HASIL DAN PEMBAHASAN
2) Analisis Kesuburan Lahan
Untuk mengetahui keadaan sifat fisik dan kimia tanah di UPT Rantau Pandan SP 2, telah diambil beberapa contoh tanah pada masing-masing SPL untuk dianalisis di laboratorium. Sifat fisik tanah yang dianalisis meliputi bobot isi, porositas, kadar air, pori drainase, air tersedia, permeabilitas dan tekstur tanah. Penjelasan terhadap sifat fisik tanah ini telah diuraikan pada pembahasan kesuburan lahan untuk UPT Rantau Pandan SP 1, yang berlaku untuk seluruh UPT di UPT Rantau Pandan. Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi pH H2O, pH KCl, C-Organik, N-total, Posfor, kandungan basa-basa dapat ditukar, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, dan kandungan unsur-unsur mikro dalam tanah. Hasil analisis sifat kimia tanah lapisan permukaan (0 – 20 cm) dan lapisan bawah permukaan (20-40 cm), serta status kesuburannya berdasarkan Kriteria penilaian sifat kimia tanah oleh Pusat Penelitian Tanah (1983) disajikan pada Tabel 5.13.
Tabel 27. Sifat kimia dan status kesuburan tanah UPT Rantau Pandan SP 2
Posfor Basa-basa (me/100g) SPL pH H2O C-Org (%) N-Tot Bray-I HCl Ca Mg K Na KTK KB (%) 1 4.48 SM 1.29 R 0.10 R 3.9 SR 31.2 ST 1.89 SR 8.54 ST 0.21 R 0.42 S 9.88 R 111.94 ST 4.50 M 1.79 R 0.15 R 9.7 SR 55 T 0.40 SR 0.20 SR 0.12 R 0.08 SR 8.07 R 9.91 SR 2 4.33 SM 1.89 R 0.18 R 3.9 SR 55.8 T 0.52 SR 0.28 SR 0.12 R 0.10 R 10.32 R 9.88 SR 4.42 SM 1.47 R 0.13 R 3.1 SR 35.3 S 0.38 SR 0.18 SR 0.10 R 0.08 SR 8.63 R 8.57 SR 3 5.04 M 2.40 S 0.16 R 6.2 SR 119.8 ST 2.24 SR 0.88 R 0.46 S 0.10 R 14.26 R 25.81 R 4.75 M 3.77 T 0.18 R 9.2 SR 147 ST 4.47 R 2.32 T 0.33 S 0.52 S 17.89 S 42.71 T 4 4.93 M 0.60 SR 0.06 SR 4.4 SR 108.4 ST 0.69 SR 0.18 SR 0.05 SR 0.05 R 13.14 R 7.38 SR 4.88 M 0.40 SR 0.04 SR 8.2 SR 147.8 ST 0.60 SR 4.18 T 0.21 R 0.48 S 15.99 S 34.21 R 5 4.46 SM 2.53 S 0.20 R 10.8 R 50.1 T 0.95 SR 0.42 SR 0.20 R 0.15 R 9.76 R 17.62 SR 4.45 SM 2.10 S 0.19 R 7.2 SR 63.2 ST 0.55 SR 0.26 SR 0.12 R 0.08 SR 8.45 R 11.95 SR 4.28 SM 0.76 SR 0.06 SR 3.8 SR 46.8 T 0.87 SR 0.20 SR 0.10 R 0.08 SR 8.82 R 14.17 SR 4.81 M 0.46 SR 0.05 SR 3.8 SR 40.2 S 0.60 SR 0.22 SR 0.08 SR 0.08 SR 8.63 R 11.36 SR 6 4.81 M 0.56 SR 0.06 SR 4.6 SR 81.3 ST 2.15 R 0.62 R 0.39 S 0.68 S 9.90 R 38.79 S 4.90 M 0.44 SR 0.04 SR 4.3 SR 78.8 ST 0.27 SR 0.32 SR 0.15 R 0.10 R 11.45 R 7.34 SR 7 4.93 M 1.39 R 0.11 R 3.1 SR 49.3 T 0.60 SR 0.35 SR 0.23 R 0.39 R 10.66 R 14.73 SR 4.49 SM 1.10 R 0.10 R 4.8 SR 46.8 T 0.70 SR 0.20 SR 0.10 R 0.05 SR 9.01 R 11.65 SR
Ket. M = Masam; SR = Sangat Rendah; R = Rendah; S = Sedang; T = Tinggi; ST = Sangat Tinggi
Dari tabel tersebut terlihat bahwa reaksi tanah di UPT Rantau Pandan SP 2 berkisar antara sangat masam sampai masam, dengan nilai pH tanah berkisar antara 4.28 – 5.04. Nilai pH tanah menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman. Pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh tanaman pada pH tanah di sekitar netral, karena pada pH tersebut, kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air.
Kandungan C-organik tanah di lokasi ini sangat bervariasi dari sangat rendah sampai tinggi, dengan nilai 0.40 – 3.77%. Kandungan N-Total berkisar antara sangat rendah sampai rendah, dengan nilai 0.04 – 0.18%. Penambahan bahan organik ke dalam tanah dapat meningkatkan kandungan C-organik dan N- Total dalam tanah. Kandungan P tersedia di lokasi ini hampir seluruhnya berada pada kriteria sangat rendah, dengan kisaran nilai 3.1 – 9.7 ppm, kecuali pada sampel tanah lapisan permukaan dari SPL 5, yang berada pada kriteria rendah
dengan nilai 10.8 ppm. Kandungan basa-basa dapat ditukar sangat bervariasi dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Kandungan Ca tanah secara keseluruhan berada pada kriteria sangat rendah, sementara kandungan Mg tanah berada pada kriteria sangat rendah sampai tinggi. Kandungan K dan Na tanah di lokasi ini bervariasi dari sangat rendah sampai sedang.
Secara keseluruhan, nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah di lokasi ini berada pada kriteria rendah, dengan rata-rata nilai KTK 10,93 me/100 g. Sedangkan nilai Kejenuhan Basa (KB) sangat bervariasi, yaitu berkisar antara 7.34 – 111.94% dan berada pada kriteria sangat rendah sampai sangat tinggi. Nilai KTK dan KB ini sering dipergunakan sebagai indikator tingkat kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan KB yang tinggi menunjukkan bahwa tanah tersebut belum banyak mengalami pencucian dan merupakan tanah yang subur.
3) Analisis Aspek Topografi
Peta Kontur UPT Rantau Pandan SP 2 dari hasil pengukuran RTSP, disajikan pada Gambar 27 (A). Dari peta kontur ini kami menurunkan menjadi peta kelas lereng secara otomatis mengunakan SIG, yang hasilnya disajikan pada Gambar 27 (B). Pada Tabel 28 disajikan besaran kelas lereng, yang dihitung dari analisis otomatis SIG tersebut.
A B
Gambar 27. A: Peta Topografi UPT Rantau Pandan SP 2 (Didigitasi dari peta Topografi RTSP 2002); B: Peta Kelas Lereng UPT Rantau Pandan SP 2 (Diturunkan dari Peta Topografi RTSP)
Tabel 28. Kelas Lereng UPT Rantau Pandan SP 2 Berdasarkan Analisis Otomatis GIS
Luasan
No. Kelas Lereng
Ha % 1. 0 – 3 % 382.609 75.30 2. 3 – 8 % 109.066 21.46 3. 8 – 15 % 15.952 3.14 4. 15 – 25 % 0.489 0.10 5. 25 – 40 % - - 6. >40% - - Jumlah 508.116 100.00
Gambaran bentuk wilayah secara umum, yang dihasilkan dari Peta Bentuk Wilayah RTSP tahun 2002, disajikan pada Gambar 28. Sedangkan hasil pengkelasan bentuk wilayah dari peta ini, yang dilaksanakan oleh konsultan RTSP, disajikan pada Tabel 29.
Gambar 28. Peta Bentuk Wilayah UPT Rantau Pandan SP 2 (Didigitasi dari Peta Fisiografi RTSP 2002)
Dari Tabel 5.15 terlihat, bahwa daerah dengan bentuk wilayah berbukit (lereng 26 – 40%) merupakan wilayah terluas, yaitu meliputi 32,71% wilayah. Jika dihitung dari kelas bergelombang sampai ke yang paling terjal, maka lebih dari 90 % wilayah di UPT Rantau Pandan SP 2 merupakan wilayah curam. Wilayah berombak, hanya menempati areal seluas 8,43%, sementara areal datar, dapat dikatakan tidak dijumpai di UPT Rantau Pandan SP 2.
Tabel 29. Kelas Lereng UPT Rantau Pandan SP 2 Berdasar RTSP
Luas
Simbol Kelas Lereng Bentuk Wilayah
Ha % A 0-3% Datar - - B 4 - 8 % Berombak 92,70 8,43 C 9 - 15 % Bergelombang 283,20 25,69 D 16 - 25 % Agak berbukit 356,6 33,17 E 26 - 40 % Berbukit 360.50 32,71 F > 40 % Bergunung - - JUMLAH 1.102,00 100,00 4) Penggunaan Lahan
Di UPT Rantau Pandan SP 2, pemanfaatan lahan pekarangan lebih bervariasi, dengan jumlah yang lebih banyak bila dibandingkan dengan lokasi lain. Berbagai jenis tanaman pangan diusahakan oleh warga sepanjang tahun, tanpa mengenal musim. Jenis tanaman yang banyak diusahakan warga di SP 2 ini adalah cabai, pepaya, pisang, ubi kayu, tanaman hortikultura dan tebu. Beberapa warga yang rajin, malahan mengusahakan berbagai tanaman perkebunan seperti kelapa, kelapa sawit, coklat, vanili dan kemiri. Sebagian besar warga sudah memanfaatkan lahan secara optimal. Warga yang belum mengusahakan lahan pekarangan adalah warga yang lahannya memang belum siap olah ketika diterima. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada sebanyak 80 kavling (20 Ha), yang masih banyak terdapat simpukan-simpukan dan belum cincang di lahannya. Kondisi ini yang menyebabkan mereka tidak bisa mengelola lahannya.
Di lokasi ini, ada warga yang berhasil menjadi transmigran teladan tingkat Propinsi, sehingga secara psikologis, mampu mendorong semangat warga untuk terus berusaha meningkatkan kehidupannya. Namun demikian, kondisi topografi lahan yang bergelombang dan berbukit menyulitkan usaha warga untuk bercocok tanam. Kondisi yang sampai saat ini belum diperhatikan oleh warga adalah usaha konservasi untuk tetap mempertahankan kelestarian fungsi lahan.
Di UPT Rantau Pandan SP 2, sebagian besar LU 1 juga masih berupa semak belukar dan hutan sekunder. Bahkan ada LU 1 seluas 12 Ha (untuk 17 KK), yang saat ini masih berupa hutan, pelaksanaan TTP (Tebas, Tebang, Potong) belum tuntas dilaksanakan. Disamping itu, sebagian besar Lahan Usaha I ini memiliki topografi yang sangat curam, sehingga menyulitkan pengusahaan.
Seperti halnya di lokasi SP 1, ada beberapa warga yang telah mengusahakan tanaman kelapa sawit dan pisang secara setempat-setempat diantara semak belukar. Bila dilihat secara keseluruhan, kesan semak belukar dan gundul merupakan pemandangan yang mendominasi lahan usaha di lokasi ini.
5) Analisis Tingkat Erosi
Berdasarkan asumsi-asumsi yang dibangun sebagaimana telah disampaikan dan perhitungan-perhitungan yang dilakukan, peta spasial besaran erosi di UPT Rantau Pandan SP 2 disajikan pada Gambar 29. Besarnya erosi di UPT Rantau Pandan SP 2 sendiri, disajikan pada Tabel 5.16.
Tabel 30. Kisaran besarnya erosi maksimal di UPT Rantau Pandan SP 2, berdasarkan penggunaan lahan
No. Penggunaan Kelas
Lereng Kisaran Erosi (Ton/Ha/Thn) Keterangan <3% 9.208 – 12.430 Rendah: SPL 1,2; T : SPL 4 3–8% 23.019 – 31.076 Rendah: SPL 1, 2; T : SPL 4 1. Lahan Pekarangan (LP) >8–15% 110.492 SPL 2 <3% 9.202 – 17.746 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 3–8% 23.005 – 44.366 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 >8–15% 110.423 – 212.958 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 >15–25% 391.080 – 642.488 Rendah: SPL 5; T : SPL 3,7 >25–40% 874.178 – 1436.150 Rendah: SPL 5; T : SPL 3 2. Lahan Usaha I (LU I) >40% 1577.464 SPL 2 <3% 0.018 – 0.035 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 3–8% 0.045 – 0.086 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 >8–15% 0.215 – 0.415 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 >15–25% 0.762 – 1.470 Rendah: SPL 5; T : SPL 4 >25–40% 1.703 – 3.285 Rendah:SPL 5; T : SPL 4 3. Penggunaan Lain >40% 3.535 SPL 3
Gambaran tersebut merupakan besaran erosi yang digambarkan secara spasial dan sangat detil untuk tingkat UPT Rantau Pandan SP 2. Melalui peta tersebut, dapat diketahui besarnya erosi misalnya pada lahan pekarangan, dengan kemiringan lereng tertentu, dan dengan penggunaan tertentu.
Gambar 29. Peta Besaran Erosi UPT Rantau Pandan SP 2
6) Analisis Tingkat Kesesuaian Lahan untuk Penggunaan Lestari
Pada uraian terdahulu, telah diuraikan bahwa analisis tingkat kesesuaian lahan dilakukan berdasarkan kesesuaiannya atau kemampuannya untuk tujuan penggunaan tertentu. Analisis tingkat kesesuaian lahan ini dilakukan dengan menggunakan satuan peta tanah (SPT), atau sering juga disebut satuan peta lahan (SPL) dari hasil survei tanah sebagai satuan evaluasi dan sebagai dasar untuk menentukan batas-batas penyebarannya.
Berdasarkan data sekunder yang diperoleh, diketahui bahwa pada masing-masing SPL di UPT Rantau Pandan SP 2 terdapat beberapa pembagian penggunaan lahan seperti Lahan Cadangan, Lahan Pekarangan dan Lahan
Usaha. Selengkapnya keterangan mengenai pembagian penggunaan lahan pada masing-masing SPL di UPT Rantau Pandan SP 2 disajikan pada Tabel 31.
Tabel 31. Pembagian Penggunaan Lahan pada Masing-masing SPL
SPL KETERANGAN