• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Analisis Sistem Agribisnis Belimbing Dewa

SUBSISTE M III

3. Kuadran III (Prioritas Rendah)

Kuadran III terdapat empat atribut yaitu kemudahan menghubungi PKPBDD, kebersihan dan kerapihan dalam pengemasan belimbing, penyediaan fasilitas PKPBDD, PKPBDD sebagai tempat penghubung antara petani (adanya forum komunikasi antar petani). Jika dilihat dari tingkat kepentingannya, atribut-atribut ini kurang dianggap penting. Tetapi jika dilihat dari tingkat kinerjanya cukup baik. Petani mengabaikan atribut-atribut yang terletak pada posisi ini. Peningkatan atribut-atribut yang termasuk dalam dalam kuadran ini dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan oleh petani sangat kecil.

Kemudahan menghubungi PKPBDD menjadi atribut yang cukup diharapkan petani karena petani sudah dapat dengan mudah menghubungi PKPBDD melalui KorWil di setiap kecamatan untuk mengetahui harga beli belimbing apabila harganya sewaktu-waktu berubah, informasi jadwal pemetikan dan pengambilan hasil panen serta mengetahui informasi pembayaran.

Atribut kebersihan dan kerapian dalam pengemasan belimbing pelaksanaannya di lapangan dirasakan petani sudah cukup baik. Pengurus PKPBDD sudah melaksanakan proses pasca panen dengan baik, belimbing yang akan di bawa ke PKPBDD disusun dengan menggunakan kertas koran dan keranjang plastik sehingga risiko kerusakan dapat diminimalisir.

Penyediaan fasilitas PKPBDD seperti keranjang, timbangan dan mobil pengangkutan lebih lengkap, cukup baik bagi petani karena penyediaan fasilitas yang telah disediakan sudah mencukupi kebutuhan tetapi terkadang kekurangan fasilitas pada saat panen raya. PKPBDD sebagai tempat penghubung antar petani dianggap cukup penting, karena para petani sudah tergabung dalam kelompok tani di masing-masing kecamatan.

4. Kuadran IV (Berlebihan)

Atribut-atribut yang berada pada kuadran IV menurut petani dianggap kurang penting dan dirasakan terlalu berlebihan. Atribut-atribut yang termasuk dalam kuadran ini dapat dikurangi agar PKPBDD dapat menghemat biaya. Berdasarkan hasil wawncara dengan petani, petani belum menganggap ada atribut-atribut PKPBDD yang dirasakan berlebihan dan kurang bermanfaat.

Berdasarkan matriks IPA di atas, kinerja PKPBDD yang perlu dipertahankan peranannya yaitu harga beli belimbing oleh PKPBDD, pengambilan hasil panen ke petani, pembayaran oleh PKPBDD kepada petani, ketepatan dalam penimbangan dan pengelompokkan belimbing dalam grade, tabungan petani. Sedangkan kinerja PKPBDD yang perlu ditingkatkan peranannya demi kesejahteraan petani dan pengembangan sistem agribisnis belimbing Dewa yaitu daya tampung belimbing, pemasaran belimbing dan pinjaman untuk petani.

6.3. Implikasi Peran PKPBDD Terhadap Petani Dalam Pengembangan Sistem Agribisnis Belimbing Dewa

Berdasarkan analisis sistem agribisnis belimbing Dewa dan analisis kinerja PKPBDD yang telah dijalankan selama ini, PKPBDD sebagai lembaga penunjang diharapkan dapat berperan dalam pengembangan sistem agribisnis belimbing Dewa di Kota Depok. PKPBDD diharapkan dapat meningkatkan peranannya pada :

1. Subsistem pengadaan dan penyediaan sarana produksi seperti pupuk, obat-obatan dan pembungkus buah.

Untuk menghasilkan belimbing berkualitas diperlukan pemenuhan penyediaan sarana produksi. Peran PKPBDD dalam agribisnis hulu ini diutamakan dalam pengadaan, penyediaan dan penyaluran input produksi. PKPBDD harus dapat berperan menjamin akses petani dan ketersediaan dalam jumlah yang cukup, mutu yang sesuai kebutuhan, dan harga yang wajar berbagai sarana produksi terutama pupuk dan obat-obatan.

Pelaksanaan peran PKPBDD dalam penyediaan sarana produksi bagi petani dengan cara PKPBDD dapat mengajukan diri kepada Dinas Pertanian untuk berperan sebagai lembaga resmi dalam penyaluran sarana produksi bagi petani. Sistem penyaluran sarana produksi dari PKPBDD ke petani dapat dilakukan melalui KorWil di masing-masing kecamatan. Sedangkan sistem pembayaran sarana produksi yang sudah digunakan oleh petani dapat dipotong atau dikurangi dari uang pembayaran hasil penjualan belimbing petani kepada PKPBDD.

PKPBDD diharapkan mampu melakukan pengorganisasian sumber daya berupa input-input dan sarana produksi yang akan digunakan dan berguna bagi pencapaian efisiensi usahatani belimbing. Pencapaian efisiensi dalam pengorganisasian input-input dan fasilitas produksi lebih mengarah kepada optimasi penggunaan berbagai sumber daya sehingga dapat dihasilkan output maksimum dengan biaya tetap atau biaya minimum dengan output tetap.

2. Subsistem pemasaran dengan meningkatkan posisi tawar petani dan memperluas pemasaran.

Produk pertanian seperti halnya belimbing sering menghadapi masalah dalam ketersediaan pasokan di pasaran. Ada kalanya belimbing yang dihasilkan melimpah karena terjadi panen raya pada waktu yang bersamaan, atau sebaliknya belimbing yang

dihasilkan mengalami kelangkaan. Keadaan ini berdampak pada fluktuasi harga jual, dan akibatnya berdampak pula pada fluktuasi harga beli kepada petani.

Fluktuasi harga terutama dirasakan oleh petani yang menjual belimbing dengan sistem perbuah kepada tengkulak, dimana tengkulak berperan sebagai penentu harga. Petani dengan sistem penjualan perbuah menerima harga yang sama untuk semua belimbing Depok yang dihasilkan tanpa melihat ukurannya.

Petani yang melakukan sistem penjualan perkilogram tidak terlalu terpengaruh dengan fluktuasi harga yang terjadi. Petani relatif akan menerima harga yang tinggi baik pada kondisi belimbing melimpah ataupun langka, dengan syarat buah yang diproduksi merupakan buah yang berkualitas.

Peran PKPBDD yang telah melakukan sistem pembelian buah perkilogram dengan menetapkan grade perlu ditingkatkan, karena hal ini dapat meningkatkan posisi tawar petani. Keadaan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas belimbing, karena PKPBDD berorientasi pada pasar modern (toko buah, supermarket dan hypermarket). Dimana pada pasar modern menuntut belimbing dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Pemasaran belimbing oleh PKPBDD perlu terus ditingkatkan terutama untuk pasar di luar Depok, Bogor dan Jakarta, dengan tetap mengacu pada SOP bidang pemasaran. Strategi pemasaran pada saat belimbing melimpah dan saat terjadi kelangkaan akan berbeda. Strategi pemasaran pada saat belimbing melimpah yaitu menawarkan barang untuk promosi ke pasar yang sudah ada maksimal dua bulan sebelum panen raya, menyesuaikan harga dengan kondisi pasar secara umum, memaksimalkan pasar-pasar yang memungkinkan untuk meningkatkan penjualan seperti pameran dan koordinasi dengan UKM untuk mendorong olahan supaya lebih banyak berproduksi.

Sedangkan strategi pemasaran pada saat belimbing langka yaitu menjalin hubungan dengan pasar, menjelaskan ketersediaan belimbing kepada pasar dan memberikan informasi ketersediaan barang berikutnya ke pasar.

3. Subsistem lembaga pendukung dengan berperan sebagai fasilitator petani dalam memperoleh pinjaman.

Unit dukungan pelayanan untuk menunjang sistem agribisnis belimbing yang sebaiknya ditingkatkan oleh PKPBDD yaitu penyediaan fasilitas perkreditan. PKPBDD

diharapkan dapat berperan membuka akses petani pada berbagai fasilitas perkreditan, dan PKPBDD bertindak sebagai penjamin untuk kepentingan para petani. Kerjasama antara PKPBDD dengan koperasi yang bergerak di sektor keuangan atau pembiayaan (koperasi simpan pinjam, koperasi kredit, koperasi pembiayaan perlu dilakukan.

PKPBDD dapat menjadi penjamin/fasilitator dalam pencairan dana dari lembaga perkreditan, sehingga petani tidak perlu memberikan agunan untuk memperoleh pinjaman. Sistem pengembalian kredit/pinjaman oleh petani dapat dilakukan dengan memotong atau mengurangi uang pembayaran hasil penjualan belimbing petani kepada PKPBDD.

Keberadaan PKPBDD diharapkan mampu mengintergasikan petani belimbing yang terpencar-pencar dan merupakan tanaman di pekarangan rumah dengan jumlah pohon yang relatif sedikit, sehingga belimbing Dewa dapat dijadikan promosi keunggulan daerah. Bahkan dapat memiliki nilai jual dan pasar yang lebih baik apabila mempertahankan kualitasnya.

Pengembangan sistem agribisnis belimbing Dewa jangka panjang melalui PKPBDD yaitu untuk meningkatkan daya tampung PKPBDD diharapkan PKPBDD mampu bekerjasama dengan pabrik pengolahan dan mendorong UKM untuk meningkatkan produksinya. Dengan semakin berkembangnya kota Depok sebagai kota wisata religi, diharapkan dalam jangka panjang PKPBDD mampu membangun unit usaha khusus pusat penjualan belimbing segar dan olahannya, sekaligus dapat dijadikan tempat promosi keunggulan daerah.

VII KESIMPULAN DAN SARAN