• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumberdaya Fisik a Lokasi dan Aksessibilitas

KERAGAAN UMUM WILAYAH

3.2. UPT Rantau Pandan SP 2 1 Gambaran Umum

3.2.2. Sumberdaya Fisik a Lokasi dan Aksessibilitas

Secara geografis, UPT Rantau Pandan SP 2 berada pada posisi lintang dan bujur masing-masing antara 01°37’00’’ LS sampai dengan 01°42’00’’ LS dan antara 101°47’30’’ BT sampai dengan 101°45’00’’ BT. Secara administratif, UPT ini termasuk ke dalam wilayah Desa Sei Jelang, Kecamatan Rantau Pandan,

Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dengan batas TNKS Kerinci (utara), Desa Sei Telang (selatan), Kec. Tanah Tumbuh (barat) dan Rantau Pandan SP 1 (timur). Untuk menuju lokasi, dari Ibukota Provinsi Jambi dapat dilakukan melalui jalan darat dalam waktu ± 7 jam. Pada Tabel 5 disajikan gambaran jenis transportasi dan biaya angkutan dari lokasi UPT menuju ke lokasi-lokasi strategis terdekat.

Tabel 5. Transportasi dan Biaya Angkutan dari UPT Rantau Pandan SP 2 ke Lokasi Strategis Terdekat

No. Dari Lokasi Ke Nama Jarak

(km) Kondisi Jalan Jenis Angkutan Ongkos Rp/Org

1. Pasar Terdekat M. Buat 16 Aspal Roda 2; Roda 4 20,000 2. Kecamatan R. Pandan 25 Aspal Roda 2; Roda 4 25,000 3. Kabupaten M. Bungo 55 Aspal Roda 2; Roda 4 30,000 4. Provinsi Jambi 311 Aspal Roda 2; Roda 4 70-100,000

b. Kondisi Lahan dan Topografi

Jenis tanah di lokasi ini bila diklasifikasikan berdasarkan sistem klasifikasi tanah USDA (1992) adalah Typic Hapludults dan Typic Dystrodepts. Jenis tanah Typic Hapludults menempati luasan yang dominan, yaitu memiliki luas 742 Ha atau 67.33% dari seluruh wilayah. UPT Rantau Pandan SP 2 berada pada wilayah dengan topografi yang sangat beragam, mulai topografi datar sampai berbukit dan terjal. Data mengenai kondisi topografi UPT ini, yang diperoleh berdasarkan Laporan RTSP (2002), disajikan pada Gambar 11.

3% 5% 26% 59% 7% Datar (0-13%) Berombak (8-15%) Bergelombang (16-25%) Berbukit (26-40%) Terjal (>40%)

Gambar 11. Kondisi Topografi Lahan di UPT Rantau Pandan SP 2

Dari gambar dapat dilihat bahwa lahan dengan topografi berbukit menempati luasan yang dominan seluas 342 Ha (58.86%) diikuti oleh lahan

dengan topografi bergelombang seluas 149 Ha (25.65%), terjal seluas 40 Ha (6.89%), berombak seluas 30 Ha (5.16%), dan datar seluas 20 Ha (3.44%). Lahan dengan kelerengan >40% dimanfaatkan sebagai areal konservasi.

c. Legalitas Lahan

Berdasarkan peta Tata Guna Hutan hasil pemaduserasian RTRW dengan TGHK Provinsi Jambi, skala 1 : 100,000 dan peta RPH Bungo, Kabupaten Bungo, skala 1 : 100,000, lokasi ini termasuk di dalam kawasan budidaya pertanian dan non pertanian atau Areal Penggunaan Lain (APL). Areal ini telah dicadangkan untuk pemukiman transmigrasi berdasarkan hasil identifikasi dari Dinas Nakertrans beserta instansi terkait di Kabupaten Bungo, yang tertuang dalam SK Gubernur Provinsi Jambi Nomor: 259/2002 tanggal 12 Juli 2002 dengan luas lahan 3,325 Ha. Lahan yang sudah digunakan di UPT ini adalah seluas 600 Ha.

d. Sistem Lahan dan Geologi/Bahan Induk

Berdasarkan hasil pengamatan di lapang, serta didukung dengan Peta Land System (RePPProt, 1998), skala 1 : 250,000 Lembar Muara Bungo dan Peta Satuan Lahan dan Tanah (LREP, 1987), sistem lahan yang terdapat di lokasi ini terdiri dari Sistem Lahan TWI (Telawai), BBR (Bukit Beringin) dan TTG (Tebing Tinggi). Bahan induknya adalah Granit, Granodiorit, Riolit serta Andesit.

3.2.3. Penempatan dan Kependudukan

Penempatan transmigran di UPT Rantau Pandan SP 2 dilaksanakan pada tahun 2003, dengan jumlah transmigran yang ditempatkan sebanyak 275 KK yang terdiri dari 1 051 jiwa (Gambar 12).

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah transmigran yang ada di lokasi ini mengalami peningkatan yaitu menjadi 1,084 jiwa. Lahan yang diterima oleh masing-masing warga transmigran di lokasi ini adalah Lahan Pekarangan (LP) seluas 0.25 Ha/KK. Ketika pendataan dilaksanakan, keseluruhan LP telah digarap oleh warga.

138 KK/582 Jiw a 137 KK/469 Jiw a

Jateng Jambi

Gambar 12. Realisasi Penempatan Transmigran di UPT Rantau Pandan SP 2

Berdasarkan tingkat usia, di lokasi ini komposisi penduduk yang berusia <19 tahun merupakan jumlah terbesar dari seluruh tingkatan usia, diikuti oleh penduduk dengan tingkatan usia 25 – 29 tahun. Penduduk dengan tingkat usia 20 – 24 tahun dan penduduk dengan tingkat usia 30 – 54 tahun berjumlah tidak jauh berbeda. Struktur penduduk berdasarkan tingkat usia disajikan pada Gambar 13. 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Ju m la h Ji w a (O ran g ) 0 – 4 5 – 9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 > 55

Struktur Usia (Tahun)

Laki-laki Perempuan

Gambar 13. Struktur Penduduk Berdasarkan Usia di UPT Rantau Pandan SP 2

Berdasarkan tingkat pendidikan Kepala Keluarga (KK) dan istri, jumlah KK dan istri dengan tingkat pendidikan SD menempati jumlah yang terbesar diikuti oleh dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA. Data mengenai struktur penduduk berdasarkan pendidikan KK dan istri disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Struktur Penduduk Berdasarkan Pendidikan KK dan istri, UPT Rantau Pandan SP 2

No. Pendidikan KK (orang) Istri (orang) Jumlah (Orang) %

1. Buta Huruf 10 16 26 9.46 2. SD 78 56 134 48.73 3. SLTP 52 29 81 29.46 4. SLTA 14 18 32 11.64 5. Sarjana Muda - 1 1 0.36 6. Sarjana - 1 1 0.36 Total 154 121 275 100

Berdasarkan usia sekolah, struktur penduduk di lokasi ini terkategori menjadi 4 tingkatan. Data mengenai struktur penduduk berdasarkan tingkatan usia sekolah disajikan pada Gambar 14. Di lokasi ini, penduduk dengan usia sekolah tingkat SD merupakan jumlah penduduk yang dominan yaitu berjumlah 168 orang dari jumlah total 338 orang atau 49.70% dari jumlah total.

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 TK SD SLTP SLTA J e nj a ng P e ndi di k a n Jumlah (Jiwa) Laki-laki Perempuan

Gambar 14. Struktur Penduduk Berdasarkan Usia Sekolah di UPT

3.2.4. Pertanian dan Perekonomian

Lahan yang di terima oleh warga transmigran di lokasi ini adalah Lahan Pekarangan (LP) seluas 68.75 Ha (0.25 Ha/KK) yang keseluruhannya telah digarap, dan Lahan Usaha (LU) I seluas 206.75 Ha (0.75 Ha/KK) yang belum digarap sama sekali, dan sampai saat ini masih berupa hutan sekunder. Selain itu, telah diberikan lahan untuk fasilitas umum seluas 3 Ha dan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 10 Ha. Kondisi lahan yang diterima oleh transmigran disajikan pada Gambar 15. 0 50 100 150 200 250 300 350 LP LU I LU II FU TKD Peruntukan Lahan L u as an L a h an ( H a)

Luas Lahan yang Belum Digarap (ha)

Luas Lahan yang Digarap (ha)

Gambar 15. Luas Lahan yang Dibagikan dan Diusahakan oleh Warga di UPT Rantau Pandan SP 2

Usaha sektor ekonomi yang dilakukan oleh warga UPT Rantau Pandan SP 2 adalah usaha pada sektor pertanian yang berbasis pada pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Tanaman pangan yang diusahakan oleh warga antara lain tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, ubi kayu, ubi jalar, sayur-sayuran, cabe, dan lain-lain. Warga bercocok tanam sepanjang tahun baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau.

Di lahan-lahan transmigran juga banyak dijumpai tanaman buah-buahan dengan jumlah yang banyak dan jenis yang sangat beragam. Tanaman ubi kayu merupakan jenis tanaman buah-buahan yang banyak dijumpai di lokasi, diikuti dengan jenis tanaman rambutan, mangga, melinjo, pisang, pepaya, nanas, nangka dan jeruk.

Untuk budidaya tanaman perkebunan, tanaman kelapa dan kelapa sawit merupakan tanaman yang paling diminati oleh warga transmigran, di samping tanaman coklat dan kopi.

Usaha peternakan yang dikembangkan di lokasi ini adalah usaha peternakan kambing, ayam dan itik. Juga dijumpai usaha perikanan ikan nila dan ikan mas.

Tabel 7. Jenis Usaha Jasa yang Ada di Lokasi UPT Rantau Pandan SP 2

No. Jenis Usaha Jasa Jumlah

1 Warung 10 Unit

2 Tukang kayu 4 orang

3 Tukang batu 4 orang

4 Bengkel Sepeda 1 orang

5 Bengkel Motor 1 orang

6 Reparasi Radio/TV 1 orang

7 Reparasi Jam 1 orang

8 Cas Accu 1 orang

9 Agen Bus/Angkutan 2 orang

10 Angkutan 2 orang

Sedangkan untuk lebih meningkatkan pergerakan usaha sampingan dan ekonomi di UPT Rantau Pandan SP 2, telah ada beberapa usaha jasa, seperti warung, pedagang keliling, reparasi radio/tv, bengkel, tukang kayu, tukang batu dan angkutan yang difungsikan untuk kepentingan warga. Mengenai gambaran lengkap usaha jasa yang berkembang di lokasi ini, disajikan pada Tabel 3.7. Sedangkan jenis usaha industri rumah tangga yang telah ada di lokasi ini adalah usaha jasa pembuatan tahu dan tempe yang masing-masing berjumlah 2 unit dan usaha pembuatan kerupuk dengan bahan ubi kayu.

3.2.5. Kesehatan

Di lokasi UPT Rantau Pandan SP 2, sarana kesehatan yang telah dibangun adalah 1 unit Puskesmas Pembantu dan 1 unit Posyandu. Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan ini hanya didukung oleh 1 orang tenaga mantri, 1 orang petugas PLKB dan 2 orang dukun bayi. Penyakit yang sering diderita oleh warga adalah malaria, disentri, muntaber, saluran pernafasan, penyakit kulit, typus dan influenza.

3.2.6. Pendidikan dan Sosial Budaya

Untuk sarana pendidikan, di lokasi UPT sampai saat ini belum terdapat bangunan sekolah. Proses belajar mengajar hanya memanfaatkan bangunan Balai Desa. Tenaga guru yang mendukung proses belajar mengajar di lokasi berjumlah 6 orang, yang seluruhnya merupakan guru tidak tetap.

Kelompok budaya yang ada dan aktif di lokasi ini adalah kelompok paguyuban. Di bidang olah raga telah terbentuk sebuah kelompok catur, namun kegiatannya masih kurang aktif. Organisasi sosial yang berkembang di UPT ini adalah PKK sebanyak 1 kelompok, Organisasi Olah raga sebanyak 1 kelompok, Karang Taruna sebanyak 1 kelompok, Kelompok Tani sebanyak 9 kelompok, dan Persatuan Kematian sebanyak 1 kelompok. Dalam hal agama, di lokasi ini seluruh warga beragama Islam. Sarana keagamaan yang telah ada adalah 1 buah bangunan mesjid yang merupakan bantuan dari pemerintah dan 2 buah bangunan langgar hasil swadaya.

3.2.7. Kelembagaan

Status administrasi pemerintahan desa masih bersifat sementara dengan administrasi yang belum terlalu lancar. Untuk menjalankan administrasi desa, telah ditunjuk 1 orang Kepala Desa, yang dibantu oleh 1 orang sekretaris desa, 1 orang ketua LMD, 1 orang staf desa, dan 1 orang Kepala Dusun.

Lembaga ekonomi yang pernah ada di lokasi ini adalah KUD ”Berkah Usaha Bersama” dengan No. Badan Hukum 09/BH/Kop/VIII/2004 yang berdiri pada tanggal 16 April 2004. Jenis usaha koperasi ini adalah Warung Serba Ada dengan sirkulasi modal berasal dari anggota dan bantuan pemerintah.

3.2.8. Prasarana Permukiman, Lingkungan dan Fasilitas Umum

Kondisi jalan di lokasi UPT Rantau Pandan SP 2 secara umum masih relatif baik dan masih bisa digunakan. Kondisi jalan poros-penghubung, dari sepanjang 3,50 km, hanya sepanjang 1 km yang relatif buruk, meskipun masih bisa dilewati oleh kendaraan roda 4. Sementara untuk jalan desa (4,8 km) berada dalam kondisi baik.

Untuk prasarana kesehatan lingkungan, di lokasi ini telah dibuat 36 buah sumur gali untuk keperluan air bersih sehari-hari. Juga telah terdapat 20 jamban keluarga dengan kondisi yang masih baik. Kondisi fasilitas umum yang ada di lokasi UPT ini, secara umum masih berada dalam kondisi yang cukup memadai, hanya saja dalam hal jenis dan jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Kondisi ini

dapat dimengerti mengingat keberadaan UPT ini masih sangat baru. Jenis fasilitas umum yang telah ada di UPT Rantau Pandan SP 2 antara lain 1 unit rumah KaUPT, 1 unit Balai Desa, 3 unit rumah ibadah, 1 unit Puskesmas Pembantu, 1 unit bangunan KUD, 1 unit rumah petugas UPT, 1 buah gudang, 1 areal lapangan olah raga dan 1 areal perkuburan.

67