BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Lingkungan Bisnis
2. Analisis Situasi Internal
Siatuasi internal merupakan situasi atau lingkungan bisnis yang meliputi faktor yang ada di dalam perusahaan yang berpengaruh terhadap manajemen perusahaan. Faktor yang ada dalam perusahaan dapat berupa hal-hal yang dapat menjadi kekuatan maupun kelemahan. Kekuatan merupakan hal-hal yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang sehingga tercipta pendapatan atau laba.
Sedangkan kelemahan hal-hal yang menyebabkan perusahaan tidak dapat memanfaatkan peluang.
96 a. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan hal paling penting dalam bisnis PéMad. Di dalam mengelola SDM tidak terlepas dari visi dan misi perusahaan. visi dan misi PéMad telah mengalami sedikit perubahan menyesuaikan perubahan status PéMad. Setelah resmi menjadi perseroan terbatas (PT) tertutup, visi dan misi PéMad adalah sebagai berikut:
Visi
“Menjadi penyedia jasa penerjemahan, penelitian dan pelatihan sosial budaya secara profesional yang mengedepankan kesempurnaan layanan dan kepuasan pelanggan dalam jaringan komunikasi global guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pemangku kepentingan”
Misi
a) Memberikan layanan penerjemahan untuk menghasilkan terjemahan yang komunikatif dengan dukungan layanan lain yang melengkapinya serta pemanfaatan teknologi yang ada secara optimal;
b) Memberikan layanan penelitian di bidang sosial budaya untuk menghasilkan informasi yang tepat dan akurat;
c) Memberikan pengetahuan yang mendalam dan bermanfaat di bidang sosial budaya kepada pemangku kepentingan melalui pelatihan sosial budaya;
d) Melakukan perbaikan secara berkelanjutan di semua bidang dengan menuju pada layanan pelanggan yang memuaskan dan produk yang berkualitas tinggi;
e) Berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan social responsibilty.
97 Dari visi dan misi di atas maka PéMad dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas di semua bidang untuk dapat mencapai tujuan. Terutama SDM yang terkait langsung dengan proses produksi. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan Manajer Penerjemahan di PéMad, diperoleh informasi secara gamblang bagaimana sumber daya manusia, utamanya penerjemah dan editor dikelola.
1) Struktur Organisasi Perusahaan
Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan sangat ditentukan oleh kualitas karyawan yang dimiliki. Setelah mendapatkan karyawan yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan pekerjaan, perlu ada suatu mekanisme yang menjelaskan tentang wewenang dan tanggung jawab tiap orang. Oleh karena itu diperlukan struktur organisasi perusahaan yang jelas.
Saat ini PéMad baru memeiliki dua divisi, yaitu Divi Keuangan dan Divisi Produksi. Divisi Keuangan dipimpin oleh Manajer Administrasi dan Keuangan.
Manajer Administrasi dan Keaungan mempunyai satu orang staf yaitu Staf Administrasi dan Keuangan. Sedangkan Divisi Produksi dipimpin oleh Manajer Penerjemahan. Manajer Penerjemahan membawahi Project Manajer, Editor, dan Staf Penerjemah.
Selain itu, diluar struktur organisasi PéMad juga mempunyai 51 orang penerjemah lepas. Dari 51 orang penerjemah ini terdiri dari 2 penerjemah bahasa Mandarin, 1 penerjemah bahasa Jerman, 29 penerjemah bahasa Indonesia/Inggris, 2 penerjemah bahasa Jepang, 2 penerjemah bahasa Korea, 9 penerjemah bahasa
98 Melayu, 1 penerjemah bahasa Tetum, 2 penerjemah bahasa Thai, 1 penerjemah bahasa Tagalog, dan 2 penerjemah bahasa Vietnam. Selain penerjemah perorangan, PéMad juga bekerja sama dengan agen terjemahan untuk bahasa Perancis, Belanda, Arab, Mandarin, dan Jerman untuk layanan penerjemahan tersumpah. Selain penerjemah lepas PéMad juga mempunyai satu orang Editor dedicated (Editor yang bekerja khusus untuk PéMad).
Untuk dapat bekerja sama dengan baik diperlukan suatu rapat koordinasi.
Rapat koordinasi di Divisi Produksi dilakukan setiap bulan, atau bisa lebih cepat jika ada hal yang mendesak. Sedangkan koordinasi seluruh Divisi satu kali setiap bulan. Koordinasi yang dilakukan membahas tentang apa aktivitas yang terjadi selama satu bulan di semua divisi. Sejauh mana pencapaian kinerja masing-masing divisi, permasalahan yang dihadapi dan pemecahannya, serta rencana satu bulan kedepan. Dengan adanya rapat koordinasi maka setiap divisi dapat bersinergi membentuk kerja sama tim yang kuat.
2) Perekrutan
Perekrutan yang dilakukan di PéMad melalui beberapa tahap. Ada perbedaan antara perekrutan untuk staf dengan penerjemah atau editor lepas.
Perekrutan untuk staf penerjemah atau editor melalui tahapan yaitu seleksi administratif, seleksi kemampuan langsung (melalui tes kemampuan), seleksi perilaku (melalui tes psikologi), wawancara (ada dua tahap), dan masa pelatihan (tiga bulan). Di dalam perekrutan staf penerjemah atau editor biasanya tidak diwajibkan bagi pelamar sudah menguasai Computer Aided Translation (CAT)
99 Tools. Kemampuan penggunaan CAT Tools akan diberikan pada saat masa
pelatihan. Selain mempelajari penggunaan CAT Tools, pada masa pelatihan juga dikenalkan materi bidang apa saja yang biasa diterjemahkan di PéMad, bagaimana kemampuan penerjemah dituntut untuk bisa memenuhi tenggat waktu dari konsumen, dan bagaimana alur kerja penerjemahan di PéMad dilakukan dan akan dijalani.
Sementara tahapan perekrutan penerjemah atau editor lepas lebih sederhana.
Namun, di dalam perekrutan penerjemah atau editor lepas menuntut pelamar telah memenuhi kualitas hasil terjemahan yang tinggi dan kemampuan penggunaan CAT tools. Selain itu kemampuan memenuhi tenggat waktu atau kecepatan menerjemahkan tinggi. Dalam proses perekrutan, pertama akan dilakukan seleksi administrasi, yaitu dipilih yang memiliki pengalaman dan penguasaan materi sesuai yang dibutuhkan. Langkah kedua, pelamar yang telah diseleksi akan diberikan tes kemampuan. Bagi pelamar yang lolos tes kemampuan akan dilakukan kesepakatan tarif penerjemahan antara penerjemah atau editor lepas dengan PéMad yang akan berlaku selama satu tahun.
3) Pelatihan dan Pengembangan
Dunia penerjemahan sangat dinamis. Terus berkemabang dan berubah.
Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab karyawan khususnya penerjemah dan editor bukan pekerjaan yang monoton. Materi penerjemahan berbeda-beda setiap hari. Gaya bahasa penerjemahan tiap-tiap materi juga berbeda-beda. Untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan hasil penerjemahan yang berkualitas
100 tinggi, sangat tergantung dari kemampuan penerjemah dan editor. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan dan pengembangan peningkatan kualitas karyawan secara terus menerus.
Program pelatihan dan pengembangan selalu diagendakan setiap tahun.
Program-program tersebut antara lain:
a) Pelatihan CAT Tools. Pelatihan CAT Tools diberikan kepada staf baru dan penerjemah lepas. Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada semua tim produksi jika ada CAT Tools baru yang harus digunakan;
b) Pelatihan Editing. Pelatihan editing dilaksanakan setiap tahun. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bagi penerjemah. Selain untuk menambah kemampuan baru, juga sebagai penyegaran kembali bagi penerjemah-penerjemah lama;
c) Pelatihan Penerjemahan Bidang Hukum. Pelatihan penerjemahan bidang hukum diikuti setiap tahun. Biasanya bertahap, tahap satu sampai tahap tiga.
Pelatihan ini sangat dibutuhkan oelh penerjemah untuk meingkatkan kemampuan penerjemahan dengan materi bidang hukum atau legal. Hal ini karena materi penerjemahan bidang hukum ini memiliki tingkat kesulitan dan tingkat kesetiaan dari bahasa sumber yang tinggi.
d) Webinar. Webinar merupakan seminar yang diikuti secara online atau melalui
jaringan internet. Webinar ini biasanya diadakan oleh konsumen dalam rangka mempersapkan proyek penerjemahan baru. Webinar biasanya diikuti oleh Manajer Penerjemahan dan Project Manajer.
101 Sementara, pelatihan dan pengembangan yang diprogramkan untuk karyawan selain tim produksi adalah untuk Divisi Keuangan. Pelatihan rutin yang di programkan yaitu pelatihan pajak. Pelatihan pajak bertujuan untuk menambah wawasan dibidang perpajakan. Selain itu juga untuk mengetahui perubahan terbaru dari peraturan perpajakan dan pelaporannya.
4) Penilaian Kinerja
Setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan akan dinilai oleh atasannya.
Setiap karyawan PéMad memiliki target individu yang menjadi tolok ukur penilaian karyawan. Target individu disusun berdasarkan target divisinya. Sedangkan target divisi mengacu pada target korporat. Penilaian ini bertujuan supaya baik karyawan maupun manajemen mengetahu apa yang menjadi kekurangan serta kelebihan.
Hasil dari penilaian ini akan ditindak lanjuti kepada pelatihan atau pengembangan selanjutnya yang diperlukan dan juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan manajemen dalam hal kompensasi.
5) Sistem Kompensasi
Kompensasi merupakan sistem untuk pemberian penghargaan yang patut kepada karyawan. Pemberian gaji telah disesuaikan dengan beban dan tanggung jawab tiap-tiap karyawan. Selain itu pemberian gaji juga telah disesuaikan dengan peraturan tenaga kerja dan upah minimum regional. Sistem kompensasi yang diterapkan di PéMad juga bertujuan untuk menurunkan tingkat turn over karyawan.
Selain itu juga untuk meningkatkan loyalitas dan motivasi setiap karyawan dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya.
102 Remunerasi karyawan PéMad terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:
a) Gaji Pokok.
Gaji pokok dibayarkan per bulan dengan jumlah yang tetap. Besarnya gaji pokok tiap karyawan disesuaikan dengan beban dan tanggung jawab serta jenjang posisi jabatannya. Kenaikan gaji pokok dilakukan per tahun berdasarkan hasil penilaian dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.
b) Tunjangan Masa Kerja
Tunjangan masa kerja dibayarkan per bulan dengan jumlah yang tetap.
Besarnya tunjangan masa kerja disesuaikan dengan posisi jabatan dan lamanya bekerja. Kenaikan tunjangan masa kerja dilakukan setiap tahun.
c) Tunjangan Transportasi
Tunjangan transportasi dibayarkan per bulan dengan jumlah yang tetap.
Besarnya tunjangan transportasi sama untuk semua karyawan. Kenaikan atau penurunan tunjangan transportasi disesuaikan dengan naik atau turunnya harga bahan bakar gas.
d) Tunjangan Komunikasi
Tunjangan komunikasi dibayarkan per bulan dengan jumlah yang tetap.
Besarnya tunjangan komunikasi disesuaikan dengan posisi jabatan dan kebutuhan.
e) Tunjangan Hari Raya
103 Tunjangan hari raya diberikan satu kali per tahun dan disesuaikan dengan hari raya keagamaan yang dirayakan oleh karyawan yang bersangkutan.
Besarnya tunjangan hari raya adalah satu kali gaji pokok untuk karyawan tetap dan setengah gaji pokok untuk karyawan kontrak.
f) Tunjangan Kesehatan
Tunjangan kesehatan diberikan berupa asuransi kesehatan. Tunjangan kesehatan diberikan kepada semua karyawan yang meliputi karyawan, satu orang istri sah, dan dua orang anak dari istri sah.
g) Tunjangan Ketenagakerjaan
Tunjangan keteagakerjaan diberikan berupa asuransi ketenagakerjaan.
Tunjangan ketenagakerjaan diberikan kepada karyawan yang berstatus karyawan tetap. Tunjangan ketenagakerjaan ini terdiri dari jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.
Selain sistem remunerasi di atas, PéMad juga memberikan hak-hak karyawan lainnya sesuai dengan peraturan perusahaan. Hak-hak karyawan tersebut antara lain cuti tahunan, cuti menikah, cuti melahirkan, cuti studi, cuti perjalanan rohani, cuti khtanan dan babtisan anak, bonus tahunan, dan lain sebagainya.
6) Berakhirnya Hubungan Kerja
Sesuai dengan peraturan tenaga kerja dan peraturan perusahaan, ada beberapa hal yang mendasari berakhirnya hubungankerja. Di PéMad berakhirnya hubungan kerja terjadi karena:
a) Karyawan memasuki masa pensiun;
104 b) Karyawan mengundurkan diri;
c) Karyawan tidak dapat melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab karena sakit yang berkepanjangan;
d) Karyawan meninggal dunia;
e) Karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja karena melakukan kesalahan;
f) Karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja karena perusahaan mengalami restrukturisasi;
g) Karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja karena perusahaan bangkrut atau tutup.
7) Turn Over Tenaga Kerja
Perjalanan 18 tahun bukanlah waktu yang pendek. Jika dibandingkan dengan perusahaan lain atau agen penerjemahan lain, perkembangan bisnis PéMad sangat lambat. Salah stau penyebab dari lambatnya pertumbuhan PéMad adalah tingginga tingkat turn over tenaga kerja. Sifat pekerjaan yang dinamis membutuhkan tenaga kerja yang berjiwa muda dan dunamis juga. Akibatnya, perusahaan cenderung merekrut tenaga kerja muda. Selain masih memiliki semangat kerja yang tinggi juga memiliki semangat belajar yang tinggi.
Namun, risiko terbesar dengan merekrut tenaga kerja muda adalah keinginan untuk mencari pengalaman dan mengejar karir yang tinggi. Bekerja di PéMad bukan menjadi tujuan akhir. PéMad merupakan tempat belajar dan sebagai batu loncatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di tempat lain.
tempat lain di sini biasanya ke perusahaan dalam negeri yang lingkupnya multinasional atau justru bergabung dengan agen penerjemahan di luar negeri.
105 Tidak sedikit juga yang kemudian memilih menjadi penerjemah lepas atau membuat tim penerjemahan sendiri setelah mengetahui seluk beluk industri penerjemahan.
b. Kebijakan Produk 1) Kualitas Produk
Dalam setiap bisnis, persaingan tidak dapat dihindari apa pun jenis bisnis yang dijalankan, baik itu barang maupun jasa. Demikian juga dalam industri terjemahan, PéMad berada di tengah persaingan yang sangat kuat. Bukan saja sesama agen penerjemahan yang menjadi pesaing, namun juga penerjemah lepas yang menjadi mitra kerja pun akhirnya masuk sebagai pesaing.
Industri terjemahan memang merupakan industri yang hampir tidak memiliki batasan untuk dimasuki. Siapa pun, baik itu perusahaan, agen, maupun perorangan dapat memasuki industri ini untuk bersaing memperebutkan pasar yang ada. Jika diibaratkan sebuah laut, industri terjemahan ini merupakan laut yang luas, dengan ikan yang sangat banyak, namun juga terdapat banyak pemancing dan nelayan.
PéMad harus mempunyai keistimewaan, sesuatu yang dapat diunggulkan untuk dapat mengambil peluang. Salah satu keunggulan yang harus dimiliki adalah kualitas. Kualitas produk di sini adalah kualitas hasil terjemahan yang diberikan oleh PéMad kepada konsumen. Untuk mengetahui apakah hasil terjemahan PéMad benar-benar berkualitas atau tidak, apakah kualitas yang dihasilkan ebih baik dari pada pesaing atau tidak, maka dilakukan penelitian terhadap kulitas terjemahan
106 PéMad. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan membandingkan kualitas hasil terjemahan PéMad dengan pesaing, melakukan penelitian terhadap kepuasan pelanggan - bagaimana pelanggan menilai kualitas hasil terjemahan yang mereka terima, dan melakukan penelitian terhadap kepuasan penerjemah lepas – bagaimana penerjemah mengakui kesalahan – kesalahan yang biasanya mereka lakukan saat menerjemahkan.
2) Kualitas hasil terjemahan
Untuk mengetahu sejauh mana kualitas hasil terjemahan PéMad, penulis menerjemahkan dua dokumen, yaitu artikel dan surat kuasa. Dua dokumen tersebut selain diterjemahkan oleh PéMad juga dikirimkan kepada agen penerjemahan lain yang menjadi pesaing PéMad. Hasil terjemahan kemudian diperiksa oleh seorang editor terjemahan lepas untuk dinilai kualitasnya. Untuk menghindari subyektifitas editor, penulis tidak memberitahukan identitas penerjemah atau agen terjemahan yang mengerjakannya.
Hasil penerjemahan kemudian dilakukan penilaian. Penilaian yang dilakukan meliputi tingkat akurasi, kepatuhan, dan linguistik. Dengan menggunakan rumus tertentu dihasilkan total nilai yang menggambarkan seberapa besar kualitas hasil terjemahan dari masing-masing agen terjemahan. Pada penilaian ini, digunakan skala 0 sampai dengan 100. Apabila total nilai kuarng dari 90 maka terjemahan tersebut memperoleh hasil penilaian “gagal” dan jika total nilai 90 atau lebih maka terjemahan tersebut memperoleh hasil penilaian “lolos”.
Penilaian ini telah digunakan oleh seluruh agen terjemahan dengan skala
107 internasional, guna menentukan kualitas hasil terjemahan para vendor atau penerjemah lepas.
Biasanya, agen penerjemahan internasional menerapkan total nilai minimal 85 untuk menilai kualitas terjemahan dianggap baik atau “lolos”. Namun, pada penelitian kali ini penulis menaikkan tingkat kesulitan penilaian. Kualitas terjemahan baru bisa dianggap baik atau “lolos” apabila total nilai minimal 90. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terjemahan yang benar-benar berkualitas.
Dari hasil penilaian kualitas terjemahan 13 agen terjemahan seperti disajikan pada tabel 4.7, PéMad mendapatkan total nilai 91,38 yang artinya terjemahan PéMad kualitasnya baik dan hasil penilaiannya “ lolos”. Dua agen lain yang juga memperoleh total nilai yang cukup tinggi meskipun masih di bawah total nilai minimal atau “gagal” adalah Centra STBA-LIA di Yogyakarta dan Akurasi di Mataram.
3) Kepuasan pelanggan terhadap kualitas hasil terjemahan PéMad
Selain dengan melakukan penilaian terhadap hasil terjemahan yang dihasilkan PéMad dan para pesaingnya, penulis juga melakukan penelitian mengenai kualitas hasil terjemahan PéMad melalui penelitian kepuasan pelanggan.
Dalam penelitian kepuasan pelanggan, kualitas terjemahan dinilai oleh pelanggan atas dasar pengalaman mereka menggunakan jasa penerjemahan yang PéMad berikan. Dalam penelitian ini, hanya pelanggan yang telah melakukan pembelian berulang yang dijadikan responden.
108 Untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap PéMad, penulis telah mengirimkan kuesioner kepada 54 pelanggan lokal dan 100 pelanggan internasional, jadi total responden yang dikirim kuesioner adalah 154 responden.
Dari 154 responden tersebut, yang mengisi dan mengembalikan kuesioner sebanyak 31 orang, terdiri dari 20 pelanggan lokal dan 11 pelanggan internasional.
Tabel 4.9 Hasil Penelitian Kualitas Jasa Terjemahan PéMad
Seberapa penting kualitas pelayanan bagi Anda ketika memilih jasa terjemahan/edit/proofread/interpreting/transkripsi/subtitle/voice
Sangat penting sekali 58,06% 18
Sangat penting 35,48% 11
Bagaimana Anda menilai kualitas jasa
terjemahan/edit/proofread/interpreting/transkripsi/subtitle/voice
109 Tabel 4.9 menunjukkan bagaimana kepuasan pelanggan terhadap kualitas hasil terjemahan yang mereka dapatkan. Dari hasil penelitian 58,06 persen dari responden menjawab bahwa bagi mereka kualitas pelayanan merupakan sesuatu yang sangat penting sekali ketika mereka memilih jasa terjemahan. 35,48 persen lainnya mengatakan sangat penting dan 6,45 persen mengatakan cukup penting.
Dengan melihat bagaimana pendapat mereka mengenai pentingnya pelayanan, PéMad telah menjadi salah satu agen terjemahan yang mampu memberikan kualitas pelayanan yang tinggi bagi mereka, terutama untuk kualitas hasil terjemahan.
Kualitas hasil penerjemahan yang tinggi telah dirasakan oleh konsumen.
Hal ini terlihat dari hasil penelitian di mana responden 6,45 persen mengatakan bahwa kualitas jasa terjemahan di PéMad sangat tinggi sekali, 48,39 persen mengatakan sangat tinggi, 29,03 persen mengatakan cukup tinggi, dan 12,90 persen mengatakan sedikit tinggi. Hanya 3,23 persen saja mengatakan kualitas jasa terjemahan PéMad biasa. Dari hasil penelitan tersebut dapat dikatakan bahwa kualitas jasa terjemahan yang PéMad berikan berada di atas rata-rata.
4) Kesalahan yang dilakukan oleh penerjemah PéMad dalam penerjemahan Kualitas hasil terjemahan PéMad, selain dinilai dengan mencoba produk pesaing untuk kemudian dibandingkan kualitasnya dan dari hasil penilaian pelanggan, juga dilihat dari sisi penerjemah yang tergabung dalam tim produksi PéMad. Penelitian selanjutnya untuk mengetahui kualitas hasil terjemahan PéMad
110 adalah dengan meneliti kesalahan seperti apa yang biasanya terjadi atau dilakukan oleh penerjemah PéMad.
Dalam penelitian ini ada 5 (lima) tingkat keparahan kesalahan yang biasanya terjadi atau dilakukan oleh penerjemah. Pertama, tingkat keparahan kesalahan tinggi apabila kesalahan yang membuat teks menjadi sulit dipahami dan berpotensi menimbulkan kebingungan di antara pengguna / pelanggan; kesalahan akurasi yang berujung pada perubahan yang signifikan (ada kemungkinan yang besar untuk menyesatkan pengguna) pada makna; kesalahan pada penerjemahan yang mengakibatkan penafsiran yang salah akan sumber, penghapusan yang parah;
kesalahan pada bagian dokumen yang terlihat dan menimbulkan kebingungan.
Apabila penerjemah melakukan kesalahan ini maka kualitas terjemahan mereka masuk dalam kategori rendah.
Kedua, tingkat keparahan kesalahan menengah apabila perubahan yang memberikan peningkatan pada gaya atau keterbacaan. Sebuah peningkatan dapat diartikan sebagai perubahan apa pun yang meningkatkan kefasihan, kejelasan, atau membuat teks lebih menarik dan mencolok; tata bahasa/ejaan yang kasar atau kesalahan sintaksis yang mengakibatkan perubahan makna/menyinggung atau menyesatkan pengguna akhir; kesalahan umum yang menunjukkan gaya yang tidak sesuai. Apabila penerjemah melakukan kesalahan ini maka kualitas terjemahan mereka masuk dalam kategori sedang.
111 Tabel 4.10 Kesalahan yang biasa dilakukan oleh penerjemah PéMad
Kesalahan seperti apa yang pernah atau biasanya Anda alami ketika menerjemahkan?
Answer Options Response
Percent
Response Count Kesalahan yang membuat teks menjadi sulit dipahami dan
berpotensi menimbulkan kebingungan di antara pengguna / pelanggan; kesalahan akurasi yang berujung pada perubahan yang signifikan (ada kemungkinan yang besar untuk menyesatkan pengguna) pada makna; kesalahan pada penerjemahan yang mengakibatkan penafsiran yang salah akan sumber, penghapusan yang parah; kesalahan pada bagian dokumen yang terlihat dan menimbulkan kebingungan.
2,9% 1
Perubahan yang memberikan peningkatan pada gaya atau keterbacaan. Sebuah peningkatan dapat diartikan sebagai perubahan apa pun yang meningkatkan kefasihan, kejelasan, atau membuat teks lebih menarik dan mencolok;
tata bahasa/ejaan yang kasar atau kesalahan sintaksis yang mengakibatkan perubahan makna/menyinggung atau menyesatkan pengguna akhir; kesalahan umum yang menunjukkan gaya yang tidak sesuai.
8,8% 3
Kesalahan akurasi yang menimbulkan perubahan kecil pada makna; kesalahan kecil yang tidak akan membingungkan atau menyesatkan seorang pengguna tapi dapat dikenali;
kesalahan pengaturan format yang mengakibatkan hilangnya makna; penggunaan yang salah dari tanda baca atau kapitalisasi yang tidak menyebabkan hilangnya makna; salah ketik dan salah eja yang tidak menimbulkan hilangnya makna.
44,1% 15
Perubahan apapun yang tidak memberi peningkatan pada teks tapi merupakan cara yang lebih disukai peninjau untuk menerjemahkan sesuatu; perubahan yang keseluruhan meningkatkan konsistensi tapi bukan merupakan bagian dari material referensi mana pun.
41,2% 14
Tidak pernah melakukan kesalahan 2,9% 1
answered question 34 skipped question 0
Ketiga, tingkat keparahan kesalahan rendah apabila kesalahan akurasi yang menimbulkan perubahan kecil pada makna; kesalahan kecil yang tidak akan membingungkan atau menyesatkan pengguna tapi dapat dikenali; kesalahan pengaturan format yang mengakibatkan hilangnya makna; penggunaan yang salah dari tanda baca atau kapitalisasi yang tidak menyebabkan hilangnya makna; salah ketik dan salah eja yang tidak menimbulkan hilangnya makna. Apabila penerjemah
112 melakukan kesalahan ini maka kualitas terjemahan mereka masuk kategori agak tinggi.
Keempat, tingkat keparahan kesalahan preferensial apabila perubahan apapun yang tidak memberi peningkatan pada teks tapi merupakan cara yang lebih disukai peninjau untuk menerjemahkan sesuatu; perubahan yang keseluruhan meningkatkan konsistensi tapi bukan merupakan bagian dari material referensi mana pun. Apabila penerjemah melakukan kesalahan ini maka kualitas terjemahan mereka masuk kategori tinggi. Kelima, tidak ada kesalahan dalam menerjemahkan.
Apabila penerjemah tidak melakukan kesalahan maka kualitas terjemahan mereka
Apabila penerjemah tidak melakukan kesalahan maka kualitas terjemahan mereka