IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6. Analisis Hubungan Proses Rekrutmen dan Seleksi dengan Kinerja
Rekrutmen dan seleksi merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan pihak Bintang Pelajar guna lebih menjamin bahwa mereka yang direkrut dan diterima adalah yang dianggap paling tepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan ataupun jumlah yang dibutuhkan, sehingga dengan melakukan proses rekrutmen dan seleksi yang selektif, diharapkan akan menghasilkan SDM yang memiliki kinerja yang tinggi dalam bekerja.
Nilai koefisien korelasi yang dihasilkan dari hubungan antara proses rekrutmen dan seleksi dengan kinerja yaitu sebesar 0,731. Artinya, kondisi ini menunjukkan adanya hubungan positif, sangat kuat dan signifikan pada taraf < 0,05 (Lampiran 5). Semakin baik proses rekrutmen dan seleksi yang dilaksanakan, maka cenderung akan semakin meningkatkan kualitas kinerja pengajar yang dimiliki Bintang Pelajar, sehingga dapat ditarik kesimpulan dari pernyataan tersebut, bahwa salah satu faktor untuk dapat meningkatkan kinerja pengajar yaitu dengan mempertahankan pelaksanaan proses rekrutmen dan seleksi yang sudah ada di Bintang Pelajar, serta berusaha untuk lebih mengoptimalkan, meningkatkan dan mengevaluasi pelaksanaan proses rekrutmen dan seleksi yang efektif agar dalam melakukan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dapat terjaring calon-calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Tabel 23. Hasil Uji Korelasi Proses Rekrutmen dan Seleksi dengan Kinerja No Faktor-faktor Rekrutmen dan Seleksi Nilai Korelasi Nilai Peluang Hubungan dengan Kinerja Pengajar 1 Uraian Pekerjaan 0,644 0,000 Positif, kuat, signifikan 2 Pengalaman Mengajar 0,631 0,000 Positif, kuat, signifikan 3 Kemampuan
Penyampaian Materi
0,551 0,000 Positif, kuat, signifikan 4 Penampilan Fisik. 0,550 0,000 Positif, kuat, signifikan 5 Kecakapan Pengajar 0,547 0,000 Positif, kuat, signifikan 6 Pendidikan Formal 0,410 0,002 Positif, kuat, signifikan Keterangan : nilai alpha = 0,05
4.6.1 Hubungan Uraian Pekerjaan dengan Kinerja Pengajar
Uraian pekerjaan merupakan suatu uraian tertulis dari apa yang diperlukan oleh suatu pekerjaan, dimana uraian pekerjaan ini merupakan suatu ketentuan yang ada dalam sebuah lembaga Bintang Pelajar, yang berisi mengenai peraturan, kontrak kerja, ruang lingkup pekerjaan, tugas pokok, nama pekerjaan, tanggung jawab, wewenang dan kewajiban. Hubungannya dengan kinerja, apabila pengajar mematuhi dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dengan baik, hal tersebut akan sangat berdampak pada kinerja pengajar itu sendiri.
Berdasarkan Tabel 23, nilai koefisien korelasi antara uraian pekerjaan dengan kinerja menunjukkan adanya hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05. Artinya, semakin tinggi atau baik tingkat uraian pekerjaan pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Adanya pengaruh tersebut disebabkan karena pengetahuan pengajar dalam mengenal bidang kerjanya akan sangat mempengaruhi kinerja pengajar dalam melaksanakan kewajibannya. Uraian pekerjaan akan sangat diperlukan untuk menggambarkan kepada setiap tenaga pengajar mengenai hak dan kewajiban yang harus mereka patuhi dan jalani. Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kontrak kerja merupakan bagian dari uraian pekerjaan tersebut, sehingga diharapkan setiap tenaga pengajar dapat mengikuti sistem manajemen Bintang Pelajar secara tepat dan baik dalam upaya untuk meningkatkan kinerja mereka.
4.6.2 Hubungan Pengalaman Mengajar dengan Kinerja Pengajar
Pengalaman Mengajar merupakan ilmu mengajar yang dimiliki calon pengajar yang mendukung bagi peningkatan produktivitasnya baik secara teknis maupun secara teoritis. Pengalaman mengajar yang dimiliki pengajar freelance diharapkan akan memberikan inspirasi baru dalam menciptakan gaya mengajar yang lebih efektif, selain itu dapat membantu dalam kelancaran pelaksanaan proses KBM di Bintang Pelajar.
Berdasarkan Tabel 23, nilai koefisien korelasi pengalaman mengajar dengan kinerja menunjukkan adanya hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05. Artinya semakin tinggi atau banyak tingkat pengalaman mengajar yang dimiliki setiap pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Pengaruh tersebut disebabkan karena pengalaman mengajar merupakan bagian dari hal yang mempengaruhi kinerja pengajar dalam proses
KBM, pengalaman seorang pengajar dalam bidang yang ditangani, baik yang diperoleh secara formal ataupun informal sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas kerjanya. Hal ini mempunyai dasar dimana pengalaman mengajar dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan dari pengajar itu sendiri, dengan demikian, pengalaman mengajar merupakan salah satu komponen penting yang harus disertakan ketika melakukan proses rekrutmen dan seleksi dalam upaya peningkatan kinerja pengajar freelance.
4.6.3 Hubungan Kemampuan Penyampaian Materi dengan Kinerja Pengajar Kemampuan yang dimiliki pengajar dalam penyampaian dan penguasaan materi yang akan diajarkan merupakan kunci dari keberhasilan dalam proses KBM, sehingga kemampuan tersebut harus senantiasa ditingkatkan. Beberapa cara yang harus ditempuh pengajar yaitu dengan mempelajari dan menguasai materi-materi pelajaran sebelum proses KBM dilangsungkan, menciptakan ide-ide atau gaya penyampaian materi yang lebih simple, berlatih untuk berkomunikasi dengan baik, sehingga kemampuan tersebut dengan sendirinya akan memudahkan pengajar dalam penyampaian materi yang dapat menunjang pelaksanaan proses KBM. Kemampuan penyampaian materi yang dimiliki pengajar merupakan bentuk nyata dari kinerja pengajar.
Berdasarkan Tabel 23, nilai koefisien korelasi kemampuan penyampaian materi dengan kinerja memiliki hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05. Artinya semakin tinggi tingkat kemampuan penyampaian materi pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Adanya pengaruh ini disebabkan karena dalam proses KBM kemampuan penyampaian materi merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan bagi setiap pengajar, baik berupa kemampuan penyampaian materi yang tepat, gaya penyampaian dan cara komunikasi yang efektif, untuk itu kemampuan penyampaian materi yang efektif dan baik akan dapat meningkatkan daya tangkap atau daya serap dari siswa terhadap materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan kinerja dari pengajar itu sendiri, sehingga kemampuan penyampaian materi pengajar freelance merupakan salah satu komponen penting dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi.
4.6.4 Hubungan Penampilan Fisik dengan Kinerja Pengajar
Penampilan fisik merupakan salah satu syarat yang disertakan dalam proses rekrutmen dan seleksi Bintang Pelajar, dimana ketentuan yang telah ditetapkan yaitu dalam hal penampilan atau berbusana yang Islami, bersih dan rapih. Ketentuan yang diterapkan Bintang Pelajar merupakan salah satu langkah dalam menciptakan kondisi kerja yang nyaman yang akan menunjang kinerja pengajar Bintang Pelajar.
Berdasarkan Tabel 23, nilai koefisien korelasi antara penampilan fisik dengan kinerja menunjukkan adanya hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05. Artinya semakin baik tingkat penampilan fisik pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Pengaruh tersebut disebabkan karena dalam proses belajar mengajar, penampilan bagi seorang pengajar harus diperhatikan dengan sedemikian rupa, dimana dengan berpenampilan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bintang Pelajar yaitu rapih, bersih dan secara Islami, hal ini secara otomatis akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dalam bekerja dan memunculkan semangat untuk bekerja dengan hasil yang maksimal, sehingga penampilan merupakan salah satu komponen penting yang harus disertakan sebagai syarat dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi pengajar dalam upaya peningkatan kinerja pengajar freelance.
4.6.5 Hubungan Kecakapan Pengajar dengan Kinerja Pengajar
Kecakapan Pengajar merupakan sikap dari pengajar yang mampu merespon setiap hal yang terkait dalam bidang kerjanya maupun diluar bidangnya. Kecakapan pengajar juga merupakan salah satu faktor yang penting dalam menunjang peningkatan kinerja. Kecakapan pengajar dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan pekerjaannya yang baru, mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif dan selalu mampu memperbaharui kemampuan-kemampuan yang sudah dimilikinya.
Berdasarkan Tabel 23, diketahui bahwa kemampuan penyampaian materi memiliki hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05 dengan kinerja pengajar. Artinya semakin tinggi atau baik tingkat kecakapan pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Adanya
pengaruh tersebut disebabkan karena dalam proses kegiatan belajar mengajar, kemampuan menampilkan kecakapan dalam mengajar sangat perlu dimiliki oleh setiap pengajar, dimana hal tersebut terkait dengan kesiapan setiap pengajar dalam menguasai materi pelajaran, lingkungan kelas atau siswa dan kecakapan dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang mengasikkan dan bermanfaat bagi siswa maupun tenaga pengajar. Hal ini akan sejalan dengan peningkatan kinerja tenaga pengajar yang bersangkutan dalam mewujudkan suasana belajar yang lebih baik, sehingga kecakapan pengajar merupakan salah satu komponen penting yang harus disertakan sebagai syarat dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi pengajar dalam upaya peningkatan kinerja pengajar freelance.
4.6.6 Hubungan Pendidikan Formal dengan Kinerja Pengajar
Pendidikan formal pengajar merupakan salah satu syarat yang ditetapkan Bintang Pelajar dalam mencari SDM yang handal, yang akan menunjang kemajuan dan keberhasilan visi dan misinya. Kinerja pengajar selain ditunjang oleh tingkat pendidikan formal yang dimiliki, dapat juga ditunjang oleh kemauan, keterampilan, keahlian, sikap disiplin, kejujuran dan semangat yang tinggi dari seorang pengajar, sehingga dengan dimilikinya semua kriteria tersebut, sudah dipastikan akan dapat meningkatkan kinerja pengajar yang merupakan harapan besar bagi Bintang Pelajar terhadap para pengajarnya.
Berdasarkan Tabel 23, nilai koefisien korelasi pendidikan formal dengan kinerja menunjukkan adanya hubungan positif, kuat dan signifikan pada taraf < 0,05. Artinya semakin tinggi atau baik tingkat pendidikan formal pengajar berhubungan dengan semakin meningkatnya tingkat kinerja pengajar. Adanya pengaruh tersebut disebabkan karena pendidikan formal merupakan dasar atau background bagi setiap pengajar yang dapat menunjang karirnya, selain itu dasar pendidikan yang sesuai dengan bidang pekerjaan, sangat menunjang dalam pelaksanaan proses KBM dan sangat membantu pengajar dalam menguasai medan kelas, sehingga pelaksanaan KBM akan lebih kondusif. Hal ini akan lebih menunjang kinerja bagi setiap pengajar freelance Bintang Pelajar.