• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

J. Teknik Analisis Data

2. Analisis Data

a. Kenaikan dan Penurunan Rasio CAMELS

Penganalisisan data dilakukan berdasarkan analisis deskriptif untuk mengetahui posisi rasio-rasio finansial sebelum dan setelah merger.Rasio tersebut dibandingkan antara periode tertentu sebelum dengan setelah merger. Setiap rasio dihitung masing-masing tahun dan masing-masing bank, 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger. Data yang dianalisis adalah ketujuh indikator rasio CAMELS masing-masing diuji beda :

1. 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger (dirata-rata). 2. Perperiode, 1 tahun sebelum merger dan 1 tahun setelah merger, 1

tahun sebelum merger dan 2 tahun setelah merger, serta 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.

Alasan mengapa dilakukan analisis dengan dirata-rata dan perperiode, yaitu agar hasil yang peroleh lebih spesifik dan terinci. Dimana dengan dirata-rata 3 tahun setelah merger, memperlihatkan data yang lebih luas dibanding perperiode, serta perperiode lebih terlihat peningkatan pertahunnya.

Adapun waktu merger perbankan dan judqment tentang perlakuan data laporan keuangan perbankan yang dianalisis, sebagai berikut :

Tabel 3.2

Perlakuan Data Keuangan

No Bank Hasil Merger Waktu Merger Laporan Keuangan

Yang Dianalisis Sebelum Setelah

1. Bank Mutiara Oktober 2004 2003 2005

2006 2007 2. Bank Artha Graha

International

04 Maret 2005 2004 2006 2007 2008 3. Bank Commonwealth 10 Desember

2007

2006 2008

2009 2010 4. Bank Windu International 18 Desember

2007 2006 2008 2009 2010 5. Bank Rabobank International Indonesia 24 Juni 2008 2007 2009 2010 2011 6. Bank CIMB Niaga 15 Oktober 2008 2007 2009 2010 2011 7. Bank UOB Indonesia 10 Juni 2010 2009 2010 2011 2012 Judgment tentang perlakuan data laporan keuangan perbankan yang digunakan dalam penganalisisan, 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger. Hal ini dengan pertimbangan laporan keuangan tahun sebelum merger adalah 1 tahun dari sebelum pelaksanaan merger dan tahun setelah merger adalah 3 tahun dari setelah merger, dimana tahun pelaksanaan merger dapat digunakan atau dianggap sebagai tahun perhitungan analisis setelah merger.

Uji beda dua sampel berpasangan disebut dengan Paired Sample T-Test dalam uji parametrik. Jika akan digunakan uji parametrik dalam menganalisis, maka harus diuji terlebih dahulu normalitas datanya apakah data berdistribusi

normal atau tidak normal. Sedangkan dalam uji non parametrik disebut dengan Wilcoxon Signed Ranks Test. Dalam analisis akan digunakan Uji Wilcoxon apabila dari uji normalitas yang diketahui data berdistribusi tidak normal. Sampel berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama, namun mengalami perlakuan atau pengukuran yang berbeda.

Berikut ini disampaikan rancangan tabel persiapan analisis :

Tabel 3.3

Daftar Sampel Rasio Finansial

Rasio Bank Merger Bank Hasil

Merger Jumlah Data Sebelum Merger n-1 Jumlah Data Setelah Merger n+1, n+2, n+3 CAR ATTM ROA ROE NIM BOPO LDR

-Bank CIC International -Bank Danpac

-Bank Pikko

Bank Mutiara 3 3

-Bank Interpacific -Bank Artha Graha

Bank Artha Graha International 2 3 -Bank Commonwealth Indonesia

-Bank Arta Niaga Kencana

Bank

Commonwealth

2 3

-Bank Multicor

-Bank Windu Kentjana

Bank Windu International

2 3

-Bank Hagakita -Bank Rabobank Duta -Bank Haga Bank Rabobank International Indonesia 3 3 -Lippo Bank -Bank Niaga Bank CIMB Niaga 2 3 -UOB Buana -UOB Indonesia Bank UOB Indonesia 2 3 16 7

Setelah itu, dilakukan penghitungan rata-rata (mean) dan perbedaan mean (naik/turun) masing-masing rasio dilanjutkan dengan analisis masing-masing bank sebelum dan setelah merger. Hal ini guna mengetahui adakah peningkatan kinerja perbankan setelah merger.

b. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari distribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov (KS). Cooper dan Schindler (2006:397) menjelaskan uji Kolmogorov-Smirnov (KS) ini memperhatikan kesesuaian dua distributif kumulatif, tetapi keduanya mewakili nilai-nilai sampel. Adapun rumus Kolmogorov-Smirnov adalah :

Keterangan :

F0(X) : distribusi frekuensi kumulatif yang diamati dari n observasi sampel random. Dimana X adalah sembarang skor yang mungkin, FN1(X) = k/n, dimana k = jumlah observasi yang sama atau kurang dari X.

FT(X) : distribusi frekuensi teoritis di bawah H0.

Uji Kolmogorov-Smirnov (KS) menggunakan taraf signifikansi atau

tingkat keyakinan 95% atau α=5%, dengan hipotesis : H0 : Data berdistribusi normal

Menentukan uji signifikansi dengan taraf α=5%, dengan asumsi : Bila Sig > 5%, maka H0 diterima

Bila Sig ≤ 5%, maka H0 ditolak

Bila data tidak normal, maka akan digunakan analisis nonparametrik (uji Wilcoxon), tetapi bila data normal, maka akan digunakan analisis parametrik (paired sampel t-test).

c. Uji Hipotesis

Taraf signifikansi yang digunakan 5% atau tingkat keyakinan 95%. Hipotesis yang diuji adalah :

H0 : Tidak ada peningkatan kinerja finansial perbankan setelah merger. HA : Ada peningkatan kinerja finansial perbankan setelah merger.

Adapun kriteria pengujian peningkatan kinerja finansial perbankan satu ekor :

Tabel 3.4

Peningkatan Kinerja Finansial

Rasio Peningkatan H0 diterima H0 ditolak

CAR setelah merger > sebelum merger th ≤ ttatau Sig > 0,1

th > tt atau Sig ≤ 0,1 ATTM setelah merger < sebelum merger - th ≥ tt atau

Sig > 0,1

- th < tt atau Sig ≤ 0,1 ROA setelah merger > sebelum merger th ≤ ttatau

Sig > 0,1

th > tt atau Sig ≤ 0,1 ROE setelah merger > sebelum merger th ≤ ttatau

Sig > 0,1

th > tt atau Sig ≤ 0,1 NIM setelah merger > sebelum merger th ≤ ttatau

Sig > 0,1

th > tt atau Sig ≤ 0,1 BOPO setelah merger < sebelum merger - th ≥ tt atau

Sig > 0,1

- th < tt atau Sig ≤ 0,1 LDR setelah merger < sebelum merger - th ≥ tt atau

Sig > 0,1

- th < tt atau Sig ≤ 0,1

Selain itu, kriteria pengujian satu ekor sebelah kanan sebagai acuan untuk menentukan H0 diterima dan H0 ditolak (Mangkuatmodjo, 2004:59-62) :

H0 diterima jika th ≤ ttatau Sig > 0,1 H0 ditolak jika th > tt atau Sig ≤ 0,1

Sedangkan kriteri pengujian satu ekor sebelah kiri sebagai acuan untuk menentukan H0 diterima dan H0 ditolak (Hasan, 2001:148-149) :

H0 diterima jika th ≥- ttatau Sig > 0,1 H0 ditolak jika th <- tt atau Sig ≤ 0,1

Setelah itu, dilakukan penarikan kesimpulan hipotesis, H0 ditolak atau diterima.

Program SPPS default 5% untuk dua sisi, sedangkan untuk uji dalam penelitian ini digunakan 5% untuk satu sisi, maka dalam input data program diubah 10% untuk dua sisi. Kedua taraf signifikansi tersebut hasil analisisnya sama.

49

BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

A. Bank Mutiara

Dokumen terkait