• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Data Penelitian

4.2 Analisis Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif

“Statistik Deskriptif (Desciptive Statistic) adalah menu yang memberikan gambaran mengenai nilai Mean, Sum, Standar Deviasi, Variance, Range, Minimum, dan Maximum” (Lubis, dkk 2007:25). Untuk data yang berupa kategori digunakan sub menu deskriptif frequancies.

Variabel penelitian ini terdiri dari ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini auditor, tingkat solvabilitas, dan reputasi kantor akuntan publik sebagai variabel bebas (independent variabel) dan audit delay sebagai variabel terikat (dependent variabel).

Statistik deskriptif dari variabel bebas dan terikat pada sampel perusahaan perbankan selama periode 2010-2013 disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini.

Tabel 4.1

Statistk Deskriptif Variabel-Variabel Penelitian Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Audit.Delay 96 16.00 138.00 68.1667 21.69631

Ukuran.Perusahaan 96 28.00 34.00 31.1250 1.73660

Tingkat.Solvabilitas 96 3.03 15.62 8.4663 2.58852

Valid N (listwise) 96

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Berdasarkan deskripsi data yang dihasilkan dari Tabel 4.1 diatas, dari lamanya audit yang terjadi pada perusahaan perbankan di Indonesia rata-rata

yang terjadi adalah 68.1667 hari. Standar deviasi dari lamanya audit adalah 21.69631. Berdasarkan rata-rata yang dihasilkan dapat disimpukan bahwa pada umumnya perusahaan sampel memiliki kebijakan untuk mempercepat audit delay perusahaan dibawah batas maksimal yang ditetapkan oleh BAPEPAM yaitu selama 90 hari.

Dari Tabel 4.1 dapat dideskripsikan beberapa hal sebagai berikut: 1.Jumlah seluruh sampel adalah 96 (N) yang diperoleh dari 24 perusahaan

pertahun dikali dengan 4 tahun pengamatan. Dari tabel dapat dilihat bahwa terdapat dua variabel independen yang menggunakan skala rasio yaitu variabel ukuran perusahaan dan tingkat solvabiitas.

2.Variabel independen pertama adalah ukuran perusahaan, memiliki nilai minimum sebesar 28 dan nilai maksimum sebesar 34 dengan nilai rata-rata sebesar 31.1250. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadi sampel rata-rata memiliki jumlah asset berkisar 31 dan termasuk golongan menengah karena berada diantara nilai maksimum dan nilai minimum. Nilai standar deviasi sebesar 1.73660 yang nilainya lebih kecil daripada nilai rata-rata, artinya data tersebar di sekitar nilai rata-rata.

3.Variabel indepeden kedua adalah tingkat solvabilitas, memiliki nilai minimum sebesar 3.03 dan nilai maksimum sebesar 15.62 dengan nilai rata-rata sebesar 8.4663. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadi sampel rata-rata memiliki nilai solvabilitas, yang diukur dengan rasio DER, yang positif artinya perusahaan memiliki kemampuan dalam melunasi kewajibannya dengan modal perusahaan. Nilai standar deviasi

sebesar 2.58852 yang nilainya lebih kecil daripada nilai rata-rata, artinya data tersebar di sekitar nilai rata-rata.

Tabel 4.2

Frequencies Penelitian

Statistics

Laba.Rugi Opini.Auditor Reputasi.KAP

N Valid 96 96 96

Missing 0 0 0

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Tabel 4.2 menunjukkan deskripsi untuk variabel nominal yang terdiri dari laba rugi perusahaan, opini auditor, dan reputasi kantor akuntan publik (KAP). Dari data tersebut diatas dapat dideskripsikan bahwa data yang valid (sah untuk diproses) adalah 96 data dan missing (hilang) adalah nol. Hal ini berarti semua data telah diproses.

Tabel 4.3

Frequencies Laba Rugi

Laba.Rugi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid .00 12 12.5 12.5 12.5

1.00 84 87.5 87.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Tabel 4.3 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen ketiga yaitu laba rugi perusahaan diukur dengan menggunakan skala nominal yaitu variabel dummy, yaitu perusahaan yang memperoleh laba diberi kode “1” dan

perusahaan yang mengalami rugi diberi kode “0”, memiliki nilai valis karena semua data diproses. Perusahaan yang memperoleh laba terdapat sebanyak 84 perusahaan atau sebesar 87.5% sedangkan perusahaan yang memperoleh rugi ada sebanyak 12 perusahaan atau sebesar 12.5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa selama periode penelitian (2010-2013) pada umumnya perusahaan sampel memiliki kinerja yang bagus sehingga mampu menghasilkan laba positif.

Tabel 4.4

Frequencies Opini Auditor

Opini.Auditor

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid .00 39 40.6 40.6 40.6

1.00 57 59.4 59.4 100.0

Total 96 100.0 100.0

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Tabel 4.4 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen keempat yaitu opini auditor diukur dengan menggunakan skala nominal yaitu variabel dummy, dimana perusahaan yang memperoleh unqualified opinion ddiberi kode “1” dan perusahaan yang memperoleh opini selain unqualifief opinion diberi kode “0”, memiliki nilai valid karena semua data diproses. Data perusahaan yang memperoleh opini selain unqualified opinion sebanyak 39 atau sebesar 40.6%, sedangkan data perusahaan yang memperoleh opini unqualified opinion sebanyak 57 perusahaan atau sebesar 59.4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya perusahaan sampel memiliki jaminan kelangsungan usaha yang cukup bagus.

Tabel 4.5

Frequencies Reputasi KAP

Reputasi.KAP

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid .00 30 31.3 31.3 31.3

1.00 66 68.8 68.8 100.0

Total 96 100.0 100.0

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Tabel 4.5 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen kelima yaitu reputasi kantor akuntan publik dengan menggunakan skala nominal yaitu variabel dummy, dimana nilai 1 untuk perusahaan yang menggunakan auditor yang bekerjasama dengan KAP The Big Four dan 0 untuk perusahaan yang menggunakan auditor yang tidak bekerjasama dengan KAP The Big Four. Data perusahaan yang menggunakan auditor yang bekerjasama dengan KAP The Big Four terdapat sebanyak 66 perusahaan atau sebesar 68.8%, sedangkan data perusahaan yang menggunakan auditor yang tidak bekerjasama dengan KAP The Big Four sebanyak 30 perusahaan atau sebesar 31.3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya perusahaan sampel memiliki kinerja yang cukup bagus, dapat dibuktikan dari lebih banyaknya perusahaan yang menggunakan auditor yang berkerjasama dengan KAP the big four. Kantor Akuntan Publik internasional atau yang di kenal dengan the Big Four dianggap dapat melaksanakan auditnya secara efisien dan memiliki jadwal waktu yang lebih tinggi untuk menyelesaikan audit tepat pada waktunya.

4.2.2 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data pada penelitian ini menggunakan analisis grafik dan analisis statistik. Analisis grafik untuk melihat normalitas data yang dilakukan dengan melihat grafik histogram dan kurva normal probability plot. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S). Analisis grafik dengan histogram:

Gambar 4.1 Histogram

Pada histogram tersebut (Gambar 4.1), dapat dilihat bahwa bentuk kurva cenderung di tengah dan tidak condong (skweness) ke kiri maupun ke kanan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Analisis grafik normal P-Plot:

Gambar 4.2 Grafik Normal P-Plot

Pada gambar 4.2 data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sehingga menurut analisis grafik (histogram dan P-Plot) data telah terdistribusi secara normal atau memenuhi asumsi normalitas. Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati melihatnya. Secara visual kelihatan normal, pada secara statistik bisa saja sebaliknya. Oleh sebab itu, selain cara di atas peneliti menggunakan analisis statistik (uji K-S) untuk memperoleh hasil

pengujian yang lebih akurat. Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis:

Ho : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal

Apabila nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, sedangkan bila nilai signifikasinya lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak.

Tabel 4.6

Hasil uji Normalitas K-S

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 96

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 16.84116461 Most Extreme Differences Absolute .056 Positive .056 Negative -.054 Kolmogorov-Smirnov Z .548

Asymp. Sig. (2-tailed) .925

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Tampak bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0,925 > 0,05 yang menunjukkan bahwa nilai residual telah terdistribusi secara normal.

Dokumen terkait