• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Analisis Kebutuhan

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Uraian dalam bab ini berisi hasil penelitian dan pembahasan yang akan dijelaskan sebagai berikut.

4.1 Hasil Penelitian

Dalam penelitian dan pengembangan ini akan dipaparkan: 1) analisis kebutuhan, 2) perancangan dan pengembangan produk, 3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, 4) revisi produk, dan 5) uji coba produk.

4.1.1 Analisis Kebutuhan

Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan yang diperlukan di lokasi penelitian. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan bahwa butuhnya bahan ajar lain yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas V. Hal ini dikarenakan kurang mendalamnya materi pada bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas. Langkah selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan siswa dengan melakukan observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner.

4.1.1.1 Observasi

Kegiatan observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengamati pembelajaran IPA kelas V dan mengetahui ketersediaan bahan ajar di SD Negeri Deresan. Observasi dilaksanakan pada pembelajaran IPA di kelas V A SD Negeri Deresan. Aspek yang diobservasi pada pembelajaran IPA kelas V antara lain

43 ketersediaan dan penggunaan modul pembelajaran IPA serta kesulitan belajar yang dialami siswa. Sebelum digunakan, instrumen observasi divalidasi terlebih dahulu oleh validator (ahli pembelajaran IPA). Berikut hasil validasi instrumen observasi.

Tabel 4.1 Hasil Validasi Instrumen Observasi oleh Ahli

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9

IPA 4 4 4 3 4 4 3 3 3 32 3,55

Dari hasil validasi instrumen observasi oleh ahli pada tabel 4.1, didapat rerata skor sebesar 3,55. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi instrumen observasi di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, instrumen observasi dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan.

Peneliti melakukan observasi pada hari Jumat, 24 Agustus 2018. Berikut ini merupakan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti.

Tabel 4.2 Hasil Observasi Pembelajaran di Kelas V No Aspek yang diobservasi Jawaban Catatan

1. Ada modul pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPA di kelas.

Tidak Pembelajaran di kelas menggunakan Buku Tematik dan LKS.

2. Modul pembelajaran layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

Ya Modul pembelajaran layak digunakan dalam pembelajaran karena modul merupakan bahan ajar yang memuat materi pelajaran yang cukup lengkap.

3. Guru menggunakan modul pembelajaran untuk menjelaskan materi pembelajaran IPA.

Tidak Guru menggunakan buku paket dan LKS yang tersedia di sekolah, namun dalam menjelaskan materi, guru terkadang menayangkan

44 4. Guru menguasai isi modul

pembelajaran IPA.

- -

5. Guru menjelaskan cara penggunaan modul pembelajaran IPA kepada siswa.

- -

6. Siswa dapat menggunakan modul pembelajaran secara mandiri.

Ya Ketika siswa diperlihatkan contoh modul, siswa merasa tertarik dan langsung melihat-lihat dan membaca modul tersebut.

7. Siswa memahami materi yang diajarkan dengan bantuan modul

pembelajaran.

Ya Materi yang ada di modul jelas dan cukup lengkap dibanding buku paket.

8. Siswa mengalami

kesulitan ketika mengikuti pembelajaran IPA di kelas.

Ya Siswa mengalami kesulitan pada pembelajaran sistem pernapasan karena materinya kebanyakan hafalan.

9. Siswa mengalami kesulitan ketika

mengerjakan soal IPA.

Tidak Ketika guru mengajukan pertanyaan, siswa tidak mengalami kesulitan menjawabnya karena siswa kelas V A mampu berpikir kritis dan dapat menganalisis permasalahan-permasalahan yang ada.

Dari hasil observasi yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat dari cara guru menyampaikan materi pembelajaran menggunakan metode ceramah dengan berpedoman pada buku paket dan LKS. Selain itu, siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA karena materi yang ada di buku paket dan LKS terlalu panjang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA dan dibutuhkannya bahan ajar lain guna mendukung proses pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri Deresan.

45 4.1.1.2 Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Wawancara dilakukan kepada guru dan 2 siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Sebelum melakukan wawancara, instrumen waancara divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA terlebih dahulu. Berikut adalah hasil validasi instrumen wawancara guru dan instrumen wawancara siswa oleh ahli.

Tabel 4.3 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Guru

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

IPA 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 72 3,6

Tabel 4.4 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Siswa

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

IPA 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 49 3,76

Hasil validasi pedoman wawancara guru oleh ahli pada tabel 4.3 didapat rerata skor sebesar 3,6. Sedangkan hasil validasi pedoman wawancara siswa oleh ahli pada tabel 4.4 didapat rerata skor sebesar 3,76. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi pedoman wawancara guru dan validasi pedoman wawancara siswa di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen wawancara guru dan instrumen wawancara siswa dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan.

Wawancara guru kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Senin, 10 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara guru yang telah dilakukan.

46 Tabel 4.5 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas V

Topik Pertanyaan Pertanyaan Jawaban Ketersediaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 1. Apakah dalam pembelajaran IPA tersedia modul pembelajaran IPA?

Untuk sekarang belum ada. Biasanya langsung menggunakan media yang nyata atau media replika.

2. Darimana Bapak/Ibu memperoleh modul pembelajaran IPA? Apakah dari hibah atau dibuat sendiri?

Dulu ada modul lawas yang diperoleh dari guru yang mengajar di sekolah ini.

3. Jika dibuat sendiri, contoh modul pembelajaran IPA apa saja yang pernah dibuat?

Saya belum pernah membuat modul pembelajaran IPA, saya biasanya praktek langsung di lapangan bersama siswa.

4. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengadaan modul pembelajaran IPA?

Kesesuaian materi pembelajaran dengan tema dan standar

(Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar). Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 5. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA selama ini?

Pembelajaran dilakukan di dalam dan luar kelas. Ketika di dalam kelas biasanya menggunakan buku paket, LKS, dan video-video. Sedangkan di luar kelas biasanya guru dan siswa melakukan eksperimen dan study tour. 6. Apakah dalam pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran IPA? Tidak. 7. Dalam penggunaan modul pembelajaran IPA, berapakah jumlah siswa untuk satu modul

pembelajaran?

Saya tidak menggunakan modul, tapi setiap siswa memiliki buku paket dan LKS masing-masing. 8. Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA?

Saya sendiri senang menggunakan modul karena materinya cukup lengkap dan banyak gambar yang berwarna sehingga membuat siswa lebih tertarik belajar. Apabila siswa

47 diberikan modul pembelajaran sepertinya mereka akan lebih suka membaca. 9. Bagaimana tingkat pemahaman siswa terhadap materi dalam pembelajaran IPA setelah menggunakan modul pembelajaran IPA?

Pembelajaran di kelas belum menggunakan modul. Tapi kalau menggunakan buku paket, siswa masih kurang begitu paham.

Kegunaan modul pembelajaran IPA 10.Apakah modul pembelajaran IPA membantu guru dalam menyampaikan materi? Sangat membantu. Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA 11.Apakah Bapak/Ibu mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA?

Tidak, namun terkadang ada materi yang sulit untuk diajarkan. Sebelum mengajar, biasanya saya belajar atau mencari-cari materi di internet terlebih dahulu (Google / Youtube). 12.Jika ada, kesulitan

seperti apa yang dialami guru?

Kesulitan materi sendi, organ pernapasan, dan organ pencernaan karena materinya banyak dan medianya tidak ada yang nyata jadi harus menggunakan video dan media replika.

13.Materi apa saja yang sulit disampaikan kepada siswa?

Materi sendi, organ pernapasan, dan organ pencernaan. Kesulitan siswa dalam penggunaan pembelajaran IPA 14.Apakah siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA?

Ya, siswa mengalami kesulitan pada beberapa materi.

15.Jika ada, kesulitan seperti apa yang dialami siswa?

Kesulitan dalam memahami dan menghafal materi. Misalnya mengurutkan organ pernapasan manusia. Biasanya siswa sering terbalik-balik.

16.Berapa jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA?

Ada namun tidak terlalu banyak.

Usaha yang dilakukan guru untuk

17.Usaha-usaha apa saja yang telah Bapak/Ibu lakukan untuk

Menerapkan guru sebaya melalui kegiatan kelompok belajar. Jadi saya membuat kelompok belajar yang

48 mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut mengatasi kesulitan yang dialami siswa?

sudah saya bagi berdasarkan tingkat kecerdasan. Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi mengajari siswa yang kurang.

18.Bagaimana keberhasilan

Bapak/Ibu mengatasi kesulitan yang dialami siswa?

Tidak semuanya berhasil karena ketika belajar kelompok masih ada beberapa siswa yang tidak

melaksanakannya. Modul yang

ingin

dikembangkan

19.Apakah pemberian cover yang berwarna pada modul

pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik?

Ya. Modul yang colorfull itu sangat menarik.

20.Apakah bentuk dan ukuran huruf memengaruhi kualitas modul pembelajaran?

Ya. Biasanya bentuk dan ukuran menyesuaikan yang biasanya dipakai.

Dari hasil wawancara guru yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA belum tersedia di kelas, guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan mata pelajaran IPA di kelas, siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS, dan beberapa materi masih sulit disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata.

Wawancara siswa pertama kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Kamis, 6 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara siswa yang telah dilakukan.

49 Tabel 4.6 Hasil Wawancara dengan Siswa (Zerlin) Kelas V

Topik Pertanyaan Pertanyaan Jawaban Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi 1. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini?

Suka, tapi malas menghafalkan materi-materinya.

2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? Apa alasannya?

Senang, karena ketika belajar IPA diperlihatkan video-video tentang IPA, tapi menghafalkannya sulit. Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA

3. Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam

pembelajaran IPA?

Jika iya, modul pembelajaran apa saja yang pernah

Bapak/Ibu gurumu gunakan dalam pembelajaran IPA?

Tidak, Ibu guru hanya menggunakan buku paket dan LKS.

4. Apakah kamu tertarik dengan modul pembelajaran yang digunakan oleh Bapak/Ibu gurumu?

Apa alasannya?

-

5. Seberapa sering Bapak/Ibu gurumu menggunakan modul pembelajaran dalam

pembelajaran IPA?

Biasanya Ibu guru memberikan video-video tentang IPA.

6. Apakah modul pembelajaran dapat membantu kamu memahami materi dalam pembelajaran IPA? Apa alasannya?

Iya, karena modul itu menarik sehingga membuat kita rajin belajar.

7. Apakah kamu menyukai pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran? Apa alasannya?

Iya, modul itu penuh warna dan menarik. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran

8. Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar IPA? Apa alasannya?

Iya, karena banyak hafalan dan kadang materinya kurang jelas.

9. Materi apa yang paling sulit dalam mata pelajaran IPA?

Sistem pernapasan manusia. 10.Mengapa materi tersebut

menurutmu paling sulit?

Karena materinya banyak dan sulit dihafalkan. 11.Bagaimana cara yang Siswa bertanya tentang

50 dilakukan oleh Bapak/Ibu

gurumu dalam mengatasi kesulitan belajar yang kamu alami?

materi yang belum mengerti.

Jenis modul pembelajaran yang disukai

12.Kamu menyukai modul yang seperti apa? a. Berwarna b. Bergambar c. Ada materi d. Ada rangkuman e. Ada games f. Ada soal Berwarna, bergambar, sedikit materi, ada

rangkuman, diberi games, soalnya sedikit saja.

13.Ukuran huruf modul seperti apa yang kamu sukai? a. Besar

b. Sedang c. Kecil

Huruf yang berukuran sedang.

Dari hasil wawancara siswa pertama yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru tidak menggunakan modul pembelajaran, guru menggunakan buku paket dan LKS, siswa merasa lebih paham dan senang jika menggunakan modul pembelajaran, dan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami beberapa materi karena materinya banyak dan kurang jelas.

Wawancara siswa kedua kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Kamis, 6 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara siswa yang telah dilakukan.

Tabel 4.7 Hasil Wawancara dengan Siswa (Keke) Kelas V A Topik Pertanyaan Pertanyaan Jawaban Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi

1. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini?

Seru, karena banyak materi yang lumayan mudah dipahami. 2. Apakah kamu senang dengan

pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini?

Apa alasannya?

Senang, karena bisa mengetahui tentang organ pernapasan dan nama-nama tulang.

51 Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA

3. Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA?

Jika iya, modul pembelajaran apa saja yang pernah Bapak/Ibu gurumu gunakan dalam pembelajaran IPA?

Tidak, Ibu guru mengajar hanya menggunakan buku paket dan LKS.

4. Apakah kamu tertarik dengan modul pembelajaran yang digunakan oleh Bapak/Ibu gurumu?

Apa alasannya?

-

5. Seberapa sering Bapak/Ibu gurumu menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA?

Tidak pernah.

6. Apakah modul pembelajaran dapat membantu kamu memahami materi dalam pembelajaran IPA?

Apa alasannya?

Iya, karena disana banyak materi-materi yang bergambar sehingga menarik. 7. Apakah kamu menyukai

pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran?

Apa alasannya?

Iya, karena ada gambar yang berwarna sehingga tidak cepat bosan. Kesulitan

belajar yang dialami siswa dalam

pembelajaran

8. Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar IPA?

Apa alasannya?

Sedikit mengalami kesulitan.

9. Materi apa yang paling sulit dalam mata pelajaran IPA?

Sistem pencernaan. 10.Mengapa materi tersebut menurutmu

paling sulit?

Karena susah

menghafal urutannya. 11.Bagaimana cara yang dilakukan oleh

Bapak/Ibu gurumu dalam mengatasi kesulitan belajar yang kamu alami?

Dengan cara belajar kelompok.

Jenis modul pembelajaran yang disukai

12.Kamu menyukai modul yang seperti apa? a. Berwarna b. Bergambar c. Ada materi d. Ada rangkuman e. Ada games f. Ada soal Berwarna, bergambar, ada materi, tidak pakai rangkuman, ada games dan sedikit soal.

13.Ukuran huruf modul seperti apa yang kamu sukai?

a. Besar b. Sedang c. Kecil

52 Dari hasil wawancara siswa kedua yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran, guru hanya menggunakan buku paket dan LKS namun guru menyelipkan beberapa referensi yang mendukung proses pembelajaran berupa tayangan-tayangan video dalam menjelaskan materi. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dikarenakan banyaknya hafalan.

Berdasarkan hasil wawancara ketiga sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar dan siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA. Hal tersebut terlihat dari jawaban narasumber yang disajikan pada bagan 4.1.

Bagan 4.1 Triangulasi Sumber Data Wawancara Siswa 1

Guru tidak menggunakan modul pembelajaran. Guru menggunakan buku paket dan LKS. Siswa merasa lebih paham dan senang jika menggunakan modul pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan dalam

memahami materi organ pernapasan manusia karena materinya banyak dan kurang jelas.

Siswa 2 Guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran. Guru hanya menggunakan buku paket, LKS, dan tayangan-tayangan video dalam menjelaskan materi. Siswa mengalami kesulitan dalam

memahami materi organ pencernaan manusia karena banyak hafalan.

Sekolah tidak mempunyai modul pembelajaran. Sekolah hanya menyediakan buku paket dan LKS. Pemahaman materi tentang

organ tubuh manusia siswa masih kurang. Guru

Modul pembelajaran IPA belum tersedia di kelas. Guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan mata pelajaran IPA di kelas. Siswa hanya

menggunakan buku paket dan LKS. Materi sendi dan organ tubuh manusia sulit disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata.

53 Berdasarkan bagan 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa dalam mengajar, guru hanya menggunakan buku paket dan LKS. Siswa masih mengalami kesulitan pada mata pelajaran IPA khususnya materi organ tubuh manusia. Materi tersebut sulit karena banyaknya hafalan dan tidak adanya gambar yang nyata. Di sekolah hanya menyediakan buku paket dan LKS sebagai bahan ajar yang diberikan kepada siswa, namun materi yang ada di buku tersebut kurang lengkap dan kurang mendalam sehingga siswa butuh tambahan bahan ajar lain yang dapat memberikan materi yang lebih lengkap dan mendalam.

4.1.1.3 Kuesioner

Kuesioner analisis kebutuhan siswa digunakan untuk memperoleh data tentang kebutuhan siswa. Kuesioner ini ditujukan kepada 1 guru dan 10 siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Kuesioner guru disusun menjadi 7 pernyataan, sedangkan kuesioner siswa disusun menjadi 6 pernyataan yang kemudian harus diisi oleh guru dan siswa sesuai dengan kenyataan. Sebelum digunakan, kuesioner analisis kebutuhan divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Berikut adalah hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa.

Tabel 4.8 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7

IPA 4 4 3 3 3 4 3 24 3,42

Tabel 4.9 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6

54 Berdasarkan hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru pada tabel 4.8 diperoleh rerata skor sebesar 3,42, sedangkan validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa pada tabel 4.9 diperoleh rerata skor sebesar 3,5. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen kuesioner analisis kebutuhan guru dan instrumen kuesioner analisis kebutuhan siswa dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan.

Kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa diberikan pada tanggal 11 September 2018. Hasil dari pengisian kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Hasil kuesioner yang dibagikan dapat dilihat pada Tabel 4.10 dan Tabel 4.11.

Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru

No Pernyataan Ya Tidak

1. Bapak/Ibu guru pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA.

2. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPA.

3. Penggunaan modul pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa.

4. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa belajar secara mandiri.

5. Pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik.

6. Pemberian cover berwarna pada modul pembelajaran.

55 Berdasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan guru pada tabel 4.10, diketahui bahwa guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Guru setuju bahwa penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan dan membantu siswa belajar secara mandiri.

Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik

No Pernyataan Ya Tidak

1. Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA.

30% 70%

2. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu memahami materi pelajaran IPA.

100% 0%

3. Penggunaan modul pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa.

100% 0%

4. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu belajar secara mandiri.

100% 0%

5. Pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik.

100% 0%

6. Pemberian cover berwarna pada modul pembelajaran.

100% 0%

Berdasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan peserta didik pada tabel 4.11, diketahui bahwa sebanyak sepuluh siswa atau 100% siswa berpendapat bahwa modul pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman terkait materi yang diajarkan dan membantu siswa belajar secara mandiri.

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh dari teknik observasi, wawancara dan kueisoner, maka dilakukan triangulasi teknik pengumpulan data. Triangulasi teknik pengumpulan data digunakan sebagai pertimbangan dalam

56 mengembangkan modul pembelajaran dengan melihat gambaran mengenai permasalahan yang dialami dan kebutuhan di lapangan. Berikut adalah bagan triangulasi teknik pengumpulan data.

Bagan 4.2 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data

Dari hasil triangulasi teknik pengumpulan data pada bagan 4.2, terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh dari observasi yaitu belum tersedianya modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar yang diketahui melalui observasi pembelajaran di kelas yang hanya menggunakan buku paket dan LKS. Data yang diperoleh melalui teknik wawancara yaitu sekolah belum memiliki bahan ajar selain buku paket dan LKS. Siswa juga

Observasi

Dalam pembelajaran, guru dan siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS. Guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pelajaran IPA. Materi sendi dan organ tubuh manusia sulit

disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata.

Wawancara

Siswa mengalami kesulitan dalam mata pelajaran IPA materi organ tubuh manusia karena banyaknya hafalan. Siswa merasa lebih senang dan tertarik jika menggunakan modul pembelajaran. Namun di sekolah belum tersedia modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Kuesioner Guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pembelajaran IPA. Guru dan siswa membutuhkan modul pembelajaran sebagai bahan ajar tambahan di kelas. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi dan belajar secara mandiri.

Siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran IPA materi organ tubuh manusia karena terlalu banyak hafalan. Namun sekolah belum menyediakan bahan ajar lain selain buku paket dan LKS. Peneliti mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia berdasarkan analisis kebutuhan guru dan siswa.

57 mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner analisis kebutuhan yaitu guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pembelajaran IPA

Dokumen terkait