• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

B. Analisa Data

1. Kenaikan dan Penurunan Rasio CAMELS

Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktori Perbankan Indonesia, diperoleh data untuk variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu CAR, ATTM, ROA, ROE, NIM, BOPO, dan LDR. Penerbit Salemba Infotek (2006:131) menjelaskan dalam memberikan gambaran dan menampilkan informasi secara statistik dari variabel-variabel yang terdaftar, digunakan analisis

statistik deskriptif. Data statistik deskriptif ini meliputi jumlah sampel, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang diteliti.

Berikut ini akan ditampilkan hasil statistik deskriptif sebelum merger masing-masing variabel ditinjau dari segi nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan standar deviasi :

a. 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger (dirata-rata)

Tabel 5.1

Hasil Statistik Deskriptif Sebelum Merger

(dalam persen)

Periode Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviasi

1 tahun sebelum merger CAR 48.39 84.56 64.0486 15.14300 ATTM 10.49 176.75 80.3100 63.72259 ROA 8.19 40.51 26.9157 12.83710 ROE -19.60 33.06 10.9514 16.03059 NIM 2.92 5.80 4.8400 1.02788 BOPO 68.73 106.67 89.8886 14.66858 LDR 32.02 119.13 73.3371 28.71719

Sumber : Data Direktori Perbankan Indonesia Bank yang Merger Tahun 2004-2010 (data diolah)

Hasil statistik deskriptif sebelum merger yang ditampilkan Tabel 5.1 dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Nilai rata-rata CAR untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 64,0486 dengan standar deviasi sebesar 15,14300. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel CAR adalah sebesar 84,56 dan 48,39. Nilai rata-rata CAR sebesar 64,0486 menjabarkan bahwa rata-rata perbankan dalam

mempertahankan sejumlah aktiva yang memiliki risiko sebesar 64,0486%.

2. Nilai rata-rata ATTM untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 80,3100 dengan standar deviasi sebesar 63,72259. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ATTM adalah sebesar 176,75 dan 10,49. Nilai rata-rata ATTM sebesar 80,3100 menjabarkan bahwa rata-rata modal yang dimiliki perbankan dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sebesar 80,3100%.

3. Nilai rata-rata ROA untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 26,9157 dengan standar deviasi sebesar 12,83710. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROA adalah sebesar 40,51 dan 8,91. Nilai rata-rata ROA sebesar 26,9157 menjabarkan bahwa rata-rata efektivitas perbankan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva sebesar 26,9157%.

4. Nilai rata-rata ROE untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 10,9514 dengan standar deviasi sebesar 16,03059. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan

adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROE adalah sebesar 33,06 dan -19,60. Nilai rata-rata ROE sebesar 10,9514 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur tingkat pengembalian atas ekuitas sebesar 10,9514%.

5. Nilai rata-rata NIM untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 4,8400 dengan standar deviasi sebesar 1,02788. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel NIM adalah sebesar 5,80 dan 2,92. Nilai rata-rata NIM sebesar 4,8400 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar 4,8400%.

6. Nilai rata-rata BOPO untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 89,8886 dengan standar deviasi sebesar 14,66858. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel BOPO adalah sebesar 106,67 dan 68,73. Nilai rata-rata BOPO sebesar 89,8886 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 89,8886%.

7. Nilai rata-rata LDR untuk 1 tahun sebelum merger adalah sebesar 73,3371 dengan standar deviasi sebesar 28,71719. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel LDR adalah sebesar 119,13 dan 32,02. Nilai rata-rata LDR sebesar 73,3371 menjabarkan bahwa rata-rata nilai likuiditas suatu perbankan dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga sebesar73,3371%.

Adapun juga akan ditampilkan hasil statistik deskriptif setelah merger masing-masing variabel ditinjau dari segi nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan standar deviasi :

Tabel 5.2

Hasil Statistik Deskriptif Setelah Merger

(dalam persen)

Periode Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviasi

3 tahun setelah merger CAR 11.88 70.93 25.7329 21.6521 ATTM 18.92 166.52 65.8029 64.4401 ROA 0.30 44.23 9.2829 16.7181 ROE 0.41 23.16 9.1857 7.74263 NIM 1.84 5.90 4.4500 1.33721 BOPO 74.24 102.97 88.5929 10.7751 LDR 27.89 108.33 76.0571 27.4991

Sumber : Data Direktori Perbankan Indonesia (Data Diolah)

Hasil statistik deskriptif setelah merger yang ditampilkan Tabel 5.2 dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Nilai rata-rata CAR untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 25,7329 dengan standar deviasi sebesar 21,6521. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata

menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel CAR adalah sebesar 70,93 dan 11,88. Nilai rata-rata CAR sebesar 25,7329 menjabarkan bahwa rata-rata perbankan dalam mempertahankan sejumlah aktiva yang memiliki risiko sebesar 25,7329%.

2. Nilai rata-rata ATTM untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 65,8029 dengan standar deviasi sebesar 64,4401. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ATTM adalah sebesar 166,52 dan 18,92. Nilai rata-rata ATTM sebesar 65,8029 menjabarkan bahwa rata-rata modal yang dimiliki perbankan dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sebesar 65,8029%.

3. Nilai rata-rata ROA untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 9,2829 dengan standar deviasi sebesar 16,7181. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROA adalah sebesar 44,23 dan 0,30. Nilai rata-rata ROA sebesar 9,2829 menjabarkan bahwa rata-rata efektivitas perbankan dalam

menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva sebesar 9,2829%.

4. Nilai rata-rata ROE untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 9,1857 dengan standar deviasi sebesar 7,74263. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROE adalah sebesar 23,16 dan 0,41. Nilai rata-rata ROE sebesar 9,1857 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur tingkat pengembalian atas ekuitas sebesar 9,1857%.

5. Nilai rata-rata NIM untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 4,4500 dengan standar deviasi sebesar 1,33721. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel NIM adalah sebesar 5,90 dan 1,84. Nilai rata-rata NIM sebesar 4,4500 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar 4,4500%.

6. Nilai rata-rata BOPO untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 88,5929 dengan standar deviasi sebesar 10,7751. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan

minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel BOPO adalah sebesar 102,97 dan 74,24. Nilai rata-rata BOPO sebesar 88,5929 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 88,5929%.

7. Nilai rata-rata LDR untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 76,0571 dengan standar deviasi sebesar 27,4991. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel LDR adalah sebesar 108,33 dan 27,89. Nilai rata-rata LDR sebesar 76,0571 menjabarkan bahwa rata-rata nilai likuiditas suatu perbankan dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga sebesar76,0571%.

b. Perperiode, 1 tahun sebelum merger dan 1 tahun setelah merger, 1

tahun sebelum merger dan 2 tahun setelah merger, serta 1 tahun

sebelum merger dan 3 tahun setelah merger

Tabel 5.3

Hasil Statistik Deskriptif Setelah Merger

(dalam persen)

Periode Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviasi

1 tahun setelah merger CAR 8.08 68.24 22.6214 20.70180 ATTM 17.97 172.36 62.8757 53.87532 ROA 0.22 38.24 6.3557 14.10486 ROE 0.02 13.53 6.9300 4.96018 NIM -0.65 6.43 4.3800 2.39408 BOPO 68.80 122.69 86.1643 19.73705 LDR 23.84 114.78 77.2514 31.29207 2 tahun setelah merger CAR 11.66 72.86 22.8929 22.20489 ATTM 17.23 157.65 53.9071 50.81295 ROA 0.29 44.54 7.1271 16.51206 ROE 0.77 18.51 8.3171 5.87540 NIM 2.82 5.61 4.4371 0.96206 BOPO 77.55 98.97 89.5671 7.69604 LDR 21.35 113.05 72.2100 30.50990 3 tahun setelah merger CAR 14.93 71.69 31.6886 26.64614 ATTM 11.24 327.41 80.6257 115.77732 ROA 0.09 49.93 14.3657 23.71143 ROE 0.43 14.89 7.2586 5.30959 NIM 3.34 5.66 4.5314 0.77208 BOPO 74.31 101.28 90.0486 9.08163 LDR 38.49 97.16 78.7071 21.75221

Sumber : Data Direktori Perbankan Indonesia (Data Diolah)

Hasil statistik deskriptif perperiode setelah merger yang ditampilkan Tabel 5.3 dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Periode 1 tahun setelah merger

a. Nilai rata-rata CAR untuk periode 1 tahun setelah merger adalah sebesar 22,6214 dengan standar deviasi sebesar 20,70180. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata

menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel CAR adalah sebesar 68,24 dan 8,08. Nilai rata-rata CAR sebesar 22,6214 menjabarkan bahwa rata-rata perbankan dalam mempertahankan sejumlah aktiva yang memiliki risiko sebesar 22,6214%.

b. Nilai rata-rata ATTM untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar 62,8757 dengan standar deviasi sebesar 53,87532. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ATTM adalah sebesar 172,36 dan 17,97. Nilai rata-rata ATTM sebesar 62,8757 menjabarkan bahwa rata-rata modal yang dimiliki perbankan dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sebesar 62,8757%.

c. Nilai rata-rata ROA untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar 6,3557 dengan standar deviasi sebesar 14,10486. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROA adalah sebesar 38,24 dan 0,30. Nilai rata-rata ROA sebesar 6,3557 menjabarkan bahwa rata-rata efektivitas perbankan dalam

menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva sebesar 6,3557%.

d. Nilai rata-rata ROE untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar 6,9300 dengan standar deviasi sebesar 4,96018. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROE adalah sebesar 13,53 dan 0,02. Nilai rata-rata ROE sebesar 6,9300 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur tingkat pengembalian atas ekuitas sebesar 6,9300%.

e. Nilai rata-rata NIM untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar 4,3800 dengan standar deviasi sebesar 2,39408. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel NIM adalah sebesar 6,43 dan -0,65. Nilai rata-rata NIM sebesar 4,3800 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar 4,3800%.

f. Nilai rata-rata BOPO untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar 86,1643 dengan standar deviasi sebesar 19,73705. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan

minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel BOPO adalah sebesar 122,69 dan 68,80. Nilai rata-rata BOPO sebesar 86,1643 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 86,1643%. g. Nilai rata-rata LDR untuk 1 tahun setelah merger adalah sebesar

77,2514 dengan standar deviasi sebesar 31,29207. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel LDR adalah sebesar 114,78 dan 23,84. Nilai rata-rata LDR sebesar 77,2514 menjabarkan bahwa rata-rata nilai likuiditas suatu perbankan dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga sebesar 77,2514%.

2. Periode 2 tahun setelah merger

a. Nilai rata-rata CAR untuk periode 2 tahun setelah merger adalah sebesar 22,8929 dengan standar deviasi sebesar 22,20489. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel CAR adalah sebesar 72,86 dan 11,66. Nilai rata-rata CAR sebesar 22,8929 menjabarkan bahwa rata-rata perbankan dalam

mempertahankan sejumlah aktiva yang memiliki risiko sebesar 22,8929%.

b. Nilai rata-rata ATTM untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar 53,9071 dengan standar deviasi sebesar 50,81295. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ATTM adalah sebesar 157,65 dan 17,23. Nilai rata-rata ATTM sebesar 53,9071 menjabarkan bahwa rata-rata modal yang dimiliki perbankan dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sebesar 53,9071%. c. Nilai rata-rata ROA untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar

7,1271 dengan standar deviasi sebesar 16,51206. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROA adalah sebesar 44,54 dan 0,29. Nilai rata-rata ROA sebesar 7,1271 menjabarkan bahwa rata-rata efektivitas perbankan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva sebesar 7,1271%.

d. Nilai rata-rata ROE untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar 8,3171 dengan standar deviasi sebesar 5,87540. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum.

Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROE adalah sebesar 18,51 dan 0,77. Nilai rata-rata ROE sebesar 8,3171 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur tingkat pengembalian atas ekuitas sebesar 8,3171%.

e. Nilai rata-rata NIM untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar 4,4371 dengan standar deviasi sebesar 0,96206. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel NIM adalah sebesar 5,61 dan 2,82. Nilai rata-rata NIM sebesar 4,4371 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar 4,4371%.

f. Nilai rata-rata BOPO untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar 89,5671 dengan standar deviasi sebesar 7,69604. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel BOPO adalah sebesar 98,97 dan 77,55. Nilai rata-rata BOPO sebesar 89,5671 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 89,5671%.

g. Nilai rata-rata LDR untuk 2 tahun setelah merger adalah sebesar 72,2100 dengan standar deviasi sebesar 30,50990. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel LDR adalah sebesar 113,05 dan 21,35. Nilai rata-rata LDR sebesar 72,2100 menjabarkan bahwa rata-rata nilai likuiditas suatu perbankan dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga sebesar 72,2100%.

3. Periode 3 tahun setelah merger

a. Nilai rata-rata CAR untuk periode 3 tahun setelah merger adalah sebesar 31.6886 dengan standar deviasi sebesar 26,64614. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel CAR adalah sebesar 71,69 dan 14,93. Nilai rata-rata CAR sebesar 31.6886 menjabarkan bahwa rata-rata perbankan dalam mempertahankan sejumlah aktiva yang memiliki risiko sebesar 31.6886%.

b. Nilai rata-rata ATTM untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 80,6257 dengan standar deviasi sebesar 115,77732. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum.

Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ATTM adalah sebesar 327,41 dan 11,24. Nilai rata-rata ATTM sebesar 80,6257 menjabarkan bahwa rata-rata modal yang dimiliki perbankan dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sebesar 80,6257%.

c. Nilai rata-rata ROA untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 14,3657 dengan standar deviasi sebesar 23,71143. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang besar antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROA adalah sebesar 49,93 dan 0,09. Nilai rata-rata ROA sebesar 14,3657 menjabarkan bahwa rata-rata efektivitas perbankan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva sebesar 14,3657%.

d. Nilai rata-rata ROE untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 7,2586 dengan standar deviasi sebesar 5,30959. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel ROE adalah sebesar 14,89 dan 0,43. Nilai rata-rata ROE sebesar 7,2586 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur tingkat pengembalian atas ekuitassebesar 7,2586%.

e. Nilai rata-rata NIM untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 4,5314 dengan standar deviasi sebesar 0,77208. Nilai koefisien variasi

dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel NIM adalah sebesar 5,66 dan 3,34. Nilai rata-rata NIM sebesar 4,5314 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar 4,5314%.

f. Sedangkan nilai rata-rata BOPO untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 90,0486 dengan standar deviasi sebesar 9,08163. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel BOPO adalah sebesar 101,28 dan 74,31. Nilai rata-rata BOPO sebesar 90,0486 menjabarkan bahwa rata-rata mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 90,0486%.

g. Nilai rata-rata LDR untuk 3 tahun setelah merger adalah sebesar 78,7071 dengan standar deviasi sebesar 21,75221. Nilai koefisien variasi dari standar deviasi yang lebih rendah dari rata-rata menjabarkan adanya variasi yang rendah antara nilai maksimum dan minimum. Adapun nilai maksimum dan minimum perbankan variabel LDR adalah sebesar 97,16 dan 38,49. Nilai rata-rata LDR sebesar

78,7071 menjabarkan bahwa rata-rata nilai likuiditas suatu perbankan dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga sebesar 78,7071%.

Dokumen terkait