• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kadar laktosa pada susu =

D.  Mempersiapkan contoh

2. ANALISIS KADAR LEMAK A. Tujuan

Untuk menentukan kadar lemak dalam sampel B. Prinsip

Lemak bebas diekstraksi dari contoh uji dengan pelarut polar. Hasil ekst rasi dimurnikan dari pelarut dan ditimbang.

C. Dasar Teori

Lipid merupakan senyawa yang larut dalam pelarut organik tetapi tidak larut air. Sifat kelarutan lipd sangat tergantung pada struktur umumnya dan ini menjadi dasar penggolongan  jenis lipid. Senyawa-senyawa yang termasuk lipid ini dapat dibagi dalam beberapa golongan.

Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal, yakni :

1. Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya: lemak atau gliserida dan lilin(waxes)

2. Lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, contohnya : fosfolipid

3. Derivate lipid yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis li pid, contohnya : asam lemak, gliserol, dan sterol.

Lemak biasanya dinyatakan sebagai komponen yang larut dalam pelarut organik (seperti eter, heksan atau kloroform), tapi tidak larut dalam air. Penentuan kadar minyak atau lemak suatu bahan dapat dilakukan dengan alatekstraktor Soxhlet. Ekstraksi dengan alat Soxhlet merupakan cara ekstraksi yang efisien,karena pelarut yang digunakan dapat diperoleh kembali. Dalam penentuan kadar minyak atau lemak, bahan yang diuji harus cukup kering, karena jika masih basah selain memperlambat proses ekstraksi, air dapat turun ke dalam labu dan akan mempengaruhi dalam perhitungan (Ketaren, 1986:36). Prinsip soxhlet ialah

ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yangumumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Ekstraksi dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi karena pada cara ini digunakan  pemanasan yang diduga memperbaiki kelarutan ekstrak. Makin polar pelarut, bahan

terekstrak yang dihasilkan tidak berbeda untuk kedua macam cara ekstraksi (Whitaker 1915).

D. Alat 1. Kertas saring 2. Labu lemak 3. Soxhlet ekstraktor 4. Heater 5. Oven 6. Neraca analitik 7. Kapas bebas lemak 8. Benang

9. Gunting

E. Bahan

Sampel: Susu Dancow Fortigo sachet rasa vanilla Es batu sebagai pengontrol suhu dingin

Pereaksi :

Pelarut organik (eter) F. Prosedur praktikum

a. Siapkan alat dan bahan

b. Masukkan labu didih ke dalam oven dengan suhu sedang 70 0C selama 15 menit c. Keluarkan labu didih dari oven kemudian dinginkan pada deksikator 5-10 menit d. Timbang labu didih hingga mencapai berat konstan

e. Pasang labu didih pada rangkaian soxhlet yang telah dirangkai f. Pasang heater dibawah labu didih

g. Timbang sampel kurang lebih 2-5 gram sample

h. Pindahkan sampel yg telah ditimbang ke kertas saring berbentuk persegi kemudian lipat kertas saring hingga menutupi seluruh sampel.

i. Ikat dengan benang wol dengan kuat,kemudian masukkan sampel susu kedalam soxhlet  j. Tuangkan pelarut organik (eter) hingga membasahi sampel dan meluap melalui pipa

soxlet sebanyak 2 kali

k. Panaskan dengan heater, amati kenaikan pelarut pada pipa soxlet, apabila telah meluap hingga 4 kali segera angkat sampel dari soxhlet

l. Lanjutkan pemanasan, pada luapan ke 5 biarkan pelarut organik meluap untuk melarutkan sisa-sisa sampel lemak pada soxhlet

m. Lanjutkan pemanasan hingga volume eter 1/2 dari pipa soxhlet, kemudian matikan  pemanas,tuang eter murni dari ekstraktor ke dalam botol kosong. Lakukan hingga

volume filtrat di labu didih mengendap di permukaan.

n. Bila telah mengendap matikan heater, lepaskan labu didih dari soxhlet.

o. Diamkan labu didih beberapa menit hingga suhu turun, kemudian masukkan labu  penampung (kedjal) kedalam waterbath dengan suhu 100 0C sampai bau eter hilang. p. Bila aroma eter sudah hilang, angkat labu penampung, kemudian dinginkan 5 menit suhu

ruangan.

q. Timbang labu didih beserta filtrat hasil ekstraksi r. Lakukan perhitungan kadar lemak.

G. Hasil praktikum

Penimbangan sample seharusnya Wadah = 25,34 gram

Zat = 2, 0 gram + Wadah + zat = 27,34 gram

Penimbangan yang didapat Wadah + zat = 27,72 gram

Wadah = 25,34 gram –  Massa sample= 2,38 gram

W1 = 819,525 gram

Massa labu lemak + lemak setelah penguapan W = 820, 685 gram

Perhitungan kadar lemak

   

   

    

     

 

    

   

   

H. Pembahasan

Pada praktikum analisa lemak, digunakan sample berupa susu sachet dancow yang  berbentuk serbuk. Pada analisa lemak kali ini menggunakan metode soxhletasi untuk mendapatkan berat lemak yang terkandung dalam sample, dengan cara malakukan pemisahan lemak (susu formula) dengan pelarutnya (eter). Proses ekstraksi menggunakan pelarut eter yang mempunyai titik didih kurang dari titik didih air, maka penangas yang digunakan adalah  penangas air/ waterbath karena suhu yang dibutuhkan dalam proses ekstraksi di bawah titik didih air. Sample akan disimpan dalam alat soxhlet dan tidak tercampur langsung dengan  pelarut dalam wadah yang dipanaskan, yang dipanaskan hanyalah pelarutnya, pelarut terdinginkan dalam kondensor dan pelarut dingin inilah yang selanjutnya mengekstraksi sample.

Setelah sample diekstraksi dengan soxhlet, maka akan dilanjutkan dengan penguapan eter dengan menggunakan waterbath. Eter diuapkan sampai tidak tercium lagi bau eter sehingga didapatkan lemak murni pada susu formula kemudian ditimbanga pada neraca analitik. Sehingga di dapat kadar lemak pada susu formula adalah

  

. Hasil yang diperoleh dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil sedikit lebih tinggi daripada hasil yang terdapat dalam informasi gizi pada kemasan yang menunjukkan bahwa susu formula (dancow) memiliki kandungan lemak sebanyak 47%. Hal ini dapat terjadi karena

adanya kandungan eter yang masih belum teruapkan secara sempurna didalam waterbath. Dan metode analisa yang digunakan oleh pabrik menggunakan metode yang berbeda sehingga didapatkan hasil yang sedikit berbeda, karena ekstraksi dengan shoxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi karena pada cara ini digunakan pemanasan yang diduga memperbaiki kelarutan ekstrak. Dibandingkan dengan cara maserasi, ekstraksi dengan soxlet memberikan hasil ekstrak lebih tinggi. Makin polar pelarut, bahan terekstrak yang dihasilkan tidak berbeda untuk kedua macam cara ekstraksi. (Whitaker, 1915)

Adapun langkah awal yang kami lakukan adalah menimbang 2,000 gram susu bubuk tersebut diatas kertas saring kemudian dimasukkan kedalam soxlet. Selanjutnya, pelarut eter dimasukkan dari atas pendingin soxhlet hingga mendekati tanda penuh. Lalu direfluks, tujuannyan agar dapat menurunkan tekanan suhu larutan agar tidak terlalu tinggi. Perefluksan dilakukan sampai pelarut yang turun kembali ke erlenmeyer lagi kurang lebih dilakukan selama 3x hingga berwarna jernih. Pada proses refluks atau penurunan pertama warna nampak kecoklatan. Pada proses kedua warna cairan nampak agak pudar. Hingga pada proses  penurunan ketiga warna menjadi jernih atau warna keciklatan mulai pudar.

Proses yang terjadi pada percobaan ini ketika pelarut dididihkan, upaya naik melewati soxhlet menuju ke pipa pendingin. Air dingin yang dididihkan melalui bagian luar condenser mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fasa cair. Kemudian menetes ke timbel. Pelarut melarutkann lemak didalam timbel, larutan sari ini terkumpul dalam timbel dan bila volemenya telah mencukupi, sari akan dialirkan menuju erlenmeyer.

I. Kesimpulan

Hasil praktikum analisis kadar lemak dengan sampel susu dancow fortigo sachet diperoleh kadar lemak sebesar 48.74%

(persiapan sampel) (proses destilasi)

Sampel susu dancow fortigo sachet

Dokumen terkait