• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.1. Analisis Internal Penyuluhan

Lingkunganinternalmerupakanlingkunganyangberadadidalam organisasi serta berpengaruh langsung terhadap arah dan tindakan organisasi. Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahanyangdimilikiolehpenyuluhan.Berdasarkanpadaberbagaipendapat danteoritentangkarakteristikinternaltersebut,makadapatdisimpulkanbahwa karakteristik internal penyuluh merupakan sifat-sifat yang dimiliki seorang penyuluh pertanian yang berhubungan dengan aspek kehidupan dan lingkungannya dengan faktor-faktor internal meliputi; umur, masa kerja, pendidikan formal, pelatihan, motivasi, persepsi terhadap tugas, pemanfaatan media,hubunganinterpersonal,danjumlahkelompokyangdibina.

6.1.1Umur,MasaKerjadanPendidikanFormal

Ketiga aspek internal tersebut sangat mempengaruhi kinerja penyuluhdanproduktifitasdarikegiatanpenyuluhantersebut.Biasanyasemakin tuaumurdanlamanyaseorangpenyuluhbekerjamakasemakinbaik kreatifitas penyuluhtersebutdalammerencanakanprogrampenyuluhanlamalebihmudah

membangun komunikasi dengan sasaran penyuluhan. Namun dipihak lain biasanya,penyuluhyangsudahbekerjaselamalebihdari20tahun,lebihmudah mengalamikejenuhan.Tingkatpendidikanyangrendahsertaumuryangsudahtua ditambah masa kerja yang sudah lama membuat para penyuluh ini mudah mengalamikejenuhan.Olehsebabitufaktorumur,pendidikanformaldanmasa bekerja dapat menjadi faktor kekuatan sekaligus kelemahan dalam sistem penyuluhanpertanian.Berikutiniadalahtabelyangmenggambarkankomposisi penyuluhberdasarkanaspekumur,lamabekerjadanpendidikanformaldalam persentase.

Tabel 8. Persentase Penyuluh dari Faktor Umur, Lama Bekerja dan

PendidikanFormal.

Sumber:BidangPenyuluhan 2012(Diolah)

Kedewasaan penyuluh terhadap pekerjaannya semakin meningkat

seiring dengan bertambah usia penyuluh dalam lingkup pekerjaan tersebut. Data

menunjukkanusiapenyuluhberkisarantara26–49tahun,artinyapenyuluhmasih tergolongusiaproduktifdanmemilikikesempatanbelajarlebihbanyak. Semakin tinggi sikap positif dan komitmen penyuluh terhadap pekerjaan maka produktivitaskerjanyapunsemakintinggi.Padapenyuluhberusiatua,kematangan usiadanpengalamankerjayangtelahdimiliki,menbuatmerekalebihkreatifdalam membangun kerjasama untuk merencanakan program penyuluhan yang lebih

partisipatif.

Berdasarkan hasil pengamatan, sebanyak 49 persen penyuluh bekerjakurangdarilimatahun.Merupakanwaktuyangbelumlamauntukdapat menjadipenyuluh yangterampil.Penyuluh yangbekerjakurangdari15tahun

Umur(Tahun) LamaBekerja(Tahun) PendidikanFormal

≤25 26-49 ≥50 ≤5 6-14 ≥15 S1 D3 SMA

5% 70% 25% 49% 38% 13% 45% 30% 25%

biasanya masih memiliki kondisi dan semangat yang baik untuk menyuluh dibandingpenyuluhyangsudahbekerjalebihdari15tahun.

Pada aspek pendidikan formal, sebanyak 45 persen penyuluh berpendidikanSarjanaPertanian.Namuntingginyatingkatpendidikanyangtidak disertaidenganpengetahuandanketerampilanberkomunikasidapatmenurunkan kinerjapenyuluhkarenakemampuankomunikasiadalhkompetensiyangharus dimilikiseorangpenyuluh.Kualikasipendidikandanpengetahuanyangdimiliki penyuluhmasihterbataspadapengetahuantekniskarenasebagianbesarpenyuluh bukanberasallangsungdari lulusanatauperguruantinggijurusanpenyuluhan atau sekolah-sekolah pertananian seperti STPP dan sejenisnya. Hal ini dapat berdampaknegatifpadapenyuluh-penyuluhyangmasihbaru karenpengetahuan yangdimilikitidaksebandingdengantuntutantugasyangdihadapi.

Selain itu, tingkat pendidikan dan masa kerja berkaitan dengan tingkat gaji dan dan fasilitas, dan akhirnya akan berujung kepada tingkat kesejahteraanpenyuluh. Semakinsejahterapenyuluhmakaakanmeningkatkan kinerjadanmotivasipenyuluhdalambekerja.Sebabketikakebutuhanpribadidan keluargasudahterpenuhimakapenyuluhdapatlebihberfokuspadapekerjaannya yaitumelayanimasyarakatmelaluipenyuluhan.

6.1.2Pelatihan,MotivasidanPersepsiTerhadapTugas

Faktor pelatihan memiliki hubungan nyata dengan kinerja penyuluh. Artinya, faktorpelatihanberhubungan erat dengan kinerjapenyuluh pertanian,terutamakinerjapenyuluhpadaaspekkerjasamadankomunikasi.Dari hasilpengamatan menunjukkansebagianbesarpenyuluhyangmengakuijarang mengikuti pelatihan, terutama kepada penyuluh-penyuluh baru. Fakta ini

didukung dengan data dimana 50 persen lebih penyuluh memiliki masa kerja kurang dari 14 tahun, sehingga peluang mereka mengikuti beragam pelatihan belumbanyak(LihatTabel8).

Selainitu,minimnyaanggaranyangdikelolainstitusipenyuluhan didugasebagaipenyebabminimnyaintensitas pelatihanyangdiikutipenyuluh. Minimnya intensitas pelatihan tersebut secara langsung akan berdampak pada kompetensipenyuluh,sehinggamotivasiuntukmelaksanakantugaspunmenurun. Faktalainyangmenjadipenyebabadalahmotivasiawalketikamelamarpekerjaan sebagaicalonpegawainegerisipil.Hasilpengamatandanwawancaramendalam di lapangan terhadap beberapa responden diketahui, bahwa pada mulanya motivasiparapenyuluhbaruadalahmenjadipegawainegerisipil,namunmereka sendiritidakmengetahuipastiapayangmenjaditugasdankewajibanpenyuluh pertanian.

Penyuluhditempatkandilokasi-lokasitugasyangjauhdariakses informasidantransportasi,membuatmotivasinyadalambekerjamulaimenurun danakibatnyamerekatidaklagidisiplinmelaksanakantugassebagaimanayang diharapkan. Disisi lain, rendahnya motivasi penyuluh tersebut dikarenakan kebijakan-kebijakan organisasi yang tidak sejalan dengan keinginan dan kebutuhanpenyuluh.Kebijakankenaikanpangkatdanpolakarieryangtidakjelas akan berpengaruh pada motivasi penyuluh. Motivasi kerja penyuluh akan berdampak positif terhadap kinerja penyuluh. Motivasi yang tinggi ditemukan pada penyuluh-penyuluh yang ditempatkan pada lokasi tugas yang mudah dijangkau, serta penyuluh yang memperoleh perhatian dan keuntungan secara sepihakolehpimpinan.

6.1.3PemanfaatanMedia,HubunganInterpersonal,danJumlahKelompok Binaan.

Pemanfaatanmediadalamkegiatanpenyuluhandapatmembantu meningkatkankinerjapenyuluhan.Halinikarenadenganmenggunakanmedia akan membantu meningkatkankemampuan penyuluh darisegi keilmuan, serta teknologi yang berkembang, sehingga penyuluh dapat terus memperbaharui pengertahuanmerekatentangsegalahalyangberkaitandenganpertanian.

Pemanfaatan media adalah bentuk motivasi diri seseorang secara

kognitifdalammencariinformasi.Penyuluhyangmampumemanfaatkanmedia,baik cetak maupun elektronik dengan baik sama halnya dengan berupaya untuk

memperbaikikualitaskerja.Faktorpemanfaatanmediaberhubungandengankinerja penyuluh, terutama pada aspek perencanaan program penyuluhan, pelaksanaan

program penyuluhan, inisiatifpenyuluh dalam menyelesaikanmasalah, kreativitas

terhadaptugas-tugasbaruyangdiberikan,danaspekkomunikasipenyuluhdengan sasaran secara konvergen. Semakin sering penyuluh memanfaatkan media

penyuluhan, semakin banyak pula informasi yang diperoleh sebagai solusidalam

menyelesaikanmasalahpetaniterutamainformasi-informasiyangberkaitandengan teknologibaru.

Namunsaatinimasihterbatastersediafasilitasmediayangdapat menunjangprosespenyuluhansepertimajalahataukoranpertanian,buku-buku pertanian,danjaringaninternet.FasilitaslainsepertiBaganWarnaDaun(BWD), pengukurPhtanah,laboratoriumyangmerupakansalahsatumediapenyuluhan juga belum tersedia. Hal ini juga sebagai faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan.

Hubunganinterpersonalantarapenyuluhdenganpimpinanmaupun dengansesamapenyuluhberjalanbaik,ternyatahaltersebutdapatmemperlancar pelaksanaantugaspenyuluh.Kebijakan-kebijakanorganisasiyangmenimbulkan prokontradikalanganpenyuluhberdampaksecaratidaklangsungpadahubungan interpersonal antara penyuluh dengan pimpinan maupun dengan sesama rekan penyuluh.Hasilpengamatandanwawancaramenunjukkanadabeberapapenyuluh yangmemilikihubunganyangkurangbaikdenganatasannya.Biasanyahalini sebab adanyakomunikasi yangtidak baik antarakeduabelahpihak,misalnya seorangpemimpinyangtidakmemilikikemampuansebagaipemimpinsehingga diatidakdapatmerangkulbawahannyaataukarenapenyuluhyangtidakmemiliki komitmenterhadappekerjaannya.

Disislain,hanyasebagiankecilditemukanhubunganyangtidak baikantarapenyuluh,dalamartitingkatkebersamaanpenyuluhmasihrelatifbaik. Halinidisebabkanrasakebersamaanyangmasihtinggi.Biladianalisadarisisi hubungan petani dan penyuluh, ada juga ditemukan beberapa penyuluh yang memiliki permasalahan dengan kelompok tani yang dibinanya. Hal ini dapat menghambat kegiatan penyuluhan dan menurunkan kinerja penyuluh tersebut. Biasanya penyuluh yang sudah ditolak diwilayah kerjanya memiliki kesulitan untukmelaksanakanrencanakerjayangtelahdisusun.Selainitukondisiinidapat menyebabkanpersepsinegatifpetaniterhadaplembagaBP2KP,sehinggadapat tergeneralisasiterhadapprogram-programpemerintahyangakandiberikanoleh instansiini.Halinidapatmembuatwilayahtersebutsulituntukberkembang.

Tabel9.KomposisiPenyuluhdenganKelompokTaniBinaan

Sumber:BidangKelembagaan2012

Margono Slamet (2001) berpendapat, bahwa tingkat kinerja penyuluhpertaniandikatakanbaikapabilapenyuluhtersebutmampumembina limasampaidelapankelompoktanidalamsatuwilayahkerja. Jumlahkelompok binaanmenunjukkanberhubungannyatadengankinerjapenyuluhterutamapada aspek kerjasama.Artinya, apabilajumlahkelompoktani yangdibinaseorang penyuluhberjumlahoptimal,semakinbaiktingkatkerjasamanyadengansasaran penyuluhan.DatapadaTabel9menunjukkanrata-ratapenyuluhmembinakurang

NamaKecamatan JumlaahDesa JumlahKelompok

Tani JumlahPenyuluh

SeiRampah 17 102 10 SeiBamban 10 131 10 TelukMengkudu 12 118 12 TebingTinggi 14 120 8 TebingSyahbandar 10 59 4 DolokMerawan 17 38 3 Sipispis 20 64 7 Perbaungan 28 187 19 Pegajahan 13 103 8 PantaiCermin 12 152 12 DolokMasihul 28 139 17 SerbaJadi 10 58 6 Kotarih 11 26 6 BintangBayu 19 40 8 Silinda 9 26 5 TanjungBeringin 8 103 9 BandarKalipah 5 86 6 Total 244 1552 150

dari lima kelompok tani, hal tersebut mencerminkan kinerja penyuluh dalam dimensiinimasihberadapadakategorisedang.

6.1.4KesejahteraanPenyuluh.

Faktor ini tidak bisa diabaikan dalam kaitan dengan kinerja penyuluh pertanian. Secara umum apabila seseorang sudah dapat memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya, maka dia akan lebih dapat berfokus kepada pekerjaannya. Pada umumnya kondisi kesejahteraan penyuluh terutama yang sudahberkeluargamasih tergolongkurangsejahtera. Hal ini membuat banyak penyuluhyangmelakukanpekerjaanlainsebagaisampingan. Namunseringkali haliniyangmenyebabkanpenyuluhmenjaditidakfokuskepadapekerjaannya sebagai penyuluh dan lebih mengutamakan pekerjaan lain yang memberikan penghasilantambahan.

Adabeberapapenyuluhyangmemilikikegiatansampingannamunmasih berhubungandenganbidangpertaniansepertimenjualbibit,benih,saprodidan lainnya.Tidakdapatdipungkirikeadaaninimenjadipeluangterjadinyapenyuluh melakukan penyimpangan dalam pekerjaan yan dapat membuat citrapenyuluh pertanianmenjaditidakbaikdihadapanmassyarakat.

Dokumen terkait