• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 PARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN DESA

7 INTENSITAS PERTEMUAN

Desa memiliki program-program yang dijalankan oleh masyarakat setempat dengan instruksiRT. Ketua RT nantinya merancang kegiatan dan bentuk pertemuan yang akan digunakan untuk menyampaikan kepada masyarakat pelaksanaan dan evaluasi kegiatan di lingkungan RT tersebut. Kegiatan rutin serta prosedur pelaksanaannya hampir sama di beberapa RT.

Kegiatandi lingkunga RT terdiri dari kegiatan rutin dan accidental. Kegiatan rutin yang terjadi sebulan sekali yakni posyandu, setiap hari yakni pengajian dan siskamling. Kegiatan accidental berupa kerja bakti yang terjadi jika memang dibutuhkan oleh warga. Masing-masing desa melaksanakan kegiatan rutin dan

accidental dengan teratur dan bekerjasama selama kegiatan tersebut dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan selalu disesuaikan dengan kebutuhan warga desa sehingga pada saat pengambilan keputusan dan pelaksanaan serta menikmati hasilnya dirasakan oleh warga.

Informasi dan ajakan mengenai kegiatan rutin dan accidental

diinformasikan kepada warga oleh ketua RT. Biasanya Ketua RT akan mendatangi ke rumah-rumah warga untuk bersilahturahmi sekaligus menginformasikan kepada warga kegiatan yang akan dilaksanakan. Beberapa ketua RT juga menyampaikan informasi mengenai perencanaan dan hasil evaluasi kegiatan melalui pertemuan RT seperti pertemuan pengajian, pertemuan tokoh masyarakat, dan pertemuan rutin. Ketua RT juga mengajak warga untuk ikutserta pelaksanaan kerja bakti, siskamling, kebersihan lingkungan, dan terkait kepentingan warga menggunakan selebaran atau pengumuman melalui mushola RT.

Siskamling

Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan seluruh desa adalah sistem keamanan lingkungan (siskamling). Siskamling merupakan salah satu usaha dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban warga setempat. Dalam pelaksanaannya siskamling biasanya dibagi beberapa kelompok setiap harinya, masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai enam warga laki-laki. kegiatan siskamling diadakan malam hari mulai pukul 10 hingga jam 3 pagi dengan melakukan ronda yakni berjalan keliling kampung atau desa. Tujuan siskamling meningkatkan keamanan dan ketertiban warga dengan upaya pencegahan ancaman dan gangguan keamanan.

Pelaksanaan kegiatan siskamling dilaksanakan dengan baik oleh warga, hanya saja di beberapa desa siskamling tidak berjalan dengan baik, seperti di Desa Babakan, Sinarsari, Dramaga, Iwul, Warujaya, Laladon, Pagelaran, dan Ciapus. Desa-desa tersebut tidak melaksanakan siskamling karena tidak berjalan dengan baik. Banyak warga yang bekerja dan sering absen untuk siskamling, sehingga warga yang rajin siskamling merasa tidak adil jika hanya mereka saja yang bekerja. Hal tersebut menyebabkan ketua RT meniadakan siskamling dan mengimbau warga untuk saling menjaga lingkungan rumah sendiri dan tetangga terdekat.

Beberapa desa tetap melaksanakan siskamling dengan baik. Desa Neglasari membayar Linmas untuk menjaga lingkungannya. Hal ini dilakukan karena beberapa warga merasa tidak adil jika mereka sering siskamling sedangkan yang lainnya jarang. Maka dari itu untuk menghindari hal tersebut, ketua RT berinisiatif mempekerjakan petugas Linmas untuk menjaga keamanan lingkungan RT dengan menarik iuran warga RT.

Pelaksanaan kegiatan siskamling dilaksanakan dengan baik oleh warga desa terdapat beberapa desa dimana warganya taat akan aturan siskamling. Desa tersebut menerapkan jadwal untuk warganya bergantian siskamling seperti Desa Waru, Sukamakmur, Ciomas, Ciomas Rahayu, dan Padasuka. Desa tersebut tetap melaksanakan siskamling sesuai dengan jadwal kelompok yang telah ditetapkan. Adapun warga yang tidak datang akan membayar tetapi warga jarang yang tidak datang sehingga tidak menimbulkan ketidakadilan antar warga.

Pengajian

Kegiatan rutin lainnya yang ada di desa yaitu pengajian, merupakan usaha peningkatan pemahaman agama Islam untuk mengubah hidup, perilaku, dan sikap warga yang sesuai dengan ajaran Islam. Pengajian mengkaji mengenai aqidah, fiqih, dan Al-Quran. Materi pengajian di kampung atau desa menekankan pada Al-Quran dan Sunah Rasul serta wirid atau yasinan bersama-sama. Pengajian yang dilaksanakan di kampung atau desa ditujukan untuk seluruh warga desa dengan waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat.

Waktu pelaksanaan yang berlangsung tiga sampai empat kali setiap minggu di pagi atau malam hari. Pelaksanaan pengajian di pagi hari ditujukan untuk warga perempuanyang bekerja dirumah. Waktu pengajian biasanya jam 8 hingga 10 pagi sehingga sehabis mengaji ibu-ibunya menjemput anak sekolah. Pelaksanaan pengajian di malam jumat ditujukan untuk seluruh warga. Pengajian malam biasanya dilaksanakan setelah maghrib hingga isya sehingga tidak terlalu larut, namun ada juga aktivitas pengajian yang dilakukan setelah isya hingga pukul 10 malam tetapi jarang diikuti oleh warga perempuan. Pengajian malam hari memang ditujukan untuk warga laki-laki hanya saja kurang aktif di pengajian tidak seperti warga perempuan. Selain itu, terdapat pengajian yang dilaksanakan pada hari Minggu pagi juga ditujukan untuk seluruh warga. Jadwal pengajian di tiap desa berbeda, tetapi semuanya memiliki frekuensi antara tiga sampai empat kali setiap Minggunya. Desa Ciomas berbeda dengan desa-desa lainnya dalam pelaksaan pengajian yang berlangsung tiap hari. Hal ini dilakukan agar ibu-ibu yang tidak bisa di hari tersebut akan menghadiri pengajian di hari lainnya.

Partisipasi dari warga perempuan dalam mengikuti pengajian sangat tinggi. Hal ini dilihat dari ketepatan waktu warga perempuan menghadiri pengajian tepat waktu. Materi pengajian juga sesuai dengan kebutuhan warga warga perempuan

yang terdiri dari pembentukan pribadi yang syar’i, mengenai aqidah islam dan

keimanan, pembangunan masyarakat yang adil dan makmur. Pemateri yang didatangkan oleh warga yakni ustad atau ustadzah yang memahami materinya dengan baik, biasanya dari lingkungan RT walaupun terkadang mendatangkan di luar RT. Hal ini yang membuat warga antusias mengikuti pengajian.

Pengajian juga merupakan ajang bagi warga untuk bersilahturahmi. Beberapa warga menjadikan pengajian untuk mengetahui keadaan warga yang lainnya seperti kabar, sekolah anak-anaknya, dan mengenai keluarga warga satu sama lain. Ada juga warga yang berjualan kerudung, makanan ringan, dan baju- baju di pengajian. Pengajian juga tidak hanya rutin dilaksanakan di musholla setempat, akan tetapi terkadang bergilir dilakukan di rumah-rumah warga sehingga menjadi ajang silahturahmi yang baik.

Posyandu

Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh kader posyandu. Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa. Masing- masing desa memiliki kader yang dipilih berdasarkan kemampuan dan keterampilannya dalam menjalankan Posyandu dan mengajak warga pentingnya ikut Posyandu. Kader Posyandu biasanya orang yang aktif di desa sehingga beberapa desa memilih kader menjadi Ketua RT Perempuan. Hampir semua desa memilih Ketua RT Perempuan yang dulunya sebagai kader desa. Kader Posyandu di setiap desa terdiri dari lima hingga enam orang. Posyandu

Pelaksanaan posyandu biasanya berlangsung selama sebulan sekali, banyak warga yang membawa anaknya utuk ikut Posyandu. Partisipasi warga pada pelaksanaan posyandu tinggi, dilihat dari pengamatan pada saat berlangsungnya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang serentak dilaksanakan di Indonesia pada tanggal 8 – 15 Maret 2016. Pelaksanaan posyandu di desa berlangsung di puskesmas. Posyandu juga merupakan salah satu kegiatan rutin bulanan yang rajin diikuti oleh warga desa di tiga kecamatan Kabupaten Bogor.

Partisipas warga desa mengikuti pelaksanaan posyandu dan PIN tinggi karena kesadaran akan pentingnya kesehatan anak-anak untuk kemajuan pembangunan. Warga ikutserta dengan membawa anak-anak mereka yang berumur 0-5 tahun. Kader bertugas membantu warga berpartisipasidalam PIN dengan memberi informasi mengenai PIN dan pada saat pelaksanaan memberikan vaksin polio. Walaupun ada beberapa warga yang tidak dapat mengikuti karena anaknya sakit, masih dapat dilaksanakan di rumah masing-masing dengan kader yang mendatangi rumah warga tersebut.

Kegiatan Posyandu diikuti hampir seluruh warga untuk imunisasi anak-anak mereka. Hanya empat sampai enam orang saja yang tidak ikut di tahap pertama yakni tanggal 8 Maret 2016 karena anaknya sakit. Partisipasi warga yang sangat tinggi pada kegiatan imunisasi ditunjukkan dengan kedatangan mereka ke tempat yang telah diumumkan sebelumnya pada pagi hari. Hal ini terlihat pada pagi hari tempat untuk imunisasi ramai dibandingkan jam 10 hingga 11 siang. Hanya beberapa warga yang hadir pada jam 10 hingga 11, karena pulang menjemput anak sekolah. Kegiatan tersebut dapat terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Kegiatan pekan imunisasi nasional Desa Babakan

Posyandu juga merupakan wadah untuk kegiatan kesehatan bagi keluarga berencana dan anak-anak mereka. Pelaksanaan kegiatan Posyandu juga termasuk pada pendataan warga dengan umur produktif untuk memiliki anak, keluarga yang baru menikah, keluarga dalam masa subur, dan kondisi kesehatan anak- anak.Program Posyandu sangat membantu untuk keberlangsungan kesehatan warga di Desa.

Ketua RT Perempuan yang merangkap sebagai kader Posyandu biasanya memiliki informasi. Informasi yang diberitahukan kepada warga melalui dilakukan dengan mendatangi rumah warga atau ketika bertemu dengan warga yang menjadi sasaran Posyanduuntuk membagikan informasi mengenai Posyandu sekaligus mengajak warga sasaran untuk mengikuti Posyandu. Hal ini mempermudah warga mengetahui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua RT Perempuan dari Desa Sinarsari Kecamatan Dramaga yaitu Ibu Rafiah mengenai ajakan untuk ikut PIN menggunakan pendekatan mengenai dampak yang terjadi jika tidak ikut serta, hal ini menyentuh perasaan warga akan pentingnya Posyandu.

Kita kan sosialisasi dulu ke tingkat kesehatan, kita ada informasi yang akan disebarkan tuh kan ya. Naah nanti kan suka ada yang nanya. Kalau gak ikut gimana, apa dampaknya. Kan pasti ada tuh yang nanya gitu, nah saya kasih pengertian kalau gak ikut nanti kena penyakit ini itu, daripada mengobati lebih baik kan kita mencegah.

Kerja Bakti

Salah satu kegiatan desa lainnya adalah kerja bakti merupakan kebersamaan antar warga guna membantu tercapainya kenyamanan dengan melakukan pembangunan atau kebersihan yang bermanfaat bagi desa setempat. Kerja bakti bertujuan untuk menjaga kebersihan atau membangun infrastruktur di lingkungan desa atau lingkungan RT. Waktu pelaksaanaan kerja bakti dilakukan mingguan atau bulanan. Pelaksanaan kerja bakti pada hari minggu karena hamper seluruh warga tidak bekerja dan dilakukan pagi hari antara jam 7 hingga 10 pagi.

Kerja bakti di desa-desa ketiga kecamatan saat ini dilakukan ketika ada pembangunan infrastruktur desa. Infrastruktur desa tersebut diantaranya

yakni menjaga kebersihan lingkungan kampung, jika lingkungan sekitar sudah terlalu kotor atau berantakan. Warga desa juga melakukan perbaikan jalan, pembangunan selokan, pembangunan masjid dan sarana fasilitas umum di lingkungan RT.

Kerja bakti dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar dalam meningkatkan pembangunan yang partisipatif. Kerja bakti dianggap dapat meringankan pekerjaan yang berat karena dilakukan bersama-sama. Pembangunan rumah warga yang rusak hanya membutuhkan waktu sehari saja karena dilakukan secara bersama-sama. Saat kerja bakti, terdapat kerjasama tim yang baik seperti warga perempuan yang mempersiapkan makanan sehingga bapak-bapak semangat dalam bekerja, sambil sesekali mereka melemparkan candaan dan mengobrol. Kerja bakti dilaksanakan penuh dengan kegembiraan. Hal ini menjadi sarana berkumpul antar warga terutama yang jarang bertemu satu sama lain karena kesibukan.

Kerja bakti juga diprakarsai Ketua RT untuk mengetahui kebutuhan dan memberikan hak warga mendapatkan peran untuk pembangunan. Kerja bakti mampu membuat warga mengetahui perannya dalam pembangunan lingkungan secara kolektif. Hal ini juga penting karena membantu warga memecahkan masalah bersama-sama dan mempererat rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Kerja bakti diharapkan dapat menjadikan desa yang tidak hanya mengedepankan pembangunan dari segi infrastruktur, akan tetapi sumberdaya manusianya juga dapat mandiri akan menciptakan desa yang maju. Kegiatan rutin yang telah turun temurun dilakukan diharapkan dilaksanakan dengan ikhlas dan terus terjaga keberadaannya dari generasi ke generasi. Kegiatan rutin ini diharapkan akan membangun warga yang sehat jasmani dan rohani serta sejahtera dalam segala aspek.

Pertemuan RT

Pertemuan digunakan oleh Ketua RT dalam mengajak warga untuk proses pengambilan keputusan dan menyampaikan hasil dari evaluasi pelaksanaan kegiatan rutin RT (posyandu, pengajian, dan siskamling) dan kegiatan accidental

(kerja bakti dan perayaan hari besar). Pertemuan juga dilakukan untuk memecahkan solusi dari konflik yang terjadi di lingkungan RT dan Desa dengan melibatkan warga. Adapun intensitas pertemuan yang terjadi antara Ketua RT dan warga dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Nilai rata-rata dan nilai beda intensitas pertemuan Ketua RT Perempuan dan Ketua RT Laki-laki Kabupaten Bogor

Intensitas Pertemuan Rata-rata

Perempuan Laki-Laki

Pertemuan RT* 25.368 22.053

Pertemuan Tokoh Masyarakat* 24.316 21.737

Pertemuan Pengajian* 18.895 16.947

*

Pertemuan RT dilaksanakan oleh lingkungan setempat menjadi wadah bagi warga dan ketua RT untuk mendapatkan dan memberi informasi mengenai hasil pelaksanaan kegiatan di lingkungan RT. Pertemuan RT dilaksanakan di musholla dan aula desa serta di rumah ketua RT setempat. Partisipan yang hadir adalah seluruh warga RT melalui undangan selebaran, maupun komunikasi interpersonal. Pertemuan RT dilaksanakan untuk menampung ide, aspirasi dan saran dari warga mengenai topik yang akan dibahas oleh seluruh warga.

Skor rata-rata pertemuan rutin ketua RT perempuan secara signifikan lebih tinggi dan memiliki perbedaan dibandingkan ketua RT laki-laki. Skor rata-rata pertemuan RT yang digunakan ketua RT perempuan untuk melibatkan warga dalam prosespengambilan keputusan untuk pelaksanaan, evaluasi, dan menikmati hasil lebih efektif digunakan oleh ketua RT perempuan. Ketua RT Perempuan memberikan kesempatan kepada warga untuk mengeluarkan aspirasi, memberikan ide dan memberikan solusi di dalam pertemuan tersebut, seperti keterangan yang diberikan oleh Ketua RT Warujaya Kecamatan Parung berikut:

Kalau RT mah ikut hasil musyawarah warga, jadi otomtis ya maereka puas kan hasil keputusn bersama mereka. Kita ga pernah memutuskan sendiri, kita ikutin dulu warga. Nanti warga bilang gini-gini, nah nanti RT ikutin warga. aplgi bpkk2 kasih pendapat, biarin aj dulu nanti mana yang banyak itu yang kita putuskan.

Hal ini relevan dengan penelitian Rinaldi (2015) bahwa lurah memanfaatkan pertemuan dengan warga dan tokoh masyarakat untuk memberikan pengarahan, baik berupa masalah pembangunan, pemerintahan, maupun masalah lainnya. Pertemuan dilakukan oleh ketua RT perempuan dan ketua RT laki-laki untuk memberikan pengarahan dan diskusi mengenai pembangunan, pemecahan konflik, dan pengambilan keputusan pembangunan di desa. Pertemuan RT dimanfaatkan dengan lebih baik oleh ketua RT perempuan dibandingkan ketua RT laki-laki.

Pertemuan Tokoh Masyarakat

Intensitas pertemuan lainnya yakni pertemuan tokoh masyarakat. Pertemuan ini menjadi salah satu partisipasi warga dalam memberikan aspirasi, ide, serta mendapatkan informasi mengenai hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan RT. Penilaian warga dalam pertemuan tokoh masyarakat berdasarkan intensitas pemanfaatan pertemuan tokoh masyarakat untuk mengetahui informasi kegiatan dan kepuasan warga terhadap informasi yang didapat.

Skor rata-rata pertemuan tokoh masyarakat secara signifikan lebih tinggi dan memiliki perbedaan dibandingkan ketua RT laki-laki (Tabel 8). Hal ini berarti warga ketua RT perempuan memanfaatkan pertemuan tokoh masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait perencanaan, pelaksanaan, dan hasil evaluasi dari kegiatan RT (posyandu, siskamling, kerja bakti, dan pengajian). Hasil kegiatan posyandu salah satunya melibatkan tokoh masyarakat seperti kader posyandu dan bidan setempat untuk membahas kegiatan-kegiatan kesehatan di lingkungan RT. Warga warga perempuan melalui pertemuan tokoh masyarakat ini, mendapatkan informasi yang lebih banyak dibandingkan warga dengan ketua RT laki-laki.

Ketua RT Perempuan melibatkan tokoh masyarakat karena merasa membutuhkan sosok yang dianggap mampu memberi saran dan pengaruh kepada

lingkungan sekitar. Tokoh masyarakat lebih banyak dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan RT. Ketua RT perempuan memanfaatkan tokoh masyarakat agar informasi hasil kegiatan RT dapat disebarkan oleh tokoh masyarakat sehingga seluruh warga dapat mengetahui informasi kegiatan RT.

Pertemuan tokoh masyarakat digunakan dengan lebih baik oleh Ketua RT Perempuan dibandingkan Ketua RT Laki-laki. Ketua RT Perempuan memberikan kesempatan kepada warga untuk memanfaatkan hasil pertemuan tokoh masyarakat dalam menerima hasil keputusan dan mendapatkan informasi mengenai hasil tersebut. Jika ada konflik di lingkungan sekitar, maka Ketua RT Perempuan langsung melibatkan tokoh masyarakat. Hal ini yang menjadi penilaian bagi warga bahwa Ketua RT Perempuan lebih memanfaatkan pertemuan tokoh masyarakat dibandingkan Ketua RT Laki-laki.

Ketua RT laki-laki kurang memanfaatkan pertemuan tokoh masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan RT. Warga kurang memanfaatkan informasi dari tokoh masyarakat Karena ketua RT laki-laki lebih sering memberikan informasi secara langsung. Penilaian warga terhadap pertemuan tokoh masyarakat tidak tinggi karena warga merasa kurang puas dengan informasi yang terdapat di pertemuan tokoh masyarakat. Sebagaimana pernyataan Ketua RT Laki-laki di Desa Sukamakmur Kampung Gugur Gunung Kecamatan CiomasKabupaten Bogor berikut:

Kalau saya jarang ngadain pertemuan tokoh masyarakat kecuali ada konflik yang benar-benar meresahkan warga sekitar saya atau desa lain, paling sih saya sendiri dan warga yang menyelesaikan konfliknya.

Pertemuan Pengajian

Seperti halnya pertemuan tokoh masyarakat, pertemuan pengajian ketua RT perempuan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan ketua RT laki-laki. Hal ini dikarenakan Ketua RT perempuan lebih aktif ikut pengajian dibandingkan ketua RT laki-laki. Pertemuan pengajian warga perempuan lebih aktif dibandingkan warga laki-laki. Pengajian di setiap desa pada tiga kecamatan memiliki jadwal tiga hingga empat kali dalam seminggu. Hal ini karena warga perempuan memanfaatkan pengajian untuk mendapatkan informasi terkait dengan kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan individu. Keikutsertaan warga laki-lakidalam kegiatan pengajian hanya pada akhir pekan atau malam hari, akan tetapi intensitasnya sangat jarang sehingga pengajian tidak menjadi sarana ketua RT laki-laki dengan warganya untuk mendapatkan informasi.

Ketua RT Perempuan memanfaatkan pengajian untuk mencari ide, solusi serta menerima aspirasi dari warga perempuan yang jarang mengikuti pertemuan RT dan pertemuan tokoh masyarakat. Oleh karena itu, pengajian menjadi sarana untuk memberi informasi dari ketua RT dan menerima informasi bagi warga khususnya warga perempuan. Pengajian juga menjadi wadah untuk bersilahturahmi sekaligus secara tidak langsung menjadi ajang untuk menyampaikanpesan dan informasi bagiketua RT perempuan dan warga. Ketua RT Perempuan yang sering mengikuti acara pengajian menyampaikan pesan atau hasil keputusan melalui pertemuan ini. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Dina

Ketua RT Perempuan Desa Iwul Kecamatan Parung yaitu lewat pengajian yang paling efektif karena ibu-ibunya aktif dalam menginformasikan sesuatu.

Bagi Ketua RT Laki-laki pengajian bukan menjadi sarana utama untuk menginformasikan pesan-pesan pembangunan, ide dan informasi. Hal ini membuat Ketua RT Laki-laki kurang dalam memanfaatkan intensitas pertemuan pengajian. Intensitas pertemuan pengajian yang bukan merupakan sarana utama diyakinkan oleh Ketua RT Laki-laki Desa Ciapus Kecamatan Ciomas yaitu Bapak Rizal.

saya jarang ya ikut pengajian bapak-bapak karena kan pulang kerja kadang sudah capek gitu, jadi kalau ngasih informasi paling melalui selebaran atau pertemuan akhir pekan, kalau melalui pengajian sih enggak.

8 FAKTOR-FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN

Dokumen terkait