• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Penyusunan Anggaran Biaya Operasional

Penyusunan anggaran biaya operasional pada PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut menggunakan metode partisipasi anggaran. Metode ini menganjurkan adanya partisipasi dan keterlibatan karyawan perusahaan dalam penyusunan anggaran biaya operasional. Keuntungan yang di dapat oleh perusahaan dengan melibatkan seluruh pejabat di bawah (Kepala Bagian, Kepala Seksi/Sub Bagian, Kepala Keuangan dan Staff) yaitu :

a. Menambah rasa kebersamaan karena setiap orang pada masing-masing tingkatan diakui sebagai anggota tim serta memperbesar rasa tanggung jawab di masing-masing unit dalam mencapai sasarannya.

b. Terciptanya suatu komunikasi yang baik dalam perusahaan sehingga memungkinkan pimpinan perusahaan untuk mengetahui situasi dan perkembangan perusahaan secara lebih baik.

c. Menghasilkan suatu anggaran biaya operasional yang lebih realistis serta mendatangkan komitmen dan motivasi yang lebih besar dari setiap bagian dalam perusahaan untuk berusaha mencapai sasaran dalam anggaran. Hal

ini dikarenakan orang yang berkaitan langsung dengan suatu aktivitas mempunyai kedudukan terpenting dalam pembuatan estimasi anggaran. Dengan demikian estimasi anggaran yang dibuat cendrung akan lebih akurat.

Sekalipun demikian metode ini memiliki kelemahan, yakni adanya upaya-upaya dari kepala-kepala bagian untuk memanipulasi anggarannya, yaitu dengan menetapkan pengeluaran/biaya lebih tinggi sehingga dalam realiasinya nanti seolah-oleh memiliki kelebihan dana dan biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari anggaran. Kondisi ini disebabkan kelonggaran anggaran-anggaran.

Menurut penulis, perusahaan telah dapat memaksimalkan keuntungan dari metode ini dengan adanya komunikasi dan kepercayaan antara pimpinan perusahaan dengan berbagai bagian dalam perusahaan dan cabang, maka pimpinan perusahaan mengetahui situasi perusahaan. Perusahaan juga melalui keterlibatan karyawan/staff menghasilkan anggaran yang lebih realistis yang dapat memotivasi seluruh bagian untuk bekerja lebih giat dalam pencapaian sasaran/program masing-masing unit.

Sedangkan kelemahan metode ini yang menimbulkan kelonggaran anggaran biaya operasional diatasi dengan adanya review. Estimasi anggaran yang ditentukan oleh seluruh pejabat dibawah tidak dapat begitu saja diterima oleh manajer/pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan mengadakan sistem pengecekan dan pencocokan, dan jika perlu diadakan perubahan. Dalam

review ini pimpinan PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut akan mendiskusikannya dan memodifikasi atas kesepakatan kedua belah pihak.

2. Peranan Anggaran Biaya Operasional dalam Meningkatkan Efisiensi

PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut berupaya menjadikan anggaran sebagai salah satu alat pengendalian dalam melaksanakan aktivitasnya. Dengan adanya anggaran diharapkan terkontrolnya biaya operasional dalam perusahaan. Sebagai langkah awal pengawasan terhadap biaya operasional PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut, anggaran biaya dirinci lebih lanjut di dalam sub bagian/departemen dengan tujuan agar dapat dilaksanakan dengan cara lebih cermat. Pengawasan dilakukan sejalan dengan berlangsungnya aktivitas perusahaan dimana dalam tiap tahun dibuat laporan laba rugi dan evaluasi kinerja dilakukan secara triwulan.

Untuk lebih jelasnya beberapa penyimpangan-penyimpangan tersebut akan dibahas sebagai berikut :

1. Untuk BBM Retail penggunaan anggaran bisa dihemat sebesar 35 % berarti sangat efisien.

2. Untuk Supply & Distribusi biaya yang bisa dihemat sebesar 6 %, biaya yang besar ialah biaya transportasi untuk pengiriman BBM ke SPBU.

3. Sarana Penunjang biaya yang dihemat adalah sebesar 14 % biaya yang besar adalah K3LL yang merupakan syarat untuk perusahaan Minyak dan Gas bahwa K3LL yang harus hijau.

4.Aviasi biaya yang dihemat sebesar 3 % biaya yang besar adalah untuk transportasi pengadaan alat.

5.Gas Domestik biaya yang dihemat sebesar 2 % biaya yang besar adalah biaya instalasi LPG Filling Plant

di Tanjung Uban.

Varians biaya operasional yang bersifat favorable lebih besar daripada varians pendapatan yang juga bersifat favorable, memberikan sedikit gambaran tentang penerapan konsep efisiensi pada PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut yang telah berhasil menerapkan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi.

PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut sudah berupaya menerapkan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan anggaran biaya operasional sebagai suatu standar dalam penilaian kinerja perusahaan.

Perusahaan mendasarkan penyusunan anggaran biaya operasional disesuaikan dengan kebutuhan yang wajar dengan tetap mencerminkan adanya upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas dan dapat dipertanggung jawabkan.

BAB V

A. Kesimpulan

1. Perusahaan menerapkan metode partisipasi anggaran dalam penyusunan anggaran biaya operasional, yaitu dengan melibatkan seluruh pejabat dibawah dalam penyusunan anggaran biaya operasional sehingga tercipta kebersamaan dan rasa tanggung jawab dari masing-masing bagian serta dihasilkannya anggaran yang lebih realistis.

2. Masing-masing bagian/departemen beserta cabang menyusun usulan anggaran biaya operasional berdasarkan program masing-masing dan aktivitas perusahaan. Pada waktu yang ditentukan, masing-masing departemen beserta cabang menyerahkan usulan anggaran. Semua anggaran tersebut dikumpulkan, kemudian dilakukan rapat kerja yang membahas usulan anggaran ini. Hasil rapat kerja tersebut kemudian dievaluasi dan bila perlu direvisi lagi oleh bidang perencanaan ditingkat wilayah yang kemudian dibahas di Pusat untuk ditentukan anggaran masing-masing wilayah. Dalam pembahasan ini wilayah mengirimkan wakilnya untuk menjelaskan dasar pembuatan anggaran tersebut.

3. Perbandingan antara Realisasi dengan Anggaran Biaya Operasional tahun 2008 dapat diketahui bahwa penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh faktor eksternal yaitu kebijakan pemerintah atas kenaikan bahan bakar minyak dan faktor internal yaitu kebijakan perusahaan dengan menaikkan tunjangan buat para pegawai serta peningkatan honorarium dan perjalanan dinas.

4. PT Pertamina (Persero) Region I Sumbagut telah berupaya menerapkan konsep perencanaan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi, dimana dalam penerapannya varians biaya operasional yang bersifat favorable yang memberikan gambaran tentang penerapan konsep efisiensi.

B. Saran

1. Perusahaan sebaiknya terus meningkatkan upaya penerapan konsep perencanaan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi.

2. Sebaiknya perusahan lebih memberikan perhatian terhadap penggunaan biaya yang terjadi dan lebih memaksimalkan penerapan analisis varians dalam mengindikasikan varians yang terjadi sehingga dapat dilakukan tindakan korektif.

3. Perusahaan disarankan untuk lebih meningkatkan perencanaan dan pengawasan anggaran biaya operasional dan menjadikan anggaran tersebut bersifat dinamis. Anggaran biaya operasional akan berperan besar dalam meningkatkan efisiensi karena anggaran biaya operasional akan terus menerus mengikuti perkembangan kegiatan perusahaan dari waktu ke waktu. Dengan demikian anggaran akan berfungsi sebagai alat penilaian efisiensi dikarenakan anggaran tersebut disesuaikan dengan tingkat kegiatan yang sebenarnya, bersifat efektif dan fleksibel.

DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, Gunawan, dan Marwan Asri, 2006. Anggaran Perusahaan, Buku Satu,

Edisi Kedua, BPFE Yogyakarta.

Atkinson, Anthony A, 2011. Management Accounting : Evironment Impect, Third Edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey.

Collins, David R, 2000. Istilah-istilah Akuntansi, Keuangan dan Investasi. Citra Harta Prima, Jakarta

Garrison, Ray H, and Eric W. Noreen, 2003, Managerial Accounting, 10th Edition, Mc.Graw Hill, New York.

Hansen, Don R, and Maryanne M.Mowen, 2006. Akuntansi Manajemen, Terjemahan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary, Buku Satu, Edisi Ketujuh, Salemba Empat, Jakarta.

Munandar M, 2001. Budgeting : Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja, BPFE UGM, Yogyakarta.

Nafarin M, 2006. Pengganggaran Perusahaan, Edisi Ketiga, Salemba Empat, Jakarta.

Shim, Jae K, and Joel G. Siegel, 2005. Budgeting : Pedoman Lengkap Langkah- Langkah Penganggaran, Terjemahan Julius Mulyadi, Erlangga, Jakarta. Simamora, Henry, 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, Edisi

Kedua, Salemba Empat, Jakarta.

Warren, Carl S, James M. Reeve, And all, 2005. Pengantar Akuntansi, Terjemahan Aria Farahmita; Amanugrahani dan Taufik Hendrawan, Edisi Kedua puluh satu, Salemba Empat, Jakarta.

Welsch, Glenn A, Ronald W. Hilton and Paul N.Gordon, 2000. Anggaran Perencanaan, dan Pengendalian Laba, Terjemahan Purwatiningsih dan Maudi Warouw, Buku Satu, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan (per 1 September 2007), Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004. Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi Jurusan, Fakultas Ekonomi USU, Medan.

Dokumen terkait