BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
3. Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi/mendianogsis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat persial maupun kinerja organisasi secara keseluruhan (Harmono, 2016 : 104)
Analisis laporan keuangan adalah aplikasi dari alat dan teknik analisis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Brernstein mengatakan analisis laporan keuangan adalah proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan dimasa sekarang dan
masa lalu, dengan tujuan menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi kerja perusahaan dimasa yang akan dating (Mulyawan, 2015: 100). Analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungan yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalamproses menghasilkan keputusan yang tepat.
Analisis laporan keuangan adalah penelaahan hubungan dan tendensi atau kecenderungan untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahan yang bersangkutan. Mengadakan interpretasi atau analisis terhadap laporan keuangan serta perusahaan sangat bermanfaat bagi penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan (Syamsuddin, 2011 : 45). Analisis laporan keuangan terdiri sebagai berikut:
1) Fokus laporan, yaitu laporan laba rugi, neraca, arus kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian historis dan penyebab terjadinya suatu perusahaan.
2) Prediksi, yaitu analisis harus mengkaji impilkasi kejadian yang sudah berlalu terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan pada masa yang akan datang.
3) Dasar analisis, yaitu laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri sehingga hasil analisis sangat bergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan pada sifat akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisis laporan keuangan ( Mulyawan, 2015: 101).
b. Tujuan
Berkaitan dengan analisis kinerja keuangan bank mengandung beberapa tujuan diantaranya:
1. Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan bankn terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal dan portabilitas yang dicapai dalam tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.
2. Untuk mengetahui kemampuan bank dalam mendayagunakan semua asset yang dimiliki dalam mengasilkan profit secara efisien (Jumingan, 2011: 239).
Menerut Sofyan Syafri Harahap, analisis laporan keuangan bertujuan menambah informasi dalam suatu laporang keuangan.
Kegunaan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi yang lebih luas dan lebih dalam dari pada yang terdapat laporan keuangan biasa.
2. Menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan.
3. Mengetahui esalahan yang terdapat di dalam laporan keuangan 4. Membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam
hubungan nya dengan laporang keuangan, baik dikaitkan dengan komponen internal laporan keuangan maupun dengan informasi yang diperoleh dari laur perusahaan.
5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang dapat melahirkan model dan teori yang terdapat dilapangan
6. Memberikan informai yang diinginkan oleh para pengambil keputusan.
7. Meramalkan kondisi keuangan perusahaan untuk masa yang akan datang.
8. Melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan, maupunmaslah lain.
9. Menilai potensi menajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain.
10. Memprediksi potensi yang dialam perusahaan pada masa yang akan datang (Mulyawan, 2015: 103).
c. Keterbatasan dan Kelemahan Analisis Laporan Keuangan 1. Keterbatasan analisis laporan keuangan
a) Laporan keuangan dapat bersifat historis, merupakan laporan atas kejadian yang telah terjadi. Oleh karena itu, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai laporan mengenai keadaan saat ini.
b) Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau nilai pertukaran pada saat terjadinya transaksi, bukan harga saat ini.
c) Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Informasi disajikan untuk dapat digunakan semua pihak.
d) Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative dari berbagai pilihan yang ada sama-sama debenarkan, tapi menimbulkan perbedaan angka laba ataupun asset (Mulyawan, 2015: 104).
Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian. Apabila terdapat kesimpulan yang tidak pastimengenai penilaian pos, dapat dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Jika ada indikasi merugi, kerugian tersebut harus dicatat, tetapi jika ada indikasi laba tersebut tidak boleh dicatat.Dengan demikian, ada holding gain yang tidak diungkapkan (Mulyawan, 2015: 105).
2. Kelemahan analisis laporan keuangan
a) Berdasarkan laporan dari keuangan masa lalu sehingga kesimpulan dari analisisnya salah.
b) Menilai laporan keuangan hanya dari angka-angka laporan keuangan sehingga terlepas dari pertimbangan perubahan eksternal perusahaan, misalnya perubahan pada pola hidup masyarakat.
c) Objek analisis hnya data historis yang menggambarkan masa lalu d) Terlalu terfokus pada pertimbangan mata uang asing sehingga
timbul perbedaan akibat masalah kurs konversi atau metode konsolidasi
3. Kelemahan analisis ratio
a) Rasio diambil dari data akuntansi yang memerlukan tafsiran tersendiri. Data akuntasi itu mengandung data manipulasi atau kesalahan lainnya.
b) Membandingkan industrial rasio di Indonesia dengan perusahan di luar negeri sehingga analisisnya kurang berimbang atau memaksakan dirasionalisasi
c) Laporan keuangan yang dianalisis tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya.
d) Kesalahan menilai bentuk prusahaan, misalnya menyatakan turn over untuk supermarket dengan dealer mobil (Mulyawan, 2015:
106).
d. Metode Analisis Laporan Keuangan
Metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
1. Metode analisis horizontal (Dinamis)
Metode analisis horizontal adalah metode analisis yang digunakan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Metode ini membandingkan pos yang
samauntuk tahun atau priode yang berbeda. Disebut metode dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ketahun.
2. Metode vertical (Statis)
Metode vertical adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun tertentu, yaitu dengan cara membandingkan pos yang satu dengan pos yang lainnya pada laporan yang sama untuk tahun yang sama.
Disebut metode statis karena metode ini hanya membangingkan pos-pos laporan keuangan pada periode yang sama (Mulyawan, 2015: 108).
e. Teknik Analisis dalam Analisis Laporan Keuangan 1) Analisis perbandingan
Teknik ini dipergunakan dengan cara memperbandingkan laporan keuangan minimal dua periode atau lebih dengan menunjukan:
a) Data absolute atau jumlah dalam rupiah b) Kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah c) Kanaikan dan penurunan dalam persentase d) Perbandingan dalam ratio
2) Alanisis tren
Analisis ini di digunakan untuk mengetahui tendensi dari keuangan perusahaan. Analisis ini dinyatakan dalam persentase.
Analisis ini dilakukan dengan menggunakan data masa lalu perusahaan untuk tujuan kompasari, dengan melihat kecenderungan angka-angka ratio tertentu, dapat memperoleh gambaran apakah rasio-rasio tersebut cenderung naik, turun dan relative konstan. Dari gambaran ini dapat diteksi masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan dan baik buruknya pengelolaan perusahaan dapat diobservasikan (Mulyawan, 2015: 109).
3) Analisis commonsize
Teknik ini dipergunakan untuk mengetahui persentasi investai dari tiap-tiap aktiva, baik sruktur pemodalanya, komposisi pembiayaan maupun pendanaan, serta kaitannya dengan penjualan.
4) Analisis sumber dan penggunaan modal kerja
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sumber dan penggunaan modal kerja serta penyebab perubahaannya pada periode tertentu.
5) Analisis sumber dan penggunaan kas
Suatu analisis yang dipergunakan untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya uang kas berikut sumber-sumber kas.
6) Analisis perubahan laba kotor
7) Analisis ini merupakan analisis yang dipakai untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor secara realistis dan anggarannya dari laporan tersebut.
8) Analisis pulang pokok
Analisis ini dipergunakan untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai agar tidak menderita kerugian.
9) Analisis indeks
Merupakan analisis horizontal. Analisis ini mngubah semuang angka dalam suatu laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100. Tahun dasar yang dipilih tidak selalu harus hun yang paling awal, tetapi dipilih tahun yang dianggap normal.
10) Analisis rasio
Analisis ini di gunakan untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dari pada laporan keuangan serta kombinasinya.
Dalam menganalisis suatu laporan keunagan diperlukan beberapa rasio untuk memberikan gambaran mengenai situasi perusahaan.
Rasio adalah gambaran situasi perusahaan pada waktu tertentu sehingga dapat diketahi kecenderungan situasi perusahaan pada
masa yang akan datang melalui gerakan yang terjadi pada masa lalu sampai sekarang (Mulyawan, 2015: 113).
4. Analisis Ratio Keuangan