyak 80% asset
0,0 0,2 0,4 0,6 0,8
2017 2018 2019
LEVERAGE
-0,015 -0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2019
PERSISTENSI LABA
perusahaan dibiayai oleh hutang jangka panjang. Dari perbandingan tabel dan grafik diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa leverage memiliki pengaruh terhadap persistensi laba.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diharjo
& Leon (2020) yang mengemukakan bahwa tingkat hutang berpengaruh secara stimulant terhadap persistensi laba. dan penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Maleong et al., (2021) yang menunjukkan bahwa tingkat hutang tidak berpengaruh terhadap persistensi laba.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dihasilkan kesimpulan bahawa perbedaan laba komersil dan laba fiskal untuk beda waktu/ temporer dan beda permanen pada PT. Perkasa Agung Sejati selama 3 tahun yaitu pada tahun 2017 sampai dengan 2019 tidak memiliki pengaruh terhadap persistensi laba. Namun, Leverage pada PT.
Perkasa Agung sejati selama 3 tahun dimulai pada periode 2017 hingga 2019 memiliki pengaruh terhadap persistensi laba.
B. Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dijelaskan, maka saran-saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah :
1. Bagi perusahaan disarankan untuk lebih memperhatikan kestabilan dan Persistensi Laba. Dalam mengambil berbagai kebijakan yang berhubungan pertimbangan para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan, seperti pengukur kinerja manajemen, pemberian kompensasi kepada manajer, dan pembagian deviden kepada pemegang saham.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian ini dimasa yang akan datang, sekiranya dapat menambahkan variabel independen yang dapat mempengaruhi persistensi laba, serta menambah periode tahun yang lebih banyak untuk observasi riset guna mendapatkan informasi nantinya diharapkan berguna sebagai
sumber informasi bagi calon investor dalam pengambilan keputusan utamanya mempertimbangkan persistensi laba perusahaan.
dan Laba Fiskal, Pajak Tangguhan, dan Leverage terhadap Persistensi Laba. Jurnal Ilmu Akuntansi, 16(2), 56.
Agustian, S. (2020). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan, Leverage, Fee Audit, Arus Kas, Konsentrasi Pasar, Tingkat Utang, Dan Box Tax Difference Terhadap Persistensi Laba (Studi Kasus pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indone. Platform
Riset Mahasiswa Akuntansi, 01, 38–47.
https://ojs.stiesa.ac.id/index.php/prisma
Camille, E., & Effriyanti. (2020). Pengaruh Book Tax Differences Dan Volatilitas Arus. 2(1), 28–44.
Diharjo, J. P., & Leon, M. (2020). Pengaruh Book Tax Differences dan Tingkat Utang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018)DAP PERSI. Jurnal Akuntansi Dan Bisnis Krisnadwipayana, 7(3), 46–62.
Fanani, Z. (2010). Analisis Faktor-Faktor Penentu Persistensi Laba. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 7(1), 109–123.
https://doi.org/10.21002/jaki.2010.06
Gunarto, R. I. (2019). Pengaruh Book Tax Differences dan Tingkat Utang Terhadap Persistensi Laba. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia, 2(3), 328–344.
Hardi, M. A. H., & Purwanti, S. N. (2014). Pengaruh Perbedaan Antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal terhadap Peristensi Laba (Mudrika Alamsyah Hasan, Hardi & Sheila Nika Purwanti ). Jurnal Akuntansi, 2, 149–162.
Heri Prasetyo, B., & Rafitaningsih, R. (2015). Analisis Book Tax Differences Terhadap Persistensi Laba, Akrual Dan Aliran Kas Pada Perusahaan Jasa Telekomunikasi. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 1(1), 27–32. https://doi.org/10.34204/jiafe.v1i1.293
Imanda Shefira, B., Wibowo Agung S, R. E., & . A. (2019). Pengaruh Book-Tax Differences, Ukuran Perusahaan Dan Laba Sebelum Pajak Tahun Berjalan Terhadap Persistensi Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015. Maksimum, 8(2), 95.
https://doi.org/10.26714/mki.8.2.2018.95-108
Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada.
Kepramareni, P., Pradnyawati, S. O., & Swandewi, N. N. A. (2021). Kualitas Laba Dan Faktor-Faktor Yang Berpengaruh (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2017-2019). WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi,
Bisnis dan Akuntansi), 20(2), 170–178.
https://doi.org/10.22225/we.20.2.2021.170-178 Differences Dan Tingkat Hutang Terhadap Persintensi Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2016-2019. Jurnal Akuntansi Manado (JAIM), 2(1), 51–63.
https://doi.org/10.53682/jaim.v2i1.866
Maulana, J., & Triana, G. G. M. (2021). Pengaruh”Debt To Asset Ratio Terhadap Persistensi Laba Pada Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”Tahun 2016-2019. Land Journal, 2(2), 80–94.
https://doi.org/10.47491/landjournal.v2i2.1348
Ng Eng, J., & Wahyuni, E. T. (2013). Panduan Praktis Standar Akuntansi Keuangan Edisi 2. Salemba Empat.
Nuraeni, R., Mulyati, S., & Putri, T. E. (2019). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA (Studi Kasus pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015). Accruals, 2(1), 82–112. https://doi.org/10.35310/accruals.v2i1.8 Olivia, E., & Viriany. (2021). Pengaruh Arus Kas Operasi dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Persistensi Laba. At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen, 5(2), 120. https://doi.org/10.31602/atd.v5i2.4549
Persada, A. E., & Martani, D. (2010). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Book Tax Gap Dan Pengaruhnya Terhadap Persistensi Laba. Jurnal Akuntansi
dan Keuangan Indonesia, 7(2), 205–221.
https://doi.org/10.21002/jaki.2010.12
Prananditya, A., Andini, R., & Andika, A. (2021). Pengaruh Pertumbuhan Penjualan dan Leverage Terhadap Manajemen Laba yang Di... - Google Books (M. Syairozi (Ed.)). Media Sains Indonesia.
https://www.google.co.id/books/edition/Pengaruh_Pertumbuhan_Penjualan_
dan_Lever/DaxIEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=0
Putri, S. A., A, K., & M, K. (2017). Aliran Kas Operasi, Book Tax Differences, Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba. Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer, 9(1), 29–38. https://doi.org/10.23969/jrak.v9i1.365
Rahmawati, R. N. (2019). Pengaruh Book Tax Differences , Arus Kas Operasi, Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba.
Rahmayani, M. W. (2020). JAKSI Jurnal Akuntansi Keuangan dan Sistem Informasi. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Sistem Informasi, 1, 12–27.
Resmi, S. (2009). Perpajakan : Teori dan Kasus (5 ed.). Salemba Empat.
Rianto, & Murtiani, D. N. (2019). Pengaruh Book Tax Differences Terhadap Kualitas Laba Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Di Indonesia.
AKRUAL Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(1), 65–83. https://uia.e-journal.id/Akrual/article/view/1015
Schipper, K., & Vincent, L. (2003). Earnings quality. Accounting Horizons, 17(SUPPL.), 97–110. https://doi.org/10.2308/ACCH.2003.17.S-1.97
Septavita, N. (2016). Pengaruh Book Tax Differences, Arus Kas Operasi, Tingkat Hutang, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Persistensi Laba. Science of Surverying and Mapping, 41(2007), 1309–1323.
Setijaningsih, T. dan, & Veronika. (2022). Pengaruh Akrual , Leverage , Dan Arus Kas Operasi Terhadap Persistensi Laba Dengan Book Tax Difference s Sebagai Variabel Moderasi. 139–158.
Soa, B., Tamansiswa, U. S., Ayem, S., & Tamansiswa, U. S. (2021).
PENGARUH ALOKASI PAJAK ANTAR PERIODE , LEVERAGE.
4(November), 287–292.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. CV. ALFABETA.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. CV. ALFABETA.
Suhayati, Abbas, D. S., & Hakim, M. Z. (2021). Pengaruh Book Tax Differences, Arus Kas Operasi, Tingkat Hutang, Volatilitas Penjualan Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Persistensi Laba. Penman 2001, 514–526.
https://doi.org/10.32528/psneb.v0i0.5204
Suteja, I. G. N. (2018). Analisis kinerja keuangan dengan metode altman z-score pada PT Ace Hardware Indonesia Tbk. Moneter, V(1), 12–17. p-ISSN 2355-2700 e-ISSN 2550-0139
Sutisna, H., & Ekawati, E. (2016). Persistensi Laba pada Level Peusahaan dan Industri dalam Kaitannya dengan Volatilitas Arus Kas dan Akrual.
Simposium Nasional Akuntansi XIX, Lampung, 1993, 1–19.
Trisnasari, A. T., Sujana, E., & Herawati, N. T. (2017). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kemauan Wajib Pajak Dalam Mengikuti Program Tax Amnesty. e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha, 7(1).
Undang-Undang No.36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan (PPh). (n.d.).
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1 – Surat Izin Penelitian
Lampiran II – Daftar Laba, Hutang, dan Aktiva PT. Perkasa Agung Sejati Periode 2017 – 2019
No Keterangan 2017 2018 2019
1. Laba 6.944.378.657 5.366.927.166 6.415.816.971 2. Hutang 63.904.997.648 42.872.400.775 125.633.509.155 3. Aktiva 132.979.206.268 115.138.471.652 159.881.922.103
Lampiran III – Tabel dan Gambar Hasil Analisis
Table 4.1 Data Laba Komersil PT. Perkasa Agung Sejati (dalam jutaan)
Tahun Laba Komersil / Akuntansi
2017 Rp. 6.944.378.657,60
2018 Rp. 5.366.927.166,67
2019 Rp. 6.415.816.971,74
Gambar 4.2 Grafik Laba Komersil PT. Perkasa Agung Sejati
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tabel 4.2 Perbedaan waktu temporer laporan keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tahun Akun Nilai Nominal Total Aktiva Indikator
2017
Penyusutan (44,250,000) 159,881,922,103 0.000318
Total 50,876,953
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tabel 4.3 Perbedaan waktu temporer laporan keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tahun Akun Nilai Nominal Total Aktiva Indikator
2017
Pendapatan jasa giro (33,158,781)
132,979,206,268 -0.000396 Pendapatan lain-lain (30,000,000)
Biaya perjalanan dinas 10,500,000
Total (52,658,781)
2018
Pendapatan jasa giro (55,739,017)
115,138,471,652 -0.000590 Pendapatan lain-lain (25,000,000)
Biaya perjalanan dinas 12,750,500
Total (67,988,517)
2019
Pendapatan jasa giro (38,705,899)
159,881,922,103 -0.000414 Pendapatan lain-lain (33,000,000)
Biaya perjalanan dinas 5,465,874
Total (66,240,025)
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati Tabel 4.4 Rekonsiliasi Fiskal
Periode Laba Komersil Beda Temporer Beda Permanen Laba Fiskal 2017 6,944,378,657 13,994,112 (52,658,781) 6,905,713,988 2018 5,366,927,166 23,534,460 (67,988,517) 5,322,473,109 2019 6,415,816,971 50,876,953 (66,240,025) 6,400,453,899
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati Tabel 4.5 Leverage
Periode Laporan Keuangan
Total Hutang Total Aktiva Leverage
2017 63,904,997,648 132.979.206.268 0.5
2018 42,872,400,775 115.138.471.652 0.4
2019 125,633,509,155 159.881.922.103 0.8
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tabel 4.6 Persistensi Laba
Tahun Laba Sebelum Pajak
Laba Sebelum
Pajak Tahun Total Aktiva Indikator Sebelumnya
2017 6,944,378,657 5,607,540,490 132,979,206,268 0.010053 2018 5,366,927,166 6,944,378,657 115,138,471,652 (0.013700) 2019 6,415,816,971 5,366,927,166 159,881,922,103 0.006560
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Tabel 4.7 Aanlisis Perbedaan Laba Temporer Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator beda temporer
Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 0.000105 0.010053
2018 0.000204 (0.013700)
2019 0.000318 0.006560
Sumber : Laporan keuangan PT. Perkasa Agung Sejati
Gambar 4.3 Grafik Indikator Beda Temporer
0 0,0001 0,0002 0,0003 0,0004
2017 2018 2019
BEDA TEMPORER
Gambar 4.4 Grafik Indikator Persistensi Laba
Tabel 4.8 Analisis Perbedaan Laba Permanen Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator Beda Permanen Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 (0.000396) 0.010053
2018 (0.000590) (0.013700)
2019 (0.000414) 0.006560
Sumber : Laporan Keuangan PT. Perkasa Agung Sejati Gambar 4.5. Grafik Indikator Beda permanen -0,015
-0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2019
PERSISTENSI LABA
-0,0006 -0,0004 -0,0002
0
2018 2018 2020
PERBEDAAN PERMANEN
Gambar 4.6 Grafik Indikator Persistensi Laba
Tabel 4.9 Analisis Leverage Terhadap Persistensi Laba
Tahun Nilai Indikator Leverage Nilai Indikator Persistensi Laba
2017 0.5 0.010053
2018 0.4 (0.013700)
2019 0.8 0.006560
Gambar 4.7 Grafik Indikator Leverage -0,015
-0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2020
PERSISTENSI LABA
0,0 0,2 0,4 0,6 0,8
2017 2018 2019
LEVERAGE
Gambar 4.8 Grafik Indikator Persistensi Laba
-0,015 -0,01 -0,005 0 0,005 0,01 0,015
2017 2018 2019
PERSISTENSI LABA
tanggal 12 Maret 2001 dari pasangan suami istri bapak Farid Siraju SE., Ak., CA. dan Ibu Nuraini Landa S.Pd..
Peneliti merupakan anak ke dua dari dua bersaudara.
Peneliti sekarang bertempat tinggal di Komp. Hartaco Indah Blok 5D/10 Kelurahan Parangtambung Kecamatan Tamalate Kota Makssar Sulawesi Selatan. Pendidikan yang telah ditempuh oleh peneliti yaitu SDI. Hartaco Indah lulus pada tahun 2012, SMPN. 18 Makassar lulus tahun 2015, SMK Keperawatan Pratidina Makassar lulus tahun 2018, dan mulai tahun 2018 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai sekarang. Hingga sampai pada penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.