BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Kebutuhan
Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah kegiatan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru terkait media pembelajaran, ketersediaan media pembelajaran di sekolah, penggunaan serta masalah terkait media pembelajaran pada materi Plantae. Kegiatan analisis kebutuhan dilakukan dengan metode wawancara pada guru biologi kelas X di sekolah yang telah ditetapkan. Sebelum melakukan wawancara peneliti mempersiapkan daftar pertanyaan agar pertanyaan wawancara terstruktur dan memudahkan peneliti pada saat proses wawancara berlangsung. Adapun 5 sekolah tempat dilakukannya wawancara yaitu SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA Negeri 8 Yogyakarta, SMA Negeri 11 Yogyakarta, SMA GAMA Yogyakarta dan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta.
Tahapan wawancara dilakukan untuk mengetahui fakta serta permasalahan yang terjadi di lapangan terkait media pembelajaran. Fakta dan permasalahan tersebut dapat berupa pemahaman guru terkait pentingnya media pembelajaran, ketersediaan media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran pada materi plantae serta kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil yang di dapat selanjutnya digunakan sebagai acuan
dalam pengembangan media scrapbook sebagai media pembelajaran picture and picture pada materi plantae untuk kelas X SMA. Pada penelitian ini terdapat 16 butir pertanyaan. Terdapat 5 pertanyaan yang menyangkut media pembelajaran, 6 pertanyaan terkait media picture and picture, 2 pertanyaan terkait materi plantae dan 3 pertanyaan terkait scrapbook. Berikut ini merupakan hasil wawancara analisis kebutuhan di 5 sekolah yang ada di Yogyakarta:
Tabel 4. 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta Model Pembelajaran yang sering diterapkan Discovery learning,eksperimen, PBL Pembelajaran secara langsung (observasi) karena terkadang anak-anak tahu namanya tetapi tidak tahu tanamannya
Model pembelajaran yang sering
digunakan adalah tayangan, gambar video, diskusi dan observasi
Tergantung pada materinya, apabila materinya perlu praktikum maka akan dilakukan praktik di laboratorium, selain itu, terkadang guru melakukan diskusi Pembelajaran kooperatif, PBL dan diskusi Media pembelajaran -Pengertian -Pentingnya media pembelajaran -Jenis media
- Media adalah alat bantu yang mana dapat menstimulasi anak, membantu memotivasi sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran -Sebagai sarana (Alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran untuk memahami materi) - Sangat perlu entah itu hanya sekedar
-Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam menyampaikan pembelajaran -Dalam -Media pembelajaran Alat/bahan yang membantu guru dalam menyampaikan
pembelajaran agar anak dapat mudah mengerti dengan -Media pembelajaran yaitu media yang membantu dalam proses pembelajaran seperti alat peraga
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pembelajaran - Perlu adanya media
pembelajaran yang disesuaikan dengan pendekatan yang dipakai
- Elektronik dan non elektronik. Ektronik misalnya PPT, video, film dan Internet. Non elektronik misalnya model 3 dimensi, alat peraga seperti torso dan media fresh misalnya tumbuhan langsung
gambar konsep juga untuk pelajaran biologi sendiri perlu adanya media pembelajaran -Media pembelajaran yang diketahui yaitu media pembelajaran langsung misalnya objeknya langsung dan tak langsung
pembelajaran sangat perlu adaanya media pembelajaran tanpa media guru akan kesulitan dalam menyampaikan pembelajaran, apa lagi ketika materinya banyak,
-Jenis media yang saya ketahui adalah gambar diam, gambar bergerak, audio, audio visual, video, CD, PPT, Internet dan media langsung
materi yang diajarkan. -Media pembelajaran sangat diperlukan karena guru tidak dapat menyampaikan materi tanpa alat bantu -Jenis media yang diketuhui antara lain media langsung, torso dan lain-lain
-Perlu adanya media pembelajaran karena apabila tidak ada maka guru akan bingung dan apabila hanya dengan ceramah saja maka akan membosankan -Jenis media yaitu media pembelajaran discovery, Puzzel,jigsaw, Video PPT dan lain-lain. Penggunaan media pembelajaran di sekolah -Media pembelajaran yang sering digunakan yaitu, PPT, Slide, alat peraga, -Media pembelajaran yang sering digunakan ada banyak misalnya Video, objek secara langsung PPT,gambar. Kendala yang
Jenis media yang paling sering digunakan yaitu PPT, internet, anak-anak mencari sendiri diberbagai sumber
Media yang digunakan dalam pembelajaran dengan cara
praktikum,bertemu langsung dengan objeknya misalnya di alam dan awetan.
Media
pembelajaran yang paling sering digunakan yaitu PPT
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta didapati ketika menggunakan PPT itu adalah ketika listrik mati maka akan kebingungan selain itu apabila melakukan
observasi dan cuaca tidak mendukung maka kita juga akan kebingungan Picture and
picture
- Perlu adanya media gambar, karena dengan adanya gambar maka akan membantu siswa dalam memahami materi terkusus apabila objek tidak dapat diamati secara langsung Pernah menggunakan, hanya melanjutkan apa yang sudah diterapkan oleh
-Perlu adanya media gambar karena karena kalau hanya konsep maka anak-anak bisa saja membangun konsep yang berbeda-beda dalam pikirannya dan jika ada gambar maka akan
memudahkan misalnya dalam hal bentuknya. -Pernah menggunakan kalau -Dalam pembelajaran perlu adanya gambar tanpa gambar maka akan susah untuk menjelaskan materi -Belum pernah menggunakan picture and picture kecuali ketika kuis -Jarang
menggunakan sehingga kurang tahu variasi-variasinya
-Perlu adanya media gambar untuk memberikan kesan langsung kepada anak. -Picture and picture pernah digunakan untuk lebih
memudahkan untuk menyampaikan materi kepada anak. Akan tetapi untuk variasi masih kurang tahu.Gambar ditampilkan dengan PPT karena lebih
-Perlu sekali dengan adanya media gambar anak akan lebih mudah menangkap materi dengan baik -Penah
menggunakan picture and picture karena harus digunakan -Variasinya bermacam-macam misalnya menginterpretasikan
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta mahasiswa PPL
- Kurang tahu variasi picture and picture -Gambar yang digunakan dibuat secara konvensional dan dibuat dalam PPT -Kendala dalam pembuatan yaitu kendala membuat media yang menantang rasa ingin tahu siswa (pertanyaan) dan membuat kreasinya - Perlu variasi dalam picture and picture agar siswa tidak bosan (karena pada saat ini anak-anak perlu pembelajaran yang kreatif
hanya gambar saja tapi untuk
merangkai gambar-gambar satu dengan yang lain belum -Untuk variasinya kurang tahu -gambar dibuat dalam PPT yang dapat diambil dari google atau foto sendiri yang ditampilkan. Kendala yang ditemukan adalah Keterbatasan waktu, karena dalam membuat media memerlukan waktu yang lama apalagi dengan tugas guru banyak misalnya dalam hal administrasi yang harus diselesaikan. (Alangkah lebih -Gambar yang digunakan nlebih banyak dibuat dalam bentuk PPT
-Perlu adanya beberapa variasi picture and picture dalam agar siswa tidak bosan
mudah dan tidak membuang waktu dikarenakan persipannya lebih mudah. Kendala yang ditemuai adalah keterbatasan waktu dalam membuat media yang sudah ada syarat-syaratnya. Sangat perlu adanya variasi picture and picture , sehingga anak-anak tidak bosan, apalagi disekolah yang SDMnya sangat rendah maka diperlukan penyegaran, sehingga anak-anak dapat termotivasi dalam pembelajaran. Jika menggunakan media yang sama (monoton) tentu anak akan bosan sehingga diperlukan variasi -Dalam pembelajaran lebih banyak menggunakan PPT karena media konvensional terkenadala ukuran -Kendala yang ditemui dalam dalam membuat picture and picture adalah susah dalam menetukan.
-Perlu adanya variasi picture and picture agar anak-anak tidak bosan
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta baik jika media
dapat digunakan berkali-kali) - Perlu jika ada variasi media , karena akan-anak akan lebih tertarik sehingga kita butuh variasi media. Materi
plantae
Materi plantae kurang menarik dan merinya yang banyak. -Media yang digunakan adalah media secara real (diajak keluar untuk melihat langsung) tetapi tidak semua tumbuhan tersedia di sekolah
Sebenarnya asik, akan tetapi untuk menghafalkannya susah -Media yang digunakan dalam menyampaikan materi plantae adalah PPT dan observasi secara langsung Materinya sangat luas, banyak kelas tumbuhan (klasifikasi) dan banyak menggunakan bahasa latin Sifat materinya banyak, tetapi anak-anak jalan sekarang ketika menggunakan media di luar seperti objeknya anak akan malas. Kendalanya adalah dari anaknya yang kurnag
termotivasi. Media yang digunakan pada materi plantae adalah objek dan awetan
-Materi plantae, sifatnya banyak -Media yang digunakan untuk menyampaikan materi plantae adalah gambar dan PPT selain itu dengan menyocokkan gambar
Scrapbook Media scrapbook masih belum tahu, Untuk siswa wanita akan lebih tertarik
-Seperti buku - Jelas siswa akan lebih tertarik, karena selama ini
-Pernah melihat akan tetapi belum pernah
menggunakannya
Media scrapbook dibuat seperti album foto. Sangat perlu apabila materi plantae
-Media scrapbook adalah media yang kreatif seperti album foto
Aspek SMAN 6 Yogyakarta SMAN 8 Yogyakarta SMAN 11 Yogyakarta SMA GAMA Yogyakarta SMA BOPKRI 1 Yogyakarta akan tetapi untuk
siswa laki-laki akan lebih tertarik jika media yang digunakan lebih menantang misalnya dalam hal
pertanyaan.
Perlu apabila media scrapbook digunakan dalam mengajarkan materi plantae , untuk variasi dalam pelajaran, apalagi tanaman disekolah jumlahnya terbatas jika dilihat secara langsung sehingga alangkah lebih baik jika berbeda
siswa pasti menginginkan sesuatu yang baru sehingga siswa akan lebih bersemangat - Perlu dicoba untuk melihat respon anak-anak. Selain itu,juga kita butuh tambahan variasi media sehingga anak-anak lebih mengeksplor pengetahuan.
- Siswa akan lebih termotivasi jika dalam pembelajaran menggunakan media yang menarik seperti scrapbook oleh sebab itu, perlu dikembangkan. Media ini juga perlu sebagai media pengganti apabila sewaktu-waktu siswa tidak dapat melakukan observasi secara langsung.
menggunakan scrapbook sebagai media pembelajaran picture and picture.
- Siswa akan lebih tertarik jika media yang digunakan lebih memiliki banyak hiasan karena tentunya siswa akan menyukai sesuatu yang terbaru -boleh , apabila media scrapbook digunakan dalam mengajarkan materi plantae agar media bervariasi dan kreatif
Terkait metode prembelajaran guru di 5 sekolah menggunakan metode yang berbeda-beda. Guru biologi SMA Negeri 6 Yogyakartam dalam kegiatan pembelajaran guru sudah sering memvariasi metode pembelajaran yang digunakan misalnya Discovery Learning, Eksperimen dan Problem Based Learning. Guru biologi di SMA Negeri 8 Yogyakarta mengatakan bahwa model pembelajaran yang paling sering beliau gunakan dalam proses pembelajaran model pembelajaran kontekstual.
Model pembelajaran yang sering digunakan guru biologi di SMA Negeri 11 Yogyakarta adalah model pembelajaran kontekstual dengan cara melakukan observasi selain itu guru dalam pembelajaran beliau menggunakan tayangan, gambar video, dan diskusi. Guru di SMA GAMA Yogyakarta mengatakan bahwa, model pembelajaran digunakan tergantung pada materinya, apabila materinya perlu praktikum maka akan dilakukan praktik di laboratorium (eksperimen), selain itu, terkadang juga dilakukan diskusi. Model pembelajaran yang sering diterapkan guru di SMA BOPKRI 1 adalah model pembelajaran kooperatif, PBL dan diskusi. Wawancara terkait metode pembelajaran ini merupakan pertanyaan pengantar yang menggiring pada permasalahan pokok terkait media pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dikatakan bahwa guru di 5 sekolah menggunakan model yang berbeda-beda dalam proses pembelajarannya. Terdapat pula beberapa guru yang belum memahami dan membedakan antara model, metode dan media pembelajaran oleh sebab itu sebaiknya produk yang dihasilkan perlu disertakan keterangan mengenai metode serta model pembelajaran yang digunakan pada media.
Terkait media pembelajaran Guru Biologi di 5 sekolah mengetahui serta menjelaskan dengan benar mengenai pengertian media pembelajaran. Menurut mereka, media pembelajaran merupakan (sarana) alat bantu yang berguna dalam memudahkan guru menyampaikan materi, menstimulasi anak, memberikan motivasi sehingga materi dapat dengan mudah dipahami siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan pendekatan yang dipakai. Semua guru berpendapat bahwa media pembelajaran diperlukan dalam pembelajaran. Guru tidak dapat menyampaikan materi tanpa alat bantu dan akan bingung dalam menyampaikan materi terlebih ketika materinya banyak. Ketika guru menggunakan metode ceramah maka akan membuat siswa mudah bosan. Oleh karena itu, media pembelajaran sangat perlu entah itu gambar ataupun kartu konsep terutama untuk pelajaran biologi.
Jenis media pembelajaran beserta contohnya juga dapat disebutkan oleh 5 guru akan tetapi, media pembelajan yang sering digunakan guru berbeda-beda. Guru di SMA Negeri 6 Yogyakarta lebih sering menggunakan PPT dan alat peraga. Guru di SMA Negeri 8 mengatakan, media yang paling sering digunakan adalah video, objek secara langsung dan PPT. Guru juga masih menemukan kendala pada media yang digunakan. Kendalanya adalah ketika listrik mati maka guru akan kebingungan mencari media pengganti. Apabila hendak melakukan observasi dan cuaca tidak mendukung maka guru juga akan kebingungan. Kendala lainnya adalah tidak semua sekolah memilki fasilitas untuk dilakukannya
observasi secara langsung. Oleh sebab itu, diperlukan tambahan media pembelajaran yang mendukung pembelajaran.
Semua guru biologi berpendapat bahwa media gambar diperlukan dalam pembelajaran biologi. Adanya media gambar akan membantu siswa dalam memahami materi khususnya apabila objek tidak dapat diamati secara langsung. Gambar juga akan memberikan kesan langsung pada siswa serta memudahkan dalam hal menjelaskan materi. Selain itu, perlu adanya media gambar karena apabila hanya konsep maka siswa dapat membangun kosep yang berbeda-beda dalam pikirannya oleh sebab itu adanya gambar akan memudahkan siswa untuk membangun konsep yang benar dan sama misalnya dalam hal bentuk.
Dalam pembelajaran sebenarnya guru sudah pernah menggunakan media picture and picture akan tetapi masih jarang serta kurang mengetahui dan menggunakan variasi-variasi dalam picture and picture. Guru mengatakan bahwa apabila hanya gambar saja pernah digunakan akan tetapi untuk merangkai gambar satu dengan yang lain belum dilakukan. Ada juga guru yang menggunakan media picture and picture ketika kuis (memasangkan gambar). Adapun sumber gambar yang dipakai yaitu diambil dari internet dan ada pula yang difoto sendiri yang ditampilkan dalam power point karena lebih mudah dan tidak membuang waktu jika dibandingkan dengan media konvensional. Jika menggunakan media konvensional guru akan terkendala dalam masalah waktu dalam proses pembuatan. Guru juga menyarankan sebaiknya media yang dibuat dapat digunakan berkali-kali.
Variasi kegiatan dalam picture and picture menurut guru diperlukan dalam kegiatan pembelajaran agar siswa tidak bosan, lebih termotivasi dalam pembelajaran apabila jika di sekolah yang memilki SDMnya rendah. Selain itu, saat ini anak-anak perlu pembelajaran yang lebih kreatif.
Terkait materi plantae guru mengatakan bahwa materi plantae sifatnya banyak atau luas, kurang menarik, namun ada pula yang mengatakan bahwa materinya asik tetapi banyak hafalan dan banyak menggunakan bahasa latin sehingga diperlukan media-media yang dapat membantu dalam menyampaikan materi ini. Media yang sering digunakan guru antara lain objeknya secara langsung, anak mencari sendiri di internet, PPT dengan menyocokkan gambar, ada pula yang menggunakan awetan. Namun terdapat kendala yang ditemui yaitu anak malas dan kurang termotivasi, guru juga kesulitan dalam hal membuat media pembelajaran yang menantang rasa ingin tahu siswa.
Mengenai scrapbook ada guru yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahui tentang media scrapbook. Guru yang mengetahui menyebutkan bahwa media scrapbook seperti album. Guru berpendapat bahwa media akan lebih menarik jika memiliki hiasan yang bervariasi terutama untuk siswa wanita akan lebih tertarik akan tetapi untuk siswa laki-laki akan lebih tertarik jika media yang digunakan lebih menantang misalnya dalam hal pertanyaan. Selain itu juga guru menjelaskan bahwa siswa akan lebih tertarik, karena selama ini siswa pasti menginginkan sesuatu yang baru sehingga siswa akan lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
Semua guru yang diwawancarai menyebutkan bahwa perlu jika materi plantae diajarkan menggunakan media scrapbook karena untuk menambah variasi dalam pelajaran agar siswa tidak bosan, variasi media juga diperlukan agar anak-anak lebih menjelajahi pengetahuan lain yang disampaikan. Selain itu, jumlah tanaman di sekolah terbatas jika hanya mengandalkan observasi secara langsung maka pembelajaran menjadi kurang efektif.
Berdasarkan analisis kebutuhan di lima sekolah, peneliti menarik kesimpulan bahwa pemahaman guru tentang media pembelajaran sudah cukup baik. Guru menyadari pentingnya media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran keberadaan media gambar sangat diperlukan untuk membantu siswa dalam memahami materi khususnya apabila objek tidak dapat diamati secara langsung dan memudahkan siswa untuk membangun konsep yang sama dan benar dalam pikirannya. Guru masih memilki beberapa kendala terkait media pembelajaran seperti, masih kesulitan dalam membuat media yang menarik dan menantang rasa ingin tahu siswa dan keterbatasan waktu dalam membuat media pembelajaran.
Terkait media pembelajaran scrapbook guru tertarik untuk mencoba dan mengembangkan terutama pada materi yang sifatnya kompleks sehingga dengan adanya media scrapbook diharapkan dapat menambah variasi dalam pembelajaran, meningkatkan pemahanan dan membuat siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam pembelajaran.