BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN
B. Analisa Data
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis ini bertujuan untuk menjawab hipotesis yang peneliti teliti, yaitu apakah kinerja finansial perbankan yang diprosikan ke dalam tujuh rasio finansial perbankan ada peningkatan setelah merger. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh H0 dan HA yang menyatakan bahwa kinerja finansial perbankan diukur dengan rasio CAR, ATTM, ROA, ROE, NIM, BOPO, dan LDR dengan signifikansi antara sebelum merger dan setelah merger, ada peningkatan setelah merger dengan menggunakan Paired Sampel T-Test. Hasil pengujian hipotesis akan menuntun peneliti ke arah menerima atau menolak hipotesis yang bersangkutan (Mangkuatmodjo, 2004:58).
Subagyo (2004:103) menjelaskan hipotesis diuji dengan dasar nilai sampel yang terkumpul. Hipotesis dapat diterima bila data-data mendukungnya, atau sebaliknya dapat pula ditolak bila data-data menghasilkan dugaan yang salah.
Adapun hasil dari uji hipotesis Paired Sampel T-Test satu ekor sebagai berikut :
a. 1 Tahun Sebelum Merger dan 3 Tahun Setelah Merger (dirata-rata)
Tabel 5.6
Hasil Uji Hipotesis Paired Sampel T-Test
Variabel T Hitung Sig Kesimpulan
CAR -4.223 0.006 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Tetapi Justru Penurunan
ATTM -0.503 0.633 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Maupun Penurunan
ROA -3.262 0.017 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Tetapi Justru Penurunan
ROE -0.265 0.800 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Maupun Penurunan
NIM -1.002 0.355 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Maupun Penurunan
BOPO -0.483 0.646 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Maupun Penurunan
LDR 0.620 0.558 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial Maupun Penurunan
Sumber : Data Diolah (Pengujian Hipotesis Satu Ekor)
Dari hasil analisis kinerja finasial perbankan di atas, diketahui data variabel CAR dihasilkan t-hitung sebesar -4,223 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,006<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial tetapi justru penurunan pada variabel CAR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel ATTM dihasilkan t-hitung sebesar -0,503 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,633>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial maupun penurunan pada variabel ATTM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel ROA dihasilkan hitung sebesar -3,262 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi
0,017<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial tetapi justru penurunan pada variabel ROA setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel ROE dihasilkan hitung sebesar -0,265 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,800>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial maupun penurunan pada variabel ROE setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel NIM dihasilkan hitung sebesar -1,002 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,355>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial maupun penurunan pada variabel NIM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel BOPO dihasilkan hitung sebesar -0,483 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,646>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial maupun penurunan pada variabel BOPO setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
Hasil analisis data variabel LDR dihasilkan hitung sebesar 0,620 dan t-tabel 1,943. Karena dari hasil yang diperoleh th > tt, atau signifikansi 0,558>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan kinerja finansial maupun penurunan pada variabel LDR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 3 tahun setelah merger.
c. Per Periode
Tabel 5.7
Hasil Uji Hipotesis Paired Sampel T-Test
Periode Variabel T Hitung Sig Kesimpulan 1 Tahun Sebelum Merger dengan 1 Tahun Setelah Merger
CAR -4.851 0.003 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Tetapi Justru Penurunan
ATTM -0.864 0.421 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
ROA -3.957 0.007 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Tetapi Justru Penurunan
ROE -0.633 0.550 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
NIM -0.694 0.514 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
BOPO -0.738 0.488 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
LDR 0.668 0.529 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan 1 Tahun Sebelum Merger dengan 2 Tahun Setelah Merger
CAR -4.915 0.003 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Tetapi Justru Penurunan
ATTM -1.233 0.264 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
ROA -3.444 0.014 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Tetapi Justru Penurunan
ROE -0.390 0.710 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
NIM -1.117 0.307 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
BOPO -0.097 0.926 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
LDR -0.330 0.753 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan 1 Tahun Sebelum Merger dengan 3 Tahun Setelah Merger
CAR -2.774 0.032 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Tetapi Justru Penurunan
ATTM 0.006 0.995 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
ROA -1.684 0.143 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
ROE -0.590 0.577 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
NIM -0.786 0.462 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
BOPO 0.048 0.964 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
LDR 1.013 0.350 Tidak Ada Peningkatan Kinerja Finansial
Maupun Penurunan
1. Periode 1 Tahun Sebelum Merger dan 1 Tahun Setelah Merger
a. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel CAR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -4,851 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,003<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan tetapi justru penurunan pada variabel CAR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
b. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel ATTM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,864 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,421>0,05, maka H0
diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ATTM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
c. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROA untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -3,957 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,007<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan tetapi justru penurunan pada variabel ROA setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 1 tahun setelah merger.
d. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROE untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,633 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,550>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ROE setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
e. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel NIM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar 0,694 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,514>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel NIM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
f. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel BOPO untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,738 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,488>0,05, maka H0
diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel BOPO setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
g. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel LDR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger dihasilkan
t-hitung sebesar 0,668 dan t-tabel 1,943. Karena dari hasil yang diperoleh th > tt, atau signifikansi 0,529>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel LDR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 1 tahun setelah merger.
2. Periode 1 Tahun Sebelum Merger dan 2 Tahun Setelah Merger
a. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel CAR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -4,915 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,003<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan tetapi justru penurunan pada variabel CAR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
b. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel ATTM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -1,233 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,264>0,05, maka H0
diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ATTM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
c. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROA untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dehasilkan
t-hitung sebesar -3,444 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,014<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan tetapi justru penurunan pada variabel ROA setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dan 2 tahun setelah merger.
d. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROE untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,390 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,710>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ROE setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
e. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel NIM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -1,117 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,307>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel NIM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
f. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel BOPO untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,097 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,926>0,05, maka H0
diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel BOPO setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
g. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel LDR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,330 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,753>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel LDR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 2 tahun setelah merger.
3. Periode 1 Tahun Sebelum Merger dan 3 Tahun Setelah Merger
a. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel CAR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -2,774 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th < -tt, atau signifikansi 0,032<0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti tidak ada peningkatan tetapi justru penurunan pada variabel CAR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
b. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel ATTM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar 0,006 dan t-tabel 1,943. Karena dari hasil yang diperoleh th > tt, atau signifikansi 0,995>0,05, maka H0 diterima.
Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ATTM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
c. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROA untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -1,684 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,143>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ROA setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
d. Hasil analisis kinerja finasial perbankan variabel ROE untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,590 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,577>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel ROE setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
e. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel NIM untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar -0,786 dan t-tabel -1,943. Karena dari hasil yang diperoleh -th > -tt, atau signifikansi 0,462>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel
NIM setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
f. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel BOPO untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar 0,048 dan t-tabel 1,943. Karena dari hasil yang diperoleh th > tt, atau signifikansi 0,964>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel BOPO setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.
g. Hasil analisis kinerja finansial perbankan variabel LDR untuk periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger dihasilkan t-hitung sebesar 1,013 dan t-tabel 1,943. Karena dari hasil yang diperoleh th > tt, atau signifikansi 0,350>0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak ada peningkatan maupun penurunan pada variabel LDR setelah merger dengan periode 1 tahun sebelum merger dengan 3 tahun setelah merger.