• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Strategi Pemasaran

Dari pemotretan atau penganvasan yang telah dilakukan, diketahui adanya peluang bisnis yang cukup besar. Selain itu, juga diketahui keunggulan-keunggulan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur kekuatan atau kemampuan mengambil peluang yang ada. Namun, selain adanya peluang yang besar dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki, diketahui bahwa bisnis ini berada di dalam persaingan yang tidak mudah. Disisi lain, ternyata juga perusahaan masih mempunyai kendala internal yang dapat menghambat upaya pengambilan peluang bisnis tersebut. Oleh karena perlu adanya strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam rangka mengambil peluang. Adapun strategi yang akan diterapkan adalah meningkatkan penjualan melalui peningkatan dan perluasan pasar dan menciptakan produk baru.

135 BAB V

RENCANA AKSI PEMASARAN

Pada bab empat telah diuraikan bagaimana hasil penelitian yang sudah dilakukan sampai dengan strategi pemasaran yang telah dirumuskan. Strategi yang dirumuskan tidak terlepas dari adanya penemuan pasar baru di mana tidak ada atau belum banyak pemain di pasar tersebut. Selanjutnya strategi tersebut dijabarkan ke dalam rencana aksi, yaitu program apa yang akan dilaksanakan untuk menjalankan strategi dan seberapa biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi marketing tersebut.

A. Program Kerja Pemasaran

Dari strategi pemasaran yang telah direncanakan, peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa cara untuk meningkatkan penjualan yaitu menjual produk lama kepada pangsa pasar lama, menjual produk lama kepada pasar baru, menjual produk baru kepada pangsa pasar lama, dan menjual produk baru kepada pasar baru.

1. Menjual produk lama kepada pasar lama

Hasil terjemahan yang dihasilkan oleh PeMad mempunyai kualitas yang tinggi dibandingkan dengan para pesaing. Kualitas tinggi tentunya menjadi harapan semua pengguna jasa terjemahan, apalagi didukung dengan harga yang sesuai dan layanan yang baik. Distribusi jasa juga mampu memenuhi harapan pengguna.

136 Keunggulan-keunggulan tersebut tentunya dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan melalui pertumbuhan pasar. Harus ada usaha agar pelanggan yang saat ini semakin percaya dan pada akhirnya menambah pembelian jasa terjemahan yang PeMad tawarkan. Usaha untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan saat ini yaitu dengan membangun hubungan baik dengan pelanggan. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan melakukan client visit.

Client visit merupakan kegiatan di mana PeMad melakukan kunjungan ke

pelanggan. Di mana dalam kunjungan tersebut, dapat dibicarakan tentang bagaimana hubungan kerja sama selama ini, dan perusahaan dapat menggali lebih dalam apa yang menjadi kebutuhan pelanggan. Dengan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pelanggan, perusahaan dapat menentukan langkah selanjutnya untuk dapat meningkatkan penjualan pada pelanggan tersebut.

2. Menjual produk lama kepada pasar baru

Selain dengan pertumbuhan pasar, peningkatan penjualan juga dapat dilakukan dengan cara memperluas cakupan pasar. Perluasan pasar masih menggunakan produk lama. Agar jasa terjemahan PeMad semakin dikenal dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas perlu dilakukan promosi. Promosi akan dilakukan secara langsung (direct presentation) dan melalui media iklan (portal terjemahan, even-even, website, dan media sosial). Promosi secara langsung salah satunya akan dilaksanakan dengan mengikuti acara konferensi internasional yaitu Locworld yang akan dilaksanakan di Tokyo.

Locworld adalah konferensi & pameran bertaraf internasional yang bertujuan mempertemukan pelaku-pelaku bisnis di bidang penerjemahan,

137 pelokalan, teknologi, pengembang software & aplikasi, serta industri-industri terkait lainnya. Pesertanya adalah orang-orang dengan jabatan strategis dari perusahaan masing-masing yang bertanggung jawab untuk mengembangkan bisnisnya tanpa batasan bahasa dan budaya di pasar global. Dengan penekanan khusus pada bisnis global, konferensi ini memberi kesempatan untuk saling bertukar informasi dan menjalin kerja sama yang bernilai tinggi di pasar bahasa dan layanan terjemahan serta teknologi.

3. Menjual produk baru kepada pasar lama

Menindaklanjuti penemuan-penemuan dalam analisis terhadap lingkungan bisnis, maka akan membuat produk/layanan baru. Produk/layanan baru ini akan mengatasi ancaman adanya produk pengganti. Produk/jasa baru untuk mengatasi ancaman adanya produk pengganti atau biasa disebut dengan penerjemah menggunakan mesin terjemahan, akan disediakan jasa post editing, yaitu mengedit hasil terjemahan mesin. Upaya pemasaran yang perlu dilakukan adalah dengan menawarkan kepada pelanggan lama mengenai adanya jasa post editing.

4. Menjual produk baru kepada pasar baru

Selain post editing yang digunakan untuk mengatasi ancaman produk pengganti, juga akan diciptakan produk baru untuk mengatasi permasalahan pada kebutuhan sumber daya manusia dengan kualitas sesuai dengan standar industri terjemahan. Produk/jasa baru tersebut yaitu pelatihan penerjemahan dan interpretasi. Selain untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, pelatihan penerjemahan dan interpretasi juga untuk mendatangkan profit. Adapun pasar yang disasar adalah para lulusan baru ataupun mereka yang

138 sudah menjadi penerjemah atau juru bahasa namun ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam penerjemahan dan interpretasi.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa saat ini baru ada satu lembaga yang membuka pelatihan atau kursus penerjemahan dan interpretasi, yaitu di Universitas Indonesia Jakarta. Sedangkan di Jateng dan DI. Yogyakarta belum ada lembaga yang membuka kursus penerjemahan dan interpretasi. Upaya pemasaran yang perlu dilakukan dengan memperkenalkan jasa pelatihan atau kursus penerjemahan dan interpretasi. Beberapa tindakan pemasaran yang akan dilakukan adalah dengan melakukan promosi melalui website, media sosial, even-even, poster, dan seminar.

B. Analisis Break-Even

Dari hasil analisis break-even dihasilkan bahwa untuk dapat mencapai titik impas, PeMad akan melakukan penjualan sebesar Rp6.831.325.350,00 dalam setahun. Berikut hasil analisis break-even yang telah dilakukan:

Tabel 5.1 Analisis Break-Even

Analisis Break-Even

Jumlah kata break-even setahun 8.433.735

Penjualan break-even setahun Rp6.831.325.350,00 Perkiraan:

Biaya langsung setahun Rp3.331.325.325,00

Biaya tetap setahun Rp3.500.000.000,00

139 C. Ramalan Penjualan

Dari penelitian yang dilakukan, telah terpetakan segmen pasar yang akan diambil. Didukung oleh kemampuan produksi saat ini yaitu 800.000 kata perbulan, maka dapat ditetapkan ramalan penjualan ke depan adalah 9.600.000 kata. Selain itu, akan diperoleh satu proyek headhunting, yaitu mengirimkan penerjemah ke perusahaan selama waktu tertentu. Selain proyek headhunting juga akan diperoleh empat kali proyek penjurubahasaan, 4 kali pelatihan penjurubahasaan, dan dua kali pelatihan penerjemahan.

Tabel 5.2 Ramalan Penjualan

Ramalan penjualan

Penjualan 2018

Penerjemahan dan Post Editing Rp7.776.000.000,00 Pelatihan/kursus penerjemahan Rp50.000.000,00

Pelatihan/kursus juru bahasa Rp54.000.000,00

Biaya langsung

Penerjemahan Rp3.792.000.000,00

Pelatihan/kursus penerjemahan Rp35.000.000,00

Pelatihan/kursus juru bahasa Rp45.000.000,00

D. Ramalan Biaya Pemasaran

Rencana biaya pemasaran yang akan disajikan merupakan rencana biaya untuk kegiatan pemasaran yang akan dilakukan. Setidaknya ada 10 program kerja pemasaran yang akan dilaksanakan.

140 Tabel 5.3 Rencana Anggaran Biaya Pemasaran

Rencana Anggaran Biaya Pemasaran

Program Kerja Biaya

1. Exibition LocWorld 2018 (Tokyo) Rp150.000.000,00 2. Client Visit (Lokal 5, Luar 2- Asia tenggara) Rp36.000.000,00

3. Advertising Rp10.000.000,00

4. Mengikuti event-event lokal Rp10.000.000,00

5. Marketing bersama Rp18.000.000,00

6. Memperbaiki konten website secara berkala Rp2.400.000,00

7. Penyebaran Brosur Rp19.600.000,00

8. Sponsor (acara-acara kampus, dll) Rp15.000.000,00

9. Mengentertain klien Rp7.500.000,00

10. Membership portal penerjemahan Rp17.000.000,00

Total Biaya Rp285.500.000,00

E. Pengendalian

Di dalam rencana bisnis khususnya rencana kegiatan pemasaran yang ditulis dalam penyususnan perencanaan pemasaran ini tidak terlepas dari pengawasan atau pengendalian. Pengendalian di sini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelaksanaan dan manajemen risiko. Pelaksanaan menyangkut siapa yang melakukan dan bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran yang direncanakan. Sementara manajemen risiko merupakan tindakan awal dalam perencanaan untuk mengetahui kemungkinan adanya kegagalan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan dan bagaimana mengatasinya.

141 1. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pemasaran merupakan tanggung jawab perusahaan.

Seluruh bagian atau divisi di dalam perusahaan mengambil peran masing-masing dalam pelaksanaan strategi pemasaran sesuai dengan porsinya. Bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian pemasaran seorang. Semua bagian terintegrasi di dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan. Namun demikian, kegiatan-kegiatan pemasaran yang dirancang pada penyusunan perencanaan pemasaran ini merupakan tanggung jawab bagian pemasaran.

Di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemasaran, khususnya dalam penyusunan perencanaan pemasaran ini tidak hanya dilaksanakan oleh karyawan atau sumber daya dalam perusahaan. Ada beberapa kegiatan yang belum bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan. Seperti perbaikan konten website. Kegiatan ini akan diberikan kepada pihak lain yang lebih berkompeten menangani pekerjaan semacam ini. Hal ini akan lebih efisien dibandingkan jika harus merekrut orang baru. Selain penanganan perbaikan konten website, beberapa program lain juga akan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan pihak lain.

2. Manajemen Risiko

Di dalam merencanakan sesuatu apalagi sebuah bisnis tentunya ada risiko yang akan dihadapi pada pelaksanaannya. Demikian pula dalam menyusun rencana kegiatan pemasaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap risiko yang mungkin akan dihadapi. Kemudian, terhadap risiko-risiko tersebut perlu dilakukan rencana penangannya.

142 Dari hasil analisis risiko diperoleh bahwa risiko terbesar adalah risiko pembiayaan atas kegiatan pemasaran terutama yang tidak berdampak secara langsung terhadap transaksi. Mengingat pada kuartal pertama pendapatan belum terlalu besar, maka sangat berisiko jika kegiatan pemasaran yang memakan biaya besar diagendakan pada masa tersebut. Tetapi apabila kegiatan tersebut tergantung pada pihak lain sebagai pelaksana, maka tidak ada pilihan waktu lain. Untuk mengatasi masalah pembiayaan tersebut maka pada pengajuan anggaran perseroan akan dialokasikan dari laba ditahan tahun sebelumnya, dalam hal ini adalah dari operasi 2017.

143 DAFTAR PUSTAKA

Abratt R., & Higgs N. (1994). Marketing Planning Practices of South African Companies. Marketing Intelligence & Planning, 12, 25-31.

Adesla, V. (2016). Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Diperoleh Juni 2016, dari http://rubik.okezone.com/read/24981/menghadapi-era-masyarakat-ekonomi-asean-mea

Cooper, D., & Schindler, P. S. (2006). Business Research Methods (10 ed.). New York: McGraw-Hill.

Cravens, D. W., & Piercy, N. F. (2013). Strategic Marketing (10 ed.). New York:

McGraw-Hill.

David, F. R. (2011). Strategic Management: Concepts and Cases (13 ed.). New Jersey: Pearson.

Day, G. S. (1994, October). The Capabilities of Market Driven Organization.

American Marketing Association, 58, 37.

Ferrell, O. C., Hirt, G., & Ferrell, L. (2014). Business: A Changing World (9 ed.).

New york: McGraw-Hill.

Gala (2016). Translation Companies Directory. Diperoleh 30 Mei 2016, dari https://www.gala-global.org/company-director

Hawkins, D., & Mothersbaugh, D. L. (2010). Consumer Behavior: Building Marketing Strategy (11 ed.). New York: McGraw-Hill.

IDX (2016). Profil Perusahaan Tercatat. Diperoleh 9 Juni 2016, dari http://www.idx.co.id/Home/ListedCompanies/CompanyProfile/tabid/89/lan guage/id-ID/Default.aspx

Kemenlu (2011). Direktori Organisasi Internasional Non-Pemerintah (OINP) Di Indonesia. Diperoleh 3 November 2014, dari http://www.kemlu.go.id/Buku Kemenperin (2016). Industri Kreatif Bakal. Diperoleh 10 Juni 2016, dari

http://www.kemenperin.go.id/artikel/5749/IndustriKreatif-Bakal Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2005). Blue Ocean Strategy. Boston: HBSP.

Kompasiana (2015). Penerjemah dan Internet: Peran Penting Internet untuk Membangun Karier Penerjemah. Diperoleh Juni 2016, dari

http://www.kompasiana.com/penerjemah-online/penerjemah-dan-internet-144

peran-penting-internet-untuk-membangun-karier-penerjemah_55198a3f81331175789de0b7

Kotler, K., & Keller, K. L. (2012). Marketing Management (14 ed.). New Jersey:

Pearson.

Menkumham (2012). Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain. Diperoleh 13 Juni 2016, dari http://luk.staff.ugm.ac.id/

Neves, M. F. (2007). Strategic Marketing Plans and Collaborative Networks.

Marketing Intelligence & Planning, 25,175-192.

Proz (2016). Translation Agencies Directory. Diperoleh 30 Mei 2016, dari http://www.proz.com/translation-agencies?p=1

Pulendran, S., Speed, R., & Widing II, R.E. (2003). Marketing planning, market orientation and business performance. European Journal of Marketing, 37, 476-497.

Schiffman, L., & Wisenblit, J. (2015). Consumer Behavior (11 ed.). London:

Pearson.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2013). Research Methods for Business (6 ed.). West Sussex: Wiley.

Sugiono (2014). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: ALFABETA

Supranto, J. (2006). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan: Untuk menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tjiptono, F., & Chandra, G. (2012). Pemasaran Strategik: Mengupas Pemasaran Strategik, Branding Strategy, Customer Satisfaction, Strategi Kompetitif, hingga e-Marketing (2 ed.). Yogyakarta: Andi Offset.

UNCTAD & UNDP (2008). Creative Economy Report 2008. Diperoleh 10 Juni 2016, dari http://unctad.org/en/docs/ditc20082cer_en.pdf

Whalen, P. S., & Boush, D. M. (2012). Why, how and to what effect do firms deviate from their intended marketing plans?: Towards ataxonomy of post plan improvisations. European Journal of Marketing, 48, 453 - 476.

World Bank (2016). World Development Indicators. Diperoleh 5 Agustus 2016, dari http://data.worldbank.org/data-catalog/GDP-ranking-table

Zikmund, William G., & Babin, Barry J. (2011). Menjelajahi Riset Pemasaran (10 ed.). Jakarta: Salemba Empat.

145 Zulbainarni, N. (2016). Sektor Pariwisata Paling Siap Menghadapi MEA.

Diperoleh Juni 2016, dari http://www.neraca.co.id/article/64041/sektor-pariwisata-paling-siap-menghadapi-mea

146

LAMPIRAN

147 LAMPIRAN 1

Indonesian Translation Needs

Dear Sir/Madam,

We would like to invite you to participate in a survey which explores Indonesian translation needs. The questions have been designed to gather opinions from Translation Agency.

Your input is extremely valuable to us and we would like to thank you in advance for your time and participation in this important study.

Best Regards, Yuvita Sumaryati

1. Does your Agency need English <> Indonesian translation service?

o Yes o No

2. Do you think that in the future you may require translation services from English or other languages to Indonesian?

o Yes

4. What is your expectation for the translation rate from English to Indonesian?

5. What do you think of the translation rate of US$0.10 per source word for other languages than English to Indonesian?

o Very Expensive o Expensive o Rather expensive o Normal

148 quality. In your opinion, which error may still be tolerated?

o Errors which make the text difficult to understand and potentially create confusion among users/clients; accuracy errors which lead to significant changes of meaning (which can be highly misleading to users); translation errors which result in wrong interpretations of the source texts; severe omission; errors on parts of documents which are highly visible and may create confusion.

o Changes which improve style or readability. Any improvement which can be defined as any changes which give refinement in terms of fluency, clarity, or make the text more interesting or unique; unrefined grammar/spelling or syntax errors which result in changes of meaning/offensive or mislead end users; general errors which indicate inappropriate style

o Changes which improve style or readability. Any improvement which can be defined as any changes which give refinement in terms of fluency, clarity, or make the text more interesting or unique; unrefined grammar/spelling or syntax errors which result in changes of meaning/offensive or mislead end users; general errors which indicate inappropriate style.

o Accuracy errors which result in small changes of meaning; small errors which do not create confusions or mislead the users but may be identified as errors; errors in formatting which result in loss of meaning; wrong punctuations or capitalizations which do not result in loss of meaning; typos and misspelling which do not result in loss of meaning.

o No error may be tolerated.

9. How long is the payment term which your agency apply?

o Less than 15 days after the invoice is received

149 o 15 days after the invoice is received

o Less than 30 days after the invoice is received o 30 days after the invoice is received

o 45 days after the invoice is received o 60 days after the invoice is received o 90 days after the invoice is received o Others

10. The normal turn around time to complete the translation and editing process of 2,500 source words is 2 working days. What do you think?

o Too long o Long o Normal o Fast o Very fast

11. How long do you expect a translation agency to complete a translation of 2,500 source words?

12. Have you heard about PeMad International Translation prior to this survey?

o Yes o No

13. Please check out PeMad International Translation profile at www.pemad.or.id.

What is your opinion of PeMad?

14. Are you interested in using services provided by PeMad?

o Yes o No o Maybe

150 Survei Kebutuhan Penerjemahan untuk Industri Jasa dan Manufaktur

Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari, Dengan hormat,

Bersama ini saya ingin melakukan penelitian mengenai kebutuhan penerjemahan untuk industri jasa dan manufaktur. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka penulisan tesis sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada program Magister Management, tentang "PENYUSUNAN MARKETING PLAN UNTUK MENGEMBANGKAN PT. PEMAD INTERNATIONAL TRANSEARCH".

Sehubungan dengan maksud di atas, saya sangat mengharapkan bantuan Saudara untuk bersedia mengisi instrumen penelitian ini sesuai dengan pendapat dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu Saudara diharapkan dapat memberikan jawaban sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan sesungguhnya, dan jawaban tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi saudara.

Bantuan dan partisipasi Saudara merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi terselenggaranya penelitian ilmiah ini. Dan untuk itu semuanya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, Yuvita Sumaryati

1. Apakah perusahaan / hotel Anda atau tempat Anda bekerja merupakan group atau tunggal?

o Group o Tunggal

2. Apakah perusahaan Anda atau tempat Anda bekerja merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pemodal asing (PMA)?

o Ya o Tidak

3. Apakah perusahaan Anda ada kebutuhan untuk menerjemahkan dokumen (kontrak, perjanjian kerja, brosur, dll) ke bahasa lain?

o Ya o Tidak

4. Jika ada, apakah perusahaan Anda dapat memenuhi kebutuhan tersebut tersebut sendiri tanpa menggunakan jasa pihak lain?

o Ya o Tidak

5. Bahasa target apa yang perusahaan Anda butuhkan?

o Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris o Bahasa Inggris ke bahasa Indonesia o Bahsa lainnya

151 6. Apakah Anda berniat untuk menggunakan jasa penerjemahan dari pihak lain?

o Ya o Tidak

7. Tarif menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris yang diterapkan sebuah agen terjemahan adalah Rp350 per kata atau Rp87.500 per halaman hasil. Bagaimana pendapat Anda dengan tarif terjemahan tersebut?

o Sangat murah

8. Berapa tarif terjemahan yang Anda harapkan?

9. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang terjadi dalam menerjemahkan sehingga berpengaruh pada kualitas hasil terjemahan. Menurut Anda, kesalahan seperti apa yang masih dapat ditoleransi?

o Kesalahan yang membuat teks menjadi sulit dipahami dan berpotensi menimbulkan kebingungan di antara pengguna / pelanggan; kesalahan akurasi yang berujung pada perubahan yang signifikan (ada kemungkinan yang besar untuk menyesatkan pengguna) pada makna; kesalahan pada penerjemahan yang mengakibatkan penafsiran yang salah akan sumber, penghapusan yang parah; kesalahan pada bagian dokumen yang terlihat dan menimbulkan kebingungan.

o Perubahan yang memberikan peningkatan pada gaya atau keterbacaan.

Sebuah peningkatan dapat diartikan sebagai perubahan apa pun yang meningkatkan kefasihan, kejelasan, atau membuat teks lebih menarik dan mencolok; tata bahasa/ejaan yang kasar atau kesalahan sintaksis yang mengakibatkan perubahan makna/menyinggung atau menyesatkan pengguna akhir; kesalahan umum yang menunjukkan gaya yang tidak sesuai.

o Kesalahan akurasi yang menimbulkan perubahan kecil pada makna;

kesalahan kecil yang tidak akan membingungkan atau menyesatkan seorang pengguna tapi dapat dikenali; kesalahan pengaturan format yang mengakibatkan hilangnya makna; penggunaan yang salah dari tanda baca atau kapitalisasi yang tidak menyebabkan hilangnya makna; salah ketik dan salah eja yang tidak menimbulkan hilangnya makna.

o Perubahan apapun yang tidak memberi peningkatan pada teks tapi merupakan cara yang lebih disukai peninjau untuk menerjemahkan sesuatu;

perubahan yang keseluruhan meningkatkan konsistensi tapi bukan merupakan bagian dari material

o referensi mana pun.

o Tidak ada kesalahan yang bisa ditoleransi.

152 10. Bagaimana kecepatan dalam memberikan respon permintaan jasa

penerjemahan yang Anda harapkan?

11. Apa tanggapan Anda jika mendapatkan respon dari customer service dengan gaya bahasa yang kurang atau tidak formal namun ramah?

o Sangat tidak suka o Tidak suka o Biasa o Suka

12. Apa tanggapan Anda jika mendapatkan respon dari customer service dengan gaya bahasa yang kurang atau tidak ramah?

o Sangat tidak suka o Tidak suka o Biasa

13. Proses penerjemahan normal untuk 2.500 kata adalah 2 hari kerja dengan proses penerjemahan dan editing. Bagaimana menurut pendapat Anda?

o Sangat lama o Lama o Normal o Cepat

o Sangat Cepat

14. Proses penerjemahan resmi/tersumpah normal untuk 1 dokumen (1-3 halaman) adalah 3 hari kerja. Bagaimana menurut pendapat Anda?

o Sangat lama o Lama o Normal o Cepat o Sangat cepat

15. Berapa lama proses penerjemahan yang Anda harapkan?

o Terjemahan resmi/tersumpah ………..

o Terjemahan biasa ………..

153 Survei Kebutuhan Terjemahan untuk Mahasiswa S2 dan Dosen

Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari, Dengan hormat,

Bersama ini saya ingin melakukan penelitain mengenai kebutuhan penerjemahan untuk kalangan akademisi. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka penulisan tesis sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada program Magister Management, tentang "PENYUSUNAN MARKETING PLAN UNTUK MENGEMBANGKAN PT. PEMAD INTERNATIONAL TRANSEARCH".

Sehubungan dengan maksud di atas, saya sangat mengharapkan bantuan Saudara untuk bersedia mengisi instrumen penelitian ini sesuai dengan pendapat dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu Saudara diharapkan dapat memberikan jawaban sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan sesungguhnya, dan jawaban tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi saudara.

Bantuan dan partisipasi Saudara merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi terselenggaranya penelitian ilmiah ini. Dan untuk itu semuanya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, Yuvita Sumaryati

1. Apakah ada kebutuhan yang mengharuskan Anda menerjemahkan jurnal penelitian / tesis / disertasi Anda ke bahasa asing?

o Ya o Tidak

2. Jika ada, apakah Anda bisa memenuhi kebutuhan menerjemahkan tersebut sendiri tanpa bantuan orang lain atau penyedia jasa terjemahan?

o Ya o Tidak

3. Bahasa target apa yang Anda butuhkan?

o Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris o Bahasa Inggris ke bahasa Indonesia

o Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris o Bahasa Inggris ke bahasa Indonesia