HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Deskripsi Responden
4.2.1 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Analisis deskriptif memberikan gambaran mengenai hasil dari pengumpulan data tiap-tiap variabel yang diteliti, sehingga lebih mudah dipahami.
Terdapat tiga variabel yang diteliti, yaitu keterampilan sosial (X1) dan literasi informasi (X2) sebagai variabel bebas dan hasil belajar IPS (Y) sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data keterampilan sosial dan literasi informasi diambil menggunakan teknik angket. Sebelum angket digunakan, penulis terlebih dahulu melakukan uji coba angket untuk mengetahui pernyataan yang valid dan reliabel untuk dijadikan instrumen penelitian. Uji coba dilakukan kepada 31 siswa didalam populasi dan di luar sampel penelitian. Alasan menggunakan 31 siswa untuk uji coba karena sesuai dengan penjelasan dari Sugiyono (2017:172) bahwa istrumen diuji coba kepada sekitar 30 orang didalam populasi yang tidak termasuk sampel penelitian.
Berdasarkan analisis uji coba angket keterampilan sosial diketahui bahwa dari 40 item pernyataan yang di uji cobakan kepada 31 siswa diperoleh item valid sebanyak 23 pernyataan dan pernyataan yang tidak valid sebanyak 17 item. Hasil uji coba angket literasi informasi dari 40 item pernyataan diperoleh pernyataan valid sebanyak 22 pernyataan dan 18 item pernyataan tidak valid. Selanjutnya pernyataan-pernyataan yang tidak valid tersebut tidak digunakan dalam instrumen penelitian. Pernyataan yang telah valid pada angket keterampilan sosial sebanyak 23 pernyataan dan angket literasi informasi sebanyak 22 pernyataan, selanjutnya penulis melakukan uji reliabilitas untuk pernyataan yang valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item soal yang valid menunjukkan hasil yang reliabel. Menurut Sugiyono (2017:169) menjelaskan suatu instrumen dikatakan baik apabila instrumen tersebut valid dan reliabel.
Penulis mengambil seluruh item pernyataan dari angket keterampilan sosial sebanyak 23 pernyataan dan angket literasi informasi sebanyak 22 pernyataan yang valid dan reliabel untuk dijadikan instrumen penelitian karena sudah memenuhi setiap indikator. Semua item pernyataan yang telah valid dan reliabel digunakan sebagai instrumen penelitian dan disebarkan kepada 135 sampel penelitian yang telah dipilih secara random, selanjutnya data ditabulasikan dengan bantuan Microsoft Excel 2010 yang kemudian diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 22 untuk dianalisis secara deskriptif.
Analisis deskriptif statistik memberikan gambaran terhadap suatu data. Analisis deskriptif menggambarkan ringkasan data-data penelitian yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, variansi, nilai maksimum, nilai minimum, sum, dan range. Analisis deskriptif penelitian ini menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Adapun langkah-langkahnya yaitu Analyze - Descriptive Statistic - Frequencies. Isikan variabel keterampilan sosial, literasi informasi, dan hasil belajar IPS, lalu pilih Statistics. Pada kotak dialog Frequencies: statistics, beri tanda centang pada statistik yang ingin dianalisis (Mean, Median, Mode, Sum, Std. Deviation,
Variance, Range, Minimum, Maxiumum), selanjutnya klik Continue lalu OK.
Hasil perhitungan analisis deskriptif dapat dilihat pada output Descriptive
Statistics. Hasil perhitungan analisis deskriptif statistik variabel keterampilan
sosial (X1), literasi informasi (X2), dan hasil belajar IPS (Y), dapat dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Statistics KETERAMPILAN SOSIAL LITERASI INFORMASI HASIL BELAJAR N Valid 135 135 135 Missing 0 0 0 Mean 64.38 56.44 69.10 Median 64.00 56.00 68.00 Mode 64a 52 70 Std. Deviation 8.208 6.016 11.024 Variance 67.371 36.189 121.535 Range 50 35 50 Minimum 31 37 42 Maximum 81 72 92 Sum 8691 7620 9328
Hasil penghitungan dari data tersebut dapat dijelaskan bahwa:
(1) Keterampilan sosial sebagai variabel bebas (X1)dengan sampel sebanyak 135 siswa sebagai responden diperoleh hasil mean atau rata-rata yaitu 64.38;
median atau nilai tengah yaitu 64.00; modus atau nilai yang sering muncul
rentang nilai yaitu 50; minimum atau nilai terendah yaitu 31; maximum atau nilai tertinggi yaitu 81; sum atau penjumlahan dari keseluruhan data yaitu 8691.
(2) Literasi informasi sebagai variabel bebas (X2) dengan sampel sebanyak 135 siswa yang dijadikan sebagai responden, diperoleh hasil mean atau rata-ratanya yaitu 56.44; 56.00 untuk median atau nilai tengah; modus atau nilai yang sering paling muncul yaitu 52; 6.016 untuk standar deviasi; varian data sebesar 36.189; range atau rentang nilai sebesar 35; minimum atau nilai terendahnya yaitu 37; maximum atau nilai tertingginya yaitu 72; sum atau penjumlahan dari keseluruhan data sebesar 7620.
(3) Hasil Belajar sebagai variabel terikat (Y) dengan sampel sebanyak 135 siswa diperoleh hasil mean atau rata-ratanya yaitu 69.10; median atau nilai tengahnya yaitu 68.00; modus atau nilai yang sering muncul yaitu 70, standar deviasi sebesar 11.024; varian data sebesar 121.535; range atau rentang nilai sebesar 50; minimum atau nilai terendahnya yaitu 42; maximum atau nilai tertingginya yaitu 92; sum atau penjumlahan dari keseluruhan data sebesar 9328.
Setelah dianalisis deskriptif, kemudian data dianalisis indeksnya untuk menggambarkan persepsi responden atas item-item pernyatan yang diajukan dalam penelitian. Penghitungan nilai indeks diperoleh melalui penghitungan nilai indeks tiap indikator penelitian. Langkah-langkah dalam menentukan nilai indeks suatu variabel penelitian adalah sebagai berikut:
(1) Menghitung skor dari jawaban responden dan mentabulasikan dari data angket, baik angket keterampilan sosial, angket literasi informasi, maupun angket hasil belajar. Sebelum menghitung skor jawaban angket, penulis melakukan skor pada tiap-tiap item pernyataan. Penyekoran sesuai dengan angket yang menggunakan skala likert. Skala likert yang telah dimodifikasi menjadi 4 jawaban. 4 jawaban variabel keterampilan sosial dan literasi informasi dengan skala penilaian selalu diberi skor 4, sering diberi skor 3, kadang-kadang diberi skor 2, dan tidak pernah diberi skor 1 untuk jawaban positif. Penyekoran pada jawaban negatif variabel keterampilan sosial dan
literasi informasi yaitu sebaliknya, selalu diberi skor 1, sering diberi skor 2, kadang-kadang diberi skor 3, dan tidak pernah diberi skor 4. Angket variabel keterampilan sosial, literasi informasi terdiri dari pernyataan-pernyataan positif dan negatif.
(2) Menghitung persentase frekuensi jawaban responden
Rumus yang digunakan untuk menghitung frekuensi jawaban responden yaitu: %F𝖺 = n𝖺
N x 100% Keterangan:
%F𝖺 = Persentase frekuensi dari jawaban responden yang memberi skor 1, 2, 3, atau 4, sehingga dapat ditulis %F1, %F2, %F3, %F4. n𝖺 = Jumlah responden yang memberi skor 1, 2, 3, atau 4. a = Skor 1,2, 3, atau 4.
N = Total jumlah responden/sampel penelitian.
(3) Menghitung nilai indeks item pernyataan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Nilai Indeks Variabel = ((%F1 x 1) + (%F2 x 2) + (%F3 x 3) + (%F4 x 4)) / 4 Keterangan:
F1 = Frekuensi responden yang menjawab 1 F2 = Frekuensi responden yang menjawab 2 F3 = Frekuensi responden yang menjawab 3 F4 = Frekuensi responden yang menjawab 4 (Ferdinand 2014:277)
(4) Menghitung nilai indeks tiap indikator
Penghitungan nilai indeks tiap indikator menggunakan sebuah rumus. Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata nilai indeks yang terdapat dalam satu indikator adalah sebagai berikut:
Nilai Indeks Indikator = (Indeks Pernyataan 1) + (Indeks Pernyataan 2) + … (Indeks Pernyataan)/ n
(5) Menghitung nilai indeks tiap dimensi
Menghitung nilai indeks tiap dimensi, penulis mengambil rata-rata dari nilai indeks tiap indikator yang terdapat pada dimensi. Rumus yang digunakan
untuk menghitung nilai indeks adalah sebagai berikut:
Nilai Indeks Dimensi = (Indeks Indikator 1) + (Indeks Indikator) + … (Indeks Indikator)/ n
(6) Menafsirkan nilai indeks variabel
Rumus yang digunakan untuk mengetahui nilai indeks tiap variabel yaitu rata-rata dari nilai indeks dimensi variabel. Rumusnya adalah sebagai berikut: Nilai Indeks Variabel = (Indeks Dimensi 1) + (Indeks Dimensi 2) + … (Indeks
Dimensi)/ n
(7) Menafsirkan nilai indeks variabel dengan menggunakan aturan dalam criteria
Three Box Method. Penelitian ini menggunakan skala likert dengan jawaban 1
sampai 4. Ferdinand (2014:278) menjelaskan bahwa angket yang tidak dimulai dari angka 0 (nol), angka indeks yang dihasilkan dimulai dari angka 10 sampai 100, sehingga didapatkan rentang angka indeks yaitu 90. Rentang tersebut dibagi menjadi tiga kotak (aturan Three Box Method), sehingga dihasilkan kriteria penafsiran nilai indeks Three Box Method. Kriteria tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan tinggi rendah variabel yang digunakan. Penjelasan kriteria Three Box Method terdapat pada Tabel 4.3 yaitu:
Tabel 4.3 Kriteria Three Box Method
Rentang Nilai Kategori
70,01– 100 Tinggi
40,01– 70,00 Sedang
10,00 – 40,00 Rendah
Sumber: Ferdinand (2014:278)