• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.2. Analisis Ekternal Penyuluhan

Lingkunganeksternalmerupakansituasidankondisiyangberada diluarorganisasiyangsecaralangsungatautidaklangsungdapatmempengaruhi kinerja Organisasi. Lingkungan eksternal penyuluhan terdiri dari administras, ketetapan kebijakan organisasi, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem penghargaan,kondisilingkungankerja,keterjangkauandaerahtemapatbekerja, tingkat partisipasi aktif masyarakat serta dukungan pembinaan dan supervisi.

Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunciyangmenjadipeluangdanancamanbagipenyuluhandiKabupatenSerdang Bedagai.

6.2.1 Administrasi, Ketetapan Kebijakan Organisasi, dan Ketersediaan

SaranadanPrasarana

Administrasi merupakan salah satu kewajiban penyuluh yang merupakangambarandarisudahbaikataubelumbaikseorangpenyuluhdalam melakukan pekerjaannya. Dukungan administrasi dan ketepatan kebijakan organisasi berkorelasi positif dengan kinerja penyuluh. Artinya, pengelolaan adminsitrasi dan kebijakan-kebijakan organisasi yang tepat dalam mendukung kegiatan penyuluh dapat meningkatkan kinerja penyuluh dalam membangun komunikasisecarakonvergendengansasaranpenyuluhan.

Bagi seorang penyuluh wujud dari dilaksanakannya proses penyuluhan adalah kelengkapan administrasi. Setiap penyuluh memiliki kewajiban administrasi rutin seprti Lembar Persiapan Kunjungan (LPK) yang harusdilaporkansetiapduakaliseminggu,Monografi,ProgramaPertaniandan RencanaKerjatahunanyangharusdiselesikansetiapakhirtahun.Selainituada lagibeberapalaporanyangmenyangkutdatapertaniandiwilayahkerja masing-masingyangbisadimintasewaktu-waktudanpenyuluhharussiapdengandata tersebut.Namunsebagianbesarpenyuluhkurangtertibdalamhaladminstrasiini. SepertiyangdapatdilihatpadaTabel2,halinimenjadikendalabagibagianlain dalam organisasi untuk menyusun program kerja dan melaksanakan pekerjaan untukkepentinganyanglebihtinggi.

KetersediaansaranadanparasaranasepertikantorBPKPdengan fasilitas pendukung berupa lahan pengkajian menunjukkan faktor tersebut

mempunyaihubungandengansemuaaspekkinerjapenyuluh.Hasilpendapatyang dikumpulkansesuaidenganfaktadilapanganyangmenunjukkansebagianbesar penyuluh mengakui masih terdapat kekurangan sarana dan prasarana dalam mendukungkegiatanpenyuluh.

Data hasil penelitian , rata-rata penyuluh mengakui lingkungan kerja penyuluh, terutama dalam organisasi tergolong kurang nyaman. Ketidaknyamanan tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan-kebijakan organisasi(pimpinan)yangterkesanmerugikanpenyuluhdanmenimbulkanpro kontra dikalangan penyuluh. Dalam konteks penyuluhan sebagai sistem pendidikanorangdewasadenganfalsafahsaling“asah-asih-asuh”(Padmowiharjo, 2001), seharusnya institusi penyuluhan harus mampu menciptakan kondisi tersebutsebagaisuatuinteraksiantarpenyuluhsebagaifasilitatormotivatordan masyarakatsasaransebagaiwargabelajar.

6.2.2 SistemPenghargaan,KondisiLingkunganKerja,danKeterjangkauan

DaerahTempatBekerja.

Adanya sistem penghargaan sangat berhubungan dengan kinerja penyuluh. Dukungan sistem penghargaan berhubungan nyata dengan kinerja penyuluh.Artinya,upayapenghargaan(reward)dansanksi(punishment) yang merupakan bagian dari mekanisme sistem penghargaan yang diterima oleh seorangpenyuluhberdampakmeningkatkankinerjapenyuluh,terutamakinerja pada aspek perencanaan dan pelaksanaan program penyuluhan, kreativitas penyuluhdalammenyelesaikanmasalahpetanidanaspekberkomunikasisecara konvergendengansasaranpenyuluhan.Sangatpentingmemberikanpenghargaan kepadapenyuluhyangberhasilmelakukantugasnyadenganbaik,karenaseorang penyuluh yang melihat rekannya memperoleh promosi karena berhasil

melaksanakantugasakancenderunguntukmelakukanhalyangsama.Pemberian penghargaanyangbermaknamemotivasimenjadifaktorpendorongbagipenyuluh dalammelaksanakantugas.

Kebijakankenaikanpangkatdanpolakarieryangtidakjelasdan sesuai dengan keinginan penyuluh dapat menurunkan motivasi penyuluh. Dari hasil diskusi dan wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh mengakui kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan(reward)ketikaseorangpenyuluhberprestasi.Upayayangdilakukan oleh BP2KP sebagai lembaga yang mengurusi penyuluhan untuk memberikan penghargaanpadahasilkerjayangpositifdaripenyuluhbelummaksimalbahkan hampirbelumada.

Kondisi lingkungan kerja juga merupakan faktor ekternal yang mempengaruhikinerjapenyuluh. Lingkungan kerja yangbaik dan mendukung akanmemberikandampakyangbaikbagikegiatanpenyuluhan.Lingkungankerja yang mendukung proses belajar seorang penyuluh dapat meningkatkan produktivitas penyuluh. Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung penyuluhdalammelakukanprosesbelajarberdampakmeningkatkankreativitas penyuluh.Lingkungankerjapenyuluhterbagiatasduadaerahyaitudi BP2KP sebagaipusatberkumpulnyaparapenyuluhdanwilayahkerjayangmerupakan daerahpedesaan.

Desa sebagai tempat para penyuluh bekerja memiliki berbagai macam adat-istiadat, kebiasaan, budaya dan kondisi yang beraneka ragam. Diperlukankemampuanadaptasiyangtinggibagipenyuluhagardapatbekerja dengan baik di wilayah tertentu. Apabilaseorangpenyuluh capat beradaptasi

denganmasyarkatdanaparatdesa,makaakanmempermudahpenyuluhdalam melakukanpekerjaannya.Namunadajugapenyuluhyangmenemuikendaladi desatepatwilayahkerjanya.Kondisiiniakanmembuatpenyuluhsulitunutuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan petani, sehingga berdampak pada ketidaknyamanan dalam melakukan pekerjaan. Hal ini akan merugikan kedua belahpihak.

Keterjangkauan daerah jugamerupakan hal yangmempengaruhi lingkungan ekternal kinerja penyuruh. Keterjangkauan ini dapat dilihat dari beberapaaspekyaitujarakdansaranauntukmencapaikedaerahtersebut.Semakin mudahsuatuwilayahkerjauntukdicapaimakaakanmenjadisalahsatufaktor pendukung dalam melaksanakan proses penyuluhan. Namun tidak dapat dipungkiridisebagianbesarwilayahkerjapenyuluhmasihsulituntukdicapai. Halinidisebabkankarenakondisijalanyangmasihrusakjugajarakyangjauh dantidaktersedianyasaranatransportasisetiapwaktu.Selainitusebagianbesar penyuluh juga tidak memiliki kendaraan operasional untuk dapat masuk kewilayahkerjanya.Kondisiinitentuakanmenurunkanmotivasibagipenyuluh untukmelakukanpekerjaannya.

6.2.3TingkatPartisipatifAktifMasyarakatdanPembinaandan Supervisi.

Kegiatan penyuluhan bersentuhan langsung dengan masyarakat pada suatu wilayah kerja penyuluhan pertanian. Wilayah kerja ini biasanya meliputi satu desa atau lebih. Masyarakat disini adalah petani itu sendiri dan petani itu meliputi petani, peternak, nelayan, wanita tani dan hal lain yang berhubungandenganpertanianbahkankeluargaintipetanitersebut.

Sumardjo(1999),bahwasemakincerdaskehidupanrakyat,maka semakin tinggi partisipasi masyarakatnya dalam pembangunan, dan proses penyuluhan merupakan upaya nyata dalam mewujudkan kecerdasan tersebut. Bentukpartisipasimasyarakat yangsangatdirasakan sebagaimana yangdiakui olehpenyuluhadalah,terutamapadatahapanpelaksanaanpenyusunanprograma penyuluhantingkatDesadanKecamatan.

Faktor lain yang menunjukkan hubungan nyata dengan kinerja penyuluh adalah dukungan supervisi dan monitoring. Hubungan kreativitas penyuluhmenyelesaikanmasalahyangdihadapidanaspekkomunikasipenyuluh dengan sasaran penyuluhansecarakonvergen. Artinya, semakin seringpejabat pembinamelakukankegiatansupervisidanmonitoring,semakinmeningkatpula kreativitas dan tingkat komunikasi yang terbangun antara penyuluh dengan pimpinan,maupundengansasaranpenyuluhan.

Faktadilapanganpenyuluhmengakuikurangnyakegiatansupervisi dan monitoring yang dilakukan oleh institusi BPKP selaku instansi pembina. Faktatersebutmenunjukkanbahwalemahnyapolapembinaanmaupunpenerapan disiplinterhadappenyuluhyanglalaidalammelaksanakankegiatanpenyuluhan, terutama terhadap penyuluh-penyuluh baru yang memerlukan perhatian lebih ekstra. Artinya, selain pentingnya rutinitas kegiatan supervisi dan monitoring, namunyanglebihpentinglagiadalahtindaklanjutdarikegiatansupervisidan monitoring tersebut. Perbaikan kinerja akan bisa terjadi manakala penyuluh merasahasilkerjadinilaidanditindaklanjuti.Kegiatansupervisidanmonitoring semata-matabukanberorientasipadapemberiansanksiataupenghukuman,tetapi lebihkepadakombinasiantarapengawasandanpembinaan.

Dokumen terkait