METODE PENELITIAN
3.7 Analisis Instrumen Penelitian .1 Analisis Data Awal .1 Analisis Data Awal
3.7.2 Analisis Data Akhir
3.7.2.2 Analisis tes kemampuan pemecahan masalah .1 Uji Normalitas .1 Uji Normalitas
3.7.2.2 Analisis tes kemampuan pemecahan masalah 3.7.2.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data nilai tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika dan yang menggunakan pembelajaran model konvensional berdistribusi normal atau tidak.
Hipotesis yang diujikan adalah: : data berdistribusi normal : data tidak berdistribusi normal.
Langkah-langkah uji normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai berikut.
a. Tetapkan fungsi kumulatif teoritisnya, yakni distribusi kumulatif yang diharapkan dibawah Ho.
b. Aturlah skor-skor yang diobservasi dalam suatu distribusi kumulatif dengan memasangkan setiap interval SN(X) dengan interval Fo(X) yang sebanding.
c. Untuk tiap-tiap jenjang pada distribusi kumulatif, kurangilah Fo(X) dengan SN(X)
d. Dengan memakai rumus carilah D.
e. Lihatlah tabel E untuk menemukan kemungkinan (2 sisi) yang dikaitkan dengan munculnya harga-harga sebesar harga D observasi di bawah Ho. Jika p sama atau kurang dari , tolaklah Ho (Siegel.1994:62).
Rumus :
Dhitung = maks │ F0(X) – SN(X)│ Keterangan :
F0(X) = distribusi frekuensi kumulatif teoritis
SN(X)= distribusi frekuensi kumulatif skor observasi
Kriteria pengujian adalah terima Ho jika nilai sig tes kolmogorov-smirnov pada tabel test of normality > 5%.
3.7.2.2.2 Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui data hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik mempunyai varians yang sama (homogen) atau tidak. Hipotesis yang diujikan adalah sebagai berikut.
(tidak ada perbedaan varians antara kedua kelas)
(terdapat perbedaan varians antara kedua kelas) dengan,
: varians kelas eksperimen, dan : varians kelas kontrol,
Untuk menguji homogenitas kedua kelompok digunakan rumus berikut:
Terkecil Varian Terbesar Varian hitung F
Dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Kriteria pengujian adalah diterima apabila � � � dimana � � � didapat dari tabel distribusi F dengan peluang untuk taraf signifikan dan
3.7.2.2.3 Uji Hipotesis
Uji ini dilakukan untuk mengetahui model PBL berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang pada sub materi persegi panjang dan persegi efektif. Dalam penelitian ini, pembelajaran mencapai ketuntasan belajar jika hasil tes mencapai KKM yaitu 72 secara individual dan persentase ketuntasan klaksikal peserta didik sekurang-kurangnya 75% yang mencapai ketuntasan individual di dalam kelas.
(1) Uji Ketuntasan Individual (Uji Rata-rata Satu Pihak)
Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang pada sub materi persegi panjang dan persegi menggunakan model PBL berbasis etnomatematika mencapai KKM secara individual. Hipotesisnya adalah sebagai berikut:
(Rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika kurang dari atau sama dengan KKM secara individual)
(Rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika lebih dari KKM secara individual)
Pengujian dilakukan dengan menggunakan statistik uji pihak kanan yang rumusnya adalah sebagai berikut:
̅
√
Keterangan:
: Nilai yang dihitung
̅ : Rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik : Nilai KKM secara individual yaitu
: Simpangan baku
: Banyaknya anggota sampel
Kriteria pengujiannya adalah ditolak jika � dengan
dapat diperoleh dari tabel distribusi t.
(2) Uji Ketuntasan Klaksikal (Uji Proporsi satu pihak)
Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui bahwa proporsi ketuntasan hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika mencapai ketuntasan klaksikal yaitu dari keseluruhan peserta didik yang mencapai nilai ≥ .
Hipotesis yang diuji sebagai berikut.
(Persentase ketuntasan hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika yang mendapat nilai ≥ 72 kurang dari atau mencapai 75%).
(Persentase ketuntasan hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika yang mendapat nilai ≥ 72 mencapai lebih dari 75%).
Pengujiannya menggunakan statistik � dengan rumus berikut.
�
√
Keterangan:
� : nilai � yang dihitung, selanjutnya disebut �
: banyaknya peserta didik yang tuntas secara individual pada kelas eksperimen
: jumlah peserta didik di kelas eksperimen
: suatu nilai yang merupakan anggapan atau asumsi tentang nilai proporsi populasi
Dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Kriteria pengujian yang berlaku adalah tolak jika � � � dimana � � diperoleh dari distribusi normal baku dengan peluang dan taraf signifikan 5%.
(3) Uji Perbedaan Rata-rata
Uji ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah peserta didik
kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model konvensional. Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut.
(kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika tidak lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model konvensional).
(kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan pembelajaran model konvensional).
Kriteria pengujian adalah dengan melihat nilai sig pada t deretan equal variances assumed tabel output uji independent samples test , apabila nilai sig > 5% maka Ho diterima.
98
BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai keefektifan model PBL berbasis etnomatematika pada sub materi persegi panjang dan persegi terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII semester 2 SMP Kesatrian 2 Semarang, maka dapat diambil simpulan bahwa:
(1) Pembelajaran model PBL berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik adalah efektif karena memenuhi:
a. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP kelas VII pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika mencapai ketuntasan individual.
b. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP kelas VII pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan model PBL berbasis etnomatematika mencapai ketuntasan klaksikal.
c. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP kelas VII pada sub materi persegi panjang dan persegi dengan menggunakan model PBL berbasis etnomatematika lebih baik dari kelas yang menggunakan pembelajaran model konvensional.
(2) Berdasarkan hasil analisis pengamatan keterampilan proses peserta didik diperoleh rata-rata skor keterampilan proses peserta didik kelas dengan model
PBL berbasis etnomatematika pada sub materi persegi panjang dan persegi adalah 73,89 dengan skor keterampilan proses terendah sebesar 61,15 dan tertinggi sebesar 87,31.
5.2 Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam bidang pendidikan terutama mata pelajaran matematika. Berdasarkan simpulan di atas, saran yang dapat disumbangkan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.
(1) Ketika menerapkan model PBL berbasis etnomatematika, pemilihan soal-soal pemecahan masalah kontekstual bernuansa budaya lokal perlu diperhatikan. (2) Persiapan perangkat pembelajaran, pengelolaan waktu, dan pengelolaan kelas
harus diperhatikan pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan model PBL berbasis etnomatematika.
(3) Penerapan model PBL berbasis etnomatematika sebaiknya disesuaikan terlebih dahulu dengan materi yang akan diajarkan, supaya mudah untuk mengaitkan soal pemecahan masalah dengan budaya lokal setempat.