ANALISIS DAN PEMBAHASAN
6.2 Analisis Kapasitas dan Kinerja Ruas Jalan
Analisis kapasitas dan derajat kejenuhan pada kondisi saat ini (eksisting) dengan menggunakan formulir dari MKJI 1997, adalah sebagai berikut:
6.2.1 Arus volume lalu lintas Total (Q)
Nilai arus total lalu lintas (Q) menunjukkan komposisi lalu lintas, dengan menyatakan arus dalam satuan mobil penumpang (smp), semua nilai arus lalu lintas per arah dan total, dikonversikan menjadi satuan mobil penumpang dengan dikalikan dengan ekivalensi mobil penumpang (emp) untuk tiap kenderaan, maka dari hasil pengelolahan data yang sudah ditabulasikan ke faktor perkalian ekivalen (emp) didapat adalah sebesat 1401 satuan mobil penumpang per jam (smp/jam), ini yang sudah dirata-ratakan waktu selama pengamatan dilakukan segmen ruas jalan pada jalan Ngumban Surbakti Kota Medan.
Perhitungan dapat juga ilihat pada formulir UR-2 MKJI-1997, dan berikut nilai arus volume rata-rata total (Q) dapat dilihat pada (tabel 6.1).
Tabel 6.1 Nilai Arus Volume Rata-rata Total (Q) Pada Segmen Jalan Lokasi Studi Nilai Hasil Arus Volume Lalu lintas Rata-rata Total (Q) (smp)
Tahun Total empat lajur dua jalur (4/2 D)
2010 1401
Sumber: Hasil Analisa Perhitungan
6.2.2 Analisis Kapasitas (C)
Kapasitas jalan adalah jumlah kendaraan maksimum yang dapat melewati suatu penampang jalan pada lajur jalan yang selama satu jam dengan kondisi serta arus lalu lintas tertentu. Nilai kapasitas ruas jalan dapat dihitung dengan mengacu pada persamaan 2.1, pada halaman 52.
Untuk menentukan kapasitas segmen jalan terlebih dahulu kita mengetahui data-data sebagai berikut:
a. Lebar jalur = 11,00 meter b. Lebar lajur = 4,00 meter c. Lebar trotoar/Pendestrian = 3,00 meter d. Panjang segmen = 500 meter
e. Median = 2,00 meter
Dengan demikian, dapat ditentukan persamaan kapasitas segmen jalan yang diperoleh dari persaman sebagai berikut:
C = Co x FCw x Fcsp x Fcsf x FCcs Dimana:
C = Kapasitas (smp/jam).
FCw = Faktor penyesuaian lebar jalur (di mana FCw = 1,08)
FCsp = Faktor penyesuaian pemisah arah (di mana FCsp Untuk 50-50 (4/2 = 1,00)
Fcsf = Faktor penyesuaian hambatan samping dengan jarak kerb-kerb (tabel 2.10 = 0,95)
Maka:
C = 1650 x 1,08 x 1,00 x 0,95 x 1,00 = 1693 smp/jam
Dari hasil di atas di mana C = 1693 smp/jam maka dapat dinyatakan bahwa kapasitas jalan yang ideal adalah sebesar = 1693 smp/jam.
6.2.3 Analisis Hambatan Samping
Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktivitas samping segmen jalan, seperti pejalan kaki (bobot=0,5) kenderaan untuk umum/kendaraan lain berhenti (bobot=1,0), kendaraan masuk/keluar sisi jalan (bobot=0,7) dan kendaraan lambat (bobot=0,4).
Dalam menentukan hambatan samping perlu diketahui frekuwensi berbobot kejadian. Untuk mendapatkan nilai frekuwensi berbobot kejadian maka tiap-tiap kejadian hambatan samping adalah sebagai berikut:
Frekuwensi berbobot kejadian hambatan samping yang diamati kapasitasnya dikalikan dengan bobot masing-masing yang telah diketahui, digunakan untuk mencari kelas hambatan samping seperti dapat dilihat pada (tabel 6.2).
Tabel 6.2 Hambatan Samping Total Dua Arah pada Arus Volume Total Type Kejadian Simbol Faktor Frekwensi Kelas hambatan
berbobot kejadian samping
Pejalan Kaki PED 0,5 64 32
Kendaraan Parkir PSV 1,0 71 71
Kend, keluar+masuk EEV 0,7 266 186
Kendaraan Lambat SMV 0,4 310 124
Sumber: Hasil Analisa Perhitungan Maka:
Frekwensi berbobot total kejadian adalah = 32 + 71 + 186 + 124 = 413
Dari hasil diatas di mana hamabatan samping = 413, kelas hamabatan samping kondisi ini tergolong sedang mendekati tinggi (M), bahwa pada segmen kejadian daerah komersial: dengan aktivitas di sisi jalan terjadi kegiatan, seperti toko-toko dan jualan disisi badan jalan.
6.2.4 Kecepatan Arus bebas (FV)
Kecepatan arus bebas kendaraan menurut MKJI 1997 dapat dihitung dengan mengacu pada persamaan 2.2, di halaman 55
Kecepatan arus bebas didefenisikan sebagai kecepatan pada saat tingkatan arus nol, sesuai dengan kecepatan yang dipilih oleh pengemudi seandainya mengendarai kendaraan bermotor tanpa halangan kendaraan bermotor lain dijalan (saat kendaraan arus = 0), Manual Kapadsitas Jalan Indonesia MKJI-1997. Persamaan arus bebas pada jalan dapat dihitung dengan mengacu pada sebagai berikut ini:
FV = (FVo + FVw) x FFV x FFVcs Di mana:
FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam)
FVo = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (tabel 2.13 = 57 Km/jam)
FVw = Penyesuaian lebar lajur lalu lintas efektif (km/jam), (tabel 2.14 = 4,00)
FFVcs = Faktor penyesuaian ukuran kota (tabel 2.16 = 0,93) Maka:
FV = (57+4) x 0,92 x 0,93 = 56,12 km/jam dibulatkan 56 km/jam..
Dari hasil diatas di mana FV = 56 Kilometer/jam maka dapat dinyatakan bahwa kecepatan yang dapat ditempuh pengendara kendaraan dalam kondisi jalan yang idela adalah sebesar = 56 Km/jam.
6.2.5 Tingkat Derajat Kejenuhan (DS)
Rasio volume terhadap kapasitas, sebagai faktor utama untuk menentukan tingkat kinerja ruas jalan. Derajat kejenuhan didefenisikan sebagai rasio volume (Q) terhadap kapasitas (C) digunaka sebagai faktor kunci dalam penentuan perilaku lalu lintas pada suatu ruas jalan. Nilai derajat kejenuhan menunjukkan apakah ruas jalan akan mempunyai masalah atau tidak. Derajat kejenuhan dapat dihitung dengan mengacu pada persamaan 2.3, pada halaman 58.
D/S = Q/C Dimana:
DS = Derajat kejenuhan
Q = Arus volume lalu lintas total (smp/jam) C = Kapasitas segmen jalan (smp/jam). Maka:
Dari hasil diatas di mana DS = 0,84 (maka dapat dinyatakan bahwa Arus mulai menunjukan tidak stabil), kecepatan yang dikehendaki secara terbatas walaupun masih dapat dipertahankan.
6.2.6 Kecepatan Pada Ruas Jalan
Kecepatan pada analisis diakukan berdasarkan 2 tinjauan, yaitu kecepatan arus bebas sesungguhnya dan kecepatan sesungguhnya, kecepatan arus bebas sesungguhnya (FV) yaitu kecepatan pada tingkat arus nol yaitu kecepatan yang dipilih pengemudi ketika mengendarai kendaraan bermotor tanpa adanya pengaruh dari kendaraan lain.
Sedangkan kecepatan sesungguhnya merupakan perbandingan dimana kecepatan dipakai pengemudi pada kondisi jalan yang sesungguhnya ketika pada jalan tersebut terjadi arus sebesar Q dan laju kendaraan dipengaruhi kendaraan lain.
Kecepatan sesungguhnya didapat dengan menggunakan grafik hubungan pada halaman 58, antara derajat kejenuhan (DS) dan kecepatan arus bebas (FV) sebesar 56 km/jam, perhitungan dapat dilihat pada formulir UR-3 MKJI-1997.
Perbandingan antara kecepatan arus bebas dan kecepatan sesungguhnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 6.3 Perbandingan Kecepatan Arus Bebas dan Kecepatan Sesungguhnya.
Tahun 2010
Kecepatan Arus Bebas Kecepatan Susungguhnya
56 Km/jam 40 Km/jam
6.2.7 Waktu Tempuh
Hubungan antara kecepatan (V) dan waktu tempuh (TT), dinyatakan dalam persamaan yang mengacu pada persamaan 2.4, pada halaman 58.
V = L/TT Dimana:
V = Kecepatan sesungguhnya L = Panjang segmen (km)
TT = Waktu tempuh rata-rata LV panjang segmen jalan (jam) dari hasil perhitungan didapat V = 40 km/jam
Dari data lapangan didapat L = 500 meter, (0,5 Km) TT = L/V (jam) = 0,5 / 40 = 0,0125 jam = 45 detik
Dari hasil didapat waktu tempuh sebesar = 0,0125 jam = 45 detik ditempuh sepanjang segmen jalan 6500 meter.
6.2.8 Indek Tingkat Pelayanan Ruas Jalan
Sebelum dilakukan analisa maka terlebih dahulu di tentukan kinerja ruas jalan pada kondisi saat ini (eksisiting). Kinerja ruas jalan ditentukan berdasarkan tingkat pelayanan yang mencakup beberapa parameter baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang disesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas yang ada (Tamin, 2000).
Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan nilai volume kapasitas dan kepadatan lalu lintas untuk ruas jalan yang dapat dihitung menggunakan prosedur perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia(MKJI-1997).
Dengan menggunakan hubungan dasar volume, kapasitas dan kecepatan perjalanan yang telah ditetapkan Highway capacity Manual 1965, dapat ditentukan Indek Tingkat Pelayanan (ITP) berdasarkan grafik hubungan rasio volume kapasitas atau derajat kejenuhan (DS) dengan kecepatan (Edwar K.M.1991).
Pada segmen ruas jalan di jalan Ngumban Surbakti merupakan type jalan 4/2 D yaitu jalan arteri primer, sehingga Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) ditentukan berdasarkan total dua arah. Dari hasil perhitungan kondisi saat ini (eksisting), kecepatan arus bebas adalah sebesar 56 Km/jam, kecepatan sesungguhnya adalah sebesar 40 Km/jam dan dengan waktu tempuh pada segmen ruas jalan adalah sebesar 45 detik, dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,84 dengan indeks tingkat pelayanan D, memberikan gambaran bahwa pada segmen ruas jalan di jalan Ngumban Surbakti sudah menunjukan ketidak stabilan bagi kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut, dan kecepatan yang dikehendaki oleh sipengemudi kendaraan mulai secara terbatas.
6.2.9 Analisa tabel perhitungan
Analisa perhitungan berdasarkan Sistem Manual Kapasitas Jalan Indonesia
(MKJI-1997) untuk kinerja segmen jalan, dan dengan menggunakan formulir UR-1, formulir UR-2,
dan formulir UR-3 dapat dilihat pada tabel-tabel berikut: