• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Bogor

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Analisis Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Bogor

Analisis keuntungan yang dilakukan menggunakan konsep rasio profitabilitas dan konsep rentabilitas. Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas didasarkan oleh hasil data perhitungan laporan laba rugi restoran KFC Taman Topi. Pada analisis laporan laba rugi ini, produk yang dianalisis adalah semua produk yang dijual di KFC Taman Topi dan biaya yang dikeluarkan oleh restoran terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun output berubah, jumlahnya tidak tergantung atas besar kecilnya kuantitas produksi yang dilaksanakan seperti biaya penyusutan investasi, gaji tenaga kerja, profit sharing, gas elpiji, kardus/tempat membungkus produk take away, kantong plastik, dan lain-lain. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan kuantitas produksi yang dihasilkan seperti biaya pembelian bahan baku (ayam, bumbu masak, minyak goreng, beras, saos sambal dan saos tomat, dan lain-lain), biaya listrik, biaya telepon, dan biaya air.

Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas juga ditujukan untuk keseluruhan dari kategori produk di KFC. Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas biasanya digunakan untuk melihat keuntungan dan kinerja manajemen perusahaan dalam hal penjualan untuk semua produk yang dijual. Data keuntungan yang dianalisis adalah data penjualan restoran KFC Taman Topi periode November 2008 – Oktober 2009. Dibawah ini disajikan Tabel 11. yaitu hasil analisis keuntungan berdasarkan laporan laba rugi restoran KFC Taman Topi periode November 2008 – Oktober 2009.

Tabel 11. Keuntungan Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 –

Keterangan : * Keuntungan Sebelum Bunga dan Pajak ** Keuntungan Sebelum Pajak

*** Keuntungan Setelah Pajak

Tabel 11. menunjukkan keuntungan yang diperoleh restoran KFC Taman Topi selama periode satu tahun. Hasil EBIT sebesar Rp. 740.155.200, EBT yang diperoleh sama dengan hasil EBIT karena restoran KFC Taman Topi dalam memodali usahanya menggunanakan modal yang diberikan oleh kantor pusat KFC kepada setiap store dan tidak melakukan pinjaman pada pihak Bank atau badan perkreditan lainnya untuk pendanaan membuka store karena diperoleh dari dana omset yang ada. Sedangkan hasil EAT yang diperoleh sebesar Rp.

666.067.956.

Setelah melakukan analisis keuntungan yang terdiri dari EBIT, EBT, EAT yang didasarkan atas laporan laba rugi perusahaan, selanjutnya dilakukan analisis rasio keuntungan. Analisis rasio keuntungan yang digunakan sebagai parameter keuangan restoran KFC Taman Topi adalah rasio profitabilitas dan rasio rentabilitas. Rasio profitabilitas terdiri dari marjin laba operasi dan marjin laba bersih. Rasio rentabilitas yang dianalisis adalah rentabilitas modal sendiri atau yang biasa disebut ROE. Hasil analisis rasio profitabilitas dan rasio rentabilitas dari restoran KFC Taman Topi disajikan dalam Tabel 12.

Tabel 12. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas Pada Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 – Oktober 2009

Rasio (Persen)

Tabel 12. menunjukkan hasil analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas pada restoran KFC Taman Topi sudah baik karena terjadi perubahan peningkatan

hasil penerimaan penjualan lebih besar tiap harinya yang dikarenakan juga jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga cenderung untuk mencari makanan cepat saji di luar rumah. Hasil analisis rasio marjin laba operasi menunjukkan bahwa hasil keuntungan yang diperoleh sebelum biaya pajak dan bunga terhadap penjualan adalah sebesar 10 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih yang merupakan rasio keuntungan setelah biaya pajak terhadap penjualan perusahaan menunjukkan hasil sebesar 9 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih pada restoran KFC Taman Topi di Bogor, menunjukkan bahwa manajemen perusahaan telah bekerja secara efisien dalam kegiatan produksi dan penjualan. Hasil analisis rasio rentabilitas, ditunjukkan oleh nilai ROE sebesar 27 persen. Hasil ROE tersebut menunjukkan rasio yang baik, artinya terjadi peningkatan modal sendiri satu persen akan meningkatkan EAT sebesar 27 persen.

5.1.1 Analisis Struktur Biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya-biaya yang dianalisis dalam restoran KFC Taman Topi adalah biaya tetap dan biaya variabel.

Berdasarkan analisis struktur biaya dapat dilihat pada Tabel 13.

5.1.2 Analisis Keuntungan

Analisis keuntungan merupakan hasil penerimaan penjualan yang di dalam analisis keuntungan ini terdiri dari laporan rugi laba, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Perhitungan laporan rugi laba juga dipengaruhi oleh adanya biaya penyusutan investasi. Investasi merupakan suatu barang atau jasa yang nilainya tidak akan habis dalam satu tahun dan dapat dipakai bertahun-tahun. Jenis-jenis investasi dan penyusutan dapat dilihat pada Tabel 13. berikut:

Tabel 13. Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi Periode

Kardus/tempat membungkus produk take away 36.000.000

Kantong plastik 27.000.000

Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel) 6.668.569.200 Berdasarkan hasil Tabel 13. di atas, didapatkan total biaya tetap sebesar Rp. 1.246.969.200, total biaya variabel sebesar Rp. 5.421.600.000 serta keseluruhan jumlah total biaya tetap dan variabel sebesar Rp. 6.668.569.200.

Tabel 14. Jenis-jenis Investasi dan Penyusutan dalam Analisis Keuntungan di Restoran KFC Taman Topi Bogor

No. Uraian Unit Harga

Berdasarkan Tabel 14. di atas, restoran KFC Taman Topi memiliki total harga beli/investasi awal sebesar Rp. 395.940.000 kemudian mengalami penyusutan sebesar Rp.37.249.200. Biaya penyusutan investasi ini dihitung dari harga beli/investasi masing-masing barang dikalikan 10 persen dan didapatkan hasil nilai sisa kemudian harga beli/investasi dikurangi dengan nilai sisa dan dibagi dengan umur teknis, maka didapatkan hasil penyusutannya. Sedangkan untuk analisis keuntungan pada restoran KFC Taman Topi dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Analisis Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 - Oktober 2009

No. Keterangan Total

(Rp)

A Penerimaan 7.408.724.400

B Biaya Tetap 1.246.969.200

C Biaya Variabel 5.421.600.000

D Total Biaya (B + C) 6.668.569.200

E EBIT 740.155.200

F EBT 740.155.200

G EAT 666.067.956

H Marjin Laba Operasi (%) 10 I Marjin Laba Bersih (%) 9

J ROE (%) 27

Tabel 15. menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh restoran KFC Taman Topi selama satu tahun sebesar Rp. 7.408.724.400. Nilai penjualan di KFC Taman Topi berfluktuatif tiap harinya tergantung dari banyaknya jumlah konsumen yang datang. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh restoran KFC Taman Topi terdiri dari biaya penyusutan investasi, gaji karyawan, profit sharing, gas elpiji, kardus/pembungkus produk take away, dan kantong plastik dengan nilai sebesar Rp. 1.246.969.200. Untuk biaya pembelian ayam disesuaikan dengan kebutuhan ayam goreng yang diperlukan seminggu dua kali. Selain biaya tetap, KFC Taman Topi juga memperhitungkan biaya variabel yang terdiri dari pembelian bahan baku seperti ayam, bumbu masak, minyak goreng, saos sambal dan saos tomat, beras, biaya listrik, biaya telepon, biaya air, dan lain-lain. Nilai biaya variabel ini sebesar Rp.5.421.600.000. Biaya penyusutan investasi ini terdiri dari display holding cabinet, chiller, freezer, AC, televisi flat, condiment bar, service station, tempat cuci tangan, meja dan kursi, sofa, fryer, selang gas, wajan, panci, tabung gas, breading table, holding cabinet, dan peralatan makan.