METODE PENELITIAN
3.8 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
3.8.3 Pengujian Instrumen
Sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data, terlebih dahulu perlu diuji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan karena angket yang telah disusun belum merupakan angket valid dan reliabel. Sugiyono (2017:168) menyatakan bahwa instrumen yang valid berarti instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur sehingga mendapatkan data yang valid. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Berikut uraian mengenai pengujian instrumen yang akan digunakan dalam penelitian:
3.8.3.1 Uji Validitas Instrumen
Menurut Arikunto (2013:211) “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya angket yang digunakan. Cara agar mengetahui apakah angket keterampilan sosial dan literasi informasi mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya, maka angket tersebut harus valid. Instrumen penelitian harus memiliki validitas internal dan eksternal.
3.8.3.1.1 Validitas Internal
Validitas internal yang digunakan pada penelitian ini hanya validitas konstruksi, karena instrumen yang digunakan berupa angket (non-tes). Hal ini sesuai dengan pernyataan Sugiyono (2017:170), bahwa validitas internal terdiri dari validitas konstruksi dan isi, dimana instrumen dengan jenis tes harus melalui validitas kontruksi dan isi, sedangkan instrumen non tes hanya melalui validitas konstruksi. Validitas konstruksi dilakukan dengan cara pengujian atau konsultasi dengan ahli. Pada penelitian ini, melibatkan seorang ahli yaitu Dra. Marjuni,
M.Pd. selaku dosen pembimbing skripsi. Ahli menelaah angket yang telah disusun untuk mengetahui kesesuaian angket dengan kisi-kisi dan tujuan yang ingin dicapai.
3.8.3.1.2 Validitas Eksternal
Instrumen dikatakan sebagai validitas eksternal, apabila kriteria di dalam instrumen disusun berdasarkan fakta empiris (Sugiyono, 2017b:169). Artinya, ada suatu perbandingan antara instrumen yang disusun oleh peneliti, dengan fakta yang terjadi di lapangan. Perbandingan ini dapat dilakukan melalui kegiatan uji coba instrumen. Hasil dari uji coba instrumen kemudian dianalisis.
Uji coba instrumen ditujukan untuk anggota populasi di luar sampel penelitian. Pada penelitian ini, yang menjadi sasaran uji coba instrumen merupakan siswa kelas V di SD Negeri Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020 yang tidak termasuk dalam sampel penelitian, namun masih dalam populasi yang sama. Jumlah populasi siswa uji coba diperoleh dari hasil pengurangan antara jumlah populasi tiap sekolah dengan sampel siswa tiap sekolah. Rincian populasi siswa uji coba dapat dibaca pada tabel 3.7 berikut:
Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Populasi Siswa Uji Coba
No Nama Sekolah Jumlah Siswa
Kelas V
Sampel Penelitian
Populasi Siswa Uji Coba 1 SD Negeri Dermasandi 01 42 siswa 28 siswa 42–28=14 siswa 2 SD Negeri Dermasandi 02 19 siswa 13 siswa 19–13=6 siswa 3 SD Negeri Dermasandi 03 22 siswa 15 siswa 22–15=7 siswa 4 SD Negeri Balamoa 01 21 siswa 14 siswa 21–14=7 siswa 5 SD Negeri Balamoa 02 17 siswa 11 siswa 17–11=6 siswa 6 SD Negeri Balamoa 03 18 siswa 12 siswa 18–12=6 siswa 7 SD Negeri Rancawiru 01 21 siswa 14 siswa 21–14=7 siswa 8 SD Negeri Rancawiru 02 26 siswa 17 siswa 26–17=9 siswa 9 SD Negeri Rancawiru 03 17 siswa 11 siswa 17–11=6 siswa
Berdasarkan tabel perhitungan populasi uji coba, diperoleh data bahwa populasi uji coba pada penelitian ini adalah 68 siswa. Setelah itu, dilakukanlah perhitungan sampel uji coba dengan menggunakan proportionate stratified
random sampling, sama seperti saat menentukan sampel penelitian. Sugiyono
(2017:172) menambahkan bahwa jumlah anggota sampel untuk uji coba adalah 30 orang. Penghitungan pengambilan sampel uji coba dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Hasil Perhitungan Sampel Siswa Uji Coba No Nama Sekolah Populasi Siswa Uji
Coba Sampel siswa Uji Coba 1 SD Negeri Dermasandi 01 14 siswa 14/68 x 30 = 6 siswa 2 SD Negeri Dermasandi 02 6 siswa 6/68 x 30 = 3 siswa 3 SD Negeri Dermasandi 03 7 siswa 7/68 x 30 = 3 siswa 4 SD Negeri Balamoa 01 7 siswa 7/68 x 30 = 3 siswa 5 SD Negeri Balamoa 02 6 siswa 6/68 x 30 = 3 siswa 6 SD Negeri Balamoa 03 6 siswa 6/68 x 30 = 3 siswa 7 SD Negeri Rancawiru 01 7 siswa 7/68 x 30 = 3 siswa 8 SD Negeri Rancawiru 02 9 siswa 9/68 x 30 = 4 siswa 9 SD Negeri Rancawiru 03 6 siswa 6/68 x 30 = 3 siswa
Jumlah 68 siswa 31 siswa
Data yang telah dikumpulkan melalui uji coba instrumen, selanjutnya dianalisis dan dikorelasikan antara skor item dan skor totalnya, menggunakan rumus Bivariate Pearson. Skor total adalah jumlah seluruh item pada satu variabel (Priyatno, 2014:51). Perhitungan dilakukan dengan bantuan Software Statistical
Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Adapun menu yang digunakan
adalah Analyze> Correlate> Bivariate. Pada kotak dialog Bivariate Correlations, masukkan semua variabel ke kotak Variables, kemudian OK, sehingga muncul
Output Correlations untuk melihat hasil uji validitasnya. Pengujian taraf
signifikansi dengan kriteria menggunakan rtabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi (two tailed) adalah sebagai berikut: jika nilai positif dan rhitung ≥ rtabel, maka dinyatakan valid, jika rhitung < rtabel maka dinyatakan tidak valid (Hadi, 2015:266). Hasil dari uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.9 dan 3.10.
Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Angket Keterampilan Sosial
Kriteria Nomor Item Jumlah
Valid 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 16, 17, 18, 19, 22, 25, 26, 29, 33, 35, 36, 37, 39 23 Tidak Valid 1, 4, 10, 13, 15, 20, 21, 23, 24, 27, 28, 30, 31, 32, 34, 38, 40 17 Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Angket Literasi Informasi
Kriteria Nomor Item Jumlah
Valid 1, 2, 4, 5, 7, 8, 11, 13, 14, 16, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 30, 31, 32, 34, 36 22 Tidak Valid 3, 6, 9, 10, 12, 15, 17, 19, 23, 27, 28, 29, 33, 35, 37, 38, 39, 40 18
3.8.3.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi dari sebuah instrumen angket, apakah alat ukur tersebut akan tetap mendapatkan hasil yang konsisten apabila dilakukan pengukuran yang berulang (Priyatno, 2014:64). Metode yang digunakan adalah Cronbach Alpha, dengan bantuan SPSS versi 22. Langkah untuk pengujiannya adalah Analyze > Scale > Reliability Analysis. Selanjutnya, akan muncul kotak dialog Reliability Analysis, dan masukkanlah item yang akan diuji namun yang valid saja. Pilih Statistics pada Descriptive for pilih Scale if Item
Deleted > Continue > OK. Hasil uji reliabilitas dapat dibaca pada tabel Reliability Statistics kolom Cronbach’s Alpha.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah item tersebut reliabel atau tidak, adalah sebagai berikut: apabila reliabilitas kurang dari 0,6 maka kurang baik, 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 adalah baik (Sekaran (1992) dalam Priyatno, 2014:64). Hasil dari uji reliabilitas angket dapat dilihat pada tabel 3.11 dan 3.12.
Tabel 3.11 Hasil Uji Reliabitas Angket Keterampilan Sosial
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.888 23
Tabel 3.12 Hasil Uji Reliabitas Angket Literasi Informasi
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.865 22
Berdasarkan hasil uji reliabilitas angket kedua variabel, dapat diketahui bahwa Cronbach Alpha > 0,6. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan dari angket kedua variabel reliabel.