BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data
1. Analisis Data Trend Perkembangan Jumlah Pengusaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009
Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend Perkembangan Jumlah pengusaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009. Pencarian nilai trend deret berkala menggunakan metode least square, Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data ganjil sehingga penentuan rata-rata hitung x lebih mudah, yaitu dengan menentukan observasi yang tertengah.
Dengan Rumus y’ = a + bu
a = ∑y ∑n b = ∑uy ∑u2 Keterangan
y : nilai variabel yang diobservir, periode tertentu a : nilai trend dari periode dasar
b : nilai kemiringan yaitu nilai y’ pada saat x bertambah satu satuan u : unit tahun yang dihitung dari u = 0
Berikut ini trend perkembangan jumlah pengusaha kerajinan wayang kulit di desa Wukirsari tahun 2005-2009 (unit) tanpa y1
Tabel V.1
Trend Perkembangan Jumlah Pengusaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (unit) tanpa y1
Tahun Pengusaha Tahun (x) xy x2 y’
2005 25 -2 -50 4 2006 33 -1 -33 1 2007 35 0 0 0 2008 34 1 34 1 2009 34 2 68 4 ∑ 161 0 19 10
Untuk mengetahui besarnya y1 perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:
a = ∑y = 161 = 32,2
∑n 5
b = ∑uy = 19 = 1,9
∑u2 10
Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut:
y’ = a + bu y’ = 32,2+ (1,9. u) Keterangan
y’ = nilai trend yang ditaksir
a = 32,2= nilai trend periode dasar 2007 b = 1,9 = penurunan per tahun secara linier u = unit tahun yang dihitung dari u = 0
Karena yang dilakukan adalah perhitungan trend perkembangan jumlah pengusaha, maka hasil perhitungan merupakan angka pembulatan.
Dengan demikian cara menghitung nilai trend jumlah pengusaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 adalah:
- Tahun 2005 Y1 = 32,2+ (1,9. -2) = 28,4 dibulatkan menjadi 28 - Tahun 2006 Y1 = 32,2+ (1,9. -1) = 30,3 dibulatkan menjadi 30 - Tahun 2007 Y1 = 32,2+ (1,9. 0) = 32,2 dibulatkan menjadi 32 - Tahun 2008 Y1 = 32,2+ (1,9. 1) = 34,1 dibulatkan menjadi 34 - Tahun 2009 Y1 = 32,2+ (1,9. 2) = 36
Hasil perhitungan trend jumlah pengusaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:
Tabel V.2
Trend Perkembangan Jumlah Pengusaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (unit) dengan y1
Tahun Pengusaha Tahun (x) xy x2 y’
2005 25 -2 -50 4 28.4 2006 33 -1 -33 1 30.3 2007 35 0 0 0 32.2 2008 34 1 34 1 34.1 2009 34 2 68 4 36 ∑ 161 0 19 10 Sumber : Diolah, 2011
Dari persamaan Y1 = 32,2 + (1,9.u) juga dapat dicari trend jumlah pengusaha untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu:
- Tahun 2010 Y1 = 32,2+ (1,9. 3) = 37,9 dibulatkan menjadi 38 - Tahun 2011 Y1 = 32,2+ (1,9. 4) = 39,8 dibulatkan menjadi 40 - Tahun 2012 Y1 = 32,2+ (1,9. 5) = 41,7 dibulatkan menjadi 42
Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah pengusaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 juga prediksi trend 3 tahun yang akan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut:
Grafik V.1
Perkembangan Jumlah Pengusaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2012 (Unit)
Sumber : Diolah, 2011
2. Analisis Data Trend Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009
Analisis data untuk menjawab rumusan masalah yang kedua adalah mengenai
trend perkembangan jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009. Pencarian nilai trend deret berkala menggunakan metode least square. Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data ganjil, yaitu dengan menentukan observasi yang tertengah.
Dengan Rumus
a = ∑y ∑n
b = ∑uy
∑u2
Keterangan :
y : nilai variabel yang diobservasi, periode tertentu a : nilai trend dari periode dasar
b : nilai kemiringan yaitu nilai y’ pada saat x bertambah satu satuan u : unit tahun yang dihitung dari u = 0
Perhitungan nilai trend perkembangan jumlah tenaga kerja kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dapat dilakukan dengan mencari data mengenai jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009.
Berikut ini telah disajikan data mengenai jumlah jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel di bawah ini.
Tabel V.3
Trend Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (orang) tanpa y1
Tahun Tenaga Kerja (y) Tahun (x) xy x2 y’
2005 83 -2 -166 4 2006 76 -1 -76 1 2007 80 0 0 0 2008 85 1 85 1 2009 84 2 168 4 ∑ 408 0 11 10
Untuk mengetahui besarnya y1 maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:
a = ∑y = 81,6 ∑n
b = ∑uy = 1,1
∑u2
Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut:
y’ = a + bu y’ = 81,6 + (1,1. u) Keterangan
y’ = nilai trend yang ditaksir
a = 81,6 = nilai trend periode dasar 2007 b = 1,1 = penurunan per tahun secara linier u = unit tahun yang dihitung dari u = 0
Karena yang dilakukan adalah perhitungan trend perkembangan jumlah tenaga kerja, maka hasil perhitungan merupakan angka pembulatan.
Dengan demikian cara menghitung nilai trend jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 adalah:
- Tahun 2005
Y1 = 81,6 + (1,1 . -2)
- Tahun 2006 Y1 = 81,6 + (1,1 . -1) = 80,5 dibulatkan menjadi 80 - Tahun 2007 Y1 = 81,6 + (1,1. 0) = 81,6 dibulatkan menjadi 82 - Tahun 2008 Y1 = 81,6 + (1,1 . 4) = 82,7 dibulatkan menjadi 83 - Tahun 2009 Y1 = 81,6 + (1,1 . 5) = 83,8 dibulatkan menjadi 84
Hasil perhitungan trend jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:
Tabel V.4
Trend Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (orang) dengan y1
Tahun Tenaga Kerja (y) Tahun (x) xy x2 y’
2005 83 -2 -166 4 79 2006 76 -1 -76 1 80 2007 80 0 0 0 82 2008 85 1 85 1 83 2009 84 2 168 4 84 ∑ 408 0 11 10 Sumber : Diolah, 2011
Dari persamaan Y1 = 81,6 + (1,1. u) juga dapat dicari trend jumlah tenaga kerja untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu:
- Tahun 2010 Y1 = 81,6 + (1,1. 3) = 84,9 dibulatkan menjadi 85 - Tahun 2011 Y1 = 81,6 + (1,1. 4) = 86 - Tahun 2012 Y1 = 81,6 + (1,1. 5) = 87,1 dibulatkan menjadi 87
Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah tenaga kerja industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 juga prediksi trend 3 tahun yang akan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut:
Grafik V.2
Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2012 (Orang)
3. Analisis Trend Perkembangan Jumlah Omset Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009
Analisis data untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga adalah mengenai
trend perkembangan omset industri kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009. Pencarian nilai trend deret berkala menggunakan metode least square,
Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data ganjil, yaitu dengan menentukan observasi yang tertengah.
Dengan Rumus : y’ = a + bu a = ∑y ∑n b = ∑uy ∑u2 Keterangan :
y : nilai variabel yang diobservir, periode tertentu a : nilai trend dari periode dasar
b : nilai kemiringan yaitu nilai y’ pada saat x bertambah satu satuan u : unit tahun yang dihitung dari u = 0
Perhitungan nilai trend perkembangan jumlah omset kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dapat dilakukan dengan mencari data mengenai jumlah tenaga kerja kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009.
Berikut ini telah disajikan data mengenai jumlah jumlah omset kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel di bawah ini.
Tabel V.5
Trend Perkembangan Jumlah Omset Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (Rupiah) tanpa y1
Tahun Omset Tahun (x) xy x2 y’
2005 2.230.800.000 -2 -4.461.600.000 4 2006 2.204.400.000 -1 -2.204.400.000 1 2007 2.624.400.000 0 0 0 2008 2.752.800.000 1 2.752.800.000 1 2009 2.907.480.000 2 5.814.960.000 4 ∑ 1.271.988.0000 0 1.901.760.000 10
Untuk mengetahui besarnya y1 maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:
a = ∑y = 12.719.880.000/5 = 2.543.976.000 ∑n
b = ∑uy = 1.901.760.000/10 = 190.176.000 ∑u2
Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut:
y’ = a + bu
y’ = 2.543.976.000+ (190.176.000. u) Keterangan
y’ = nilai trend yang ditaksir
a = 2.543.976.000= nilai trend periode dasar 2007 b = 190.176.000= penurunan per tahun secara linier u = unit tahun yang dihitung dari u = 0
Dengan demikian nilai trend omset kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 adalah sebagai berikut:
- Tahun 2005 Y1 = 2.543.976.000 + (190.176.000. -2) = 2.543.976.000 - 380352000 = 2.163.624.000 - Tahun 2006 Y1 = 2.543.976.000 + (190.176.000. -1) = 2.543.976.000 - 190.176.000 = 2.353.800.000 - Tahun 2007 Y1 = 2.543.976.000 + (190.176.000. 0) = 2.543.976.000 - Tahun 2008 Y1 = 2.543.976.000 + (190.176.000. 1) = 2.543.976.000 + 190.176.000 = 2.734.152.000 - Tahun 2009 Y1 = 2.543.976.000+ (190.176.000. 2) = 2.543.976.000 + 380352000 = 2.924.328.000
Hasil perhitungan trend jumlah omset kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:
Tabel V.6
Trend Perkembangan Jumlah Omset Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (Rupiah) dengan y1
Tahun Omset Tahun (x) xy x2 y’
2005 2.230.800.000 -2 -4.461.600.000 4 2.163.624.000 2006 2.204.400.000 -1 -2.204.400.000 1 2.353.800.000 2007 2.624.400.000 0 0 0 2.543.976.000 2008 2.752.800.000 1 2.752.800.000 1 2.734.152.000 2009 2.907.480.000 2 5.814.960.000 4 2.924.328.000 ∑ 1.271.988.0000 0 1.901.760.000 10 Sumber : Diolah, 2011
Dari persamaan Y1 = 2.543.976.000+ (190.176.000.u) juga dapat dicari trend
jumlah omset untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu:
- Tahun 2010 Y1 = 2.543.976.000+ (190.176.000. 3) = 3.114.504.000 - Tahun 2011 Y1 = 2.543.976.000+ (190.176.000. 4) = 2.543.976.000 - Tahun 2012 Y1 = 2.543.976.000+ (190.176.000. 5) = 3.494.856.000
Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah omset kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 juga prediksi trend 3 tahun yang akan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut:
Grafik V.3
Perkembangan Jumlah Omset Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2012 (Rupiah)
Sumber : Diolah, 2011
4. Analisis Trend Perkembangan Laba Usaha Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009
Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend Perkembangan Jumlah laba usaha Kerajinan Wayang Kulit di Yogyakarta tahun 2005-2009. Pencarian nilai trend deret berkala menggunakan metode least square,
Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data ganjil sehingga penentuan rata-rata hitung x lebih mudah, yaitu dengan menentukan observasi yang tertengah.
Dengan Rumus y’ = a + bu
a = ∑y ∑n
b = ∑uy ∑u2 Keterangan :
y : nilai variabel yang diobservir, periode tertentu a : nilai trend dari periode dasar
b : nilai kemiringan yaitu nilai y’ pada saat x bertambah satu satuan u : unit tahun yang dihitung dari u = 0
Tabel V.7
Trend Perkembangan Jumlah Laba Usaha Industri Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 tanpa y1
Tahun Laba Usaha Tahun (x) xy x2 y’
2005 39,230,000 -2 -78,460,000 4 2006 38,420,000 -1 -38,420,000 1 2007 43,840,000 0 - 0 2008 46,270,000 1 46,270,000 1 2009 47,150,000 2 94,300,000 4 ∑ 214,910,000 0 23,690,000 10
Untuk mengetahui besarnya y1 maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:
a = ∑y = 214,910,000/5 = 42,982,000 ∑n
b = ∑uy = 23,690,000/10 = 2,369,000 ∑u2
Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut:
y’ = a + bu
Keterangan
y’ = nilai trend yang ditaksir
a = 42,982,000 = nilai trend periode dasar 2007 b = 2,369,000= penurunan per tahun secara linier u = unit tahun yang dihitung dari u = 0
Dengan demikian cara menghitung nilai trend jumlah laba usaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 adalah:
- Tahun 2005 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. -2) = 38,244,000 - Tahun 2006 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. -1) = 40,613,000 - Tahun 2007 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 0) = 42,982,000 - Tahun 2008 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 1) = 45,351,000 - Tahun 2009 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 2) = 47,720,000
Hasil perhitungan trend laba usaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:
Tabel V.8
Trend Perkembangan Jumlah Laba Usaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (Rupiah) dengan y1
Tahun Laba Usaha Tahun (x) xy x2 y’
2005 39,230,000 -2 -78,460,000 4 38,244,000 2006 38,420,000 -1 -38,420,000 1 40,613,000 2007 43,840,000 0 - 0 42,982,000 2008 46,270,000 1 46,270,000 1 45,351,000 2009 47,150,000 2 94,300,000 4 47,720,000 ∑ 214,910,000 0 23,690,000 10 Sumber : Diolah, 2011
Dari persamaan Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. u) juga dapat dicari trend jumlah laba usaha untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu:
- Tahun 2010 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 3) = 50,089,000 - Tahun 2011 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 4) = 52,458,000 - Tahun 2012 Y1 = 42,982,000 + (2,369,000. 5) = 54,827,000
Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah laba usaha kerajinan wayang kulit tahun 2005-2009 juga prediksi trend 3 tahun yang akan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut:
Grafik V.4
Perkembangan Jumlah Laba Usaha Kerajinan Wayang Kulit di Kabupaten Bantul DIYtahun 2005-2009 (Rupiah)