• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, peneliti akan menguraikan hasil pelaksanaan penelitian,

F. Analisis Data

Peneliti dapat melaksanakan analisis data jika siswa yang terlibat selama penelitian paling sedikit 80%. Penelitian yang dilaksanakan pada kelas X Akutansi di SMK Putra Tama Bantul memenuhi persyaratan dimana siswa yang mengikuti lebih dari 16 siswa dari 20 siswa sehingga peneliti dapat menganalisis data.

buat?

13

Manfaat apa yang kamu dapatkan dengan membuat ringkasana dalam bentuk mind map atau peta konsep?

Bisa gambar-gambar

14

Kesulitan apa yang kamu temui ketika membuat mind map atau peta konsep?

Harus membaca dulu sebelum membuat peta konsep

15

Apakah belajar menggunakan peta konsep lebih membantu kamu dalam mendapatkan nilai yang lebih bagus dari biasanya?

Sama saja wong matematika itu susah

1. Analisis Telaah dan Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan oleh dosen pembimbing dan guru sebelum dilaksanakannya proses pembelajaran meskipun RPP yang dibuat adalah RPP kolaborasi anatara guru dan peneliti dengan tujuan untuk mengetahui apakah RPP yang telah dibuat oleh peneliti setelah berunding dengan guru pembimbing yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan dalam penelitian sudah tepat dan dapat digunakan sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan.

Penelaah

Skor Telaah RPP Pertemuan ke

1 2 3

Dosen 100 100 100

Guru 100 100 100

Penelaah Nilai Peringkat Pertemuan 1 2 3 1 2 3 Dosen AB AB AB AB AB AB Guru AB AB AB AB AB AB

Pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) dilakukan oleh tiga observer yang dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung yaitu di kelas X Akutansi SMK PUTRA TAMA. Pengamatan dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan cara memberikan skor 1 untuk kolom “Ya” yang diberi tanda ( )

untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 untuk kolom “Tidak” yang

diberi tanda chek list ( ).

Observer

Skor Keterlaksanaan RPP Pertemuan ke

1 2 3

1 80 82 84

2 80 82 84

3 80 82 84

2. Minat Terhadap Matematika

Minat siswa terhadap matematika dapat dilihat dari hasil kuisoner yang telah diisi oleh siswa. Berdasarkan kuisoner yang diperoleh dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut ini :

No Absen

Pertanyaan Positif

Nilai Peryataan Negatif Nilai % Kriteria

SS S TS STS SS S TS STS 1 7 3 0 0 37 0 0 1 9 39 95 SM 2 7 3 0 0 37 0 2 2 6 34 89 SM 3 4 6 0 0 34 0 1 4 5 34 85 SM 4 1 9 0 0 31 0 1 4 5 34 81 SM 5 1 8 0 1 29 0 0 6 4 34 79 M 6 2 6 2 0 30 0 3 5 2 29 74 M 7 4 5 1 0 33 0 0 6 4 34 84 SM 8 2 5 3 0 29 0 2 3 5 33 78 M 9 2 6 2 0 30 0 3 6 1 28 73 M 10 4 6 0 0 34 0 1 4 5 34 85 SM 11 0 3 2 5 18 0 6 4 0 24 53 CM 12 2 2 4 2 24 1 0 6 3 31 69 M 13 0 9 1 0 29 0 0 9 1 31 75 M 14 3 2 3 2 26 1 4 4 1 25 64 M 15 3 3 4 0 29 2 2 2 4 28 71 M 16 0 3 4 3 20 3 6 1 0 18 48 CM 17 3 4 1 2 28 0 0 9 1 31 74 M 18 3 4 3 0 30 2 0 5 3 29 74 M 19 Tidak Masuk 20 Tidak Masuk

Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel dapat dilihat bahwa siswa berminat mempelajari matematika dengan bantuan model pembelajaran mind map atau peta konsep.

Skala Kriteria Jumlah Siswa Presentase (%) Kriteria 20 0 0% Tidak Berminat(TM) 21-40 0 0% Kurang Berminat (KM) 41-60 2 11,11% Cukup Berminat (CM) 61-80 10 55,55% Berminat (M) 81-100 6 33,33% Sangat Berminat (SM)

Jumlah Presentase Minat Siswa

Minat SM SM+M SM+M+CM SM+M+ CM+KM SM+M+CM+ KM+TM 33,33% 33,33%+ 55,55% 33,33%+55,55%+11,11% M

Tabel 4.16 Data Kriteria Minat Siswa

3. Anlisis Tes Akhir

Tes akhir diberikan siswa pada pertemuan terakhir setelah siswa tuntas mempelajari matriks. Tes yang diberikan oleh siswa adalah tes untuk mengetahui prestasi siswa setelah belajar mengguakan model pembelajaran mind map atau peta konsep. Siswa dikatakan memperoleh prestasi yang baik jika nilai yang diperoleh pada tes akhir ini diatas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75 dan data dapat dilhat pada tabel berikut :

No Siswa Skor Nilai

1 Siswa 1 50 100 2 Siswa 2 38 76 3 Siswa 3 42 84 4 Siswa 4 40 80 5 Siswa 5 28 56 6 Siswa 6 43 86 7 Siswa 7 31 62 8 Siswa 8 23 46

9 Siswa 9 44 88 10 Siswa 10 30 60 11 Siswa 11 33 66 12 Siswa 12 38 76 13 Siswa 13 26 52 14 Siswa 14 26 52 15 Siswa 15 20 40 16 Siswa 16 38 76 17 Siswa 17 34 68 18 Siswa 18 29 58 19 Siswa 19 39 78 20 Siswa 20 39 78

Berdasarkan data hasil Tes Akhir diperoleh

a. Nilai Tertinggi (MAX) = 100 b. Nilai Terendah (MIN) = 40

c. Rata-Rata Nilai Seluruh Siswa (MEAN) = 69,1 d. Presentase siswa yang mencapai KKM (%) = 50% 4. Analisis Kuis

Kuis diberikan kepada siswa sebanyak dua kali pada awal pertemuan kedua dan awal pertemuan ketiga sesuai dengan materi yang telah diberikan atau dipelajari di hari sebelumnya. Hasil dari kuis yang diperoleh siswa adalah :

No Siswa Skor Nilai

1 Siswa 1 11 73 2 Siswa 2 10 76 3 Siswa 3 11 73 4 Siswa 4 13 86 5 Siswa 5 12 80 6 Siswa 6 14 93 7 Siswa 7 15 100 8 Siswa 8 12 80 9 Siswa 9 14 93

10 Siswa 10 Tidak masuk 0

11 Siswa 11 33 66

12 Siswa 12 14 93

13 Siswa 13 9 60

14 Siswa 14 9 60

15 Siswa 15 6 40

16 Siswa 16 15 100

17 Siswa 17 12 80

18 Siswa 18 Tidak masuk 0

19 Siswa 19 Tidak masuk 0

20 Siswa 20 Tidak masuk 0

Nilai =

Berdasarkan data hasil Tes Akhir diperoleh

a. Nilai Tertinggi (MAX) = 100 b. Nilai Terendah (MIN) = 40

c. Rata-Rata Nilai Seluruh Siswa (MEAN) = 62,65 d. Presentase siswa yang mencapai KKM (%) = 50%

No Siswa Skor Nilai 1 Siswa 1 10 100 2 Siswa 2 9 90 3 Siswa 3 9 90 4 Siswa 4 9 90 5 Siswa 5 5 50 6 Siswa 6 8 80 7 Siswa 7 8 80 8 Siswa 8 5 50 9 Siswa 9 8 80 10 Siswa 10 10 100

11 Siswa 11 Tidak Masuk 0

12 Siswa 12 8 80

13 Siswa 13 3 30

14 Siswa 14 3 30

15 Siswa 15 8 80

16 Siswa 16 9 90

17 Siswa 17 7 70

18 Siswa 18 Tidak masuk 0

19 Siswa 19 Tidak masuk 0

20 Siswa 20 Tidak masuk 0

Nilai =

Berdasarkan data hasil Tes Akhir diperoleh

a. Nilai Tertinggi (MAX) = 100 b. Nilai Terendah (MIN) = 30

c. Rata-Rata Nilai Seluruh Siswa (MEAN) = 59,5 d. Presentase siswa yang mencapai KKM (%) = 55% 5. Analisis Hasil Wawancara

a. Analisis Hasil Wawancara Guru

Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru sebelum melaksanakan penelitian guru mengemukakan bahwa model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran seperti yang biasa dilakukan dimana guru

mejelaskan materi terlebih dahulu setelah itu memberikan soal-soal latihan kepada siswa. selain menggunakan model pembelajaran ini guru juga menggunakan alat bantu peraga sebagai pendukung dalam menyampaikan materi. Menurut guru selain dapat membantu dalam pembelajaran menggunakan alat peraga juga dapat mempengaruhi minat siswa dalam belajar matematika.

Menurut guru model pembelajaran mind map atau peta konsep ini nantinya akan dapat lebih membantu siswa dalam belajar. Selain membuat siswa rajin membuat catatan sesuai dengan kreasinya sehingga menarik untuk dipelajari siswa juga diajarkan cara baru dalam belajar. Seperti yang sudah-sudah catatan yang kurang menarik juga jarang disentuh oleh siswa sedangkan kalau menggunakan mind map atau peta konsep nantinya mereka bisa membuat catatan dalam bentuk yang lebih menarik dan berwarna sesuai dengan keinginan mereka sendiri sehingga siswa akan lebih tertarik dalam belajar dan jauh lebih mudah dalam membantu belajar. Siswa jika tidak diberikan tugas rumah atau PR mereka jarang berlajar sedangkan dengan memberikan siswa tugas membuat mind map atau peta konsep pada setiap akhir pembelajaran dan dapat dikerjakan dirumah agar

lebih lengkap dan menarik diharapkan nantinya siswa setiap harinya akan belajar di rumah.

Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran mind map atau peta konsep ini dapat membantu siswa karena dengan siswa membuat mind map atau peta konsep dari materi yang telah dipelajari sama saja siswa melakukan kegiatan belajar. Membuat model pembelajaran mind map atau peta konsep tidak semata-mata hanya menggambar dan meringkas akan tetapi dalam membuat catatan ke bentuk mind map

atau peta konsep pastilah siswa harus mengerti terlebih dahulu materi yang akan dibuat ke dalam mind map atau peta konsep dan mengerti akan kaitan-kaiatan, poin-poin serta keterkaitan pokok materi dengan cabang-cabang materinya.

b. Analisis Hasil Wawancara Siswa

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti kepada tiga siswa mengenai pembelajaran dengan model pembelajaran

mind map atau peta konsep dan untuk mengetahui bagimana minat siswa terhadap matematika peneliti mendapati pada sebagian siswa merasa berminat bahkan ada yang sangat berminat dan antusias sekali dalam belajar matematika terlebih lagi menggunakan model

pembelajaran mind map atau peta konsep yang menurut dari beberapa siswa model pembelajaran ini menyenangkan dan sangat membantu bagi mereka. Siswa yang merasa senang dengan model pembelajaran mind map atau peta konsep sebagian besar adalah siswa yang rajin mencatat dan memiliki catatan yang lengkap.

Ada juga beberapa siswa yang merasa tidak tertarik dengan matematika karena matamatika merupakan mata pelajaran yang sulit. Siswa mengatakan bahwa setiap mata pelajaran matematika selalu mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) akan tetapi dengan menggunakan model pembelajaran

mind map atau peta konsep bagi beberapa siswa ini merasa tertolong dan mendapatkan cara belajar baru yang sesuai bagi mereka. Bagi sebagian siswa yang tadinya tidak menyukai matematika ini menjadi sedikit lebih tertarik dan bersemangat dengan matematika karena dengan bantuan mind map atau peta konsep yang mereka buat membantu mereka dalam belajar dan mendapatkan nilai yang memuaskan sehingga mereka menjadi berminat belajar matematika dan tertantang untuk mendapatkan nilai yang memuaskan kembali. Minat mereka semakin tinggi dikarenakan adanya semangat baru yang timbul dari hasil yang

mereka dapatkan namun itu semua tidak berlaku bagi beberapa siswa yang lainnya. Siswa yang tidak suka dengan matematika juga masih ada beberapa meskipun mereka mengambil jurusan yang selalu menggunakan perhitungan.

Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa setiap siswa merasa tidak senang dengan matematika karena alasan sulit dipelajari dan malas dalam melakukan perhitungan namun setelah mereka diperkenalkan dengan model pembelajaran mind map atau peta konsep mereka dapat mengatasi sedikit demi sedikit kesulitan yang ada.

Dokumen terkait