• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Analisis Sistem Agribisnis Belimbing Dewa

SUBSISTE M III

6.2. Analisis Kinerja PKPBDD

Peran koperasi menjadi hal yang sangat penting dalam sektor agribisnis, hal ini disebabkan karena petani pada umumnya memiliki posisi tawar yang rendah, pasar produk agribisnis umumnya dikuasai oleh pembeli, besarnya permintaan dari para pembeli produk agribisnis umumnya baru dapat dipenuhi dengan menggabungkan volume produksi banyak petani, kualitas produksi bervariasi sehingga menyulitkan dalam proses pemasaran, rendahnya kemampuan petani menjangkau berbagai alternatif pembeli, kualitas sumberdaya manusia petani umumnya relatif rendah.

Sejak PKPBDD beroperasi pada tahun 2008, telah cukup banyak peran yang dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan sebagai lembaga yang membantu petani dalam pemasaran belimbing. Untuk mengetahui peran yang telah dilakukan oleh PKPBDD selama ini dapat diketahui melalui analisis kinerja PKPBDD.

Kinerja PKPBDD dianalisis dengan menggunakan metode Importance and Performance Analysis (IPA). Metode ini dapat melihat tingkat kinerja PKPBDD yang akan diukur dalam kaitannya dengan apa yang seharusnya dikerjakan oleh PKPBDD untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

Untuk mengetahui tingkat kinerja PKPBDD secara keseluruhan dan mengetahui atribut yang perlu mendapat perhatian, perlu dilakukan penilaian terhadap tingkat kepentingan dan kinerja atribut. Dari tingkat kepentingan dan kinerja dapat diketahui sejauh mana tingkat kinerja PKPBDD terhadap atribut yang telah dijalankan selama ini. Atribut yang menjadi pertimbangan petani terdapat 12 atribut yang merupakan atribut pemasaran yaitu daya tampung belimbing, harga beli belimbing, pemasaran belimbing oleh PKPBDD, pinjaman bagi petani, pengambilan hasil panen ke petani, pembayaran oleh PKPBDD kepada petani, penimbangan dan pengelompokkan belimbing dalam grade, kemudahan menghubungi PKPBDD, kebersihan dan kerapihan dalam pengemasan belimbing, penyediaan fasilitas PKPBDD, tabungan petani, PKPBDD sebagai tempat penghubung antara petani (adanya forum komunikasi antar petani).

Atribut-atribut tersebut dihitung sehingga diperoleh nilai rata-rata tingkat kepentingan dan kinerja dari masing-masing atribut. Selanjutnya menghitung rata-rata nilai tingkat kepentingan dan kinerja seluruh atribut. Nilai-nilai tersebut kemudian diplotkan ke dalam diagram kartesius. Pada akhirnya akan terbentuk diagram kartesius yang menunjukkan posisi setiap atribut pada kuadran tertentu. Perhitungan tingkat sikap dan harapan petani dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12.Penilaian Rata-Rata Importance Performance Analysis Kinerja No Atribut Tingkat Kepentinga n (Xi ) Kinerja (Yi )

1 Daya tampung belimbing oleh PKPBDD 4,55 3,03

2 Harga beli belimbing oleh PKPBDD 4,58 4,03

3 Pemasaran belimbing oleh PKPBDD 4,35 3,05

4 Pinjaman bagi petani 4,37 3,27

5 Pengambilan hasil panen ke petani 4,33 4,20

6 Pembayaran oleh PKPBDD kepada petani 4,53 3,95

7 Penimbangan belimbing dalam grade dan pengelompokkan 4,57 4,32

8 Kemudahan menghubungi PKPBDD 3,98 3,47

9 Kebersihan pengemasan belimbing dan kerapihan dalam 4,10 3,40

10 Penyediaan fasilitas PKPBDD 3,95 3,47

11 Tabungan petani 4,33 4,18

12 PKPBDD sebagai tempat penghubung antar petani (adanya forum komunikasi

antar petani) 3,83 2,92

Total 51,48 43,28

Rata-Rata (Xi,Yi) 4,29 3,61

Matriks IPA terdiri dari empat kuadran yaitu kuadran I adalah prioritas utama (kepentingan tinggi, kinerja rendah), kuadran II adalah pertahankan prestasi (kepentingan tinggi, kinerja tinggi), kuadran III adalah prioritas rendah (kepentingan rendah, kinerja rendah) dan kuadran IV adalah berlebihan (kepentingan rendah, kinerja tinggi). Antar kuadran dipisahkan oleh sumbu Xi dan Yi , dimana sumbu Yi adalah rata-rata dari rata-rata bobot tingkat kepentingan, sedangkan Xi adalah rata-rata dari rata-rata bobot tingkat kinerja seluruh atribut. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh Xi = 4,29 dan Yi = 3,61. Tampilan dari matriks IPA untuk penilaian terhadap kinerja PKPBDD dapat dilihat pada Gambar 7.,

Gambar 7. Matriks IPA Untuk Kinerja PKPBDD Keterangan :

1. Daya tampung belimbing

2. Harga beli belimbing oleh PKPBDD 3. Pemasaran belimbing oleh PKPBDD 4. Pinjaman untuk petani

5. Pengambilan hasil panen ke petani

6. Pembayaran oleh PKPBDD kepada petani

7. Ketepatan dalam penimbangan dan pengelompokkan belimbing dalam grade 8. Kemudahan menghubungi PKPBDD

9. Kebersihan dan kerapihan dalam pengemasan belimbing 10. Penyediaan fasilitas PKPBDD

11. Tabungan petani

12. PKPBDD sebagai tempat penghubung antara petani (adanya forum komunikasi antar petani)

1. Kuadran I (Prioritas Utama)

Pada kuadran I terdapat tiga atribut yaitu atribut daya tampung belimbing, pemasaran belimbing dan pinjaman untuk petani. Atribut yang berada pada kuadran I ini memiliki tingkat kepentingan di atas rata-rata namun tingkat kinerja dibawah nilai rata-rata atau rendah, artinya petani menuntut adanya peningkatan atribut tersebut.

PKPBDD hendaknya melakukan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani, yang berarti bahwa atribut-atribut ini perlu ditingkatkan agar kesejahteraan petani dapat tercapai. PKPBDD harus melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga performance atribut yang ada dalam kuadran ini akan meningkat.

Petani menganggap atribut daya tampung belimbing oleh PKPBDD perlu ditingkatkan menjadi keinginan petani karena alasan petani menjual belimbing ke tengkulak disebabkan PKPBDD tidak dapat menampung belimbing pada saat panen raya, walaupun sebenarnya sebagian besar petani telah memiliki pasar sendiri seperti tengkulak yang merupakan keluarga petani sendiri dan kemudahan petani untuk keluar masuk pasar tradisional, tetapi atribut ini diinginkan petani karena dapat memudahkan petani dalam penjualan sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya ke beberapa lembaga pemasaran.

Petani menganggap atribut pemasaran belimbing oleh PKPBDD perlu ditingkatkan karena kondisi yang terjadi selama satu tahun ini PKPBDD belum dapat menyalurkan belimbing hasil panen petani pada saat panen raya. Seperti kondisi yang terjadi pada bulan Januari dan Februari tahun 2008 dimana terjadi panen raya tahunan, PKPBDD tidak dapat menyalurkan sekitar 30 ton hasil panen petani (Tabel 13).

Tabel 13. Penerimaan dan Penjualan Belimbing di PKPBDD Bulan Januari – Desember 2008 No. Bulan Penerimaan (Kg) Penjualan (Kg) Selisih (Kg)

1. Januari 55.700 17.861,5 37.838,5 2. Februari 61.800 31.504,5 30.295,5 3. Maret 19.700 16.972,5 2.727,5 4. April 27.100 25.146,6 1.953,4 5. Mei 31.600 25.962,7 5.637,3 6. Juni 49.900 46.499,0 3.401,0 7. Juli 25.500 24.147,0 1.353,0 8. Agustus 30.000 27.635,1 2.364,9 9. September 35.800 29.742,0 6.058,0 10. Oktober 10.800 10.335,0 465,0 11. November 18.500 17.775,0 725,0 12. Desember 19.500 16.592,0 2.908,0 Sumber : PKPBDD, 2008

Sebenarnya PKPBDD telah melakukan pemasaran yang cukup baik, bukan hanya untuk pasar tradisional tapi juga pasar modern. Dengan pengemasan yang lebih rapi dan bersih, belimbing PKPBDD dapat masuk ke beberapa tempat pemasaran (Tabel 14).

Tabel 14.Pelanggan Produk Belimbing Segar di PKPBDD

No. Pelanggan Alamat Rata-Rata Jumlah Pesanan Per Bulan (Kg) 1. PT Carrefour Kantor Pusat Carrefour Lt 3 Cr

Lb. Bulus Jakarta 7.955

2. PT. Makro Indonesia Pasar Rebo 3.733

3. PT Lion Superindo Cikarang Selatan 1.540

4. Total Buah Segar Slipi, Kelapa Gading, Pondok

Indah, Wolter M 1.087

5. Jakarta Fruit Market Kelapa Gading, Green Ville,

Pluit 496

6. All Fresh Gatot Subroto 283

7. UD Langgeng Buah Pasar Induk Kramat Jati 1.234

8. Duta Buah Jakarta 67

9. Top Buah Bekasi 92,1

10. Maxim Fruit Market Gajah Mada 86,5

11. UKM Pengolahan Depok 1.736

12. Papa Ho Bogor 42,4

13. Pembeli Lain 12.459,5

Jumlah 25.816,5

Sumber : Data PKPBDD Diolah, 2009

Petani menganggap kemudahan dalam memperoleh pinjaman menjadi atribut yang sangat diharapkan, padahal sebesar 86,67 persen petani menggunakan modal sendiri untuk kegiatan usahataninya. Petani beranggapan bahwa apabila mendapatkan modal tambahan dengan beban bunga kecil mereka dapat mengembangkan usahataninya dengan cara menyewa lahan belimbing, sehingga dapat meningkatkan pendapatannya.

2. Kuadran II (Pertahankan Prestasi)

Kuadran II terdapat lima atribut yaitu harga beli belimbing oleh PKPBDD, pengambilan hasil panen ke petani, pembayaran oleh PKPBDD kepada petani, ketepatan dalam penimbangan dan pengelompokkan belimbing dalam grade, tabungan petani.

Pada umumnya atribut-atribut tersebut sudah dilaksanakan oleh PKPBDD, sehingga petani sudah dapat merasakan keuntungannya dari penerapan atribut ini. Atribut-atribut ini memiliki tingkat kinerja yang tinggi dan disertai dengan tingkat kepentingan yang tinggi sehingga hal ini harus dipertahankan oleh PKPBDD, karena

atribut-atribut inilah yang bermanfaat bagi petani dan menjadikan jasa PKPBDD unggul di mata petani.

Atribut harga beli belimbing oleh PKPBDD perlu dipertahankan sehingga kesejahteraan petani meningkat. Harga beli belimbing oleh PKPBDD diharapkan dapat menjadi atribut yang membedakan antara PKPBDD dengan lembaga pemasaran lainnya (tengkulak dan pedagang pengumpul), sehingga rasa memiliki dan jumlah keanggotaan petani dalam PKPBDD meningkat.

Harga pembelian belimbing oleh koperasi lebih tinggi dibandingkan lembaga pemasaran lainnya (tengkulak, pedagang pengumpul, pedagang pengecer). Penetapan harga dengan menggunakan sistem perkilogram dirasakan lebih menguntungkan bagi petani, karena selama ini petani lebih banyak menggunakan sistem pembelian perbuah yang ditetapkan oleh tengkulak.

Harga yang ditetapkan oleh koperasi untuk grade A Rp 5.000,00 - Rp 6000,00 perkilogram, grade B Rp 3.000,00 – Rp 4.000,00 perkilogram, grade C Rp 1.000,00 – Rp 2.000,00 perkilogram, dengan penetapan harga ditetapkan oleh pengurus PKPBDD. Sedangkan penetapan harga oleh tengkulak Rp 800,00 – Rp 1000,00 perbuah, adapun apabila dilakukan penetapan harga perkilogram oleh tengkulak harganya lebih rendah yaitu Rp 3.000,00 – Rp 4.000,00 dengan penetapan harga tidak menggunakan sistem grade.

Pengambilan hasil panen ke petani menjadi atribut yang harus dipertahankan disebabkan karena sifat belimbing yang mudah rusak sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang cepat. PKPBDD memberikan pelayanan kepada anggotanya dengan menjemput langsung hasil panen ke kebun petani, sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya pengangkutan. Sistem pengangkutan dan pengemasan belimbing oleh PKPBDD menggunakan keranjang plastik dan kertas koran, sehingga kualitas belimbing terjaga.

Sistem pembayaran dua kali dalam seminggu menyebabkan petani mengharapkan kecepatan dalam pembayaran oleh PKPBDD ini dipertahankan. Petani tidak menjadikan atribut ini sebagai atribut yang sangat diharapkan karena dengan sistem pembayaran tersebut lebih baik dibandingkan dengan sistem pembayaran yang diterapkan oleh tengkulak. Petani akan memperoleh rekap jumlah dan grade belimbing yang dikirim ke PKPBDD sehingga petani memperoleh transparansi hasil panen.

Supaya meningkatkan peran PKPBDD lebih unggul dimata petani, diharapkan PKPBDD dapat mempercepat pembayaran.

PKPBDD melakukan sistem pembayaran dengan transparan. Tiap petani yang menjual hasil panennya ke koperasi akan memperoleh rekap mengenai harga dan jumlah uang yang akan diterima. Rekap harga tersebut dipegang oleh Koordinator Wilayah (KorWil) dari masing-masing kecamatan. Pembayaran oleh PKPBDD kepada KorWil dilakukan setiap hari Selasa dan Jum’at, untuk selanjutnya KorWil melakukan pembayaran kepada anggotanya. Sistem ini lebih baik daripada sistem yang dilakukan oleh tengkulak yang lebih sering mengambil hasil panen petani terlebih dahulu, sedangkan pembayarannya setelah belimbing laku terjual ataupun menggunakan sistem ijon.

Petani menjadikan penimbangan dan pengelompokkan belimbing dalam grade perlu dipertahankan karena sistem yang telah dijalankan selama ini cukup memuaskan petani. Atribut tabungan petani harus dipertahankan karena tabungan yang di simpan dapat diambil sewaktu-waktu dan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan usahatani.

Sejak akhir tahun 2008, PKPBDD menyediakan fasilitas tabungan bagi petani. Setiap pembayaran hasil panen belimbing petani hasilnya akan dikurangi 10 persen sebagai tabungan. Tabungan tersebut dapat diambil setiap waktu oleh petani. Alasan diadakannya tabungan petani untuk membantu petani dalam masalah keuangan, karena yang terjadi selama ini petani selalu kesulitan keuangan apabila belum panen sedangkan pohon belimbing memerlukan pupuk dan obat-obatan. Akibat keadaan tersebut petani terpaksa menyerahkan hasil panennya kepada tengkulak dengan sistem ijon untuk mendapatkan uang dimuka guna membiaya kegiatan operasional usahataninya.