DAN KOMPETENSI PRODUKSI KALIMAT BAHASA INGGRIS (The Relationship between Syntactic Structure Comprehension Competence and English
7.3.2 Analisis Kertas Kerja Kompetensi Production
Ringbom (http://www.jyu.fi/hum/laitokset/solki/afinla/julkaisut/arkisto/48/ringbom)
me-ngatakan bahwa dalam menghasilkan bahasa kedua (L2- production) pembelajar akan menggunakan prosedur bahasa pertama (L1) untuk mengisi kesenjangan-kesenjangan dalam kompetensi bahasa kedua (L2), tidak hanya dengan pengaruh kesamaan lintas bahasa secara langsung (overt cross-linguistic influence) melainkan juga secara tersamar (covert cross-linguistic influence). Cara yang kedua menurut Ringbom selalu memiliki akibat yang negatif karena menimbulkan errors, omissions dan avoidance. Penghilangan artikel “a” yang digunakan bersama dengan nomina dalam bahasa Inggris oleh pembelajar pemula berbahasa Indonesia dikarenakan mereka kekurangan kerangka acuan yang tepat untuk fungsi gramatikal dalam L1.
Covert cross-linguistic influence dengan demikian bergantung pada ketidak mampuan
pembelajar mendapatkan kesamaan lintas bahasa. Pembelajar akan menggunakan prosedur-prosedur L1 dalam production karena dia tidak memiliki kerangka acuan lintas bahasa yang fungsional, dan tidak juga memiliki prosedur L2. Ini terjadi pada kasus yang ekstrim dari satu responden yang tidak mampu membuat kalimat bahkan yang sederhana sekalipun, seperti “he is mendorong meja”.
Di bawah ini dianalisis beberapa kesenjangan yang dimiliki responden berdasarkan kertas kerja tes production yang mereka hasilkan.
a) Word Choice
Meski gambar yang digunakan telah ditandai dengan petunjuk verba, argumen agent, argumen tema, dan atau argumen tujuan, beberapa responden kesulitan memunculkan (retrieved) verba yang diinginkan sesuai gambar. Sebagai contoh, responden memilih verba shop (verba intransitif) bukan buy (verba transitif) untuk menggambarkan seorang wanita yang sedang membeli buah-buahan di pasar (The woman is shopping
vegetables*); dan menggunakan verba capture (bermakna menangkap orang atau
binatang yang mencoba menghindar/melarikan diri) ketimbang catch (bermakna meraih dan memegang sesuatu yang dilemparkan, dilontarkan atau dijatuhkan) untuk menggambarkan seorang laki-laki yang sedang menangkap bola (The man is
capturing the ball*). Demikian pula pada kalimat yang alih-alih menggunakan verba talk, malah menggunakan verba chat (The old lady is chatting to a woman*). Dan
masih ada beberapa yang lain, misalnya verba lift untuk verba bring, take untuk put,
receive untuk give, hear untuk listen. b) Omission of Article
Artikel dalam bahasa Inggris hanya dua (a/an dan the), namun beberapa responden tampaknya lupa atau tidak konsisten menggunakan artikel “a” bersama dengan nomina tunggal. Beberapa nomina digunakan bersama dengan artikel “a” tapi
beberapa yang lain tanpa artikel dalam kertas kerja responden yang sama. Ketiadaan artikel “a” itu terjadi 25 kali dan dilakukan oleh 20 responden. Penggunaan artikel “the” lebih kerap dibandingkan dengan artikel “a” dan itu menjadi penengah atau pilihan penyelamat dari keraguan menggunakan “a”. Di sisi lain, ada penggunaan artikel “a” yang tidak pada tempatnya, seperti: a vegetables, a money, a music, a
flowers, a fruits.
c) Inappropriate Preposition
Sebagian responden tidak memahami penggunaan preposisi (kata depan) yang umum digunakan, misalnya on the market* yang seharusnya at the market, on the swimming
pool* seharusnya in the swimming pool, on/at the bag* seharusnya into the bag, in the bench*, in the chair*, in the wall*, on the party*, in the dance floor*, on the park*, swimming inside the pool* dan beberapa yang lain. Pada kalimat optional two-place argument structure yang lain, beberapa responden tidak menyertakan preposisi,
seperti: jumping the stone wall* dan listening music*.
d) Inappropriate Auxiliary
Kesalahan dalam penggunaan auxiliary terjadi pada agreement in number, misalnya dalam kalimat The girls is dancing*, penghilangan auxiliary seperti The woman
buying*, dan ketidakpadanan seperti The man is jumps*. Jumlah kesalahan ini relatif
kecil, namun kesalahan dalam tense banyak terjadi. Sesuai petunjuk, semua kalimat harus dinyatakan dalam present progressive tense, namun 12 responden mencampur-adukkannya dengan past progressive tense bahkan dengan present simple.
e) Incomplete Sentence
Dalam tes production ada tiga gambar yang mensyaratkan penyusunan kalimat dalam struktur obligatory three-place untuk verba put dan give namun beberapa responden tidak melengkapi kalimat mereka dengan argument tujuan. Ketidaklengkapan lebih kerap terjadi pada verba put dibandingkan dengan verba give (12:5). Hal yang sama terjadi pada kalimat optional two-place misalnya, The old lady is talking… (tanpa
to/with a woman). Demikian pula pada kalimat obligatory one-place dengan adjunct,
misalnya the baby is swimming….. (tanpa in the swimming pool).
Di bawah ini ditampilkan tabel sejumlah kalimat yang benar yang dihasilkan oleh responden :
Tabel 10. Proporsi Production Kalimat Struktur Argumen yang Benar dari 33
Responden
Struktur Argumen Jumlah Rata-rata Obligatory one-place
Obligatory two-place Obligatory three-place Optional two-place Optional three-place
Obligatory one-place with adjunct Obligatory two-place with adjunct Phrasal (verb-particle) 23 75 17 43 25 36 14 3 0,69 2,27 0,51 1,30 0,75 1,09 0,42 0,09
Dalam tabel 10 jelas terlihat kalimat dengan obligatory two-place lebih banyak dihasilkan oleh responden. Ini menjadi semacam pandangan yang umum berlaku
bahwa kalimat yang berstruktur SVO (NP-V-NP) dan verba transitif dalam struktur tersebut lebih awal dan mudah dikuasai pembelajar dibandingkan dengan struktur sintaktik yang lainnya. Tidak mengherankan beberapa verba intransitif menjadi sulit dikenali dan mereka menganggapnya sebagai verba transitif (verba listen disamakan dengan verba hear).
Bisa disimpulkan di sini bahwa 55% faktor eksternal yang memengaruhi ketidakmampuan responden menghasilkan kalimat di antaranya adalah keterbatasan penguasaan perbendaharaan kata dan faktor keterbatasan pengetahuan
syntactic-semantic structures. Syntactic-syntactic-semantic structures di antaranya meliputi ketidak
pahaman tentang penggunaan artikel yang sering digunakan bersama dengan nomina dalam bahasa Inggris yang di dalam bahasa Indonesia justru hampir tidak digunakan, kurangnya pengetahuan tentang preposisi dan penggunaannya secara tepat dan kurangnya pengetahuan tentang tenses dan struktur kalimat yang utuh atau kalimat yang lengkap dan berterima secara gramatikal.
8. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian di atas, dapat disimpulkan di sini bahwa mahasiswa semester I angkatan tahun 2012 memahami struktur gramatikal kalimat sederhana bahasa Inggris (kompetensi comprehension) rata-rata sebesar 65,64 (65,64%) berbanding total 100 yang diharapkan dari skor jawaban tes comprehension dengan variasi distribusi skor di antara mereka sebesar 8,79. Gambaran ini jauh berbeda dengan skor rata-rata kompetensi production mereka yang hanya 28,36 berbanding 100. Ini artinya kemampuan sentence production mereka cuma 28,36% dari skor 100 yang diharapkan dari tes production, dengan simpangan baku (Standard
Deviation) production sebesar 17,37 yang berarti bahwa perbedaaan kemampuan
membuat kalimat bahasa Inggris di antara mahasiswa relatif besar. Hanya ada 5 mahasiswa yang mampu membuat kalimat dengan skor di atas 50. Sebagian besar mahasiswa (28 dari total 33 orang) tidak memiliki kemampuan menghasilkan kalimat seperti yang diinginkan. Kesenjangan (gap) antara tingkat comprehension dan tingkat
production juga relatif besar, yaitu 65,64 – 28,36 = 37,28 atau 37,28% artinya,
kompetensi production rata-rata mahasiswa 37,28% berada di bawah kompetensi
comprehension mereka.
Dari hasil penelitian ini pula diketahui bahwa terdapat hubungan antara
comprehension dan production dengan tingkat korelasi sebesar 0,671. Ini berarti
bahwa hubungan antara variabel comprehension dan production kuat dan searah karena hasilnya positif. Searah artinya jika tingkat comprehension tinggi maka
production juga tinggi. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena angka
signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Kemudian dari hasil perhitungan di atas pula didapat angka F penelitian sebesar 25,45 > F tabel sebesar 4,17 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara comprehension dengan production sehingga
comprehension memengaruhi production sebesar 45%. Besarnya pengaruh variabel comprehension terhadap variabel production dilakukan dengan cara menghitung
koefisien determinasi. Koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan, yaitu 0,671 dikalikan dengan 100%. Jadi
koefisien determinasinya adalah 0,6712 = 0,45 x 100% menjadi 45%. Dengan
demikian, pengaruh comprehension terhadap production hanya sebesar 45%, sedangkan sisanya sebesar 55% ditentukan oleh faktor di luar variabel comprehension.
Sebagian faktor di luar variabel comprehension yang bisa ditunjukkan di sini dilakukan berdasarkan analisis production responden, yaitu keterbatasan penguasaan perbendaharaan kata dan keterbatasan pengetahuan syntactic-semantic structures sistem bahasa Inggris.
DAFTAR PUSTAKA
Brown, H. Douglas. 2000. Principles of Language Learning and Teaching, Fourth Edition. Addison Wesley Longman, Inc. Pearson Education, 10 Bank Street, White Plains, NY 10606
Caplan, David. Verbal Working Memory and Sentence Comprehension. http://cogprints.org/623/1/bbs_caplan.html (4 Mei 2012, 07:22 P.M)
Crystal, David. 1995. The Cambridge Encyclopedia of the English Language, Cambridge University Press, United Kingdom
Garnham, Alan. 1992. Psycholinguistics, Central Topics. Routledge, Chapman and Hall,
Inc. 29 West 35th Street, New York, NY 10001
Gasser, Michael, Relating Comprehension and Production in the Acquisition of
Morphology. ftp://ftp.cs.indiana.edu/pub/gasser/gala.pdf (4 Mei 2012, 11:30 A.M)
Greenbaum, Sidney. 1996. English Grammar. Oxford University Press Inc., New York
Hendriks, Petra dan Spenader, Jennifer. 2005. When Production Precedes Comprehension: an Optimization Approach to the Acquisition of Pronouns. Language Acquisition. http://roa.rutgers.edu/files/803-0106/803-HENDRIKS-0-0.PDF (5 Mei 2012, 12:48 P.M)
Keenan, Janice M., dan MacWhinney,Brian. 1987. Understanding the Relationship between Comprehension and Production. Dalam Psycholinguistic Models of Production, eds. Hans W. Dechert dan Manfred Raupach, 149-155. Norwood, NJ: Ablex Publishing Co.
Kim, Mikyong dan Thompson, Cynthia K. 2000. Patterns of Comprehension and
Production of Nouns and Verbs in Agrammatism: Implication for Lexical Organization. Department of Communication Sciences and Disorder, 2299 N.
Campus Drive, Northwestern University, Evanstone, IL 60208-3540.Piaget, Jean. 1972. The Principles of Genetic Epistemology. New York: Basic Books
Koster, Charlotte; Hoeks, John & Hendriks, Petra. Comprehension and Production of
Subject Pronouns: Evidence for the Asymmetry of Grammar.
www.let.rug.nl/~hoeks/topicshift09.pdf . (4 Mei 2012, 11:24 A.M.)
Ringbom, Hakan. On Relation between Second Language Comprehension and Production. https://www.jyu.fi/hum/laitokset/solki/afinla/julkaisut/arkisto/48/ringbom
Sarwono, Jonathan. 2006. Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Sugiyono, Prof.Dr. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung.
Tasseva-Kurkchieva, Mila. 2008. What about Grammar? Comprehension and Production at the Initial Stage of L2 Acquisition. Proceedings of the 9th Generative Approaches to Second Language Acquisition Conference (GASLA 2007), ed. Roumyana Slabakova et al., 242-250. Somerville, MA: Cascadilla Proceedings Project.
Thompson, Cynthia K. Lewis P. Shapiro, Ligang Li & Lee Schendel, Analysis of Verbs and Verb-Argument Structure: A Method for Quantification of Aphasic Language Production, Clinical Aphasiology, Vol. 23, 1995, pp. 121-140
Shapiro, L.P., Nagel, H.N., & Levine, B.A. 1993. Preferences for a verb’s complements and their use in sentence processing. Journal of Learning and Memory, 32, 96-114
Shapiro, L.P., Zurif, E.B., & Grimshaw, J. 1987. Sentence processing and the mental representation of verbs. Cognition, 27, 219-246
Newcastle University Aphasia Therapy Resources. Sentence Production via Queing of Arguments. Speech and Language Sciences, Newcastle University.
Lampiran 1. Instrumen tes Comprehension
NO S E N T E N C E S TRUE FALSE
1 The boy is swimming the girl.
2 The man is talking to the woman.
3 The woman is giving the money to the girl.
4 The boy is standing.
5 The girl is cutting.
6 The dog is sitting.
7 The woman is making the cake in the kitchen.
8 The woman is giving the book.
9 The woman is listening music.
10 The boy is pushing the desk.
11 The woman is sleeping her baby.
12 The man is putting the book on the desk at night.
13 The boy is pushing .
14 The man is swimming.
15 The girl is cutting the rope for the party.
16 The boy is sending the letter to the man.
17 The man is putting the book at night.
18 The man is looking the woman.
19 The dog is sitting the chair.
20 The girls is picking flowers.
21 The man is putting the book.
22 The girl is dancing in the field.
23 The girl is hitting on the wall.
24 The man is carrying the boy a box.
25 The woman is giving the present in the morning.
26 The boy is catching her the ball.
27 The man is talking.
28 The lady is sitting on her chair.
29 The man is putting on the table.
30 The man is bringing the box to the car.
31 The boy is pulling the girl the cart.
32 The girl is cutting the rope.
33 The woman is giving the money to the girl in the car.
34 The girl is pushing the boy the cart.
35 The man is talking the money.
36 The woman is making the cake.
37 The boy is pushing to the house.
38 The man is putting the book on the desk.
39 The woman is buying in the market.
40 The boy is standing against the wall.
41 The girl is picking.
42 The girl is dancing.
43 The man is pulling the cart into the house.
44 The girl is sending to the school.
46 The man is pulling.
47 The woman is listening.
48 The girl is swimming toward the woman.
49 The man is jumping the fence.
Lampiran 3. Personalia Tenaga Peneliti Personalia Penelitian
a. Ketua Peneliti
1) Nama Lengkap dan Gelar : Dra. Kurnia Idawati, M.Si
2) Pangkat dan Jabatan : III/c - Lektor
3) Jabatan Fungsional/Struktural : Dosen Tetap Universitas Darma Persada
4) Fakultas/Program Studi : Sastra/Sastra Inggris
5) Bidang Keahlian : Language Skills and Applied Linguitics
6) Tempat Penelitian/Alamat : Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas
Darma Persada
7) Waktu yang disediakan untuk penelitian ini (dalam jam/minggu): 5 (lima) jam/minggu
b. Anggota Peneliti
1) Nama Lengkap dan Gelar : Dra. Widiastuti, MM.
2) Pangkat dan Jabatan : III/c - Lektor
3) Jabatan Fungsional/Struktural : Dosen Tetap Universitas Darma Persada
4) Fakultas/Program Studi : Sastra
5) Bidang Keahlian : Statistik
6) Tempat Penelitian/Alamat : Fakultas Sastra Universitas Darma Persada
7) Waktu yang disediakan untuk penelitian ini (dalam jam/minggu): 5 (lima) jam/minggu