• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Para penegak hukum dalam hal ini penyidik kepolisian serta bagian Dokpol Polrestabes Makassar diharapkan lebih aktif dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang fungsi Visum et Repertum dalam kasus tindak pidana Penganiayaan dan juga tindak pidana lainnya yang membutuhkan Visum et repertum sebagai alat bukti.

2. Para ahli kedokteran kehakiman ataupun dokter (ahli) lainnya dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban kejahatan harus berlaku obyektif sesuai dengan sumpah jabatan dokter, karena dapat mempengaruhi keputusan penyidik dalam menetapkan status tersangka kepada terlapor.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Abdul Muin’im Idries. 1997. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta Barat, Binarupa Aksara

Abdul Mun’in Idris dan Legowo Tjiptomartomo, 2002, Penerapan Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam Proses Peyidikan, Karya Unipres, Jakarta.

Abdussalam. 2012. Forensik Jakarta. Penerbit : PTIK

Abdoel Djamali. 2006. Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta, Penerbit : Raja Grafindo Persada.

Adami Chazawi, 2010, Pelajaran Hukum Pidana, Rajagrafindo Persada, Jakarta

..., 2010, Kejahatan Terhadap tubuh dan nyawa, Rajawali Pers:

Jakarta.

..., 2008, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Alumni, Bandung.

Andi Zainal Abidin Farid.2007. Bunga Rampai Hukum Pidana. Jakarta, Pradnya Paramita.

Andi Hamzah, 2008, Asas-asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, Jakarta.

..., 1986, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Bandung: Ghalia Indonesia.

..., 2001, Hukum Acara Pidana Indonesia, PT. Sinar Grafika, Jakarta.

Azis Syamsuddin. 2011. Tindak Pidana Khusus. Jakarta. Penerbit : Sinar Grafika

Suharto dan Jonaedi Efendi, Panduan Praktis Bila Menghadapi Perkara Pidana. Jakarta. PT. Pustaka Karya, 2010.

Bahtiar Effendie, 1999, Masdari Tasmin, dan A. Chodari, Surat Gugatan dan Hukum Pembuktian Dalam Perkara Perdata, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Darwan Prinst, 1989, Hukum Acara Pidana Suatu Pengantar, Djambatan.

Jakarta.

Hendar Soetarna, 2011, Hukum Pembuktian Dalam Acara Pidana, Bandung.

Mahrus Ali, 2011, Dasar-dasar Hukum Pidana, Sinar Grafika, Jakarta Timur.

Leden Marpaung, 2008, Asas-Teori-Praktik Hukum Pidana, Sinar Grafika: Jakarta

Moeljatno. 2008. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta. Penerbit : PT. Rineka Cipta.

Moeliono. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. IV , Jakarta; Balai Pustaka

M.Yahya Harahap, 2005, Pembahasan Permasalahn dan Penerapan KUHAP:

Pemeriksaan Sidang Pengadilan, anding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, Sinar Grafika, Jakarta.

Nyowit Hamdan, llmu Kedokeran Kehakiman. 1992. Sinar Grafik, Jakarta.

Hal: 34.

P.A.F. Lamintang. 1997, Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia, PT.Citra Aditya Bakti , Bandung.

... 2009. Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan. Jakarta. Penerbit : Sinar Grafika.

R. Atang Ranoemihardja, 1983, Ilmu Kedokteran Kehakiman Forensic Science, Tarsito, Bandung.

Rubah, Masruchin. 2001. Asas –asas Hukum Pidana. Malang. Penerbit : UM Press.

Rusli Muhammad, 2007, Hukum Acara Pidana Kontemporer, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Ruslan Renggong. 2016. Hukum Pidana Khusus Memehami Delik – Delik di Luar KUHP. Penerbit : Prenadamedia Group.

... 2016. Hukum Acara Pidana Memahami Perlindungan HAM dalam Proses Penahanan di Indonesia.Penerbit : Prenadamedia Group

R. Subekti, 1991, Hukum Pembuktian, Pradnya Paramita, Jakarta.

Sudrajat Bassar, Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Remaja Karya, Bandung, 1986.

Sudikno Mertokusumo, 2002, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta.

P.A.F Lamintang, 1990. Delik- Delik Khusus Tindak Pidana Melanggar Norma- Norma Kesusilaan dan Norma- Norma Kepatutan.

Bandung, Mandar Maju.

Legowo Tjiptomartomo. 2002. Penerapan Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam Proses Penyidikan. Jakarta. Penerbit : Karya Unipres Tirtaamidjaja, 1995, Pokok-pokok Hukum Pidana, Fasco, Jakarta.

Tolib Efendi, 2014, Dasar-Dasar Hukum Acara Pidana : Perkembangan Dan Pembaharuan di Indonesia, Setara Press, Malang.

Tolib Setiady. 2009. Pokok – Pokok Ilmu Kedokteran Kehakiman. Bandung.

Penerbit : Alfabeta.

Topo Santoso & Eva Achjani Zulfa, 2001, Kriminologi, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Waluyadi. 1999. Pengetahuan Dasar Hhukum Acara Pidana. Bandung.

Penerbit: Mandar Maju.

... 2000. Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam Perspektif Peradilan Dan Aspek Hukum Praktik Kedokteran. Jakarta, Penerbit : Djambatan.

Wirdjono Prodjodikoro. 2003. Asas – asas Pidana. Bandung. Penerbit : Refika Aditma.

Yopi Gunawan. 2005. Perkembangan Konsep Negara Hukum & Negara Hukum Pancasila, Penerbit: Kencana Media Group.

B. Undang-Undang

Undang-Undang Dasar NKRI 1945.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pokok Kekuasaan Kehakiman.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Nomor 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana.

Peraturan Kapolri Nomor 11 Tahun 2011 tentang Kedokteran Forensik.

C. Karya Ilmiah

Syamsuddin Rahman, 2011, Peranan Visum Et Repertum Di Pengadilan Peranan Visum Et Repertum Dalam Pembuktian Perkara, Al-Risalah,Vol. 11, Nomor 1.

Rusli Effendy, 1983, Ruang Lingkup Kriminologi, Alumni, Bandung.

Lilis Suryani, 2015. Kedudukan keterangan Ahli Hukum dalam Proses Penyidikan di Kepolisian Daerah Riau Pekanbaru. Penerbit; JOM Hukum.

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat izin penelitian dan pengambilan data di Polrestabes Makassar yang di keluarkan oleh Pascasarjana Universitas Bosowa Makassar Nomor:

564/B.02/PPs/Unibos/IX/2020, tanggal 11 September 2020 yang ditandatangani oleh Asisten Direktur Dr. Syamsul Bahri, S.Sos, M.Si. dan diterima oleh Polrestabes Makassar tanggal 14 September 2020 atas nama Aiptu Abdul Gaffar.

2. Surat Permintaan Visum et Repertum Kepada Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar tanggal 28 Agustus 2020 No Pol: K/ 268/

VIII/2020/VER atas nama RINI INDRIYANI NAMIR sebagai pelapor/korban yang dikeluarkan oleh atas nama Kapolrestabes Makassar yang ditandatangani oleh Kanit 1 Iptu Muchtar Djaya.

3. Surat Visum et Repertum yang dikeluarkan oleh Rumah sakit

Bhayangkara tanggal 28 Agustus 2020 Nomor:

VeR/1321/VIII/2020/Forensik yang dibuat dan ditandatangi oleh Dokter Spesialis Forensik dr. Denny Mathius, Sp.F. M. Kes.

4. Surat Keterangan Penelitian Nomor: SKP/084/IX/2020/Subbagkum, tanggal 21 September 2020, telah selesai melaksanakan penelitian pada Kantor Kepolisian Resor Kota Besar Makassar yang ditandatangani oleh a.n Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Kabag Sumda Aiptu Reski Ospiah, SH.

5. Surat izin penelitian dan pengambilan data di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar yang di keluarkan oleh Pascasarjana Universitas Bosowa Makassar Nomor: 564/B.02/PPs/Unibos/IX/2020, tanggal 11 September 2020 yang ditandatangani oleh Asisten Direktur Dr. Syamsul Bahri, S.Sos, M.Si. dan diterima oleh Rumah sakit Bhyangkara B.A urbin Bidokkes tanggal 21 September 2020 atas nama Nely S.

6. Surat Laporan Data Giat Uryan Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Tahun 2017, 2018 dan 2020.

7. Surat Standar Prosedur Operasioanl Pemeriksaan Luar Hidup Di sentra Visum dan Medikolegal pada Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dibuat oleh Staf Uryan Dokpol Bripka Darmiati, diperiksa oleh Kasubbid

Yanmed Dokpol AKBP dr. Moch. Iwan Kurniawan, Sp. M. Dan disahkan oleh Karumkit Bahayngkara Makassar Kombes Pol dr. Aris Budiyanto, Sp.

8. Surat Alur Visum et Repertum Hidup di Sentra Visum pada Rumah SakitTHT.

Bhayangkara Makassar.

9. Daftar Riwayat Hidup Penulis.

Dokumen terkait