• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan Analisis Deskriptif

2. Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

Dari pernyataan pada kuesioner yang elash diajukan kepada responden diperoleh berbagai macam jawaban yang mencerminkan terhadap variabel kualitas pelayanan, ketersediaan fasilitas dan kepuasan

43

pasien pada rumah sakit umum daerah tipe c Kabupaten Barru. berbagai jawaban dari responden dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Variabel Kualitas Pelayanan

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden kuesioner mengenai kepuasan pasien rawat inap berdasarkan kualitas pelayanan terdapat lima dimensi yaitu: buki fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan dan kepastian, dan empati diperoleh deksripsi sebagai berikut:

a) Dimensi Bukti Fisik

Berdasarkan data yang diperoleh meneganai kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi bukti fisik, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 5

Tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi bukti fisik pada rumah sakit umum

daerah tipe c kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan

Frekuensi Jumlah

Frekuensi % Frekuensi Jumlah

Frekuensi %

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi bukti fisik dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 24 % atau sebanyak 12“sangat penting”, 58% atau sebanyak 29 responden “cukup penting”, 16

% atau sebanyak 8 responden “kurang penting”, dan 2 % atau sebanyak 1 responden “tidak penting” sedangkan pasein rawat jalan yang menyatakan

“sangat penting” 32% atau sebanyak 16 responden, 52 % atau 26 responden “cukup penting”, 16 % atau 8 responden “kurang penting”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat jalan lebih tinggi yaitu 32 % “sangat penting”.

b) Dimensi Keandalan

Berdasarkan data yang diperoleh meneganai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi keandalan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 6

Tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi keandalan pada rumah sakit umum

daerah tipe c kabupaten Barru

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi keandalan dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 26% atau 13 responden

“sangat penting”, 68 % atau 34 responden “cukup penting”, dan 6% atau 3 Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan

Frekuensi Jumlah

responden “kurang penting”, sedangkan pasien rawat jalan menyatakan 2 % atau 10 responden “sangat penting”, 62% atau 31 responden “cukup penting” dan 18% atau 9 responden “kurang penting”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat inap lebih tinggi yaitu 26 % “sangat penting”.

c) Dimensi Ketanggapan

Berdasarkan data yang diperoleh meneganai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi ketanggapan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 7

Tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi ketanggapan pada rumah sakit umum

daerah tipe c kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan Frekuensi Jumlah

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi ketanggapan dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan12% atau 3 responden “sangat penting”, 60% atau 30 responden “cukup penting” dan 34 % atau 17 responden “kurang penting” sedangkan rawat jalan menyatakan 6% atau 3

responden “sangat penting”, 56% atau 28 responden “cukup penting” dan 38% atau 19 responden “kurang penting”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat jalan dan pasien rawat inap sama tinggi yaitu 6 % “sangat penting”.

d) Dimensi Jaminan dan Kepastian

Berdasarkan data yang diperoleh meneganai prebedaan kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi jaminan dan kepastian, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 8

Tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi jaminan dan kepastian pada rumah sakit

umum daerah tipe c kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan Frekuensi Jumlah

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi jaminan dan kepastian dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 32 % atau 16 responden “sangat penting”, 58 % atau 29 responden “Cukup penting”, dan 10% atau 5 responden “kurang penting”, sedangkan rawat jalan menyatakan

40% atau 20 responden “sangat penting”, 54% atau 27 responden “cukup penting” dan 6% atau 3 responden “kurang penting”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat jalan lebih tinggi yaitu 40% “sangat penting”.

e) Dimensi Empati

Berdasarkan data yang diperoleh meneganai prebedaan kualitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap dari dimensi empati, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 9

Tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi empati pada rumah sakit umum daerah

tipe c kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan Frekuensi Jumlah

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kualitas pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan dari dimensi empati dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 20 % atau 10 responden

“sangat penting”, 44% atau 22 responden “Cukup penting”,32% atau 16 responden “kurang penting”, dan 4% atau 2 responden “tidak penting”

sedangkan rawat jalan menyatakan 6% atau 3 responden “sangat penting”,

26% atau 13 responden “cukup penting”, 52% atau 26 responden “kurang penting”, dan 16 % atau 8 responden “tidak penting”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat inap lebih tinggi yaitu 20% “sangat penting”.

b. Variabel Ketersediaan Fasilitas

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden kuesioner mengenai kepuasan pasien rawat inap berdasarkan ketersediaan fasilitas diperoleh deksripsi sebagai berikut:

Tabel 10

Tanggapan responden mengenai perbedaan ketersediaan fasilitas pasien rawat inap dan rawat jalan pada rumah sakit umum daerah tipe c

kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan

Frekuensi Jumlah

Frekuensi % Frekuensi Jumlah

Frekuensi %

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan ketersediaan fasilitas pasien rawat inap dan rawat jalan dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 30% atau 15 responden “sangat lengkap”, 54% atau 27 responden “Cukup lengkap”, dan 18% atau 9 responden

“kurang lengkap”, sedangkan rawat jalan menyatakan 10% atau 5 responden

“sangat lengkap”, 56% atau 28 responden “cukup lengkap”, dan 34% atau 17 responden “kurang lengkap”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat inap lebih tinggi yaitu 30 % “sangat penting”.

c. Variabel Kepuasan Pasien

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden kuesioner mengenai kepuasan pasien rawat inap berdasarkan kepuasan pasien diperoleh deksripsi sebagai berikut:

Tabel 11

Tanggapan responden mengenai perbedaan kepuasan pasien rawat inap dan rawat jalan pada rumah sakit umum daerah tipe c kabupaten Barru Jawaban

Responden Skor

Rawat Inap Rawat Jalan

Frekuensi Jumlah

Frekuensi % Frekuensi Jumlah

Frekuensi %

Sumber: data primer 2016 yang diolah

Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai perbedaan kepuasan pasien rawat inap dan rawat jalan dapat dilihat bahwa pasien rawat inap menyatakan 12% atau 6 responden “sangat puas”, 44% atau 22 responden

“Cukup puas”, 36% atau 18 responden “kurang puas” dan 8 % atau 4 responden “tidak puas” sedangkan rawat jalan menyatakan 10% atau 5

responden “sangat puas”, 44% atau 22 responden “cukup puas”, 38%

atau19 responden “kurang puas”, dan 8 % atau 4 responden “tidak puas”.

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa respon pasien rawat jalan lebih tinggi yaitu 12% “sangat puas”.