• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Bauran Pemasaran 1. Produk

2. Sumberdaya Manusia

Rahat cafe memiliki sistem manajemen yang cukup baik. Saat ini Rahat cafe memiliki 9 orang karyawan di bawah pimpinan Bapak Dedi Suwardi sebagai manajer. Rahat cafe tidak mengutamakan pendidikan bagi karyawannya yang penting karyawan memiliki tanggungjawab, ulet, dan pekerja keras. Karyawan yang bekerja di Rahat memiliki umur rata-rata 15 – 27 tahun. Cafe ini sangat mengutamakan karyawan yang terlatih karena faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam perekrutan adalah kemauan karyawan untuk belajar bukan melihat dari tingkat pendidikan.

Pada keterampilan dan motivasi kerja, manajer Rahat memberikan kedua hal itu kepada para karyawannya agar karyawan lebih semangat untuk bekerja.

Biasanya bentuk keterampilan yang diberikan adalah pada saat karyawan melakukan pengolahan makanan, manajer memberikan pujian kepada karyawan yang telah melakukan pekerjaan dengan baik. Selain itu, bentuk motivasi ini dengan cara pemberian bonus berupa uang tambahan, kenaikan gaji maupun kenaikan jabatan. Hal ini tentunya sangat mendorong produktivitas karyawan untuk melakukan pekerjaan lebih baik dan terampil dalam mengolah makanan.

Tabel 29. Jumlah Karyawan Rahat Cafe Berdasarkan Jabatan Fungsional Tahun 2009

No. Bidang Pekerjaan Jabatan Fungsional Jumlah

Karyawan

Rahat cafe melakukan perekrutan karyawan melalui sumber internal yaitu karyawan berasal dari dalam perusahaan itu sendiri berupa alih tugas atau alih tempat tugas dan karyawan juga berasal dari orang yang sudah dikenal maupun keluarga. Upah karyawan sebesar Rp. 800.000,00 per bulan. Selain diberi gaji pokok, karyawan mendapatkan uang transpor, kesehatan, bonus, dan lembur.

Uang bonus ini dilihat dari kondisi omset tiap bulannya, jika omset sedikit maka karyawan tidak diberi bonus. Selain itu, karyawan juga mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) berupa uang sesuai dengan kualitas kerja, tanggungjawab, masa kerja, dan jabatan karyawan, tunjangan sakit, serta lembur. Karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun berhak mendapatkan cuti nikah minimal dua minggu, cuti melahirkan, dan cuti lama kerja.

Pembagian tugas dan tanggungjawab dalam manajemen Rahat cafe sudah cukup baik. Setiap karyawan memiliki tugas masing-masing. Namun biasanya karyawan saling membantu jika salah satu pekerjaan sudah selesai sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan. Pada akhir pekan dan hari libur, biasanya para karyawan dapat melakukan banyak pekerjaan sesuai kebutuhan. Manajemen Rahat cafe juga memiliki Standar Operasional Perusahaan (SOP) yang sudah cukup jelas dan terarah.

3. Keuangan dan Akuntansi

Rahat cafe memiliki kondisi keuangan yang cukup baik sebagai cafe yang dikelola dengan sistem owner. Namun dalam modal pendirian usahanya, Rahat

cafe belum bekerjasama dengan pihak Bank. Pihak manajemen cafe ini dalam hal bagian keuangan hanya bertanggungjawab untuk melaporkan kondisi keuangan cafe kepada manajer dalam bentuk laporan pembukuan yang kemudian diberikan kepada pihak owner. Hal ini dilakukan untuk menetapkan target penjualan yang akan dicapai dalam periode satu tahun. Pihak manajemen Rahat cafe memberi laporan keuangan setiap bulan pada manajer ke pihak owner. Laporan keuangan yang disampaikan dalam penelitian ini, kondisi keuangan Rahat dianalisis dari keuntungan perusahaan, rasio profitabilitas, dan rentabilitas berdasarkan analisis laporan rugi laba perusahaan periode Desember 2008 – Desember 2009. Dalam hal permodalan, biaya usaha dari sejak berdiri sampai saat ini Rahat cafe menggunakan dana yang berasal dari modal sendiri.

Berdasarkan perhitungan analisis keuntungan, rasio profitabilitas, dan rentabilitas pada Rahat cafe diperoleh hasil bahwa usaha tersebut dalam pencapaian target keuntungan sudah baik karena ada kenaikan penjualan per harinya sebesar satu juta rupiah. Namun, sisi kelemahan Rahat cafe dilihat dari kondisi keuangannya yang belum terjamin karena segala kebutuhan dan pengeluaran belum ditanggung oleh pihak Bank, sehingga cafe ini belum cukup leluasa dalam mengembangkan usahanya karena takut terkendala masalah uang.

4. Sistem Informasi Manajemen

Rahat cafe belum memiliki website yang dikelola secara optimal karena masih memberikan informasi yang belum lengkap mengenai produk maupun harganya. Namun, Rahat sudah mengelola jaringan internet gratis bagi konsumen yang makan di tempat itu dengan layanan telkom hotspot. Hal tersebut diberikan sebagai bentuk layanan agar konsumen merasa nyaman dan tidak bosan untuk makan di Rahat.

5. Pasar dan Pemasaran

Lingkungan internal yaitu pendekatan fungsional dalam hal pasar dan pemasaran, Rahat cafe harus memperhatikan pangsa pasar agar tujuan jelas yaitu ditujukan bagi semua kalangan sehingga dapat menikmati menu cafe ini. Pangsa pasar cafe ini di kota Bogor. Kegiatan promosi di Rahat cafe hingga saat ini mengaku tidak kesulitan dalam menarik perhatian konsumen. Hal ini merupakan

keuntungan dari lokasinya yang berada di dekat pembelanjaan dan rumah penduduk, sehingga tidak dibutuhkan promosi yang terlalu basar.

Kegiatan promosi yang aktif dilakukan hingga saat ini adalah penyebaran brosur dan promosi dari mulut ke mulut. Rahat cafe belum memiliki strategi untuk mempromosikan produkya secara meluas bagi masyarakat kota Bogor, misalnya menjadi sponsor pada acara tertentu, pemasangan spanduk, serta pemasangan iklan pada surat kabar, majalah atau radio. Sedangkan untuk loyalitas pelanggan dan kebijakan produk baru, Rahat cafe sangat mengutamakan hal itu karena merupakan kunci keberhasilan dalam usaha. Usaha tersebut akan maju apabila didukung dengan adanya pelanggan yang setia dan pihak Rahat cafe juga memberikan informasi harga untuk produk baru dengan harga yang terjangkau.

A. Segmentation, Targeting, Positioning 1. Segmentation

Segmentasi pasar yang dilakukan oleh Rahat cafe adalah berdasarkan aspek demografis, aspek psikografis, dan aspek perilaku. Segmentasi pasar berdasarkan demografis yaitu keluarga dan remaja sedangkan segmentasi pasar berdasarkan aspek psikografis terdiri dari kelas sosial dan gaya hidup. Dari kelas sosial, segmen yang dipilih oleh Rahat cafe adalah semua kalangan masyarakat.

Perubahan gaya hidup terutama pola konsumsi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak di rumah karena aktivitas di luar rumah yang padat, sehingga mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan di luar rumah.

Sedangkan segmentasi pasar berdasarkan aspek perilaku terdiri dari manfaat dimana konsumen mencari manfaat berupa kualitas produk dan pelayanan.

2. Targeting

Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar utama Rahat cafe adalah semua kalangan masyarakat.

3. Positioning

Positioning merupakan tahap dimana perusahaan menentukan posisi yang diinginkan dalam pasar. Rahat cafe ingin menempati posisi sebagai cafe dengan konsep ”Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods” yang dapat dilihat dari menu yang disediakan Rahat cafe tersebut. Selain itu, Rahat cafe memiliki

pelayanan yang memuaskan serta harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

B. Bauran Pemasaran 1. Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan/dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong, 1997). Strategi produk yang dilakukan Rahat cafe dapat dilihat dari konsep sebagai makanan Indonesia yang memiliki standar kesehatan dan menyediakan makanan diet bagi konsumen yang tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Strategi produk yang dilakukan oleh Rahat cafe agar pelanggan tidak bosan adalah dengan inovasi produk berupa campuran makanan khas Indonesia dan kontinental seperti bistik iga bakar hot plate, omelet mix (sosis daging keju), dan omelet seafood. Hal ini dilakukan agar pelanggan mempunyai banyak pilihan menu bagi yang tidak memiliki selera makan yang sama. Adanya inovasi produk yang dikembangkan maerupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Rahat cafe dalam menarik minat konsumen.

Produk yang ditawarkan Rahat cafe sangat mengutamakan kualitas karena bahan baku dijaga agar tetap memuaskan konsumen. Namun dalam penetapan standar mutu produk, Rahat cafe belum memiliki sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM mengawasi pengusaha dalam penetapan standar mutu produk yang akan dijual ke konsumen. Dengan adanya SK dari BPOM maka acuan standar tersebut memproteksi persaingan yang tidak sehat dalam industri obat dan makanan termasuk cafe. Belum memiliki sertifikasi dari BPOM merupakan salah satu kelemahan dari Rahat cafe karena menyangkut kepercayaan yang diberikan kepada konsumen mengenai keamanan produknya.

Adapun menu yang dijual Rahat cafe dapat dilihat pada Lampiran 11.

2. Harga

Harga yang ditetapkan Rahat cafe bervariasi dan harga ditampilkan jelas pada daftar menu. Konsumen tidak dikenakan pajak dari total harga pesanan.

Rahat cafe memadukan strategi harga dengan strategi promosi dengan memberikan potongan harga 10 persen. Salah satu strategi yang dilakukan adalah

dengan adanya potongan harga untuk pelajar sekolah. Bagi pemegang kartu b’smartcard berupa potongan harga untuk semua jenis menu di Rahat cafe. Hal ini dilakukan untuk menjangkau segmen pelajar dan remaja. Dengan adanya program strategi harga ini dapat dikatakan cukup berhasil dilihat berdasarkan pengunjung yang datang sebagian besar adalah para remaja dan pelajar.

3. Promosi (Promotion)

Kegiatan promosi yang sudah diterapkan oleh Rahat cafe melalui penyebaran leaflet, spanduk, door to door, dan potongan harga bagi pelajar yang memiliki b’smartcard. Cafe ini belum mempromosikan produknya secara berkisinambungan dan meluas bagi masyarakat kota Bogor.

4. Tempat (Place)

Strategi tempat yang dilakukan oleh Rahat cafe yaitu memiliki lokasi yang cukup strategis yang berada dekat dengan pusat pembelanjaan, yaitu Pangrango Plaza. Selain itu juga, Rahat cafe dekat dengan rumah penduduk, kostan mahasiswa, warung-warung tenda pecel lele di belakang Pangrango Plaza, hotel Permata, sekolah, dan tidak begitu jauh dengan jalan raya.

Strategi dalam Rahat cafe dapat melibatkan saluran distribusi fisik maupun elektronik dalam proses penyampaiannya. Untuk dapat menikmati makanannya, konsumen dapat langsung datang ke Rahat cafe ataupun konsumen dapat menggunakan saluran elektronik melalui telepon untuk mendapatkan pelayanan lunch box, catering box, dan delivery order. Hal ini merupakan kekuatan dari Rahat cafe karena memiliki layanan khusus.

5. Orang

Orang atau karyawan yang merupakan bagian terpenting dalam perusahaan. Karyawan merupakan orang yang terlibat dalam pemberian jasa dan merupakan faktor intern yang memiliki peran yang cukup besar dalam mewujudkan jasa yang dikehendaki oleh konsumen. Rahat cafe memiliki karyawan yang ramah, sabar, dan respect yang dapat membuat konsumen nyaman.

6. Proses

Proses merupakan semua kegiatan yang dapat dikoordinasikan dengan baik untuk menciptakan kualitas serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

Strategi proses yang telah diterapkan oleh Rahat cafe adalah peningkatan kinerja karyawan. Selain itu, karyawan harus mampu memberikan tanggapan dalam mengatasi keluhan dari konsumen menyangkut masalah pelayanan. Hal ini dilakukan agar cafe dapat memperbaiki kinerjanya secara langsung dan merupakan kekuatan bagi Rahat cafe dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan.

Selain itu, dengan adanya berbagai menu yang beranekaragam dan unik maka keuntungan usaha yang didapat relatif cukup besar karena menarik minat konsumen untuk mencoba makanan tersebut.

7. Bukti Fisik

Bukti fisik berhubungan dengan fasilitas apa saja yang diberikan oleh Rahat cafe seperti adanya sarana pendukung. Sarana pendukung yang diberikan meliputi kamar mandi, mushola, dan tempat cuci tangan. Pemanfaatan fasilitas teknologi canggih seperti layanan telkom hotspot untuk internet. Fasilitas ini bertujuan untuk meraih segmen pelajar, mahasiswa, dan pegawai perkantoran lainnya yang membutuhkan layanan informasi. Namun, fasilitas seperti area parkir belum memiliki area parkir yang luas. Berdasarkan analisis lingkungan internal dalam matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 30.

Tabel 30. Analisis Faktor Internal Rahat Cafe

No. Faktor Internal Kekuatan Kelemahan

1. Produk • Harga yang cukup

5.5 Analisis Lingkungan Eksternal Rahat Cafe di Bogor

Analisis terhadap lingkungan eksternal merupakan tahap untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Aspek eksternal yang dianalisis, yaitu lingkungan jauh dan lingkungan industri.

Berdasarkan identifikasi dan hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak Rahat cafe, dan hasil wawancara dengan pesaing cafe-cafe lain terhadap faktor-faktor eksternal diperoleh beberapa faktor strategis eksternal yang berpotensi sebagai peluang dan juga yang akan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Faktor-faktor strategis eksternal ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pengisian kuesioner sendiri dilakukan oleh peneliti langsung pada saat melakukan wawancara. Faktor-faktor strategis eksternal yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut adalah sebagai berikut:

5.5.1 Lingkungan Jauh

Lingkungan jauh adalah faktor lingkungan eksternal yang merupakan lingkungan jauh operasional perusahaan. Lingkungan jauh dipengaruhi oleh faktor politik dan hukum, sosial, ekonomi, dan teknologi.