PERSENTASE HASIL BELAJAR
3) Hasil Pengujian (Output)
4.5.2 Pengaruh Literasi Informasi terhadap Hasil Belajar IPS
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh literasi informasi terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan, diperoleh temuan-temuan untuk menjawab permasalah-permasalahan dalam penelitian. Permasalahan-permasalahan penelitian telah terjawab, yaitu literasi informasi berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil analisis korelasi sederhana, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,414 karena nilai 0,414 terletak diantara rentang 0,40 – 0,599, sehingga dapat dikatakan bahwa terjadi hubungan yang sedang antara literasi informasi dengan hasil belajar IPS.
Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh nilai koefisien regresi literasi informasi sebesar 0,758. Koefisien yang bernilai positif, menunjukan adanya hubungan yang positif antara literasi informasi dengan hasil belajar. Hal ini berarti apabila semakin baik literasi informasi, maka akan semakin meningkatkan hasil belajar siswa. Sebaliknya, apabila literasi informasi kurang baik, maka akan memberikan pengaruh kurang baik pula terhadap hasil belajar siswa. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan meningkatkan literasi informasi.
Untuk mendapatkan data penelitian tentang literasi informasi, penulis menggunakan angket yang diberikan kepada responden untuk dijawabnya. Data penelitian yang sudah terkumpul kemudian skornya ditabulasikan menggunakan program Microsoft Excel. Setelah ditabulasikan, penulis melakukan analisis terhadap jawaban responden yang diambil dari angket menggunakan analisis
indeks. Teknik analisis indeks digunakan untuk mengetahui persepsi responden terhadap item-item pernyataan yang diajukan dalam penelitian (Ferdinand, 2014:231). Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks, nilai indeks veriabel literasi informasi sebesar 63,63%. Berdasarkan kriteria Three Box Method, nilai indeks tersebut berada pada rentang nilai 40,01 – 70,00 yang menyatakan bahwa nilai indeks variabel literasi informasi sebesar 63,63% termasuk dalam kategori sedang.
Indikator yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pendapatnya Mike Eisdenberg dan Bob Berkowitz (1987) dalam Lien, dkk. (2014:5) antara lain (1) perumusan masalah, (2) strategi pencarian informasi, (3) alokasi dan akses, (4) pemanfaatan informasi, (5) sintesis dan, (6) evaluasi. Persentase indikator yang paling dominan pada variabel literasi informasi terdapat pada indikator pemanfaatan informasi dengan nilai indeks sebesar 80,82%. Hal ini menunjukan bahwa siswa di SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal mampu memanfaatkan informasi yang didapatkan untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik. Namun tingginya kemampuan siswa dalam memanfaatkan informasi yang diperoleh tidak dibarengi dengan kemampuan pencarian informasi yang baik, sehingga siswa mampu menerima informasi yang disampaikan dan memanfaatkannya dengan baik tetapi siswa mengalami kesulitan ketika mereka mencari informasi yang dibutuhkan secara mandiri.
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh literasi informasi terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal menemukan bahwa indikator paling rendah dalam variabel literasi informasi adalah indikator strategi pencarian informasi dengan nilai indeks sebesar 53,57%. Artinya, siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal kurang mampu mencari informasi yang dibutuhkan sendiri tanpa bantuan guru. Oleh karena itu, guru harus lebih menerapan sistem pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 dimana guru memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menggali pengetahuannya sendiri. Selain itu, sumber belajar disekolah harus lebih
dilengkapi untuk menunjang siswa dalam menggali informasi yang dibutuhkan sehingga hasil belajar siswa secara otomatis akan meningkat pula.
Rata-rata nilai Penilaian Akhir Semester ganjil siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020 sebesar 69,10. Apabila dikategorikan menurut pedoman konversi skala Poerwanti (2008:6-10), maka nilai tersebut masuk dalam kategori cukup (C). Besarnya rata-rata nilai PAS ganjil siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020 yang hanya bernilai 69,10 dikarenakan pengaruh yang diberikan oleh variabel literasi informasi terhadap hasil belajar IPS hanya sebagian kecil. Hal ini dapat dibuktikan dengan analisis determinasi variabel literasi informasi terhadap variabel hasil belajar yang dapat dilihat pada tabel 4.18, kolom R Square. Pada tabel tersebut, nilai koefisien determinasi variabel ke siswa sebesar 0,171.
Nilai tersebut kemudian dikali dengan 100%, hasilnya adalah 17,1%. Hasil tersebut menunjukan bahwa persentase sumbangan pengaruh literasi informasi terhadap hasil belajar sebesar 17,1% dan sisanya sebesar 82,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain dari luar variabel literasi informasi. Literasi informasi dapat menunjang siswa dalam memperoleh hasil belajar yang lebih baik, karena siswa memerlukan informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi akademiknya, yaitu untuk mendukung pengerjaan tugas sekolah, ujian dan pemenuhan informasi dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut Lien, dkk. (2014:3) literasi informasi dapat menunjang keberhasilan siswa dalam masyarakat ekonomi dan secara khusus, dalam penerapan kurikulum berbasis kompetensi di sekolah dan perguruan tinggi.
Variabel literasi informasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel hasil belajar IPS. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melakukan uji t. Berdasarkan tabel 4.17, dapat dilihat bahwa nilai thitung sebesar 5,238. Setelah menentukan nilai ttabel untuk uji dua sisi menggunakan Microsoft Excel dengan cara mengetik di Cell kosong dengan rumus =TINV(0.05,133), diperoleh nilai ttabel sebesar 1,978. Dengan demikian nilai thitung ≥ ttabel atau 5,238> 1,978. Kriteria pengambilan keputusan apabila nilai thitung ≥ ttabel maka H02 ditolak dan Ha2
diterima. Dapat diketahui bahwa 5,238 > 1,978, yang artinya H02 ditolak dan Ha2 diterima. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “Terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi informasi dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020 (ρ≠0)” terbukti atau dapat diterima.
Artinya temuan penulis tersebut membuktikan bahwa melalui peningkatan literasi informasi akan dapat memengaruhi peningkatan pada hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusunarningsih (2017) dengan judul Hubungan Antara Kompetensi Literasi
Informasi dengan Kemampuan Menulis dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Airlangga. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa diperoleh
koefisien korelasi sebesar 0,787 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara literasi informasi dan prestasi belajar siswa.
4.6 Implikasi Penelitian