BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Analisis Data Penelitian
100
Kolom 3 adalah kategori nilai yang diperoleh siswa Kolom 4 adalah banyaknya siswa yang memperoleh nilai tersebut
Kolom 5 adalah (%) data yang diketahui dari
X 100
Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa skor nilai hasil posttest mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Bahasa Indonesia semester genap TA. 2020/2021 termasuk dalam kategori tengah/sedang.
Hal tersebut terlihat dari tabel persentase di atas bahwa sebanyak 15 sampel siswa ( 65,2%) berada pada kategori tengah/sedang.
C. Analisis Data Penelitian
berdistribusi normal atau tidak.48 Dalam penelitian ini uji prasyarat yang digunakan yaitu berupa uji normalitas dengan menggunakan teknik uji Lilliefors.
1. Uji Normalitas data hasil pretest mata pelajaran Bahasa Indonesia
Menghitung rata-rata dan simpangan baku dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Rata-rata : =
= 59,1
Simpangan baku : S =
√
∑ ∑= √ 78 8
= √
= √
= √ = 10,09 Kemudian mencari nilai Zi dengan menggunakan rumus:
Zi =
48 Noor, Juliansyah. Metode Penelitian. (Jakarta : Prenadamedia Group, 2016). Hal. 174
102 Tabel 4.11
Perhitungan Uji Normalitas Data Pretest Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
No Xi Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-
S(Zi) 1 15 -4,4726166 3,8634006 0,04347826 0,0434744 2 25 -3,4584178 0,00027168 0,08695652 0,0866848
4 3 40 -1,9371197 0,02636536 0,13043478 0,1040694
2 4 45 -1.4300203 0,0763556 0,17391304 0,0975574
4 5 50 -0,9229209 0,17802422 0,30434783 0,1263236
1 6 50 -0,9229209 0,17802422 0,30434783 0,1263236
1 7 50 -0,9229209 0,17802422 0,30434783 0,1263236
1
8 55 -0,4158215 0,33877031 0,43478261 0,0960123 9 55 -0,4158215 0,33877031 0,43478261 0,0960123 10 55 -0,4158215 0,33877031 0,43478261 0,0960123 11 60 0,09127789 0,53636411 0,60869565 0,0723315
4 12 60 0,09127789 0,53636411 0,60869565 0,0723315
4 13 60 0,09127789 0,53636411 0,60869565 0,0723315
4 14 60 0,09127789 0,53636411 0,60869565 0,0723315
4 15 65 0,59837728 0,72520589 0,7826087 0,0574028
1 16 65 0,59837728 0,72520589 0,7826087 0,0574028
1 17 65 0,59837728 0,72520589 0,7826087 0,0574028
1 18 65 0,59837728 0,72520589 0,7826087 0,0574028
1
104
19 75 1,61257606 0,94658168 0,82608696 0,1204947 2 20 85 2,62677485 0,99569008 0,95652174 0,0391683
4 21 85 2,62677485 0,99569008 0,95652174 0,0391683
4 22 85 2,62677485 0,99569008 0,95652174 0,0391683
4
23 90 3,13387424 0,99913743 1 0,0008625
7
Dari perhitungan di atas diperoleh Lhitung dari nilai paling besar diantara selisih F(zi)-S(zi), yaitu sebesar 0,126, dari daftar nilai kritis L untuk uji Liliefors dengan N= 23 dan taraf = 0,05 diperoleh Ltabel = 0,190 yang mana berarti Lo ≤ LTabel ( , 26 ≤ , 9 ) Dapat dikatakan bahwa data tersebut berdisrtibusi normal. Pengujian terhadap data tentang hasil pretest mata pelajaran Bahasa Indonesia menghasilkan L0 maksimum sebesar 0,126.. Dari
perbandingan di atas tampak bahwa L0 lebih kecil dari Ltabel (L0 < Ltabel). Yang berarti bahwa data tentang hasil belajar pretest mata pelajaran Bahasa Indonesia berasal dari populasi yang berdistribusi normal diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan data tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
2. Uji Normalitas data hasil posttest mata pelajaran Bahasa Indonesia
Menghitung rata-rata dan simpangan baku dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Rata-rata : =
= 62,3
Simpangan baku : S = √ ∑ ∑
= √ 9 7
= √
= √ = √ = 14,37 Kemudian mencari nilai Zi dengan menggunakan rumus:
106 Zi =
Tabel 4.12
Perhitungan Uji Normalitas Data Postest Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
No Xi Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-
S(Zi) 1 40 -1,5518441 0,06034976 0,04347826 0,0168715 2 45 -1,203897 0,11431469 0,17391304 0,0595983
5 3 45 -1,203897 0,11431469 0,17391304 0,0595983
5 4 45 -1,203897 0,11431469 0,17391304 0,0595983
5 5 50 -0,8559499 0,19601275 0,26086957 0,0648568
2 6 50 -0,8559499 0,19601275 0,26086957 0,0648568
2 7 55 -0,5080028 0,3057257 0,43478261 0,1290569
1 8 55 -0,5080028 0,3057257 0,43478261 0,1290569
1 9 55 -0,5080028 0,3057257 0,43478261 0,1290569
1 10 55 -0,5080028 0,3057257 0,43478261 0,1290569
1 11 60 -0,1600557 0,43641861 0,56521739 0,1287987
8 12 60 -0,1600557 0,43641861 0,56521739 0,1287987
8 13 60 -0,1600557 0,43641861 0,56521739 0,1287987
8 14 65 0,18789144 0,57451912 0,69565217 0,1211330
5 15 65 0,18789144 0,57451912 0,69565217 0,1211330
5
108
16 65 0,18789144 0,57451912 0,69565217 0,1211330 5 17 75 0,88378566 0,81159404 0,82608696 0,0144929
2 18 75 0,88378566 0,81159404 0,82608696 0,0144929
2 19 75 0,88378566 0,81159404 0,82608696 0,0144929
2 20 80 1,23173278 0,89097554 0,86956522 0,0214103
2 21 85 1,57967989 0,9429099 0,95652174 0,0136118
4 22 85 1,57967989 0,9429099 0,95652174 0,0136118
4
23 90 1,927627 0,97304923 1 0,0269507
7
Dari perhitungan di atas diperoleh Lhitung dari nilai paling besar diantara selisih F(zi)-S(zi), yaitu sebesar
0,129, dari daftar nilai kritis L untuk uji Liliefors dengan N= 23 dan taraf = 0,05 diperoleh Ltabel = 0,190 yang mana berarti Lo ≤ LTabel ( , 29 ≤ , 9 ) Dapat dikatakan bahwa data tersebut berdisrtibusi normal. Pengujian terhadap data tentang hasil posttest mata pelajaran Bahasa Indonesia menghasilkan L0 maksimum sebesar 0,129..
Dari perbandingan di atas tampak bahwa L0 lebih kecil dari Ltabel (L0 < Ltabel). Yang berarti bahwa data tentang hasil belajar postest mata pelajaran Bahasa Indonesia berasal dari populasi yang berdistribusi normal diterima.
Dengan demikian dapat disimpulkan data tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi itu sama atau tidak.
Uji homogenitas ini dilakukan sebagai uji prasyarat dalam analisis. Dalam penelitian ini menggunakan pengujian homogenitas varians uji F, yaitu :
110 1) Mencari varians S12
yaitu simpangan baku nilai hasil belajar pretest mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VA.
S12 = ∑
∑
= 78 8
=
=
= 101,6 2) Mencari varians S22
yaitu simpangan baku nilai hasil belajar posttest mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VA.
S22 = ∑
∑
=
=
=
= 206,5
F
hitung
=
F
=
=
2,03Tabel 4.13
Hasil Uji Homogenitas dengan Uji-F
Fhitung Ftabel Kriteria
2,03 4,28 Homogen
Berdasarkan hasil hitung uji homogenitas pada data hasil Belajar pretest mata pelajaran Bahasa Indonesia dan hasil belajar posttest mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan uji F, maka diperoleh Fhitung = 2,03.
Sedangkan Ftabel = 4,28 pada taraf signifikansi (0,05).
Berdasarkan harga Fhitung dan Ftabel karena Fhitung≤ Ftabel
atau 2,03 ≤ ,28, dari df/dk = 21. Maka dapat disimpulkan bahwa varians berasal dari populasi yang sama menunjukkan varians tersebut homogen.
c. Uji Hipotesis
112
Dari hasil uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa skor setiap variabel penelitian telah memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian statistik lebih lanjut, yaitu pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis adalah dasar pengambilan keputusannya adalah Jika t hitung > t tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dan jika t hitung < dari t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Adapun hipotesis penelitian terdiri dari Ha hipotesis alternatif dan Ho hipotesis nihil. Secara rinci sebagai berikut :
1) Ha : Metode resitasi dan model cooperative learning dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 kota Bengkulu.
2) Ho : Metode resitasi dan model cooperative learning tidak mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 kota Bengkulu
Uji hipotesis ini digunakan ntuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa antara hasil belajar pretest dengan hasil belajar posttest pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VA SD Negeri 76 Kota Bengkulu, peneliti menggunakan rumus Separated Varian, yaitu :
t =
√
t =
√
t =
√ √
t =
√
=
= 0,87
Nilai t di atas selanjutnya dibandingkan dengan dk
= N1 + N2 – 2 = 23 + 23 -2 = 44. Dengan dk = 44, dan bila taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka t-tabel
= 0,68. Dengan demikian, thitung ≥ ttabel (0,87 ≥ 0,68) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima,
114
yaitu metode resitasi dan model cooperative learning dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V dalam pelajaran bahasa Indonesia di SDN 76 kota Bengkulu, sedangkan hipotesis nihilnya (Ho) ditolak.
D. Pembahasan
Metode resitasi disebut juga sebagai metode pemberian tugas. Tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dimana saja baik itu di rumah, di sekolah, di perpustakaan maupun di tempat lainnya. Metode resitasi dapat merangsang anak agar menjadi lebih aktif dalam belajar baik itu secara individual maupun secara kelompok.
Model pembelajaran cooperative learning adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengonstruksi konsep dan menyelesaikan persoalan. Tiap anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang peserta didik.
Hasil belajar merupakan suatu penilaian akhir dari proses dan pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waku yang
lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan mengubah cara berfikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Metode Resitasi Dan Model Cooperative Learning terhadap Hasil Belajar bahasa Indonesia kelas V di SDN 76 Kota Bengkulu. Untuk itu peneliti melakukan analisis terhadap hasil belajar pretest mata pelajaran bahasa Indonesia. Kemudian analisis terhadap hasil belajar posttest mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi yang sama tentang materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan kelas V semester genap TA.2021/2022.
Berdasarkan perolehan rata-rata hasil belajar pretest di kelas yaitu sebesar 59,1, dengan jumlah varians sebesar 101,6 dan nilai simpangan baku 10,9.Selanjutnya interpretasi nilai hasil belajar pretest mata pelajaran bahasa Indonesia yang
116
dihitung dari jumlah sampel 23 siswa. Adapun siswa yang memiliki kategori atas/tinggi yaitu sebanyak 5 siswa dengan persentase 27,1%, hasil belajar pretest mata pelajaran bahasa Indonesia kategori tengah/sedang yaitu sebanyak 14 siswa dengan persentase 60,9%, hasil belajar pretest mata pelajaran bahasa Indonesia kategori bawah/rendah yaitu berjumlah 4 siswa dengan persentase 17,4%.
Berdasarkan perolehan rata-rata hasil belajar posttest mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu sebesar 62,3, dengan jumlah varians sebesar 206,5 dan nilai simpangan baku 14,37.
Selanjutnya interpretasi nilai hasil belajar posttest mata pelajaran bahasa Indonesia yang dihitung dari jumlah sampel 23 siswa. Adapun siswa yang memiliki kategori atas/tinggi yaitu sebanyak 4 siswa dengan persentase 17,4%, hasil belajar posttest mata pelajaran bahasa Indonesia kategori tengah/sedang yaitu sebanyak 16 siswa dengan persentase 62,5%, hasil belajar posttest mata pelajaran bahasa Indonesia
kategori bawah/rendah yaitu berjumlah 4 siswa dengan persentase 17,4%.
Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan rumus Separated Varians, maka diperoleh hasil thitung = 0,87, sedangkan ttabel = 0,68. Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung
≥ ttabel yang artinya bahwa metode resitasi dan model cooperative learning dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V dalam pelajaran bahasa Indonesia di SDN 76 kota Bengkulu. Hal ini menunjukkan bahwa model cooperative learning efektif untuk proses pembelajaran.
Dikatakan demikian agar proses pembelajaran tidak hanya menggunakan model konvensional saja, tetapi ada pembaharuan yang membuat para siswa itu tidak bosan dan materi pelajarannya pun dapat diserap dengan baik.
Hasil penelitian ini juga diperjelas dengan teori yang mendukung dari Hasil penelitian Luluk Maulidina (2019) Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips Sd
118
Negeri 2 Kalibening. Bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan model pembelajaran cooperative learning tipe make match mengalami peningkatan terhadap hasil belajar. Peningkatan tersebut terjadi karena pada siklus I guru merefleksi terhadap proses pembelajaran, guru melakukan pembenahan dan perbaikan agar dalam menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe make a match siswa mampu memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Kemudian guru intensif dalam membimbing siswa terutama saat siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Selain itu siswa mampu membangun kerjasama dalam kelompok untuk belajar dan memahami tugas yang diberikan guru.49
Nurfahyani (2018) Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Round Table Terhadap Hasil Belajar Murid Pada Mata Pelajaran Pkn Kelas IV SD Inpres Bontomanai
49 Luluk Maulidina. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips SD Negeri 2 Kalibening. (2019), hal. 94
Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitungsebesar 8,65. Dengan frekuensi (dk) sebesar 24 - 1 = 23, pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh ttabel = 2,069. Oleh karena thitung ttabel pada taraf signifikansi 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima yang berarti bahwa penerapan model pembelajaran Round Table mempengaruhi hasil belajar PKn. Cooperative Round Table juga dapat menjadi sebuah strategi yang digunakan untuk proses belajar dimana siswa akan lebih muda menentukan secara komprehensif konsep-konsep yang sulit jika mereka mendiskusikan dengan siswa lainnya. Pembelajaran Round Table merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang bisa digunakan untuk memajukan pembentukan kelompok, mendengarkan aktif, berpikir dan berpartisipasi. Siswa bergantian dalam berkontribusi dalam kelompoknya masing-masing, pembelajaran ini juga merupakan pembelajaran yang
120
menyenangkan dan menarik dengan mementingkan proses untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.50
Sih Santo (2009) Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Virus Pada Siswa Kelas X Man 2 Banjarnegara menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperative learning berpengaruh terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus. Hal ini dapat diketahui dari analisis data bahwa model pembelajaran cooperative learning sebagai variabel X memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus, dimana diperoleh rxy sebesar 0,6918. Kemudian pada uji t diperoleh t hitung sebesar 5,0697.
Pada taraf signifikan 5% didapatkan rt adalah 1,70 dan taraf signifikan 1% didapatkan rt adalah 2,47. Karena rxy > rt , maka hasilnya signifikan. Maksudnya, antara penerapan model pembelajaran cooperative learning dengan hasil belajar Biologi
50 Nurfayani. Skripsi. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Round Table Terhadap Hasil Belajar Murid Pada Mata Pelajaran Pkn Kelas Iv Sd Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar. (Makassar : Universitas Muhamadiyah Makassar. 2018),hal. 55
pokok bahasan virus terdapat hubungan yang positif, atau memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran.
Pelaksanaan prosedur cooperative learning yang tepat dapat memberikan dampak yang baik terhadap proses belajar peserta didik, siswa menjadi lebih aktif dalam mengembangkan pengetahuan mereka. Hal ini berarti hipotesis nihil (H0) dengan bunyi “tidak ada pengaruh positif model pembelajaran cooperative learning terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus” ditolak. Sedangkan hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan “ada pengaruh positif pada model pembelajaran cooperative learning terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus di MAN 2 Banjarnegara” adalah dapat diterima.51
51 Sih Santo. Skripsi. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Virus Pada Siswa Kelas X Man 2 Banjarnegara. (Semarang : IAIN Walisongo. 2009), hal. 58
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar bahasa Indonesia tidak terlalu signifikan dikarenakan saat proses pembelajaran kita tidak hanya menggunakan satu metode saja. Tapi kombinasi dari beberapa metode dan model pembelajaran.
2. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan dari model cooperative learning terhadap hasil belajar bahasa Indonesia karena saat proses pembelajaran tidak hanya menggunakan model cooperative learning saja. Tetapi beberapa metode dan model digunakan agar proses pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien.
cxxiii
3. Adanya Pengaruh Metode Resitasi Dan Model Cooperative Learning terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia kelas V di SDN 76 Kota Bengkulu. Hal ini menunjukkan bahwa metode resitasi dan model cooperative learning efektif untuk proses pembelajaran. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan rumus Separated Varians, maka diperoleh hasil thitung = 0,87, sedangkan ttabel = 0,68. Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung ≥ ttabel yang artinya bahwa metode resitasi dan model cooperative learning dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V dalam pelajaran bahasa Indonesia di SDN 76 kota Bengkulu.Dikatakan demikian agar proses pembelajaran tidak hanya menggunakan model konvensional saja, tetapi ada pembaharuan yang membuat para siswa itu tidak bosan dan materi pelajarannya pun dapat diserap dengan baik.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pun juga diperlukan variasi dalam model pembelajaran, salah satunya model
cxxiv
cooperative learning dapat membuat kegiatan pembelajaran lebih berpusat kepada peserta didik dikelas.
B. Saran
Setelah melakukan penelitian di SD Negeri 76 Kota Bengkulu, maka penulis memberikan saran-saran yaitu sebagai berikut :
1. Bagi sekolah diharapkan memberikan arahan kepada para guru untuk membuat suasana belajar lebih menyenangkan.
Dengan menggunakan berbagai metode dan model pembelajaran, salah satunya metode resitasi dan model cooperative laerning.
2. Bagi guru dalam proses pembelajaran hendaknya lebih banyak melibatkan para siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan melakukan model cooperative learning maka suasana belajar akan semakin bervariasi dan para siswa juga tidak merasa bosan dengan model pembelajaran yang itu – itu saja. Serta menggunakan metode resitasi dalam
cxxv
artian pemberian tugas yang tidak hanya didalam ruang kelas saja, tetapi bisa di luar lingkungan sekolah.
3. Bagi siswa diharapkan dengan proses pembelajaran menggunakan model cooperative learning dan metode resitasi, suasana belajar lebih menarik dan materi yang disampaikan lebih mudah dipahami.
DAFTAR PUSTAKA
Al – Quran. Surat Al-Alaq ayat 1-5, 2019. Al – Quran dan terjemahan. Departemen agama RI Mekar, Bandung.
Asrul, Rusydi Ananda, dkk. 2015. Evaluasi Pembelajaran.
Bandung : Citapustaka Media
Bungin Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Prenadamedia Group
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa.
Leo Sutanto. 2013. Kiat Jitu Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta : Erlangga
Mauluddina Luluk. Skripsi. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips Sd Negeri 2 Kalibening.
Lampung : Iain Metro. 2019.
Nidawati. Belajar Dalam Perspektif Psikologi Dan Agama. Jurnal Pionir, Volume 1, Nomor 1, Juli-Desember 2013.
Ningtyas Esthi Santi, Emy Wuryani. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Make-A Match Berbantuan Media Komik Interaktif Untuk
127
Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Ips.
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), Volume: 3, Nomor: 1, Juni 2017.
Nursyaidah. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Peserta Didik. Jurnal IAIN Padang. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. 2014.
okiawan Ingga. Skripsi. Pengaruh Metode Resitasi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Xi Smkn 1 Mesuji Raya Kecamatan Mesuji Raya. Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan Lampung : Iain Metro. 2020.
Pane Aprida. Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu – Ilmu Keislaman. Vol. 03. Nomor 2, Desember 2017.
Paradise Pika. Skripsi. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Cooperative Script (Studi Di Kelas V Sd Negeri 65 Kaur).
Bengkulu : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. 2019.
Ramelan. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Example Non Example Di Kelas Vi Sd Negeri No 053979 Kepala Sungai. Esj Volume 7, No. 1, Juni 2017.
128
Sari Letri Olpita. Skripsi. Gaya Belajar Siswa Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas V Sd Negeri 113 Bengkulu Selatan. 2020.
Setiawan Didin Arif. Skripsi. Implementasi Metode Resitasi (Penugasan) Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Quran Hadits Kelas XII MA Futuhiyah Jeketro Gubug Grobogan Tahun Ajaran 2015/2016. STAIN Kudus : Kudus. 2016.
Shoimin Aris. 2014. Model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. yogyakarta : ar-ruzz media.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta : Alfabeta.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R&D). Bandung : Alfabeta.
Suryani Irma. Skripsi. Pengaruh Metode Resitasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Bhakti Pemuda Lampung Selatan.
Lampung : Uin Raden Intan Lampung. 2020
Suyono, Hariyanto. 2019.belajar dan Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Syahrum, Salim. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Bandung : Citapustaka Media
129
Trianto. 2011. Model – model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. jakarta : tim prestasi pustaka.
Umar Bukhari. 2016. Hadis Tarbawi (Pendidikan Dalam Perspektif Hadis). Jakarta : Amzah.
W.Gulo. 2002. Metode Penelitian. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.
Wibowo Daniel Akbar, Yoni Hermawan. Penerapan Metode Resitasi Dan Diskusi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Galuh. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 20, Nomor 3, September 2014
Wulandari Dewi retno. Skripsi. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe One Stay Three Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Vii Smp It Wahdah Islamiyah. (makasar : UIN alauddin makasar.
2017)
L A M
P
I
R
A
N
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
TEMATIK TERPADU
SD NEGERI 76 Kota Bengkulu KELAS V
TEMA 7
TEMA 7
Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa
Penjajahan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK TERPADU KELAS V
Sekolah : SD Negeri 76 Kota Bengkulu
Kelas /Semester : V/2 (dua ) Tema 7 : Peristiwa dalam
Kehidupan
Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan
Pembelajaran ke- : 1
Fokus Pembelajaran : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
A. KOMPETENSI INTI (KI)
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan tetangga.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5 Menggali informasi
penting dari teks narasi sejarah yang disajikan secara lisan dan tulis menggunakan aspek:
3.5.1 menggali informasi penting dari teks narasi sejarah yang disajikan secara lisan dan tulis menggunakan aspek: apa,
apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana;.
4.5 Memaparkan informasi penting dari teks narasi sejarah menggunakan aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta kosa kata baku dan kalimat efektif.
4.5.1 memaparkan informasi penting dari teks narasi sejarah menggunakan aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta kosakata baku dan kalimat efektif;
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan membaca teks tentang peristiwa kedatangan bangsa barat di Indonesia, siswa dapat mengidentifikasi latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia secara benar.
2. Dengan membuat peta pikiran, siswa dapat menjelaskan peristiwa kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia dengan menggunakan kosa kata baku secara tepat.
4. Dengan berdiskusi tentang ulasan teks, siswa dapat menjelaskan isi dan informasi sebuah teks secara tepat.
D. MATERI PEMBELAJARAN
Bahasa Indonesia : Peristiwa kebangsaan masa penjajahan.
E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan Pembelajaran : Cooperative Learning.
Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, penugasan, kelompok.
F. MEDIA/ALAT, BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR Media/Alat : 1. Teks bacaan/ buku siswa
2. Beragam benda di kelas dan lingkungan sekitar.
Sumber Belajar : Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V, Tema 7 :Peristiwa Dalam Kehidupan. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Kelas dibuka dengan salam, dan 10
menanyakan kabar
2. Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru mengecek kehadiran siswa dan memberikan semangat siswa diawal sebelum memulai pembelajaran.
4. Guru melakukan ice breaking, dan siswa diminta memeriksa kerapian diri dan kebersihan kelas.
5. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan, manfaat, dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan.
6. Siswa menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap disiplin yang akan dikembangkan dalam pembelajaran.
7. Pembiasaan membaca. Siswa dan guru mendiskusikan perkembangan kegiatan literasi yang telah dilakukan.
menit
Kegiatan inti
Ayo Membaca :
1. Guru meminta siswa 45 menit
menganalisis bacaan
“Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat”.
2. Siswa membaca dalam hati selama 15 menit.
3. Guru menunjuk satu siswa untuk membacakan bacaan tersebut dan meminta siswa lain menyimak.
4. Bacaan tersebut dibaca secara bergantian dan bersambung oleh semua siswa.
Ayo Berlatih :
5. Siswa menjawab pertanyaan pada buku siswa sesuai dengan bacaan.
6. Jawaban siswa disajikan secara kronologi sesuai dengan kolom pada buku siswa.
7. Guru memberikan penjelasan terkait materi yang dipelajari dan memberikan kesimpulan.
Ayo Berdiskusi :
8. Guru membentuk siswa menjadi kelompok kecil dikelas.
9. Guru memberikan tugas kepada masing – masing kelompok siswa.
10. Kelompok siswa berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru pada buku siswa yaitu tentang “kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia”.
Ayo Mencoba :
11. Siswa bersama kelompoknya melakukan studi pustaka dengan mencari informasi mengenai kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia dengan membaca buku, majalah, surat kabar, atau artikel internet.
12. Siswa membuat kesimpulan dari tugas yang diberikan
oleh guru tentang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.
Ayo Berlatih :
13. Siswa secara berkelompok bergantian membacakan hasil kesimpulan tugas yang diberikan didepan kelas.
14. Kelompok siswa lainnya menyimak apa yang dijelaskan oleh kelompok didepan dan memberikan komentar terhadap kelompok
yang sedang
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Penutup 1. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung:
Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
Apa yang akan dilakukan untuk menghargai perbedaan di sekitar?
15 menit