5 PARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN DESA
6 KEPEMIMPINAN KETUA RT
Kredibilitas Ketua RT
Kredibilitas adalah bagaimana seorang pembicara dipercaya dan diyakini oleh pendengarnya. Jika seorang komunikator, dalam hal ini ketua RT memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi di mata warga, maka tingkat kepercayaan warga juga tinggi. Hal ini dapat memudahkan proses transfer ide, gagasan, maupun pesan-pesan pembangunan. Sebaliknya, apabila dalam pandangan warga, ketua RT memiliki kredibilitas yang rendah untuk dipertanggungjawabkan, yang terjadi adalah kegagalan dalam proses komunikasi. Kredibilitas ketua RT menjadi salah satu cara meyakinkan warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan atau program pembangunan yang dilaksanakan di desa. Kredibilitas ketua RT terdiri dari dua komponen, yakni kepercayaan dan keahlian komunikasi.
Tabel 6 Nilai rata-rata skor kredibilitas Ketua RT Perempuan dan Ketua RT Laki- laki Kabupaten Bogor
Kredibilitas Ketua RT Rata-rata
Perempuan Laki-Laki
Kepercayaan* 34.368 29.421
Keahlian Komunikasi* 28.000 33.632
*
terdapat perbedaan nyata pada α < 0.05 Kepercayaan
Kepercayaan adalah kesan komunikan tentang wataknya (Rakhmat 2007). Kepercayaan merupakan salah satu komponen dari kredibilitas ketua RT Perempuan dan ketua RT laki-laki. Kepercayan memiliki komponen yakni sikap adil ketua RT mengenai pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan RT, transparansi mengenai keuangan, sikap sopan, dan tanggung jawab terhadap kegiatan RT.
Tabel 6 menunjukkan bahwa warga dengan ketua RT perempuan cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan ketua RT laki-laki. Ketua RT perempuan mendapatkan kepercayaan dalam hal tanggung jawab untuk menggerakkan partisipasi warga untuk kegiatan di wilayahnya. Ketua RT perempuan dinilai dapat lebih aktif dalam hal ajakan kepada warga untuk partisipasi kegiatan, misalnya posyandu, poswindu, dan kegiatan desa lainnya. Ketua RT perempuan mengajak warga mengikuti kegiatan dengan mendatangi rumah-rumah warga sekaligus bersilahturahmi dengan warga. Ketua RT
perempuan dinilai lebih mampu dalam hal memberikan pelayanan pemerintahan seperti layanan BPJS, beasiswa bagi siswa yang kurang mampu, layanan e-KTP serta layanan terkait kepentingan masyarakat lainnya.
Ketua RT perempuan juga memiliki sikap transparansi dalam halkeuangan seperti iuran dan prelek. Ketua RT perempuan memberikan informasi terkait iuran rutin pada kegiatan di lingkungan RT, seperti posyandu dan pengajian. Informasi mengenai dana prelek juga disampaikan kepada warga jika ada pertemuan sehingga warga mengetahui pengeluaran dan pemasukan dari keuangan di lingkungan RT.
Secara umum ketua RT perempuan mendapatkankepercayaan yang tinggi dari warga, tetapi ketua RT laki-laki juga mendapatkankepercayaan dari warganya, yakni pada komponen sikap adil pada saat pelaksanaan kegiatan RT. Ketua RT laki-laki memberikan kesempatan yang sama antar warga untuk menjalankan tugas pada pelaksanaan kegiatan. Warga yang sebelumnya telah mendapatkan tugas seperti piket siskamling, kerja bakti, dan konsumsi kemudian diganti dengan warga yang lainnya sehingga semua warga merasakan tugas-tugas tersebut.
Keahlian Komunikasi
Keahlian komunikasi adalah kesan yang dibentuk komunikan pada kemampuan komunikator tentang topik yang dibicarakan. Komunikator yang dinilai memiliki keahlian tinggi dianggap sebagai orang yang cerdas, mampu, ahli, tahu banyak, berpengalaman, atau terlatih (Venus 2009). Hal ini dinilai ada pada diri ketua RT dalam memberikan informasi dan instruksi terkait kegiatan di desa. Topik-topik yang dibicarakan oleh ketua RT terkait dengan kebutuhan warga dalam pelaksanaan kegiatan RT serta topik mengenai cara kerja pelaksanaan kegiatan.
Keahlian komunikasi ketua RT laki-laki memiliki skor rata-rata yang tinggi dibandingkan ketua RT perempuan. Warga mengganggap bahwa ketua RT laki- laki memiliki keahlian komunikasi lebih baik dibandingkan ketua RT perempuan. Ketua RT laki-laki dianggap mampu memberikan instruksi dengan jelas tentang kegiatan seperti siskamling dan kerja bakti yang ada di lingkungan RT. Warga dengan ketua RT laki-laki juga menyetujui bahwa ketua RT laki-laki dapat menyampaikan hasil keputusan dengan jelas, sedangkan ketua RT perempuan belum dapat menyampaikan hasil keputusan dengan jelas kepada warga.
Gaya Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan, tidak untuk menjadikan semua sebagai pemimpin, tetapi untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sehingga dapat berpartisipasi dalam kelompok warga. Warga memerlukan pemimpin yang dapat menjadikan lingkungan terkendali. Tanpa adanya pemimpin, akan sulit bagi sebuah daerah berkembang dan terkendali.
Salah satu gaya kepemimpinan yang ada dan diterapkan oleh pemimpin adalah gaya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional memiliki komponen diantaranya kepemimpinan idealisme, motivasi inspirasional,
stimulus intelektual, dan perhatian individual. Kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan dan ketua RT laki-laki dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Nilai rata-rata dan nilai beda kepemimpinan transformasional Ketua RT Perempuan dan Ketua RT Laki-lakiKabupaten Bogor
Nilai signifikansi kepemimpinan transformasional antara ketua RT perempuan dan ketua RT laki-laki sebesar 0.000, nilai signifikansi tersebut lebih besar dari taraf nyata atau α sebesar 0.05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ketua RT perempuan memiliki rata-rata yang lebih tinggi dalam penerapan gaya kepemimpinan transformasional jika dibandingkan dengan ketua RT laki-laki.
Kepemimpinan Idealisme
Salah satu komponen kepemimpinan trasformasional adalah kepemimpinan idealisme. Kepemimpinan idealisme dapat memberikan wawasan mengenai tujuan kegiatan, memberikan kesadaran, dan kepercayaan diri kepada warga dalam menjalankan kegiatan RT. Kepemimpinan ini juga dapat membangkitkan keberanian warga dan dapat memberikan instruksi serta pandangan operasional mengenai pelaksanaan kegiatan.
Skor rata-rata kepemimpinan idealisme memperlihatkan bahwa ketua RT perempuan cenderung menerapkan gaya kepemimpinan idealisme dalam kepemimpinan transformasional yang lebih tinggi dibandingkan ketua RT laki- laki. Ketua RT perempuan menyampaikan informasi atau mengajak warga berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan RT seperti kerja bakti, siskamling, dan posyandu. Hal ini dapat dilihat dari penilaian warga bahwa ketua RT perempuan juga dapat memberikan wawasan mengenai tujuan kegiatan RT dengan jelas.
Secara umum ketua RT perempuan menerapkan kepemimpinan idealisme tetapi pada beberapa komponen ketua RT laki-laki juga menerapkannya. Ketua RT perempuan memberikan kesadaran kepada warga mengenai proses kegiatan RT dan pentingnya pelaksanaan kegiatan seperti kerja bakti, posyandu, siskamling dan kegiatan-kegiatan di lingkungan, sedangkan ketua RT laki-laki kurang menerapkan kesadaran kepada warga mengenai pelaksanaan pembangunan atau
Kepemimpinan Transformasional Rata-rata
Perempuan Laki-Laki Kepemimpinan Idealisme* 30.579 28.105 Motivasi Inspirasional* 26.000 21.474 Stimulus Intelektual* 32.421 27.211 Perhatian Individual* 18.053 15.053 *
kegiatan. Hal berbeda terlihat pada penilaian tentang pemberian instruksi pada kegiatan tersebut, yakni warga menilai ketua RT laki-laki lebih tinggi dibandingkan ketua RT perempuan.
Keduanya memiliki kesamaan yang dinilai tinggi oleh warganya yakni dalam memberikan pandangan operasional mengenai kegiatan di lingkungan RT. Hal ini membuat warga dapat memahami bagaimana kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan, menikmati hasil kegiatan-kegiatan RT, dan evaluasi yang dilaksanakan bersama. Hal ini dijelaskan oleh ketua RT perempuan Gugur Gunung Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas berikut.
Kalau penjelasan apapun tentang desa dan RT selalu saya jelaskan dan kasih tau warga, jadi warga ngerti prosedur pelaksanaan terus manfaat yang nanti didapat seperti posyandu terus juga keamanan kayak siskamling gitu
Motivasi Inspirasional
Seperti halnya kepemimpinan idealisme, motivasi inspirasional dapat membangkitkan semangat warga, menaikkan harapan warga, menyebarkan visi dan memberikan komitmen pada kegiatan atau program yang dilaksanakan. Unsur-unsur didalam motivasi inspirasional diterapkan oleh ketua RT untuk dapat meningkatkan partisipasi warga dalam proses pembangunan desa.
Ketua RT perempuan menerapkan komponen motivasi inspirasional dengan skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan ketua RT laki-laki (Tabel 7). Ketua RT perempuan dinilai dapat membangkitkan semangat warga dalam pelaksanaan kegiatan seperti pengajian dan posyandu dengan mengajak warga secara langsung. Ketua RT perempuan juga aktif dalam pengajian yang dilaksanakan di lingkungan RT. Ketua RT perempuan juga dapat menaikkan harapan warga terkait pelaksanaan kegiatan, sehingga warga termotivasi untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Ketua RT perempuan juga mendapatkan skor rata-rata yang tinggi dibandingkan ketua RT laki-laki dalam hal menyebarkan visi mengenai kegiatan- kegiatan di lingkungan desa, namun ketua RT laki-laki dinilai lebih mampu memberikan komitmen pada kegiatan di lingkungan RT seperti kegiatan siskamling dan kerja bakti dibandingkan ketua RT perempuan.
Secara keseluruhan motivasi inspirasional yang diterapkan oleh ketua RT diharapkan dapat memahami perannya dalam pembangunan desa. Peran warga dalam pelaksanaan, menikmati hasil, dan evaluasi pembangunan desa dapat didukung oleh motivasi inspirasional dalam kepemimpinan transformasional. Hal ini sejalan dengan Cavazotte et al. (2012) bahwa pemimpin harus mampu mengomunikasikan harapan yang tinggi, menyampaikan visi bersama secara menarik dengan menggunakan simbol-simbol untuk memfokuskan upaya bawahan, dan menginspirasi bawahan untuk mencapai tujuan yang menghasilkan kemajuan penting bagi organisasi.
Stimulus Intelektual
Ketua RT perempuan menerapkan komponen stimulus intelektual lebih tinggi didalam kepemimpinan transformasional dibandingkan ketua RT laki-laki (Tabel 7). Hal ini dinilai oleh warga bahwa ketua RT perempuan cenderung memberikan stimulus kepada warga untuk ikut dalam pelaksanaan dan mencari saran dari warga agar proses pengambilan keputusan berjalan sesuai dengan
tujuannya. Hal berbeda terjadi pada ketua RT laki-laki yang memberikan dukungan kepada warga dalam pelaksanaan kegiatan RT.
Ketua RT perempuan memberikan dorongan kepada warga untuk dapat menghadapi masalah sehingga warga mampu menghadapi masalah pada kegiatan di lingkungan RT. Terlihat dari pengamatan pada saat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di lingkungan RT. Ketua RT perempuan mencari saran dan menerima solusi dari masalah yang terjadisaat perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ketua RT perempuan juga melibatkan warga dalam kegiatan tersebut sehingga warga dapat berkontribusi. Warga juga tidak canggung ketika akan memberikan pandangan terhadap masalah yang dihadapi kepada ketua RT. Seperti penuturan ketua RT perempuan dari desa Iwul Kecamatan Parung sebagai berikut.
ya saya kalau ada apa-apa pasti melibatkan warga, kan ini desa kita semua saya disini dipilih untuk membantu warga juga menghadapi semua yang terjadi di Desa, pengerjaannya ya bareng-bareng gitu.
Perhatian Individual
Komponen selanjutnya dari kepemimpinan transformasional adalah perhatian individual. Seperti halnya dengan komponen sebelumnya, perhatian individual memiliki beberapa unsur yakni ketua RT dapat menindaklanjuti keluhan warga, memperhatikan kondisi warga, dan memberikan pujian pada kinerja warganya. Sejalan dengan beberapa peneliti bahwa perhatian individual adalah pemimpin yang mendukung pengikut, mendengarkan dan memahami kebutuhan pengikut, serta mengayomi pengikut (Yukl 2013, Northouse 2010, Beebe & Masterson 2015).
Komponen ini berdasarkan hasil rata-rata dari penilaian warga pada Tabel 7 bahwa ketua RT perempuan cenderung menerapkan perhatian individual dalam gaya kepemimpinan transformasionalnya dibandingkan ketua RT laki-laki. Hal ini terjadi karena ketua RT perempuan lebih sering berinteraksi dengan warga dibandingkan dengan ketua RT laki-laki. Ketua RT perempuan juga cepat dalam menghadapi kebutuhan warga, sehingga dapat mengetahui kebutuhan warga untuk mencapai tujuan dari pembangunan yang partisipatif. Ketua RT laki-laki tidak terlalu efektif dalam memberikan perhatian kepada warga sehingga warga menilai bahwa perhatian ketua RT laki-laki berbeda dengan ketua RT perempuan. Hal ini dinyatakan oleh ketua RT laki-laki Desa Sukamakmur, Bapak Sayukti yaitu Saya mengetahui tentang warga melalui warga lainnya atau istri saya. Kan saya kerjanya di luar jadi melalui telpon aja.
Rata-rata komponen kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan lebih tinggi dibandingkan ketua RT laki-laki. Hal ini didasarkan bahwa komponen tersebut efektif jika diterapkan oleh perempuan untuk mendorong warga mempergunakan hak dalam menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan warga. Hal ini sesuai dengan pernyataan Eagly dan Carli (2003) yakni kepemimpinan transformasional lebih menguntungkan bagi perempuan setelah mempertimbangkan pada inkonsistensi antara permintaan dari peran kepemimpinan dan peran perempuan, kepemimpinan transformasional dapat membuat perempuan menjadi pemimpin yang unggul.