BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Proses Wawancara:
Hasil Pertanyaan Umum:
1. Saya membaca soal langsung menuliskan
2. Diketahui jari-jari roda 30 cm, jarak tempuhnya 37,68 km. Dan ditanyakan berapa kali roda mobil berputar.
3. Saya tidak menuliskan strategi karena saya kira strategi sama dengan penyelesaian.
4. Pertama mencari keliling lingkaran (Caranya yang mana?). 2phi r. Kemudian keliling dibagi jarak tempuh..
5. Tidak, saya tidak cek lagi.
6. Tidak. (siswa terdiam) Karena belum paham dan diam, tidak bertanya karena malu.
7. Saya kesulitan karena belum paham materi dan tidak haal rumus.
Hasil Pertanyaan Khusus:
1. Cm. Jarak tempuh satuannya km
2. Agar sama (siswa menunjuk satuan jari-jari di soal) 3. Karena saya kira strategi sama dengan penyelesaian.
4. Bingung menentukan starteginya gimana
5. Pertama mencari keliling lingkaran. Yang 2.phi.r 6. Karena tidak yakin
Nomor
Soal Pekerjaan Siswa Ketika Tes Pekerjaan Siswa Ketika Wawancara
3
Diketahui:
Jari-jari = 35 m Keliling = 2 m
Ditanyakan: Biaya penanaman pohon cemara Strategi: -
Biyaya = 275.000,00 Kesimpulan: -
1. Apakah kamu mengerjakan penyelesaian sesuai dengan strategi yang kamu tulis?
2. Keliling/2 itu untuk mencari apa?
Proses Wawancara:
Hasil Pertanyaan Umum:
1. Saya hanya membaca soal terus mengerjakan.
2. Yang diketahui jari-jari 35 meter, keliling 2 meter. Dan ditanyakan biaya penanaman pohon cemara.
3. Bingung.
4. Penyelesaiannya dengan cara keliling dibagi 2 untuk mencari banyak pohon. Kemudian 2phi r dibagi 2. 22/7 dikali diameter kemudian dicoret. Hasilnya 110. Untuk biayanya 25.000 dikali 110. Hasilnya 2.750.000.
Nomor
Soal Pekerjaan Siswa Ketika Tes Pekerjaan Siswa Ketika Wawancara 5. Tidak.
6. Tidak yakin karena tidak hafal rumus.
7. Tidak hafal rumus dan bingung menulis strategi.
Hasil Pertanyaan Khusus:
1. Tidak karena bingung menuliskan strategi 2. Itu untuk mencari banyak pohon
Nomor
Soal Pekerjaan Siswa Ketika Tes Pekerjaan Siswa Ketika Wawancara
4
Biaya yang harus dikeluarkan Strategi: -
1. Kenapa kamu tidak menuliskan strategi?
Coba sekarang kamu sebutkan strateginya?
2. Apakah kamu tahu jawaban kamu ini salahnya dimana? Kok bisa?
3. Kenapa kesimpulannya tidak ditulis lagi?
Proses Wawancara:
Hasil Pertanyaan Umum:
1. Saya membaca soal kemudian memikirkan caranya.
2. Diketahui diameter taman 56 meter, diameter kolam 28 meter, dan biaya rumput 6000/m^2.
Ditanyakan biaya keseluruhan.
3. Tidak tau
4. Membaca pekerjaannya saja 5. Tidak saya cek karena tidak tau 6. Tidak yakin
7. Saya bingung menentukan cara penyelesaian.
Hasil Pertanyaan Khusus:
1. Bingung menulisnya, lupa caranya.
2. Mencari biaya, biaya saja? (peneliti). (Siswa diam bingung menjawab).
3. Takut salah.
Nomor
Soal Pekerjaan Siswa Ketika Tes Pekerjaan Siswa Ketika Wawancara
5
Diketahui:
Panjang lintasan I dan II = 22 m 1 liter cat mengecat 50 m2 Ditanyakan:
Banyak cat yang diperlukan Strategi: - Banyak cat yang digunakan ½ liter Kesimpulan: -
1. Apakah hal-hal yang diketahui sudah kamu tulis lengkap?
2. Strateginya tidak ditulis lagi ya.
Bagaimana kamu menuliskan penyelesaian untuk
menyelesaikan permasalahan ini?
3. Kesimpulannya juga tidak kamu tulis lagi.
Proses Wawancara:
Hasil Pertanyaan Umum:
1. Saya membaca soal kemusian memikirkan caranya.
2. Yang diketahui panjang lintasan dan satu liter cat dapat engecat 50 m^2. Ditanyakan banyak cat yang diperlukan.
3. Tidak tahu
4. (Siswa tidak bisa menjelaskan)
5. Todak mengecek kembali karena bingung 6. Tidak yakin
7. Kesulitan menentukan cara penyelesaian.
Hasil Pertanyaan Khusus:
1. Belum mungkin (Siswa bingung dan ragu). Kenapa? (peneliti), karena saya tidak yakin dengan jawaban saya.
2. Saya menulis sesuai yang saya pikirkan karena tidak tahu caranya.
3. Bingung, pusing.
Untuk data hasil wawancara juga dapat dilihat pada lampiran (Lampiran 11).
C. Analisis Data
Dalam penelitian ini data yang dianalisis adalah data hasil observasi, hasil tes tertulis dari butir soal nomor 1 sampai butir soal nomor 5 dan hasil wawancara.
1. Analisis Hasil Observasi
Dalam pelaksanaan observasi ada 3 aspek yang diamati yaitu, masalah, proses pemecahan masalah, dan hambatan. Dari data hasil observasi yang telah dikumpulkan oleh peneliti sesuai pada Tabel 4. 2. 1 Hasil Observasi, untuk aspek masalah diketahui bahwa masalah yang diberikan dalam kegiatan pembelajaran banyak mengacu pada masalah penerapan atau aplikasi belum mengarah pada masalah analisis yang mengarah pada pemecahan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terjadi karena dalam kurikulum yang digunkan matari lebih banyak mengarah pada pemecahan masalah penerapan atau aplikasi, untuk masalah analisis cenderung sedikit.
Tetapi masalah terkait analisis tetap dipelajari karena ada sub bab tersendiri yang membahas pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi lingkaran. Selanjutnya, dari aspek proses pemecahan masalah. Dalam asapek proses pemecahan masalah ini peneliti melihat apakah proses pemecahan masalah yang diberikan oleh guru runtut sesuai tahap-tahap pemecahan masalah menurut Polya. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa proses pemecahan masalah terjadi dalam kegiatan pembelajaran, namun tidak pada setiap pertemuan. Proses pemecahan masalah dilakukan pada pertemuan ke-3 dan 4. Pada pertemuan ke-3 dan 4 guru mulai membimbing proses pemecahan masalah menurut Polya, namuntidak semua tahapan dilakukan.
Dari 4 tahapan Polya yang dibahas, guru melakukan 2 tahapan yaitu memahami masalah dan merencanakan strategi. Sedangkan untuk tahapan penyelesaian masalah dan memeriksa kembali langsung dilakukan oleh siswa.
2. Analisis Hasil Tes Tertulis
Dari data hasil tes siswa pada Tabel 4.2.3, peneliti menganalisis dengan membandingkan nilai yang didapatkan oleh siswa pada saat tes dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, kemudian mengurutkan berdasarkan rangking dan kelompok. Melalui proses analisis, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 1 Batas-Batas Kelompok
Interval Kelompok
𝑁 ≥ 79,79 Atas
48,31 < 𝑁 < 79,79 Tengah
𝑁 ≤ 48,31 Bawah
Tabel 4. 3. 2 Hasil Tes, Ranking dan Kelompok Rank Nama Nilai Keterangan
(KKM 75) Kategori
1 S12 86,25 TUNTAS
Kelompok Atas
2 S13 85,00 TUNTAS
3 S3 81,25 TUNTAS
4 S20 78,75 TUNTAS
Kelompok Tengah
5 S14 77,50 TUNTAS
6 S7 77,50 TUNTAS
7 S17 76,25 TUNTAS
8 S4 75,00 TUNTAS
9 S21 73,75 TIDAK TUNTAS
10 S8 70,00 TIDAK TUNTAS
11 S19 67,50 TIDAK TUNTAS
12 S1 61,25 TIDAK TUNTAS
13 S2 60,00 TIDAK TUNTAS
14 S6 58,75 TIDAK TUNTAS
15 S5 58,75 TIDAK TUNTAS
16 S15 51,25 TIDAK TUNTAS
17 S11 47,50 TIDAK TUNTAS
Kelompok Bawah
18 S10 46,25 TIDAK TUNTAS
19 S18 40,00 TIDAK TUNTAS
20 S9 40,00 TIDAK TUNTAS
21 S16 32,50 TIDAK TUNTAS
Berdasarkan Tabel 4.3.2, peneliti mengelompokkan keterangan tuntas dan tidak tuntas serta dihitung persentasenya, sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 3 Persentase Ketuntasan Hasil Tes
Banyak Siswa Kategori Persentase
8 Tuntas 38%
13 Tidak Tuntas 62%
Dari hasil skoring hasil tes untuk seluruh siswa yang mengikuti tes pada Tabel 4. 2. 2, peneliti juga dapat melihat persentase setiap tahap pemecahan masalah pada saat siswa mengerjakan tes. Setelah data skoring diolah, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 4 Persentase Capaian Setiap Tahap Pemecahan Masalah
Nomor Soal
Persentase Setiap Tahap Pemecahan Masalah Memahami
Masalah
Merencanakan Strategi
Melaksanakan Strategi
Memeriksa Kembali
1 86% 43% 81% 81%
2 81% 48% 24% 24%
3 71% 43% 62% 52%
4 62% 29% 43% 33%
5 0% 5% 0% 5%
Rata-rata 60% 34% 42% 39%
3. Analisis Hasil Wawancara
Dalam proses analisis hasil wawancara berikut, peneliti akan menganalisis data berdasarkan Aspek tahap pemecahan masalah menurut Polya yang telah dipaparkan pada Bab II bagian pemecahan masalah menurut Polya. Aspek tersebut yaitu, memahami masalah, menyusun strategi penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali.
Dari data hasil wawancara yang telah diperoleh akan didata kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Polya.
a. Memahami Masalah
Berdasarkan data hasil wawancara Tabel 4. 2. 6 sampai Tabel 4. 2.11, peneliti menganalisis dengan mengelompokkan kemampuan siswa dalam memahami masalah sesuai dengan beberapa ciri-ciri siswa dapat memahami masalah seperti yang telah dipaparkan pada Bab II. Ciri-ciri tersebut yaitu, siswa mengetahui apa yang dicari, mengetahui data yang diketahui. Melalui proses analisis diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 5 Analisis Hasil Wawancara Untuk Tahap Memahami Masalah Profil Kemampuan
Pemecahan Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap dan benar
S12,S20,
yang diketahui dan diketahui namun
yang diketahui dan ditanyakan namun yang ditanyakan kurang lengkap
- S15 - - -
Keterangan:
Tanda (-) memiliki arti pada nomor soal terkait siswa tidak menunjukkan profil kemampuan yang dimaksud.
b. Menyusun Strategi Penyelesaian
Berdasarkan data hasil wawancara Tabel 4. 2. 6 sampai Tabel 4. 2.11, peneliti menganalisis dengan mengelompokkan kemampuan siswa dalam merencanakan penyelesaian. Kemampuan pemecahan masalah untuk tahap menyusun strategi dikelompokkan berdasarkan indikator yang telah dipaparkan pada Bab II yaitu, siswa pernah melihat masalah yang sama dalam bentuk yang berbeda, siswa mampu menentukan langkah atau cara untuk menyelesaikan masalah. Melalui proses analisis diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 6 Analisis Hasil Wawancara Untuk Tahap Menyusun Strategi Profil Kemampuan
Pemecahan Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Mampu menuliskan strategi dengan lengkap dan pernah menjumpai masalah strategi namun yang kurang lengkap, dan pernah menjumpai masalah sejenis
- S15 S15 - -
Mampu menuliskan strategi namun salah dan pernah
menjumpai masalah sejenis.
- S11 S19, S11 S15, S11 -
Tidak menuliskan strategi, dan pernah menjumpai masalah sejenis
S16 S16 S16 S16 -
Mampu menuliskan stretegi namun kurang lengkap dan belum pernah menjumpai masalah sejenis
- - - - S12,
S20,S19
Profil Kemampuan Pemecahan
Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Tidak menuliskan strategi, dan belum pernah menjumpai masalah sejenis
- - - - S15,
S11, S16
Keterangan:
Tanda (-) memiliki arti pada nomor soal terkait siswa tidak menunjukkan profil kemampuan yang dimaksud.
c. Melaksanakan Rencana Penyelesaian
Berdasarkan data hasil wawancara Tabel 4. 2. 6 sampai Tabel 4. 2.11, peneliti menganalisis dengan mengelompokkan kemampuan siswa dalam melaksanakan rencana penyelesaian sesuai dengan beberapa ciri-ciri seperti yang telah dipaparkan pada Bab II. Ciri-ciri tersebut yaitu, siswa menggunakan rencana atau strategi yang telah dipilih untuk menyelesaikan permasalahan, siswa menggunakan langkah penyelesaian dengan benar, dan siswa mampu menjelaskan langkah penyelesaian yang digunakan. Melalui proses analisis diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 7 Analisis Hasil Wawancara Untuk Tahap Melaksanakan Strategi Profil Kemampuan
Pemecahan Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Mampu menyelesaikan masalah dengan benar sesuai strategi yang direncanakan
Profil Kemampuan Pemecahan
Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Mampu menyelesaikan masalah namun salah, sesuai strategi dan dapat benar tidak sesuai strategi namun dapat menjelaskan
S15, S16 - - - -
Mampu menyelesaikan masalah namun salah, tidak sesuai strategi, namun bisa menjelaskan
- - S15 - -
Mampu menyelesaikan masalah dengan benar sesuai strategi namun tidak dapat menjelaskan dengan strategi, dan tidak dapat menjelaskan dengan baik
- S11 - S11 S19
mampu menyelesaikan dengan benar, tidak sesuai strategi, dan tidak dapat salah, tidak sesuai strategi, dan tidak dapat menjelaskan
Keterangan:
Tanda (-) memiliki arti pada nomor soal terkait siswa tidak menunjukkan profil kemampuan yang dimaksud.
d. Memeriksa Kembali
Berdasarkan data hasil wawancara Tabel 4. 2. 6 sampai Tabel 4. 2.11, peneliti menganalisis dengan mengelompokkan kemampuan siswa dalam memeriksa kembali sesuai dengan beberapa ciri-ciri seperti yang telah dipaparkan pada Bab II. Ciri-ciri tersebut yaitu, jawaban siswa sudah sesuai dengan yang ditanyakan, dan siswa memeriksa hasilnya. Melalui proses analisis diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 8 Analisis Hasil Wawancara Untuk Tahap Mengecek Kembali Profil Kemampuan Pemecahan
Masalah
Subjek yang Tergolong Pada Profil Pemecahan Masalah Untuk Masing-masing Nomor Soal
1 2 3 4 5
Siswa menuliskan kesimpulan dengan benar dan mengecek kembali pekerjaan
Siswa menuliskan kesimpulan dengan benar dan tidak mengecek kembali pekerjaannya
S11 - S20 - -
Siswa menuliskan kesimpulan namun salah dan mengecek kembali pekerjaan
- S15 S15 - S12
Siswa menuliskan kesimpulan namun salah dan tidak mengecek kembali pekerjaannya Siswa belum mampu menuliskan
kesimpulan dan tidak mengecek peerjaannya
S16 S16 S16 S16 S16
Keterangan:
Tanda (-) memiliki arti pada nomor soal terkait siswa tidak menunjukkan profil kemampuan yang dimaksud.
4. Hambatan Pemecahan Masalah
Berdasarkan hasil wawancara terhadap 6 siswa pada Tabel 4. 2. 6 sampai Tabel 4. 2.11 diperoleh data hambatan yang dialami siswa, sebagai berikut:
Tabel 4. 3. 9 Analisis Hambatan
Subjek Nomor Soal
1 2 3 4 5 jari-jari karena belum pernah Siswa bilangan desimal
-
Subjek Nomor Soal bilangan desimal
Siswa tidak hafal rumus
Siswa tidak hafal rumus
Siswa tidak hafal rumus
Tanda (-) artinya siswa tidak mengalami hambatan pada nomor soal tersebut.
D. Pembahasan
1. Hasil Tes dan Profil Kemampuan Penyelesaian Soal
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4. 3. 2, dapat dilihat bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih banyak yang tidak tuntas karena sebagian kecil (8 dari 21 siswa) tuntas dengan sebaran capaian nilai dari 75,00 sampai dengan 86,25. Sedangkan sebagian besar siswa yang lain (13 dari 21 siswa) tidak tuntas karena memperoleh nilai di bawah nilai ketuntasan minimal yaitu 75, dengan sebaran capaian nilai dari 32,50 sampai dengan 73,75. Hal ini sama dengan hasil analisis pada Tabel 4. 3. 4, yang melihat dari persentase capaian untuk setiap tahap pemecahan masalah dari 21 siswa yang mengikuti tes. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa untuk setiap tahap pemecahan masalah masih rendah, karena dari empat tahap pemecahan masalah menurut teori Polya masing-masing tidak ada yang mecapai
persentase rata-rata lebih dari atau sama dengan ketuntasan minimal, yaitu 75%. Untuk tahap memahami masalah yaitu 60%, tahap menyusun strategi sebesar 34%, tahap melaksanakan strategi penyelesaian sebesar 42%, dan tahap memeriksa kembali sebesar 39%. Jadi dari keempat tahap tersebut hanya tahap pertama yaitu tahap memahami masalah yang memperoleh persentase cukup tinggi, meskipun masih dibawah 75%. Salah satu penyebabnya adalah masalah nomor lima. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat bahwa masalah nomor lima memeperoleh persentase capaian sangat rendah. Persentase capaian untuk nomor lima sangat rendah karena hanya mencapai maksimal 5% untuk setiap tahap pemecahan masalah. Hal ini disebabkan karena menurut siswa permasalahan nomor lima belum pernah didapatkan sebelumnya, sehingga pada saat mengerjakan siswa mengalami kebingungan untuk memahami masalah dan menentukan langkah-langkah penyelesaian yang digunakan. Berdasarkan semua data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah.
Selain dari hasil tes peneliti juga melihat kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan data hasil wawancara pada Tabel 4. 3. 5 sampai Tabel 4. 3. 8 terhadap beberapa siswa yang telah dipilih pada Tabel 4. 2. 4.
Kemampuan pemecahan masalah untuk setiap tahap sebagai berikut:
a. Memahami masalah
Pada tahap memahami masalah, berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4. 3. 5, menunjukkan bahwa profil kemampuan siswa lebih cenderung
mengelompok, dari lima masalah yang diberikan pada tahap memahami masalah ini terdapat empat masalah yang sebagian besar (5 dari 6 siswa) konsisten tergolong dalam profil kemampuan pemecahan masalah yang menunjukkan bahwa siswa mampu menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap dan benar, meskipun masih ada siswa yang belum mampu menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap. Sedangkan untuk masalah nomor lima, semua siswa mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan meskipun masih kurang lengkap. Hal ini disebabkan karena siswa mengalami kebingungan dalam membaca gambar. Siswa kesulitan dalam menafsirkan gambar terutama untuk unsur geometri yang tidak di paparkan secara eksplisit.
Maka dari itu dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah sudah cukup tinggi.
b. Merencanakan strategi
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4. 3. 6, menunjukkan bahwa profil kemampuan pemecahan masalah siswa lebih cenderung menyebar dibandingkan dengan tahap pertama yaitu tahap memahami masalah. Dari 6 subjek hanya 3 siswa yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang konsisten. Hal ini dapat dilihat bahwa 3 subjek (S12, S20, dan S19) tergolong dalam profil mampu menuliskan strategi dengan lengkap dan pernah menjumpai masalah sejenis sebelumnya dari 3 masalah atau lebih masalah yang diberikan.
Sedangkan kemampuan untuk subjek lain menyebar pada profil kemampuam lain. Dari lima masalah yang diberikan hanya masalah nomor 1 yang sebagian besar (5 dari 6 siswa) yang menunjukkan kemampuan yang diharapkan. Sedangkan untuk nomor lain (nomor soal 2, 3, 4, 5) profil kemampuan siswa menyebar bahkan untuk masalah nomor lima profil kemampuan pemecahan masalah siswa cenderung dibawah karena hampir semua siswa menuliskan strategi namun belum lengkap karena belum pernah menjumpai masalah sejenis sebelumnya sehingga siswa merasa kebingungan dalam menentukan langkah-langkah penyelesaian yang harus digunakan. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada tahap menyusun strategi masih rendah.
c. Melaksanakan Rencana Penyelesaian
Profil kemampuan pemecahan masalah pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian berdasarkan Tabel 4. 3. 7 terlihat menyebar.
Untuk setiap nomor banyak siswa yang belum mampu menyelesaikan masalah dengan benar dan tidak sesuai dengan strategi yang telah direncanakan sebelumnya. Dari lima masalah yang diberikan sebagian kecil (2 dari 6 siswa) mampu menyelesaikan masalah dengan benar sesuai strategi yang direncanakan dan dapat menjelaskan pekerjaannya.
Untuk nomor lima tidak ada siswa yang mampu menyelesaikan masalah dengan benar. Hal ini disebabkan karena sebelumnya siswa belum pernah menjumpai masalah sejenis sehingga siswa kebingungan
dalam menentukan strategi dan menyelesaikan masalah yang diberikan.
Kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah ini juga dipengaruhi oleh cara belajar siswa yang cenderung menghafal sehingga banyak kecenderungan untuk lupa cara atau langkah penyelesaian yang mengakibatkan proses penyelesaian juga salah.
Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masih rendah karena dari 6 siswa hanya 2 siswa yang kemampuan pemecahan masalah pada tahap ini konsisten tergolong dalam profil kemampuan bahwa siswa mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan strategi dan dapat menjelaskan pekerjaannya.
d. Memeriksa Kembali
Berdasarkan hasil analisis wawancara pada Tabel 4. 3. 8, kemampuan pemecahan masalah siswa pada tahap memeriksa kembali masih rendah karena dari 6 subjek hanya 1 subjek yang konsisten mampu menuliskan kesimpulan dengan benar dan memeriksa kembali pekerjaannya.
Sedangkan yang lain menyebar tergolong pada profil kemampuan lain.
Siswa tidak memeriksa kembali pekerjaannya karena siswa merasa bahwa jika mereka memeriksa kembali pekerjaannya mereka menjadi lebih pusing, maka mereka lebih memilih untuk tidak memeriksa kembali meskipun mereka merasa bahwa belum yakin dengan pekerjaannya. Maka, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa pada tahap memeriksa kembali masih rendah.
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa baik secara keseluruhan ataupun kemampuan untuk setiap tahap pemecahan masalah masih rendah.
Sebagian besar kemampuan siswa masih berada pada tahap memahami masalah. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Resmi Rianti yang menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah untuk masing-masing tahap pemecahan masalah masih rendah, siswa belum memuaskan dan masih rendah. Dari empat tahap pemecahan masalah, sebagian besar siswa mampu melaksanakan tahap pertama, yaitu memahami masalah.
2. Hambatan Siswa dalam Memecahkan Masalah
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4. 3. 9, diperoleh data bahwa dalam proses pemecahan masalah matematika terkait masalah kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh siswa masih mengalami hambatan. Berikut merupakan hambatan yang dialami oleh siswa, yang telah diurutkan berdasarkan banyaknya siswa yang mengalami hambatan tersebut.
Hambatan tersebut yaitu, 1) siswa belum pernah mendapati pembahasan masalah sejenis sebelumnya (masalah nomor 5). Hal ini membuat siswa merasa kebingungan dalam mengerjakan dan menentukan cara serta langkah penyelesaian, 2) siswa kebingungan menentukan strategi atau langkah penyelesaian. Pada tahap ini masih ada siswa yang kebingungan untuk menentukan strategi penyelesaian karena tidak hafal cara atau rumus yang digunakan, dan ada yang menganggap bahwa strategi sama dengan
penyelesaian. 3) Siswa kesulitasn dalam mengoperasikan pembagian pecahan bilangan desimal, 4) siswa tidak hafal rumus, 5) siswa kebingungan dalam menentukan penggunaan luas atau keliling. Untuk model soal cerita yang berkaitan dengan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari, masih ada siswa yang kebingungan dan salah menggunakan konsep luas dan keliling. Dan 6) Siswa kebingungan dalam membaca gambar. Siswa kesulitan dalam menafsirkan gambar terutama untuk unsur geometri yang tidak di paparkan secara eksplisit
Berdasarkan hambatan-hambatan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa hambatan yang dialami siswa berkaitan dengan pengalaman siswa yang pernah diterima untuk menyelesaikan masalah, pemahaman siswa terhadap pengetahuan-pengetahuan yang diterima, dan semangat siswa dalam memecahkan masalah. Hambatan yang dialami siswa ini sesuai teori pada Bab II tentang hambatan pemecahan masalah yang terdiri dari 4 faktor, pengalaman awal, latar belakang pengetahuan konseptual, motivasi, dan kompleksitas (Tatag Yuli Eko Siswono, 2018:44).
E. Keterbatasan
Pelaksanaan penelitian ini diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan tujuan penlitian. Namun, masih dirasakan adanya keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Masalah yang diberikan pada tes kemampuan pemecahan masalah untuk nomor 5 masih perlu dibenahi. Pada saat pelaksanaan tes masih nampak
persepsi siswa terhadap permasalahan nomor 5 tidak sama. Hal ini sebaiknya daerah arsiran pada gambar dihilangkan dan garis tepi pada gambar I dan II dicetak tebal agar lebih jelas dan persepsi siswa selaras dengan yang ditanyakan.
2. Penentuan jumlah subjek wawancara telah dipilih berdasarkan masing-masing kelompok sebagai perwakilan agar dapat menggambarkan semua kemampuan semua siswa. Namun, lebih baik jika penentuan jumlah subjek wawancara untuk masing-masing kelompok disamaratakan berdasarkan porsi masing-masing kelompok sehingga jumlah siswa lebih proporsional.
3. Instrumen pembelajaran dan tes sebagai instrumen penelitian telah dikembangkan melalui validitas logic. Namun, lebih baik apabila instrumen penelitian diuji secara empirik sebelum digunakan untuk penelitian. Hal ini tidak sempat peneliti lakukan karena keterbatasan waktu. Namun, setelah penelitian selesai peneliti melakukan validitas secara empirik dengan menghitung validitas empirik menggunakan rumus korelasi product moment menurut Suharsimi Arikunto (2012:87) dan reliabilitas instrumen tes yang telah dibuat menggunakan rumus Alpha menurut Suharsimi Arikunto (2012:122), hasilnya dapat dilihat pada Lampiran 12. Berdasarkan data tersebut diperoleh bahwa semua butir soal vali dengan 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 masing-masing adalah 0,56, 0,86, 0,85, 0,90, 0,56. Sedangkan reliabilitas instrumen tes masuk dalam kategori tinggi yaitu, 0,78
88 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang telah diperoleh tentang deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika dikalangan siswa kelas
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang telah diperoleh tentang deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika dikalangan siswa kelas