• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS INTERAKSI KOMUNIKASI KELOMPOK DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

8 FAKTOR-FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPAS

10 ANALISIS INTERAKSI KOMUNIKASI KELOMPOK DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

Salah satu proses analisis interaksi komunikasi kelompok sebagai alat penelitian adalah analisis proses interaksi yang dikembangkan oleh Bales. Sistem kategori ini mempunyai kegunaan dalam melakukan pengamatan terhadap kelas maupun pengamatan kelompok informal. Hal ini sesuai dengan kelompok pertemuan RT yang memiliki beberapa hal yang dapat dianalisis berdasarkan kategori dari Bales dan Transformasional. Analisis ini menggambarkan bagaimana ketua RT dan warga dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan interaksi dan kepemimpinan transformasional. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan pada tingkat RT diharapkan akan membantu desa untuk pembangunan desa.

Kasus Pertemuan RT Perempuan Transformasional

Analisis Bales memiliki 12 indikator yang memperlihatkan interaksi yang terjadi pada diskusi kelompok. Analisis pada pertemuan RT ini terdapat tingkah laku sosio-emosional dan bidang tugas serta sosio emosional bidang negatif. Tingkah laku sosio emosional; positif dan bidang tugas seimbang dan mendominasi dibandingkan dengan sosio-emosional; negatif hanya terjadi di tiga interaksi saja. Tingkah laku yang terjadi pada setiap fase tidak berbeda hanya saja, pada bidang tugas lebih banyak mengevaluasi keputusan dan pengendalian yang dilakukan oleh ketua RT.

Komunikasi yang terjalin tidak memperlihatkan pertentangan dengan menjatuhkan status orang lain. Hanya pada fase memperlihatkan ketidaksetujuan terhadap keputusan tetapi dengan penolakan yang pasif. Interaksi yang berlangsung pada pertemuan ini untuk pengambilan keputusan menonjol pada pola tingkah laku bidang tugas. Hal ini dapat dijelaskan pada Tabel 13.

Tabel 13 Persentase ujaran menurut kategori proses interaksi Bales oleh Ketua RT Perempuan Tranformasional

Ujaran Proses Interaksi n %

Sosio Emosional Positif 15 36

Bidang Tugas 24 57

Sosio Emosional Negatif 3 7

Total 42 100

Kepemimpinan ketua RT juga memainkan pola interaksi yang terjadi pada pertemuan ini. Ketua RT Babakan Doneng memiliki kepemimpinan transformasional yang dominan karena menunjukkan beberapa komponen dari kepemimpinan transformasional seperti memberi kesadaran, instruksi, dan pandangan operasional yang merupakan komponen dari kepemimpinan idealisme. Komponen motivasi inspirasional juga terdapat pada interaksi pertemuan ini seperti menyebarkan visi, menaikkan harapan dan memberikan komitmen

terhadap keputusan yang dibuat untuk kegiatan. Stimulus intelektual dan perhatian individual juga terdapat pada interaksi pada pertemuan ini sehingga komunikasi kepemimpinan transformasional yang ditunjukkan oleh Ketua RT Perempuan Babakan Doneng efektif untuk partisipasi warga (Tabel 14).

Tabel 14 Persentase ujaran menurut komponen kepemimpinan transformasional oleh Ketua RT Perempuan Badoneng

Kepemimpinan Transformasional n % Kepemimpinan Idealisme 5 21 Stimulus Intelektual 10 42 Motivasi Inspirasional 4 16 Perhatian Individual 5 21 Total 24 100

Kasus Pertemuan RT Perempuan Kurang Transformasional

Analisis pada pertemuan RT Desa Neglasari menggambarkan tingkah laku sosio-emosional dan bidang tugas serta sosio emosional bidang negatif. Tingkah laku sosio emosional; positif dan bidang tugas seimbang dan mendominasi dibandingkan dengan sosio-emosional; negatif terjadi lebih banyak dibandingkan pertemuan sebelumnya yaitu enam inetraksi. Walaupun memperlihatkan sosio- emosional negatif tetapi tidak ada yang berbicara tidak senonoh. Tingkah laku yang terjadi pada setiap fase tidak berbeda hanya saja, pada bidang tugas lebih banyak mengevaluasi keputusan dan pengendalian yang dilakukan oleh ketua RT. Interaksi yang berlangsung pada pertemuan RT Cibereum untuk pengambilan keputusan kegiatan menonjol pada pola tingkah laku bidang tugas.

Tabel 15 Persentase ujaran menurut kategori proses interaksi Bales oleh Ketua RT Perempuan kurang transformasional

Ujaran Proses Interaksi n %

Sosio Emosional Positif 8 29

Bidang Tugas 14 50

Sosio Emosional Negatif 6 21

Total 28 100

Gambaran pola interaksi kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan Cibereum juga ditunjukkan pada tabel 16. Ketua RT Cibereum memiliki kepemimpinan transformasional yang kurang dominan karena menunjukkan beberapa komponen dari kepemimpinan transformasional seperti memberi kesadaran, instruksi, dan pandangan operasional yang merupakan komponen dari kepemimpinan idealisme. Pada tabel menunjukkan bahwa kepemimpinan idealisme lebih dominan pada pertemuan ini.

Tabel 16 Persentase ujaran menurut komponen kepemimpinan transformasional oleh Ketua RT Perempuan Cibereum

Kepemimpinan Transformasional n % Kepemimpinan Idealisme 8 40 Stimulus Intelektual 6 30 Motivasi Inspirasional 3 15 Perhatian Individual 3 15 Total 20 100

Komponen motivasi inspirasional juga terdapat pada interaksi pertemuan ini seperti menyebarkan visi dan memberikan komitmen terhadap keputusan yang dibuat untuk kegiatan. Stimulus intelektual dan perhatian individual juga terdapat pada pertemuan ini, tetapi ketua RT lebih mendominasi jalannya diskusi pertemuan RT. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional ketua RT Cibereum kurang dominan tetapi masih dapat meningkatkan partisipasi warga karena kegiatan tersebut menyangkut kepentingan bersama. Terlihat pada analisis pola interaksi Tabel 16.

Kasus Pertemuan RT Laki-Laki Transformasional

Analisis pada pertemuan RT selanjutnya yakni di Desa Iwul, pada pertemuan ini terdapat tingkah laku sosio-emosional dan bidang tugas serta sosio emosional bidang negatif. Tingkah laku bidang tugas lebih didominasi dibandingkan dengan sosio emosional positif dan sosio emosional negatif. Walaupun memperlihatkan sosio-emosional negatif tetapi tidak ada yang berbicara tidak senonoh. Tingkah laku yang terjadi pada setiap fase tidak berbeda hanya saja, pada bidang tugas lebih banyak mengevaluasi keputusan dan pengendalian yang dilakukan oleh ketua RT Laki-laki. Interaksi yang berlangsung pada pertemuan ini untuk pengambilan keputusan menonjol pada sosio-emosional positif dan bidang tugas.

Tabel 17 Persentase ujaran menurut kategori proses interaksi Bales oleh Ketua RT Laki-laki tranformasional

Ujaran Proses Interaksi n %

Sosio Emosional Positif 16 38

Bidang Tugas 24 57

Sosio Emosional Negatif 2 5

Total 42 100

Persentase ujaran yang berlangsung di pertemuan desa Iwul pada Tabel 18 menggambarkan pola interaksi kepemimpinan transformasional yang dominan karena menunjukkan beberapa komponen dari kepemimpinan transformasional seperti memberi kesadaran, instruksi, dan pandangan operasional yang merupakan

komponen dari kepemimpinan idealisme. Komponen motivasi inspirasional juga terdapat pada interaksi pertemuan ini seperti menyebarkan visi, menaikkan harapan dan memberikan komitmen terhadap keputusan yang dibuat untuk kegiatan. Stimulus intelektual dan perhatian individual juga terdapat pada interaksi pada pertemuan ini sehingga komunikasi kepemimpinan transformasional yang ditunjukkan oleh Ketua RT Laki-laki Iwul dapat meningkatkan partisipasi warga.

Tabel 18 Persentase ujaran menurut komponen kepemimpinan transformasional oleh Ketua RT Laki-laki Iwul

Kepemimpinan Transformasional n % Kepemimpinan Idealisme 7 35 Stimulus Intelektual 3 15 Motivasi Inspirasional 5 25 Perhatian Individual 5 25 Total 20 100

Kasus Pertemuan RT Laki-Laki Kurang Transformasional

Analisis selanjutnya menggambarkan pertemuan RT Sukarapi yang terdapat tingkah laku sosio-emosional dan bidang tugas serta sosio emosional bidang negatif. Tingkah laku bidang tugas lebih mendominasi dibandingkan dengan sosio emosional positif dan sosio emosional negatif. Sosio emosional negatif terjadi pada dua interaksi, walaupun memperlihatkan sosio-emosional negatif tetapi tidak ada yang berbicara tidak senonoh. Tingkah laku yang terjadi pada setiap fase tidak berbeda hanya saja, pada bidang tugas lebih banyak mengevaluasi keputusan dan pengendalian yang dilakukan oleh ketua RT. Interaksi yang berlangsung pada pertemuan ini sama dengan pertemuan RT di Desa Iwul yakni menonjol pada sosio-emosional positif dan bidang tugas.

Tabel 19 Persentase ujaran menurut kategori analisis interaksi Bales oleh Ketua RT Laki-laki kurang transformasional

Analisa Interaksi n %

Sosio Emosional Positif 6 29

Bidang Tugas 15 71

Sosio Emosional Negatif 0 0

Total 21 100

Persentase ujaran yang ditunjukkan pada tabel 20 menggambarkan pola interaksi kepemimpinan ketua RT yang terjadi pada pertemuan ini. Ketua RT Sukarapi memiliki kepemimpinan transformasional yang kurang dominan karena menunjukkan beberapa komponen dari kepemimpinan transformasional seperti

memberi kesadaran, instruksi, dan pandangan operasional yang merupakan komponen dari kepemimpinan idealisme.

Komponen stimulus intelektual tidak terdapat pada pertemuan ini. Motivasi inspirasional hanya dua interaksi yang terjadi dan perhatian individual juga terdapat pada interaksi pada pertemuan ini. komponen-komponen kepemimpinan transformasional yang terjadi pada interaksi hanya didominasi oleh kepemimpinan idealisme dan perhatian individual saja. Komunikasi kepemimpinan transformasional yang ditunjukkan oleh Ketua RT Laki-laki Sukarapi kurang transformasional, namun masih dapat meningkatkan partisipasi warga karena menyangkut rasa solidaritas.

Tabel 20 Persentase ujaran menurut komponen kepemimpinan transformasional oleh Ketua RT Laki-laki Sukarapi

Kepemimpinan Transformasional n % Kepemimpinan Idealisme 5 46 Stimulus Intelektual 0 0 Motivasi Inspirasional 2 18 Perhatian Individual 4 36 Total 11 100

Berdasarkan hasil analisis proses interaksi Bales pada pertemuan RT dari keempat desa bahwa dapat dikatakan kepemimpinan transformasional bukan hanya faktor utama untuk warga tetap berpartisipasi. Komunikasi yang terjadi seperti bottom-up dan top-down juga menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memberikan aspirasi terkait pembangunan desa setempat.

11

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan tujuan penelitian dan analisis hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kredibilitas ketua RT perempuan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, intensitas pertemuan RT dapat meningkatkan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan di lingkungan RT, sedangkan kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam pelaksanaan hingga menikmati hasil pembangunan. Ketua RT laki-laki tidak dapat meningkatkan partisipasi warga dengan kredibilitas RT dan intensitas pertemuan kegiatan-kegiatan RT tetapi dapat meningkatkan partisipasi warga pada tahap pelaksanaan hingga menikmati hasil pembangunan melalui kepemimpinan transformasional.

Pola komunikasi kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan dan ketua RT laki-laki dapat digambarkan melalui etnografi komunikasi berupa lokasi, partisipan, tujuan, ujaran, pesan, bahasa, norma dan bentuk penyampaian. Tidak

terdapat perbedaan dalam pemilihan lokasi, pesan, bahasa dan bentuk penyampaian dari ketua RT. Berdasarkan etnografi komunikasi kepemimpinan, terdapat perbedaan pada tujuan dari kegiatan dan ujaran dari ketua RT kepada warganya. Secara keseluruhan, bahwa pola komunikasi juga dapat meningkatkan partisipasi warga jika tujuan dari kegiatan RT menyangkut kepentingan bersama.

Ketua RT laki-laki dan ketua RT perempuan menerapkan proses interaksi yang baik melalui pertemuan RT untuk meningkatkan partisipasi warga di wilayahnya. Partisipasi warga berupa pemaparan aspirasi seperti memberikan ide, saran, dan informasi mengenai perencanaan kegiatan RT dapat tersalurkan melalui intensitas pertemuan yang diadakan oleh ketua RT. Kepemimpinan transformasional ketua RT mampu meningkatkan keikutsertaan warga dalam pertemuan RT dan pelaksanaan kegiatan RT yang merupakan bentuk partisipasi. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa bukan hanya kepemimpinan transformasional yang dapat meningkatkan partisipasi warga melainkan kesempatan untuk mengutarakan aspirasi juga dapat meningkatkan partisipasi warga untuk pembangunan desa.

Pada tahap evaluasi warga dari ketua RT perempuan dan laki-laki kurang dilibatkan. Ketua RT hanya melibatkan ketua panitia kegiatan dan tokoh masyarakat dalam proses evaluasi kegiatan RT yang telah dilaksanakan. Ketua RT melalui panitia dan tokoh masyarakat akan memberikan informasi terkait hasil evaluasi kegiatan RT yang telah dilaksanakan bersama kepada warga setempat.

Saran

Berdasarkan hasil dan pembahasan serta kesimpulan, diberikan beberapa saran untuk peningkatan pembangunan desa yang lebih mandiriyakni:

1. Ketua RT laki-laki dapat meningkatkan kredibilitasnya dan memanfaatkan pertemuan RT untuk lebih meningkatkan partisipasi warga pada tahapan pelaksanaan, evaluasi, dan menikmati hasil pembangunan.

2. Ketua RT perempuan dan laki-laki sebaiknya melibatkan warga untuk tahap evaluasi kegiatan RT sehingga pembangunan desa dapat terlaksana dengan baik oleh seluruh warga.

Dokumen terkait