• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Prosedur Pengembangan

Peneliti menggunakan prosedur dari model Dick & Carey. Dick & Carey memperkenalkan model rancangan pembelajaran yang menggarisbawahi pembelajaran sebagai sebuah sistem utuh yang difokuskan pada hubungan timbal balik antara konteks, isi, belajar, dan pembelajaran. Komponen-komponen seperti

21 guru, siswa, materi, aktvitas pembelajaran, sistem penyajian, dan belajar serta lingkungan saling berinteraksi dalam mencapai capaian pembelajaran yang diharapkan. Berikut bagan langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey (Setyosari, 2013: 234).

Bagan 3.1 Langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey Berikut penjelasan langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey (Setyosari, 2013: 230).

1. Analisis kebutuhan dan tujuan

Analisis kebutuhan dilakukan untuk menentukan tujuan program atau produk yang akan dikembangkan. Kegiatan analisis kebutuhan mengidentifikasi dari kebutuhan prioritas yang segera perlu dipenuhi. Dengan mengkaji kebutuhan, peneliti akan mengetahui adanya suatu keadaan yang seharusnya ada (what should be) dan keadaan nyata di lapangan yang sebenarnya (what is). Setelah melihat keadaan dan kebutuhan di lapangan maka peneliti dapat memberi pemecahan alternatif melalui pengembangan suatu produk tertentu.

22 2. Analisis pembelajaran

Analisis pembelajaran dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang bagaimana mencapai suatu tujuan pembelajaran yang didapat dari analisis tujuan. Analisis pembelajaran mencakup keterampilan, proses, prosedur, tugas-tugas belajar dan lain-lain. Hal-hal yang menjadi kebutuhan diidentifikasi dan dikembangkan dalam bentuk rancangan produk tertentu. Ini menjadi spesifikasi suatu produk atau desain yang akan dikembangkan lebih lanjut dan memiliki kekhasan tersendiri.

3. Analisis pembelajar dan konteks

Analisis ini dapat dilakukan bersamaan secara simultan dengan analisis pembelajaran maupun setelah analisis pembelajaran. Analisis pembelajar dan konteks meliputi kemampuan, sikap, dan karakteristik awal pembelajar dalam latar pembelajaran.

4. Merumuskan tujuan performansi

Merumuskan tujuan performansi atau unjuk kerja dilakukan setelah analisis pembelajaran dan konteks. Merumuskan tujuan ini dilakukan dengan cara menjabarkan tujuan umum (standar kompetensi) ke dalam tujuan yang lebih spesifik (indikator) berupa rumusan tujuan unjuk kerja atau operasional. Gambaran rumusan operasional ini mencerminkan tujuan khusus program atau produk yang dikembangkan. Tujuan ini secara spesifik memberikan informasi untuk mengembangkan butir tes.

23 5. Mengembangkan instrumen

Pengembangan instrumen assessment secara langsung berkaitan dengan tujuan khusus. Tugas mengembangkan instrumen sangat penting. Ini berkaitan dengan tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan indikator-indikator tertentu dan untuk mengukur perangkat produk yang dikembangkan. Instrumen yang berkaitan dengan tujuan khusus berupa tes hasil belajar, sedangkan instrumen yang berkaitan dengan perangkat produk yang dikembangkan berupa kuesioner/daftar cek.

6. Mengembangkan strategi pembelajaran

Secara spesifik, pengembangan strategi pembelajaran berguna untuk membantu pembelajaran mencapai tujuan khusus. Strategi pembelajaran dirancang khusus untuk mencapai tujuan secara eksplisit. Strategi pembelajaran yang dirancang juga berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan. Apabila peneliti ingin mengembangkan suatu desain pembelajaran tertentu, strategi apa yang cocok dan dipilih untuk menunjang desain tersebut. Peranan strategi tetap sangat penting dalam kaitan dengan proses pengembangan yang ingin dilakukan.

7. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran

Langkah pengembangan dan pemilihan bahan ajar merupakan kegiatan nyata yang dilakukan dalam penelitian ini. Bahan ajar dapat berupa bahan cetak dan media lain yang dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan. Berdasarkan tipe, jenis, dan model, produk yang dikembangkan perlu diberikan alasan mengapa produk tersebut dipilih dan dikembangkan. Alasan memilih tipe atau

24 model tersebut biasanya dikemukakan dalam subbagian model pengembangan.

8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif

Merancang dan melakukan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama proses, prosedur, program, atau produk yang dikembangkan. Evaluasi formatif dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan maksud untuk mendukung proses peningkatan efektivitas. Dick & Carey merekomendasikan 3 langkah evaluasi formatif:

a. Uji coba prototipe bahan secara perorangan (one-to-one trying out)

Uji coba perorangan ini dilakukan untuk memperoleh masukan awal tentang produk atau rancangan tertentu. Uji coba ini memerlukan 1-3 orang sebagai subjek. Setelah melakukan uji coba ini, produk atau rancangan yang dikembangkan akan direvisi.

b. Uji coba kelompok kecil (small group tryout)

Uji coba ini memerlukan 6-8 orang sebagai subjek. Hasil uji coba kelompok kecil digunakan untuk melakukan revisi produk atau rancangan. c. Uji coba lapangan (field tryout)

Uji coba ini memerlukan 15-30 orang sebagai subjek (a whole class of learners).

Selama uji coba, dilakukan observasi dan wawancara. Hasil uji coba ini juga digunakan untuk melakukan revisi produk.

25 9. Melakukan revisi

Revisi dilakukan terhadap proses (pembelajaran), prosedur, program atau produk yang berkaitan dengan 7 langkah awal yaitu tujuan umum pembelajaran, analisis pembelajaran, perilaku awal, tujuan unjuk kerja atau performansi, butir tes, strategi pembelajaran, dan bahan-bahan pembelajaran. Rangkuman evaluasi formatif pada langkah sebelumnya dijadikan sebagai landasan desain pembelajaran untuk merevisi produk pembelajaran yang sudah dibuat.

10.Evaluasi sumatif

Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk menentukan tingkat efektivitas produk, program, proses secara keseluruhan. Untuk keperluan uji efektivitas rancangan, proses, program secara menyeluruh diperlukan uji atau evaluasi secara eksternal. Dengan demikian, diperoleh tingkat efisiensi, efektivitas, dan daya tarik rancangan, proses, dan program secara menyeluruh.

Prosedur penelitian yang dikembangkan mengadaptasi model Dick & Carey. Penelitian ini diadaptasi menjadi lima langkah yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) perancangan dan pengembangan produk, 3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, 4) revisi produk, dan 5) uji coba produk. Adaptasi dari tahapan model Dick & Carey dibuat berdasarkan keterbatasan penelitian yang dilakukan. Keterbatasan tersebut meliputi keterbatasan biaya dan waktu, sehingga tahapan pengembangan produk tidak sampai pada tahapan produksi masal atau

26 hanya sampai pada tahap uji coba produk. Langkah penelitian dan pengembangan terkait lima langkah tersebut tersaji dalam bagan berikut.

Bagan 3.2 Langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti Identifikasi tujuan pembelajaran Analisis pembelajaran Analisis pembelajar dan konteks Analisis Kebutuhan Perancangan dan Pengembangan Produk Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk

Uji Coba Produk Revisi Produk Merumuskan tujuan khusus Mengembangkan Instrumen assessment Mengembangkan strategi pembelajaran Merancang dan melakukan evaluasi formatif Mengembangkan dan memilih bahan

27 Berikut penjelasan langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti.

1. Analisis Kebutuhan

Langkah pertama dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan yang diperlukan guna mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, dan menganalisis pembelajar dan konteks. Langkah pertama yang dilakukan bertujuan untuk menentukan informasi dan kelayakan yang sebaiknya dikuasai setelah menyelesaikan pembelajaran/pencapaian terhadap tujuan pembelajaran. Identifikasi dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Hasil dari observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner mengarah pada tujuan pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar. Langkah selanjutnya adalah menganalisis pembelajaran. Pada langkah ini dilakukan analisis tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi langkah yang telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah menganalisis pembelajar dan konteks. Langkah analisis pembelajar dan konteks dilakukan secara bersamaan (simultan) dengan langkah analisis pembelajaran. Analisis pada langkah ini mencakup kemampuan, sikap, dan karakteristik awal siswa dalam latar pembelajaran. 2. Perancangan dan Pengembangan Produk

Langkah kedua dalam penelitian ini adalah merumuskan tujuan khusus. Dalam merumuskan tujuan khusus, peneliti menganalisis kompetensi dasar yang menjadi tujuan umum ke indikator yang nantinya akan mengarah secara spesifik ke dalam tujuan pembelajaran IPA yang dihubungkan dengan materi

28 IPA kelas V sekolah dasar. Kompetensi dasar, indikator, dan tujuan dipilih berdasarkan materi organ pernapasan makhluk hidup sebagai pengisi modul pembelajaran IPA yang menjadi dasar arah materi yang akan disajikan supaya tidak terlalu luas.

3. Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk

Langkah ketiga dalam penelitian ini adalah mengembangkan instrumen assessment dan mengembangkan strategi pembelajaran. Pada langkah pengembangan instrumen assessment, instrumen yang perlu disiapkan adalah instrumen tes dan kuesioner validasi produk. Instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan produk yang dikembangkan. Sedangkan kuesioner validasi produk digunakan untuk menilai kelayakan produk yang dikembangkan. Dalam kegiatan ini akan dilihat faktor-faktor yang berkaitan dengan perbaikan produk dan sistem penyajian dalam pembelajaran IPA serta komponen-komponen suatu bahan ajar yang ideal kemudian dilakukan pengembangan materi pembelajaran berdasarkan strategi pembelajaran yang sudah ditentukan. Langkah selanjutnya adalah pemilihan strategi yang digunakan dalam penelitian. Dalam pemilihan strategi dilakukan pertimbangan pemilihan penyajian dalam sistem pembelajaran. Langkah konkret yang diambil adalah menyesuaikan pengembangan produk modul IPA sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Dengan penyesuaian tersebut maka dibuat RPP sebagai wujud pemilihan strategi pengujian produk yang dibuat supaya dapat sesuai dengan harapan.

29 4. Revisi Produk

Langkah yang keempat adalah melakukan revisi pada produk yang telah dibuat. Revisi berkaitan dengan pengembangan dan pemilihan pembelajaran. Revisi produk ini dirancang supaya dapat memberikan gambaran untuk melakukan perbaikan produk yang telah dipilih dan dikembangkan supaya menjadi lebih baik. Langkah ini dilakukan dengan mengumpulkan data sesuai dengan kuesioner validasi produk yang telah divalidasi oleh validator. Hasil komentar dan saran dari validator dijadikan sebagai acuan dalam perbaikan produk yang dikembangkan.

5. Uji Coba Produk

Langkah terakhir dalam penelitian ini adalah melakukan uji coba produk. Sebelum mengujicobakan produk, siswa diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah melakukan pretest, langkah selanjutnya adalah bimbingan belajar menggunakan produk yang telah dibuat. Kemudian siswa diberi posttest untuk mengetahui kemempuan siswa setelah menggunakan produk. Pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung untuk melihat kualitas produk yang telah dikembangkan. Tahap uji coba produk menentukan apakah produk yang dibuat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Uji coba produk yang dilakukan adalah uji coba terbatas dengan mengambil beberapa sampel siswa. Saat pengujian produk, peneliti mengambil data mengenai kualitas dan keberhasilan produk yang telah dikembangkan. Setelah mengujicobakan produk kepada siswa, dilakukan

Dokumen terkait