HASIL DAN PEMBAHASAN
2) Tingkat Kesuburan Lahan
Hasil analisis sifat kimia tanah lapisan permukaan (0 – 20 cm) dan lapisan bawah permukaan (20-40 cm), serta status kesuburannya berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah oleh Pusat Penelitian Tanah (1983) disajikan pada Tabel 21.
Dari tabel tersebut terlihat bahwa reaksi tanah di UPT Rantau Pandan SP 1 berkisar antara masam sampai sedang, dengan nilai pH tanah berkisar antara
4.63 – 5.15. Di Indonesia, tanah-tanah umumnya bereaksi masam dengan nilai pH 4.0 – 5.5, sehingga tanah dengan pH 6.0 – 6.5 sering telah dikatakan cukup netral meskipun sebenarnya masih agak masam. Nilai pH tanah menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman. Pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh tanaman pada pH tanah di sekitar netral, karena pada pH tersebut, kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air. Tanah yang terlalu masam dapat dinaikkan pH-nya dengan menambahkan kapur ke dalam tanah. pH tanah perlu dinaikkan agar unsur-unsur hara seperti P mudah diserap tanaman dan keracunan Al dapat dihindarkan.
Tabel 21. Sifat kimia dan status kesuburan tanah di UPT Rantau Pandan SP 1
Posfor Basa-basa (me/100g) SPL pH H2O C-Org (%) N-Tot Bray-I HCl Ca Mg K Na KTK KB (%) 1 4.90 M 2.01 S 0.16 R 4.4 SR 71.4 ST 0.58 SR 0.28 SR 0.15 R 0.28 R 9.13 R 14.13 R 4.92 M 1.15 R 0.10 R 4.8 SR 93.6 ST 0.38 SR 0.18 SR 0.08 SR 0.10 R 7.32 R 10.11 R 2 4.83 M 1.99 R 0.15 R 4.3 SR 81.3 ST 1.16 SR 0.58 R 0.21 R 0.40 S 10.47 R 22.45 S 4.71 M 0.53 SR 0.05 SR 2.9 SR 77.2 ST 0.60 SR 0.32 SR 0.18 R 0.26 R 6.09 R 22.33 S 3 5.15 S 0.37 SR 0.03 SR 3.9 SR 63.2 ST 0.49 SR 0.20 SR 0.10 R 0.08 SR 7.51 R 11.58 R 5.02 S 0.21 SR 0.02 SR 3.8 SR 88.7 ST 0.50 SR 0.22 SR 0.12 R 0.10 R 9.01 R 10.43 R 4 4.53 M 3.17 T 0.23 S 7.5 SR 69.8 ST 0.39 SR 0.18 SR 0.12 R 0.10 R 12.01 R 6.58 SR 5 4.65 M 3.72 T 0.25 S 5.6 SR 91.1 ST 0.20 SR 0.30 SR 0.15 R 0.10 R 16.17 R 4.64 SR 4.80 M 2.40 S 0.18 R 3.4 SR 135.3 ST 0.88 SR 0.28 SR 0.15 R 0.12 R 11.80 R 12.12 R 6 5.11 S 4.88 T 0.29 S 6.1 SR 142.8 ST 0.83 SR 0.37 SR 2.61 ST 0.86 T 20.55 S 22.73 S 4.63 M 3.37 T 0.26 S 7.9 SR 174.9 ST 0.46 SR 0.22 SR 0.10 R 0.08 SR 10.89 R 7.90 SR
Keterangan: M = Masam; SR = Sangat Rendah; R = Rendah; S = Sedang; T = Tinggi; ST = Sangat Tinggi
Kandungan C-organik tanah sangat bervariasi dari sangat rendah sampai tinggi, dengan nilai 0.21 – 4.88 %. Kandungan N-Total berkisar antara sangat rendah sampai sedang, dengan nilai 0.02 – 0.29 %. C-organik dan N-Total tanah merupakan unsur penyusun bahan organik tanah. Pada bahan organik halus, kandungan N tinggi, dengan C/N yang rendah. Sebaliknya, pada bahan organik yang kasar, kandungan N rendah, dengan C/N tinggi. Bahan organik adalah bahan aktif penting dalam tanah, dapat mempengaruhi sifat fisik tanah melalui pengaruhnya terhadap struktur tanah, meningkatkan porositas tanah, memperbaiki keseimbangan air dan udara, mengurangi erosi tanah, serta
mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah. Kandungan C-Organik dan N-Total dalam tanah erat kaitannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dekomposisi bahan organik.
Kandungan P tersedia di lokasi ini seluruhnya berada pada kriteria sangat rendah, dengan kisaran kandungan P tersedia berkisar antara 2.9 – 7.9 ppm. Unsur P dalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk buatan dan mineral- mineral dalam tanah. Sebab-sebab kekurangan P tersedia dalam tanah adalah jumlah P di tanah yang sedikit, sebagian besar terdapat dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman, karena terjadi pengikatan (fiksasi) oleh Al pada tanah- tanah masam atau oleh Ca pada tanah-tanah alkalis.
Sementara itu, kandungan kation-kation basa Ca, Mg, K dan Na dapat ditukar dalam tanah sangat bervariasi dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Kation-kation basa umumnya merupakan unsur hara yang diperlukan tanaman. Kation-kation seperti Ca, Mg dan K tidak dijerap tanah, tetapi tetap dalam larutan tanah sehingga mudah tercuci dari tanah.
Selanjutnya, secara keseluruhan, nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah di lokasi ini berada pada kriteria rendah, dengan rata-rata nilai KTK 11.00 me/100 g. Kapasitas Tukar Kation menunjukkan banyaknya kation (dalam miliekivalen) yang dapat dijerap oleh tanah per satuan berat tanah (100 g). Kation-kation yang telah dijerap oleh koloid-koloid tersebut sukar tercuci oleh air gravitasi, tetapi dapat diganti oleh kation lain yang terdapat dalam larutan tanah. Kation-kation dalam kompleks jerapan koloid tersebut dapat dibedakan menjadi kation-kation basa dan kation-kation asam. Termasuk kation-kation basa adalah Ca++, Mg++, K+ dan Na+, sedangkan yang termasuk kation-kation asam adalah H+ dan Al+++. Kejenuhan basan menunjukkan perbandingan antara jumlah kation- kation basa dengan jumlah semua kation yang terdapat dalm kompleks jerapan tanah. Nilai Kejenuhan Basa (KB) di lokasi UPT Rantau Pandan SP 1 bervariasi dari kriteria sangat rendah sampai sedang, dengan nilai berkisar antara 4.64– 22.73%. Tanah dengan Kejenuhan Basa yang tinggi menunjukkan bahwa tanah tersebut belum banyak mengalami pencucian dan merupakan tanah yang subur.
Selain sifat kimia tanah, analisis terhadap sifat fisik tanah juga dilakukan terhadap sampel tanah yang diambil dari beberapa lokasi survei yang dianggap representatif terhadap keseluruhan lokasi survei. Oleh karena itu, hasil analisis terhadap sifat fisik ini berlaku untuk seluruh UPT di UPT Rantau Pandan SP 1
dan SP 2. Adapun hasil analisis sifat fisik tanah di UPT Rantau Pandan disajikan pada Tabel 22.
Dari data sifat-sifat fisik tanah tersebut terlihat bahwa bobot isi tanah di lokasi ini berkisar antara 0.36–1.03 g/cm3. Bobot isi (bulk density) menunjukkan perbandingan antara berat tanah kering dengan volume tanah termasuk pori-pori tanah. Bobot isi juga merupakan petunjuk kepadatan tanah. Makin padat suatu tanah, makin tinggi bobot isinya, yang berarti makin sulit meneruskan air atau ditembus oleh akar tanaman. Bobot isi kurang dari 1.6 g/cm3 masih baik untuk usaha budidaya pertanian. Selanjutnya porositas tanah di lokasi survei berkisar antara 54.96–86.29%, dengan kadar pF 2.54 berkisar antara 14.00–34.98 dan kadar pF 4.2 berkisar antara 8.30–73.49.
Tabel 22. Sifat-Sifat Fisik Tanah di UPT Rantau Pandan SP 1 dan SP 2
Kadar air pF Pori Drainase No Bobot Isi (g/cm3) Porositas (%) pF2,54 pF4,2 Sangat Cepat Lambat Air Tersedia (%) Permeabilitas (cm/jam) 1. 0.50 81.24 32.46 17.87 30.27 4.46 14.59 19.39 2. 0.83 68.61 27.41 16.53 24.37 4.49 10.88 7.48 3. 0.51 80.64 28.23 15.58 31.44 10.32 12.65 2.47 4. 0.41 84.37 25.53 14.18 25.30 13.14 11.35 4.64 5. 0.36 86.29 25.54 11.83 37.24 9.66 13.72 12.48 6. 0.71 73.18 15.11 8.30 28.90 12.22 6.81 1.45 7. 0.76 71.29 15.84 9.81 28.25 13.25 6.03 4.43 8. 0.78 70.41 22.41 12.97 29.76 4.07 9.43 2.05 9. 0.49 81.66 14.00 8.01 33.58 19.18 5.99 1.23 10. 0.62 76.70 21.12 15.29 29.75 13.12 5.83 1.20 11. 0.72 72.83 25.96 18.51 25.33 9.90 7.45 10.11 12. 0.97 58.77 31.63 63.84 5.075 2.837 5.42 29.74 13. 0.99 61.54 30.33 62.5 0.958 2.164 1.87 18.51 14. 0.97 62.66 23.81 73.49 10.827 5.465 4.43 15.25 15. 1.03 54.96 34.98 61.21 6.249 7.482 4.92 7.92
Kandungan air tersedia di lokasi ini berkisar antara 1.87–14.59%. Kandungan air tersedia merupakan selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi kadar air pada titik layu permanen. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air dalam tanah tersebut. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut dalam tanah.
Selanjutnya, dari data tersebut juga diperoleh keterangan bahwa besarnya permeabilitas tanah di lokasi survei berkisar antara 1.2–29.74 cm/jam. Bila dikategorikan berdasarkan kriteria yang ada, nilai permeabilitas ini berada pada kriteria berkisar antara agak lambat sampai cepat.